Cinta Wanita Kumal

Cinta Wanita Kumal
Bereskan Satpam


__ADS_3

Kendrick mencari saklar lampu dan terlihatlah pemandangan yang mengerikan. Di belakangnya Marco dan seorang satpam berdiri mematung. Bahkan mereka ngeri melihat ceceran darah yang menggenang di seluruh lantai.


Lantai begitu basah dan licin, beberapa kali Kendrick terpeleset karena sepatu yang di kenakannya menginjak serpihan kaca yang terbungkus noda darah. Menatap ruang tamu sempit itu berantakan mirip sebuah ledakan kapal.


"Eli."


Kendrick memanggil nama Elizabeth, dia mengikuti jejak ceceran darah yang terinjak kaki, menuju ruang makan yang ada di depan kamar.


Tubuh Kendrick gemetar membayangkan jika sesuatu yang buruk menimpa Elizabeth.


Kendrick melihat tubuh lelaki yang berlumuran darah dengan posisi menelungkup. Wajahnya menghadap ke bawah.


Berjalan dengan hati hati mendekati tubuh lelaki yang sudah tudak bergerak lagi. Lelaki tanpa busana, hanya mengenakan ****** ***** berwarna putih kumal. Kendrick memeriksa nadi pada leher lelaki itu.


"Bagaimana bos."


Kendrick menggelengkan kepalanya, menandakan mayat lelaki itu benar benar sudah tidak bernyawa. Melihat mayat yang hampir bugil, sejenak Kendrick merasa ketakutan.


Kemudian Marco berjongkok ingin melihat dan memastikan wajah mayat lelaki yang bersimbah darah. Marco membalikkan sedikit wajah mayat itu. Keterkejutan nampak di wajah Marco, lelaki target bos nya tergeletak tidak bernyawa. Lalu siapa yang dapat membunuhnya. Bukankah ini apartemen bos nya.


"Bos! Duarte." Ucap Marko.


Tanpa aba aba satpam apartemen meninggalkan mereka. Entah ketakutan atau memanggil bantuan polisi.


Kendrick kembali dengan keterkejutannya, dia menyadari kalau belum menemukan Elizabeth. Kendrick dengan cepat berdiri dan kembali mengikuti jejak darah, ternyata banyak sekali jejak darah di semua ruangan. Kendrick tidak bisa berpikir tenang, Marco mengikutinya dari belakang.


"Eli, Eli....." Tak ada sahutan sama sekali. Kendrick menyalakan lampu kamar, tidak di temukan apa apa di sana, Kendrick semakin marah apalagi menyadari keadaan kamar yang begitu berantakan dan kacau tentu saja bisa di bayangkan apa yang sudah terjadi.

__ADS_1


"Eli! Eli!"


Suara panggilan Kendrick semakin kencang. Kendrick melangkah di ikuti Marco di belakangnya menuju ke luar kamar, mereka berdua melihat ceceran darah yang menuju kamar mandi. Kendrick kembali menyalakan lampu yang ada di situ. Betapa terkejutnya Kendrick melihat Elizabeth meringkuk di ujung ruangan kamar mandi. Posisi ke dua kakinya tertekuk, salah satu tangannya menopang tangan yang lain, menahan sakit karena luka sobek di telapak tangannya, tetesan air shower berubah merah darah. Yang menjadikan Kendrick semakin miris Elizabeth tanpa mengenakan sehelai benangpun meringkuk ketakutan. Marco yang melihat itu memalingkan wajahnya kemudian pergi meninggalkan mereka. Beberapa saat kemudian dia kembali membawa selembar selimut tebal.


"Bos." Panggil Marco sambil menyodorkan selimut tebal tanpa melihat Elizabeth yang tertutup tubuh Kendrick.


Kendrick menutup tubuh Elizabeth terlebih dahulu kemudian mematikan kran shower. Dengan pelan Kendrick menyelimuti tubuh Elizabeth, di luar dugaan Elizabeth maraung dan mencoba menghindari Kendrick. Mencakar Kendrick bahkan menendang. Kendrick berusaha membujuk Elizabeth. Tetapi usahanya sia sia.


"Ssttt ssttt sssttt." Ucap Kendrick berusaha menenangkan Elizabeth.


"Jangan takut, aku Kendrickmu." Ucapan Kendrick itu di barengi pelukan Hangat. Tubuh Elizabeth mulai merespon, pelan pelan amarahnya mulai mereda. Kendrick mengeluarkan air matanya.


Dadanya berdegup kencang, sesuatu pasti terjadi pada wanita kumal itu, bagaimana kalau Duarte si bangsat itu memperkosa Elinya, apa yang harus ia lakukan? Sejujurnya Kendrick sudah mulai merasakan jatuh cinta pada gadis yang kumal dan sudah di rubah menjadi gadis yang sedikit rapi.


Kendrick menyukai maha karyanya, dia menyukai Elizabeth yang sudah sudah berubah menjadi manis. Dia sangat merutuki dirinya jika sesuatu terjadi pada gadis itu. Kebodohannya membuat musuh musuhnya menjadikan wanita kesayangannya menjadi target.


"Maafkan aku, aku ceroboh." Ucap Kendrick di antara tangisan Elizabeth.


Pundak Kendrick tiba tiba merasa sakit, pedih dan ngilu. Darah ke luar dari pundak Kendrick, perlahan lahan semakin ke luar dan merubah warna pakaian.


"Bos!" Ucap Marco seolah memperingatkan Kendrick. Melalui kedipan mata Kendrick memberi sinyal kalau dirinya baik baik saja.


Tetapi sebenarnya Kendrick sangat kesakitan, gigi gigi Elizabeth menancap di pundak Kendric, Elizabeth menggigit pundak Kendrick dengan sekuat tenaga. Dia tidak perduli darah yang keluar, aroma besi berkarat menguar hingga ke seluruh ruangan.


Kendrick menyadari kalau saat ini Elizabeth kecewa padanya, di tambah ketakutan dan trauma. Dia rela asal bisa mengembalikan keadaan Elizabeth seperti semula. Menganggap gigitan Elizabeth adalah hukuman yang terbaik untuknya.


"Bos sepertinya petugas keamanan apartemen melaporkan kejadian ini ke polisi."

__ADS_1


Seketika Kendrick tersadar, pikirannya bekerja cepat. Dia belum tau kejadian sebenarnya. Dan jika terbukti Elizabeth yang membunuh Duarte dalam ke adaan apapun polisi akan memenjarakan Elizabeth. Dan tentunya akan banyak pertanyaan yang akan menekan kejiwaan Elizabeth. Wanita itu tak akan kuat hidup di penjara. Apalagi polisi akan mengusut siapa sebenarnya Duarte dan apa hubungan dengan semua ini. Semua akan kacau. Bisnis yang di mulai dari awal akan musnah begitu saja.


Elizabeth tak akan bisa menerima tekanan tekanan.


"Marco kamu harus membawa pergi Eli, kirim ke rumah sakit. Di sana ada dokter wanita bernama Noela. Katakan kalau Elizabeth adalah wanitaku."


"Tapi bos, bagaimana ..."


"Pergi. Dan jangan sekali sekali kamu mengatakan semua ini ke pada siapapun termasuk Matheo. Dan satu lagi bereskan satpam itu."


Setelah Kendrick merapikan selimut tebal yang menutupi Elizabeth. Kendrick menyerahkan Elizabeth ke dalam gendongan Marco. Dengan langkah cepat Marco membawa Elizabeth menuju tangga darurat, dia tidak mau melalui lift kapsul karena dengan begitu dia akan bertemu dengan polisi. Baru dua lantai Marco menuruni tangga suara derap langkah kaki terdengar menaiki anak tangga. Marco bersembunyi di balik pintu akses. Derap langkah itu semakin cepat dan semakin mendekat, saat tiba di anak tangga terakhir Marco mengintip dari celah ternyata yang datang adalah anak buahnya di D'Oreon.


"Kalian! Cepat bantu aku."


Marco menyerahkan Elizabeth kepada dua anak buahnya, bahkan Marco memberi intruksi ke pada mereka agar menemui dokter Noela. Mereka mengangguk tanda mengerti.


Marco masih harus memberekan satpam apartemen, dia harus lebih cepat dari pada polisi itu.


Marco kembali ke ruang apartemen milik Kendrick, pintu masih terbuka. Dia tidak melihat Kendrick, tetapi dia harus bersembunyi di luar apartemen Kendrick demi membereskan petugas keamanan apartemen. Kendrick bersembunyi di balik pot besar di ujung lorong apartemen, tak lama kemudian pintu lift terbuka, beberapa polisi berjalan tergesa gesa dengan di belakangnya petugas keamanan yang melaporkan kejadian tadi.


Polisi masuk ke ruangan yang kacau itu, mereka mulai memasang pita kuning di pintu masuk ruang apartemen Kendrick. Sementara itu petugas keamanan apartemen berdiri di depan pintu.


Suara yang berisik di ujung lorong menarik perhatian petugas keamanan curiga dan tertarik untuk mendekat.


Petugas keamanan apartemen semakin mendekat, tetapi sebuah pukulan di tengkuknya bembuat dirinya tidak sadarkan diri. Matheo menarik tubuh lelaki tambun itu ke ruangan gelap, menunggunya hingga tersadar.


Bagaimana novel kali ini? Menegangkan? Jangan lupa Like Vote and Komen. Jangan protes ya kalau di sini aku buat alur yang berbeda. Selamat membaca

__ADS_1


__ADS_2