
Awak media berpencar, seorang berperawakan tinggi dengan wajahnya yang tampan masuki rumah tahanan. Elizabeth membalikkan kepala, melihat siapa yang datang, tubuhnya langsung lemas.
"Kendrick!"
Akhirnya semua terjadi, Matheo bergumam dalam hati, Kendrick benar benar pintar, entah pantas di katakan pintar ataukah licik. Sengaja mengirim awak media agar menyulitkan Elizabeth kabur dan menghilang lagi.
Kendrick melangkah mendekati Elizabeth, Elizabeth mundur beberapa langkah. Wajah tampannya tampak sedikit menyeramkan, aura kemarahan tercetak di ke dua gerahamnya. Senyum menyerupai seringaian srigala. Tanpa melakukan apa apa, Kendrick berdiri dengan diam, tapi aura kemarahan makin terasa.
Melihat itu Elizabeth seolah terhipnotis. Juan berusaha menghalangi bermaksud melindungi Elizabeth. Juan maju dan berbalik badan memeluk Elizabeth. Elizabeth terkejut tapi perasaan itu terkalahkan dengan rasa takut.
"Kecoa kecil sepertimu tak pantas menghalangi jalanku. Minggir! Singkirakan tanganmu dari Eli." Bentak Kendrick kepada Juan. Juan dengan ukuran tinggi yang sama sama sekali tidak menggubris, bahkan semakin mengeratkan pelukannya.
Sesaat Elizabeth merasa tindakan Juan adalah jalan keluar. Membiarkan tubuhnya terus di dalam pelukakan Juan tapi perasaan terasa janggal, apalagi di hadapan Kendrick.
"Tidak bisakah kamu melihat Eli ketakutan? Hentikan intimidasimu!" Bentak Juan, padahal jantungnya gemetar.
Elizabeth melepaskan tangan Juan kemudian memberi jarak agar Kendrick tidak semakin marah.
"Bagus, kamu berani membantah." Ucap Kendrick datar.
"Kita sudah tidak ada hubungan lagi, kita sudah bercerai" Ucap Elizabeth menurunkan tekanan suaranya. Dia harus lebih tegas kepada Kendrick agar tidak lagi di bawah tekanan Kendrick.
Marco bersama pengawal lain maju mendekati Juan dan menjauhkannya dari Elizabeth. Juan berontak ketika ke dua tangannya di cekal oleh pengawal Kendrick.
"Masih kurang menerima pelajaran dariku? Atau perusahaan kecilmu yang ada di jepang hancur?" Tanya Kendrick. Kalimat seperti itu bukan hanya omong kosong, jika Kendrick berkehendak apapun bisa di lakukan dan terjadi.
"Kamu brengsek!" Teriak Juan, dia tak menyangka Kendrick juga mengetahui tentang perusahaan kecil yang di rintisnya. "Eli, dia sudah merampas perusahaanku dan menghancurkannya."
"Lalu apa hubungannya dengan Eli, dan berhenti manggil nama Eli dengan mulut kotormu itu!" Bentak Kendrick, aura kemarahan lebih mendominasi dari pada Juan, kali ini ke duanya saling berhadapan.
Juan tidak bisa berkutik, keadaan tak memungkinkannya untuk membela Elizabeth.
Kendrick semakin mendekati Elizabeth, dengan tinggi badan jauh di bawa Kendrick, Elizabeth semakin merasa kecil. Kendrick menarik tangan Elizabeth untuk di bawanya keluar dari ruang rumah penjara, tapi Elizabeth meronta.
"Lepaskan! Kita tidak ada hubungan lagi, biarkan aku pergi brengsek!" Teriak Elizabeth keras.
Kendrick merasa tersinggung, ucapan Elizabeth di dengar oleh para pengawal. Rasa kesal membuat Kendrick nekat, mengangkat tubuh mungil itu, memanggul di atas pundak kokohnya kemudian melemparkannya ke dalam mobil.
__ADS_1
"Diam!" Bentak Kendrick, Elizabeth meronta, kedua kakinya di hentak hentakkannya dengan keras. Saat tubuhnya menyentuh jok kulit mobil, Elizabeth kembali tersadar. Elizabeth hendak melarikan diri tapi sayangnya Kendrick menyengkeram bagian tali pinggang celana Elizabeth.
Sesaat kemudian Kendrick kembali mengeluarkan kepalanya dari kaca mobil yang di buka.
"Kalian sudah mendapatkan foto istriku? Dia istriku sebenarnya, yang mendapatkan foto terbagus akan mendapatkan hadiah dariku." Ucap Kendrick dengan seringainya. Elizabeth kesal, tak jauh dari mereka Juan terlihat meronta dari tekanan para pengawal.
Pengawal menutup pintu dengan hati hati. Kendrick dan Elizabeth duduk di kursi bagian belakang. Kendrick sama sekali tak melepaskan Elizabeth. Memeluk erat dan mencium pucuk kepalanya.
"Lepaskan dan turunkan aku!"
Elizabeth kembali meronta walaupun usahanya sia sia.
"Kucingku semakin nakal." Bisik Kendrick, bibir indahnya di tempelkan di telinga Elizabeth, Elizabeth merasa risih dan mengusap telinganya dengan kasar.
"Akhirnya kamu mencariku dan kembali pulang."
"Siapa yang mencarimu? Aku menemui Eva istri pertamamu!"
"Tidak usah malu malu, toh aku sama sekali tidak keberatan menerimamu kembali."
Di kursi kemudi Marco melihat ulah bosnya dengan perasaan ingin muntah.
Kembali tinggal di club malam D'Oreon, hari hari hanya merunung di temani minuman beralkohol, tanpa satu orangpun yang berani menggabggunya. Tapi sekarang bos Kendrick membalikkan fakta.
Elizabeth mencibir namun dia menyerah dan tidak ada pemberontakan lagi.
Mobil memasuki halaman besar kastil barat, Elizabeth mendengus kesal.
'Akhirnya kembali ke bangunan ini, bangunan yang menyedihkan.'
Langit yang cerah tak membuat perasaan Elizabeth senang, tapi rasa takut akan kembali mendapatkan tekanan dan kekangan.
Kendrick menarik tangan Elizabeth menaiki anak tangga, memasukkan kembali kamar yang dulu pernah di tempatinya.
"Kenapa tidak di kamar bawah saja? Ini bukan kamarku!"
"Sedang di bersihkan pelayan, sejak beredar berita kematianmu, aku tidak pernah memasuki kamar itu."
__ADS_1
"Kenapa? Kamu terpukul?"
"Tentu saja, tapi aku sama sekali tidak percaya kalau kamu sudah mati, jasadmu tidak di temukan, tandanya kamu masih hidup."
"Oh, kamu mencariku? Kehilangan?"
"Tentu saja." Jawab Kendrick tanpa dosa, dia lupa dengan kata kata yang di ucapkan saat di kendaraan.
"Kendrick mari kita bicara."
"Aku harus mandi, ini sudah sore. Bantu aku membersihkan diri, kamu juga belum mandi bukan?"
"Kendrick! Kita sudah tidak ada hubungan lagi!" Teriak Elizabeth, ucapan Kendrick sangat memalukan.
"Oh ya aku lupa." Kendrick membuka pintu kamar, nampak Marco berdiri sambil membawa map merah kemudian di sodorkannya kepada Elizabeth, untuk ukuran seorang asisten atau pengawal, Marco tergolong paling cepat karena dia berdiri di depan pintu kamar tanpa di perintah majikannya dan itu luar biasa.
Kendrick kembali menutup pintu kamarnya dengan keras.
"Baca dengan teliti."
Elizabeth membuka berkas rangkap tiga yang di sodorkan kepadanya.
"Surat rangkap lima, yang pertama adalah surat perceraian , benar kamu menandatangani tapi aku tidak mendaftarkan ke kantor catatan sipil, berkas ke dua adalah surat yang menyatakan kalau semua saham milikmu dan anak anak kita tidak berpindah tangan dan kamu sudah menyetujuinya, lembar ke tiga adalah kamu hanya bisa menikah dengan satu laki laki yaitu aku, sampai kita mati, dan kamu menyetujuinya. Surat ke empat dan ke tiga adalah persyaratan untuk menunjang surat ke dua dan ke tiga. Kamu menyetujuinya!"
Elizabeth lemas, dengan kata lain dia masih menjadi istri Kendrick."
Kendrick tersenyum menang, dia mulai melucuti pakaiannya, Elizabeth gugup berlari menuju pintu, tapi ternyata pintunya terkunci. Baru saja Kendrick hendak menarik tubuh istrinya untuk masuk ke kamar mandi, sebuah suara ponsel menghentikannya.
Kendrick nampak serius.
Tak lama kemudian Kendrick mengakhiri telepon itu dan wajahnya tampak sedih.
"Aku mau ke rumah sakit, kamu tetap di sini, lusa kita akan menjemput anak anak, tolong aku menitipkan Eliana kecil padamu." Elizabeth menganggukkan kepalanya, tak tau tiba tiba Kendrick bicara seperti itu.
Kendrick berjalan keluar terlebih dahulu menggunakan kembali stelan jas yang baru saja di lepaskan.
Elizabeth menangkap kesedihan di wajah Kendrick.
__ADS_1
'Kenapa aku cemburu? Ada berita apa sebenarnya?'