
Musik lagu Weghtless dari Marconi Union berhasil menurunkan ketegangan Kendrick untuk sesaat. Suasana di dalam mobil mulai tenang. Tapi itu tidak berlangsung lama. Kemacetan imbas dari derasnya hujan begitu menyebalkan. Beberapa kali Kendrick mendengus kesal, menendang kursi kemudi yang ada di depannya. Marco beberapa kali mendapat hadiah bentakan.
Hujan sudah mulai reda, jalanan berlapis aspal masih basah meninggalkan kilauan air hujan yang mulai surut masuk ke dalam tanah. Hembusan angin menebarkan udara dingin.
Mobil Maybach hitam berhenti tepat di pelataran parkir gedung catatan sipil. Di belakangnya berderet mobil sedan hitam ikut berhenti.
Kendrick melangkahkan kakinya dengan berlari, sepatu pantofel hitam mengeluarkan suara akibat gesekan dengan lantai keramik yang di pijaknya. Kendrick menuju lantai paling atas dengan menaiki anak tangga. Nafasnya tersengal sengal, setiap dua lantai dia berhenti sejenak untuk menghirup udara segar. Kendrick tidak mau kehilangan mamanya untuk ke dua kali. Kemarin dirinya sudah merasa senang, membayangkan wajah mamanya bila bertemu dengannya. Mengharapkan pelukan dari mama yang telah mencampakkannya. Harapan di tambah kecemasan berpacu jadi satu, bagaimana jika Sara benar benar ingin bunuh diri? Seandainya saja dia lebih awal menjemput mamanya.
Kendrick sudah melewati delapan lantai gedung, hanya tinggal satu lantai lagi jika harus menghentikan niatan Sara.
Kurang satu lantai lagi! Kendrick dengan napas yang memburu air matanya tiba tiba menetes. Di hati yang paling dalam dia sudah mengiklaskan perbuatan mamanya. Kendrick hanya ingin menanyakan kenapa mamanya melakukan itu? Hanya itu. Setelahnya Kendrick hanya memohon untuk hidup yang lebih baik dengan mamanya.
Kendrick mendorong pintu besi di ujung anak tangga. Pintu terasa sangat berat bagi seorang yang tengah menghabiskan sebagian nafasnya untuk berlari. Walaupun dia seorang pria tangguh.
Dua orang polisi wanita tengah membujuk seorang wanita yang usianya hampir setengah abad. Wanita dengan rambut ikal berwarna hitam dan putih uban, menggunakan setelan baju rumah sakit berwarna biru muda. Wajahnya membelakangi ke dua polisi wanita itu.
Polisi wanita itu memerintahkan Kendrick untuk menjauh, tetapi dengan sebuah bahasa isyarat akhirnya polisi itu mengerti kalau dia adalah anak dari ibu yang berniat bunuh diri.
"Mama. Ini aku Kend."
Sara tidak langsung menoleh, sejenak dia seperti memikirkan sesuatu. Duduk di tepian pembatas gedung, kakinya menjuntai ke bawah. Rambut hitam beruban menari nari tertiup angin, kulit yang pucat, terlihat bekas luka di sana sini.
"Mama, ini Kend."
Pelan pelan sara membalikkan kepalanya, membuang senyuman kepada Kendrick dan kembali terdiam.
Tiba tiba Sara mengangkat tubuhnya, berdiri di ujung gedung, dia merentangkan tangannya.
__ADS_1
"Mama jangan lakukan itu. Kend takut ma, selama ini Kend mencari mama. Kita pulang ya ma."
"Hahaha. Harusnya kamu yang mati. Carlos eman tidak menyukaimu."
"Tapi kenapa ma."
Sara tidak melanjutkan lagi ucapannya, sejenak hening menyerang semuanya, hanya suara angin yang terdengar bahkan memekakkan telinga.
Sementara itu Luci sudah tiba di gedung catatan sipil, beberapa polisi menghentikannya, tetapi setelah mengatakan alasan kalau anaknya menikah secara sederhana di lantai satu, akhirnya polisi mengijinkan. Luci bergegas berlari memasuki gedung, pintu masuk akses lantai satu terpisah dengan tangga ataupun lift, sehingga ke gaduhan apapun di luar tidak terdengar. Baru saja dia melangkahkan kakinya memasuki pintu bercat abu abu itu. Gedung yang tidak terlalu besar. Aula yang di peruntukkan bagi pasangan yang menikah secara sederhana. Hanya berkapasitas seratus orang. Dan yang hadir di pernikahan saat ini hanyalah sepuluh orang dan itu hanyalah pihak dari pegawai catatan sipil juga Eva. Tentunya tidak ada kesulitan apapun untuk mencari dan melihat berlangsungnya acara.
Luci melihat Elizabeth dan pengantin pria. Pendeta sudah memberikan pemberkatan, ke dua pasangan juga saling memakaikan cincin. Tepuk tangan orang yang hadir di aula itu tidak cukup untuk memekakkan telinga. Elizabeth telah resmi menjadi istri dari Carlos Eman. Hanya saja saat prosesi pengantin pria akan mencium pengantin wanita terdengar suara teriakan di luar. Tanpa aba aba semua yang ada di dalam gedung menoleh ke luar.
Deringan suara ponsel juga mengagetkan semua yang hadir, seperti sebuah kaset rekaman. Kejadian berlangsung bersamaan.
Suara ponsel Luci dengan Volume yang sedang mengagetkan sebagian orang.
"Eva! Batalkan pernikahan ini."
"Mama, tidak bisa!"
"Pernikahan ini tidak boleh di lanjutkan."
"Papa sudah tidak bisa di selamatkan. Jadi untuk apa?"
"Tapi mereka sudah sah ma."
"Tetap tidak boleh."
__ADS_1
Pandangan mata Carlos Eman mengunci sosok Luci, wanita yang pernah di cintainya dan menghilang sejak tragedi itu. Ke duanya sesaat terdiam. Kemudian pandangan Carlos Eman berpindah ke wanita yang ada di sampingnya.
Sebuah tendangan di pintu abu abu mengagetkan semuanya, Kendrick berdiri bersama beberapa anak buahnya. Emosinya benar benar meledak. Aroma membunuh sudah terendus dari jarak ratusan meter. Pandangannya menusuk langsung ke mata Carlos Eman.
Carlos Eman tiba tiba merasa nyalinya menciut, dia sadar kalau pernikahannya di lakukan diam diam.
Saat itu secara tidak sengaja melihat Kendrick membonceng seorang wanita tidak cantik di depan toserbanya, bocah tengil yang paling di bencinya. Pada waktu itu terbersit niat untuk merebut wanita itu. Jalan yang mudah di dapatnya. Keluarga Chloe bermasalah bahkan memiliki hutang pada renternir. Keberuntungan berpihak padanya. Carlos Eman mengganti uang rentirnir itu. Secara tidak langsung keluarga Carlos berhutang padanya. Dengan sedikit ancaman keluarga Chloe akhirnya memberikan salah satu anaknya. Carlos dari awal memang sudah mengincar Elizabeth, akhirnya semuanya menjadi mudah. Senyum kemenangan terlihat di wajahnya di awal pernikahan. Tetapi setelah kedatangan Luci, tiba tiba hati Carlos berubah tidak tenang.
Pandangan mata Kendrick berpindah kepada wanita yang mengenakan gaun pengantin berwarna merah. Punggung yang sangat dia kenal, wajahnya tertutup tirai tipis transparan warna merah.
"Eli."
Ekspresi keheranan saat Kendrick memanggil nama Elizabeth tapi tak bergeming. Kendrick sangat yakin kalau wanita itu adalah Eli nya.
"Eli!" Sekali lagi dia memanggil nama Elizabeth.
Elizabeth tidak bergeming. Kendrikc yakin dia Elizabeth, bahkan dia mengenal Eva dan Luci sebagai keluarga dari wanitanya. Tetapi kenapa Eli tidak menoleh. Ataukah memang dia sengaja dan pura pura tidak kenal?
Kepalanya seakan tertimpa baja sebesar gedung pencakar langit, menyadari wanita kesayangannya menikah dengan pria yang menyebabkan mamanya bunuh diri.
Kendrick mengeluarkan senjata api dari balik kemejanya. Kepala penuh dengan kemarahan baik kepada Carlos Eman ataupun wanita yang ada di sampingnya. Dia kecewa dan emosi sudah menguasai isi kepalanya.
Matheo datang terlambat, kini dia berdiri di samping Kendrick. Kendrick mengarahkan senjata apinya ke arah Carlos kemudian berpindah kepada wanita di samping Carlos. Air matanya mengalir, kebencian kepada ke dua mahluk yang ada di depannya.
Matheo berusaha membujuknya. Tetapi Kendrick sudah menarik pengamannya, mengokang dan mengarahkan ke kepala salah satu mahluk yang ada di depannya. Tangisan wanita tua di sampingnya tidak di dengarnya. Luci memohon sama sekali tidak di indahkannya.
'Dor.' Letusan senjata api itu benar benar terjadi. Gelap gulita!
__ADS_1
Bagaimana hari ini? Apa kalian Suka. Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya. Jangan ada plagiat. Aku sayang kalian, apalagi memberikan Vote, like and Komen. GRACIAS