Cinta Wanita Kumal

Cinta Wanita Kumal
Penguasa Barat Dan Utara


__ADS_3

Tiga tragedi terjadi bersamaan, semuanya saling berkaitan. Kekejaman dan balas dendam berawal dari tragedi hari ini. Hujan di sore menjelang malam hari ini ternyata menyisakan kepedihan tak bertepi. Andai saja semua bisa di perbaiki. Bagaikan kotak kosong tanpa isi, tanpa makna, tak beguna sama sekali.


Tiga peristiwa dari kasus yang berbeda menyebabkan semua saling berkaitan.


Lampu tiba tiba padam, tetapi letusan peluru yang di muntahkan oleh senjata api milik Kendrick tidak bisa di hentikan lagi. Baik Kendrick ataupun yang lain menyadari seseorang mengeluarkan suara erangan kesakitan. Suara yang halus seorang wanita lemah.


"Cari saklar!" Teriak Matheo kepada anak buah Kendrick.


Semua kebingungan, terutama dari petugas catatan sipil terlihat ketakutan. Sekelebat bayangan orang berlari dan menghilang. Semua yang hadir juga merasakan hal itu.


"Bau darah!" Ucap salah satu anak buah Kendrick.


Kendrick sama sekali tidak panik bahkan dia merasakan kepuasan.


Kendrick puas sudah membunuh wanita yang sudah menghianatinya, wanita yang sudah membawa hatinya pergi. Tetapi Secuil hati Kendrick yang lain merasakan kepedihan yang mendalam, lelaki yang membuat mamanya mati dan melompat dari gedung lantai sembilan adalah mempelai laki laki dari Elizabeth.


Tiba tiba dia tertawa keras, bahkan tawanya membuat kepedihan bagi yang mendengarnya. Kebodohan mamanya karena mencintai laki laki yang sudah menghianatinya. Bahkan Kendrick semakin kesal saat mengingat lelaki jahanam itu tidak memperdulikan mamanya bahkan memasukkannya ke rumah sakit jiwa. Apalagi setelah mamanya mengancam bunuh diri, dengan tanpa dosa meninggalkan wanita yang mencintainya menikah di depan matanya. Di lokasi yang sama.


"Keparat!" Teriak Kendrick.


Kendrick menarik pengaman pistol dan mengokangnya. Dia bersumpah kalau dua orang yang menyakitinya atau mamanya harus mati.


Terdengar suara 'Klek klak.'


Kendrick siap memuntahkan peluru panasnya untuk yang ke dua kali, tetapi tiba tiba lampu menyala terang. Kebetulan hari mulai memasuki malam, kilatan lampu menyala menyilaukan mata. Semua pandangan tertuju kepada Kendrick, wajah memerah menahan marah, tangan kanannya membidik sasaran kebencian.


Ceceran darah menggenang di atas panggung kecil perhelatan. Karpet berwarna biru itu berubah warna menjadi kehitaman, jejak darah tercecer hingga ke luar gedung.


"Aggggghhh." Teriak Kendrick.


Marco memerintahkan anak buahnya berpencar di setiap sudut gedung. Di luar gedung hujan semakin deras, kekacauan terjadi di dalam. Kendrick semakin murka, otaknya memanas jantungnya berdegub kencang, darah siapa yang tercecer di sekitar mimbar. Carlos Eman dan Elizabeth menghilang. Kendrick hanya ingin memastikan ke dua manusia itu mati sekarang juga untuk menemani mamanya di surga.


Matheo berusaha menenangkan hati Kendrick, meredakan amarahnya. Eva dan Luci berdiri mematung. Dari ke dua wanita itu yang paling tertekan adalah Luci. Tubuhnya jatuh tersungkur, air matanya mengalir dari ke dua pipinya. Kuku tangannya menekan telapak tangan hingga menancap ke dalam kulit. Luci masih terkejut dengan kejadian ini. Apa hubungan Elizabeth, Carlos dan pemuda tampan yang ada di depannya.

__ADS_1


Kendrick kembali mengangkat pistol di tangan kanannya, mengunci sasaran tepat di atara pelipis milik Luci, Matheo sangat terkejut dan mencoba membujuknya.


"Orang seperti mereka tidak layak hidup." Ucap Kendrick dengan suara datarnya.


"Kamu sabar dulu, dia tidak bersalah, jangan sampai amarahmu salah sasaran." Bujuk Matheo.


"Maksud kamu."


"Kamu harus menguburkan mamamu sekarang, urusan Elizabeth kita selesaikan setelah acara pemakaman. Dan jika kamu menghabisi seluruh keluarganya sekarang, bagaimana cara kamu memancing Elizabeth keluar?" Ucapan Matheo menyadarkan kemarahan Kendrick, untuk sementara waktu membiarkan keluarga Elizabeth pergi.


Kendrick meninggalkan gedung catatan sipil, di ikuti seluruh anak buahnya. Langkahnya terlihat terburu buru, beberapa polisi tengah menangani peristiwa bunuh diri ini yang ternyata ibu dari kepala mafia yang mulai di segani.


Suasana berkabung di dua tempat yang berbeda. Di rumah Kendrick semua pelayat mengenakan pakaian hitam, sebagian besar pelayat adalah laki laki. Bahkan kepala mafia bagian timur juga hadir, saat ini Kendrick sudah menguasai bisnis di bagian barat dan utara. Beberapa pejabat juga ikut menghadiri prosesi pemakaman. Sebagai kepala mafia baru, tak sedikit yang menjilat untuk bergabung dalam urusan bisnis.


Saat ini Kendrick sudah memiliki rumah mewah yang akan di persembahkan untuk mamanya, sialnya rumah itu di tempati sebagai persemayaman terakhir Sara. Kendrick menahan kesedihan, beberapa tahun perasaan rindu kepada Sara di renggut begitu saja oleh dua orang yang sama sama di cintai, baik di cintai Kendrick ataupun Sara.


Di depan jasad mamanya yang sudah tak berbentuk lagi Kendrick bersumpah, akan membunuh ke dua bajingan yang sudah menipu dirinya dan Sara.


Teka teki belum terpecahkan.


Kata kata dan pertanyaan belum dia utarakan.


Mama kenapa kamu membuangku? Mama aku merindukanmu.


Ungkapan hati yang di persiapkan Kendrick belum sempat di dengar oleh Sara. Keberhasilan yang di capainya belum sempat di nikmati oleh mamanya.


Kendrick membelai surai rambut hitam yang sudah di tumbuhi uban, mata terpejam, bibir tertutup rapat, sebaris senyuman di tinggalkan oleh Sara yang sudah tidak bergerak lagi. Peti kayu yang tertutup kain putih transparan itu di dalamnya di hiasi bunga kematian.


Kendrick menutup matanya sejenak, mengingat tragedi yang baru saja terjadi. Saat mamanya melompat dari gedung itu, di samping jasad mamanya. Sesobek kain berwarna orange kusam, dan itu tergeletak di samping kepala Sara yang pecah dan bersimbah darah. Bola mata terbuka menatap kelamnya langit. Lelehan darah yang keluar dari setiap nadi ibunya meluber hingga bercambur sisa air hujan. Hati Kendrick terasa perih mengingat nasib tragis mamanya.


Dan sekarang Kendrick meletakkan kain orange itu ke dalam genggaman ke dua tangan Sara yang terikat dengan perban berwarna putih.


Benda kesayangan mamanya akan menemaninya sampai mati.

__ADS_1


"Marco sudah menyisir seluruh kawasan Bogota hingga Chia tapi tidak ada satu rumah sakitpun yang menerima pasien bernama Elizabeth."


"Bagaimana dengan Carlos Eman?"


"Semuanya belum jelas. Apakah dia yang membawa lari Elizabeth, atau sebenarnya dia yang terluka." Jawab Marco, dengan sedikit rasa segan, karena kemarahan bosnya belum reda.


Kendrick tidak yakin akan hal itu, tembakannya tidak mungkin meleset, dia mengarahkannya tepat ke dada Elizabeth. Kalaupun terluka pastinya darah itu milik Elizabeth.


Di pemakaman pinggiran kota Bogota. Seorang wanita tengah memayungi wanita tua yang bersimpuh di tanah basah. Payung hitam besar itu tak cukup menutupi tubuh mamanya dari jatuhnya air hujan. Sudah tidak ada lagi pelayat yang menemani untuk sekedar melupakan kesedihan.


"Ma, kita pulang." Ucap wanita yang menggenggam payung itu, dia Eva.


Pemakaman James hanya di hadiri sedikit pelayat. Langit mulai gelap. Tanah basah menyisahkan kepedihan bagi Luci.


Bahkan Eva tidak tau apa penyebab mamanya meraung di atas makam ayahnya. Bukankah kematian papanya di tunggu selama ini? Keuangan keluarganya di habiskan untuk pengobatan James dan Diego.


Yang semakin membuat hatinya kesal adalah sampai sekarang Diego tidak datang untuk membantu pemakaman papanya. Diego bahkan hilang sebelum acara pernikahan Elizabeth, hilang bagaikan di telan bumi.


"Kamu harus membawa pulang Elizabeth. Dia tidak boleh melanjutkan pernikahannya dengan lelaki itu!"


"Tapi ma, mungkin saat ini suaminya sudah membawa kabur entah kemana."


"Mama tidak perduli. Kamu harus membawa Eli pulang. Dia tidak boleh menikahi Carlos Eman!"


"Mama mengenal lelaki itu bernama Carlos? Bahkan nama lengkapnya! Ada apa dengan mama."


Luci terlihat gemetar, dia ketakutan. Bingung akan menjawab pertanyaan Eva, gelagapan dan murung.


Pandangan Eva kepada mamanya terlihat berubah, rasa curiga tiba tiba menyerang. Ada apa di balik kecemasan mamanya. Tetapi di hatinya yang terdalam ada rasa kepuasan, seringai kecil tersungging senyum kejahatan. Niat utama menyingkirkan Elizabeth sudah tercapai. Selangkah lagi dia akan mendapatkan kemudahan untuk mendapatkan cinta Kendrick, apalagi setelah tau bahwa Kendrick ternyata bukan orang sembarangan.


Permintaan mamanya untuk kembali membawa Elizabeth pulang adalah ide konyol. Hujan benar benar berhenti, kejadian kemarin adalah kepuasan. Tinggal memberikan bumbu sedikit semuanya akan menjadi jelas dan mudah.


Trimakasih ya. Semoga syuka. Jangan lupa Like Komen and Vote.

__ADS_1


__ADS_2