
Di kamar kos yang di tempatinya Elizabeth membaringkan tubuh guna mengusir kepenatan. Elizabeth sudah meninggalkan rumah sakit sejak dua hari yang lalu. Tubuhnya sudah kembali pulih, memar dan luka di tubuhnya bahkan mulai memudar. Beberapa bekas gigitan juga sudah mulai menghilang. Malam ini Elizabeth berencana kembali ke club D'Oreon dia harus kembali bekerja dan mendekati Kendrick. Sebelumnya Santa mengatakan pada dirinya kalau Marco kembali menempatkan Elizabeth di bagian pelayan, bukankah itu yang di inginkan Elizabeth, dari pada berhadapan dengan lelaki hidung belang. Berapa kali Elizabeth menahan sakit di perutnya akibat menemani lelaki minum anggur, apalagi pelanggang hanya untuk bersenang senang dan menghabiskan uangnya di club malam D'Oreon.
Club D' Oreon adalah sebuah club yang di bumbui prostitusi terselubung. Menyediakan sarana hotel dan wisata haram. Banyak di perjual belikan barang haram juga kejahatan di lakukan tanpa harus takut pihak kepolisian. Karena Kendrick sudah membungkus semuanya dengan rapi.Tetapi sebenarnya sebelum di kembalinya Elizabeth, Kendrick begitu jarang datang ke club malam miliknya. Dia hanya menjadi workoholic, tidak memikirkan kesenangan, mengumpulkan uang dan memperkaya diri.
Hampir seluruh hotel yang ada di Kolombia adalah milik Kendrick. Dia sudah mewariskan sebagian sahamnya kepada anak satu satunya. Penerus kerajaan bisnis Kend Grup yaitu Leyton.
Benar! Walaupun Kendrick adalah pria gila tapi dia adalah satu satunya ayah terbaik. Menyayangi Leyton dengan sepenuh hatinya. Tidak memikirkan siapa ibu yang mengandung Leyton selama sembilan bulan.
Malam ini Kendrick duduk di balkon kastil barat yang mewah di Park House Bogota, teras balkon berbentuk railing balkon bergagang besi, besi tempa berwarna emas mendominasi bentuk bagunan bergaya Eropa. Mengenakan piyama berwarna emas di biarkan terbuka, dadanya terlihat bidang, perut rata, rahang yang tegas dan rambut tersisir rapi. Di tangan kanannya terdapat gelas anggur yang sudah kosong.
Kendrick teringat beberapa jam yang lalu saat dirinya secara langsung menemui lelaki milik Diego. Lelaki yang tampan sayang sekali penyakitan. Kurus dan sulit bernafas.
Saat pertama kali bertemu tubuh pria yang di ketahui bernama Diego itu dalam keadaan kurang baik. Anak buah Marco menghajarnya, wajahnya berdarah dan tidak mau berbicara. Tetapi Kendrick tidak kekurangan akal, dia memerintahkan detektif Vito untuk menyelidiki siapa sebenarnya Diego.
Di kastil bagian timur di lokasi yang sama Park House Bogota, seorang wanita mengenakan pakaian tidur serba terbuka, dia memandang Kendrick dengan tatapan mata yang panas. Malam ini dia benar benar menginginkannya. Tetapi Kendrick sama sekali tidak mau melihat apa lagi menyentuh wanita yang tak lain adalah istrinya. Bahkan Kendrick melarang istrinya masuk ke kastil bagian barat. Setiap kastil di jaga oleh pria berotot, mereka sangat patuh atas perintah Kendrick.
Kendrick menganggap istrinya hanyalah angin lalu. Dia memasuki kamarnya dan kemudian menutup pintu balkon, sementara itu bagian kastil timur seorang wanita nampak terlihat kecewa. Membanting sebuah vas bunga yang ada di atas meja besi.
Kendrick berjalan ke arah pintu kamar yang ada di depan pintu kamarnya, pintu kayu besar dan kokoh berwarna coklat. Kamar milik Leyton itu di dekorasi sesuai keinginan putra kesayangannya, warna biru mendominasi dinding dan perabotannya.
Putra kesayangannya itu terbiasa tidur dengan lampu terang, sesaat Kendrick mengusap kepala Leyton kemudian mencium dahinya.
__ADS_1
Dia masih ingat saat itu seorang wanita yang di bencinya tiba tiba datang dalam dengan membawa seorang bayi laki laki yang di nyatakan sebagai anaknya. Awalnya Kendrick tidak percaya, bagaimana wanita itu mengaku hamil anaknya padahal dia tidak merasa pernah tidur dengan wanita itu, ataukah dia lupa karena biasanya Kendrick melakukan itu dengan wanita dalam keadaan mabuk. Tetapi setelah di tes DNA ternyata benar Leyton terbukti adalah anaknya. 99% DNA miliknya memiliki kecenderungan yang sama dengan DNA milik Leyton.
Kendrick merasa senang sekaligus kecewa. Karena yang mengandung anaknya bukanlah wanita yang di inginkannya. Tetapi dia tetap bertanggung jawab, menikahi wanita itu dengan syarat hanya ikatan di atas kertas tidak lebih. Jika suatu saat menuntut maka wanita itu harus siap di ceraikan.
Tak lama kemudian Kendrick sudah keluar menuju ke pelataran luas di halaman kastil miliknya. Menaiki mobil sport Mercedes Benz warna hitam. Kendrick mengemudikan dengan kecepatan di atas rata rata. Malam ini dia ingin menemui Elizabeth di club malam miliknya. Kendrick sedikit heran bagaimana bisa sampai saat ini Elizabeth tetap bertahan padahal siksaan yang di berikan begitu berat. Apa sebenarnya tujuan Elizabeth kembali mendekatinya. Apa karena saat ini Kendrick sudah kaya dan mapan?
Kendrick memukul stir mobil dengan ke dua tangannya. Dia ingin Elizabeth kembali padanya hanya saja mengingat penghianatan Elizabeth rasa benci akan kembali menyerangnya.
Mercedes Benz hitam itu sudah memasuki pelataran parkir, Kendrick membuka pintu dan kemudian melemparkan anak kunci mobil itu ke tangan Marco.
"Dimana dia"
"Membersihkan ruang VIP kusus milik bos, sesuai perintah dia sudah tidak melayani tamu."
Kendrick menaiki lift kapsul dan berjalan menuju lorong bagian ruangan kusus VIP, lorong dengan lampu yang menyala redup dan berkarpet merah. Kamar miliknya terdapat di ujung lorong, ruangan terbesar dan termewah. Ada aroma maskulin di si sepanjang lorong, aroma yang sangat menggairahkan. Kendrick membuka pintu dengan key card yang di bawanya.
Saat di buka lampu menyala cukup terang, dia tidak menjumpai siapapun di sana. Tetapi terdengar rintikan air yang jatuh dari shower kamar mandi.
Seseorang pasti ada di dalamnya, Kendrick membuka handle pintu kamar mandi dan mendorongnya. Seorang wanita tengah berdiri menghadap dinding, busa sabun larut perlahan terbawa aliran air yang jatuh dari shower warna emas dan meleleh di antara jari jarinya. Kendrick mengeluarkan suara batuk yang di sengaja. Elizabeth memutar sedikit kepalanya dan melihat seseorang membuka pintu kamar mandi.
"Aaaaaaa." Teriak Elizabeth.
__ADS_1
Ke dua anak manusia itu sama sama terkejut, ke duanya merasa salah tinggah.
Elizabeth dengan cepat menarik handuk putih yang tergantung di dinding. Sementara itu Kendrick dengan gugup membanting pintu dan menutupnya. Kendrick berdiri di balik pintu dan menekan dadanya.
Elizabeth keluar dari kamar mandi dengan mengenakan jubah putih milik Kendrick, nampak sangat kebesaran dan kedodoran.
"Maaf, aku tadi sangat kepanasan. Aku sudah membersihkan dan merapikan tempat ini, jadi aku kegerahan. Mohon ampuni aku."
Ucapan Elizabeth sedikit merendah, dia sadar sudah melakukan salah, menggunakan kamar mandi berikut jubah milik Kendrick tanpa ijin. Kendrick mendekati Elizabeth, mendekatkan bibir merahnya dan menempelkan tepat di belakang telinga Elizabeth, terasa seperti aliran panas. Elizabeth merasa terbakar.
"Aku kira kamu marah." Ucap Elizabeth lirih.
"Siapa bilang aku tidak marah? Kamu tau bukan, aku paling tidak suka jika barang milikku di pakai tanpa ijin, dan kamu akan mendapatkan hukuman."
Elizabeth merasa heran, kenapa nada bicara Kendrick sedikit melunak? Apa mungkin kepalanya sedang sakit.
Berdiri dengan perasaan gugup. Ke dua tangannya meremas tali piyama agar tidak terlepas dan terbuka.
"Bagian mana tubuhmu yang belum aku lihat? Jadi jangan sok suci. Bukankah kamu terbiasa memamerkan tubuhmu?"
Elizabeth merasa tersinggung. Menundukkan kepala dan tidak melihat wajah Kendrick. Perasaan sakit hatinya membekas dan menusuk ulu hati. Luka tidak berdarah itu meresap hingga masuk ke dalam sumsung tulangnya.
__ADS_1
Selamat tahun baru, sukses selalu dan sehat. Jangan lupa Like komen and vote. Gracias