
Kendrick bisa melakukan apapun, bahkan nyawa Noela di ambang pintu kematian masih di paksa untuk hidup demi menyaksikan karma yang di peebuat oleh Noela.
Kendrick tidak mengijinkan Noela mati cepat agar melihat akhirnya dia kembali bersama wanita yang di cintainya.
Sama seperti saat ini, Kendrick akan melakukan apapun demi menyelamatkan keluarga yang di cintainya.
Elizabeth sudah tiba di kota kecil Chia, Kendrick tertawa sambil menggelengkan kepala. Bagaimana dia melewatkan kota Chia? Kota yang pernah di tinggali Elizabeth pada saat di asingkan oleh Juan.
Kendrick menatap rumah kecil yang di tempati keluarganya, di kejauhan nampak Diego sudah menunggu, melihat kedatangan Kendrick, Diego tidak sanggup bersabar lagi, dia berlari mendekat kemudian memukul wajah Kendrick. Kendrick sama sekali tak menghindar. Sudut bibirnya berdarah, pipinya membiru.
Marco dan Matheo juga Julia terkejut, tak menyangka tindakan Diego senekat itu. Marco hendak membalas pukulan itu tapi dengan cepat Kendrick menghalangi.
"Hentikan!" Bentak Elizabeth, mendekati Diego dan ke duanya memasuki rumah kecil itu. Terlihat Nina menyambutnya.
Kendrick dan yang lain mengikuti di belakang.
"Siapa yang mengundangmu memasuki rumah kami!" Bentak Diego tak suka melihat Kendrick bersama ke dua cecunguk memasuki rumahnya. Dia bersikap baik hanya pada Julia, karena dia tau selama ini Elizabeth banyak mendapatkan bantuan dari Julia.
"Tutup mulutmu, jika bukan karena bantuan bos Kendrick, mengirimmu berobat ke luar negri, kemungkinan kamu sudah mati!" Ucap Marco tegas. Mendengar ucapan Marco, Elizabeth terkejut. Kendrick membantu biaya berobat Diego ke luar negri? Kenapa Kendrick tak mengatakan secara langsung? Atau dia melewatkan sesuatu? Diego merasa tidak rela melihat Kendrick duduk tenang di sofa. Bedebah yang sudah merusak masa depan adiknya. Bedebah yang berulang kali mencelakai adiknya.
Elizabeth menangkap gelagat itu, mengguncangkan tangan Diego, mencoba mengalihkan pikirannya.
"Cepat ceritakan yang terjadi, bagaimana bisa Leyton di culik." Tanya Elizabeth tak sabar.
Aku tidak tau pasti, yang aku dengar dari guru di sekolahnya. Digo di jemput seseorang yang mengaku sebagai ayahnya." Ucap Diego, Elizabeth kecewa pada kakaknya, kenapa dia bisa tidur cukup di rumah, sementara keponakanya tengah di culik orang asing. Elizabeth tidak menyalahkan siapa siapa tapi tiba tiba pikirannya buntu tidak tau harus berbuat apa.
Bibi Aise masuk menggendong bayi kecil David dan juga Nina. Saat Nina mengetahui Elizabeth, dia berlari memeluk dan melompat dalam dekapan mamanya.
"Mama. Leyton..." Ucap Nina terbata dengan gaya manja, sebagai anak perempuan satu satunya, Nina sangat dekat dengan Elizabeth, mencium pipi kanan dan kiri. Nina ingin mengatakan kekuatirannya pada saudara kembarnya Leyton.
Tapi saat dia membalikkan kepalanya pandangan Nina langsung tertuju pada sosok pria tampan. Awalnya Nina senang melihat sosik Kendrick, Nina keluar dari pelukan Elizabeth dan hendak memeluk Kendrick. Tapi Nina menghentikan niatnya, dia berhenti begitu saja. Nina teringat bagaimana marahnya Kendrick kepadanya, perlakuan tidak adil pada mamanya, Kendrick lebih percaya dengan Noela. Nina menghentikan langkahnya, kemudian dia berbalik menatap bibi Aise.
"Bibi Aise, aku capek. Mama aku ke kamar." Ucap Nina lirih. Tiba tiba dia tidak memiliki semangat lagi.
Di tambah perasaan kehilangan karena Leyton belum di temukan. Nina semakin terpuruk.
__ADS_1
Kendrick terpukul, kenapa dulu lebih percaya Noela hanya karena keadaan Noela yang lumpuh, tapi ternyata semua tipuan Noela. Kendrick hanya menangkap angin, putrinya lagi lagi tak menerimanya.
Sebelumnya Kendrick memerintahkan Marco untuk menyelidiki masalah ini. Marco sudah mendapatkan penjelasan dari detektif dan anak buahnya. Kecurigaan Kendrick terpusat pada mafia bawah tanah yang kini mencoba menentangnya. Nama nama mulai mengerucut, tapi masih belum di temukan titik terang.
"Bos, sudah ada kabar dari salah satu anak buahku." Bisik Marco di telinga Kendrick. Wajah Kendrick berubah, setidaknya dia mendapatkan kesempatan untuk menyelamatkan putra pertamanya yaitu Leyton.
"Katakan cepat jangan berbelit belit." Bentak Kendrick tak sabar. Menyadari kepanikan Elizabeth membuat dirinya semakin merasa bersalah. Siapa kira kira yang berani berbuat senekat ini? Noela sudah mati, Eva di dalam penjara.
"Anak buah saya mengatakan kalau beberapa hari ini melihat Jade keluar rumah bahkan belum kembali." Ucap Marco gemetar, kabar yang di sampaikan belumlah jelas, pasti majikannya akan murka.
"Selidiki catatan perjalanan bisnis kemana saja, lalu cari tujuan kepergiannya."
"Catatan perjalanan bisnis tidak ada, akhir akhir ini urusan kantor banyak di tangani sekretaris He. Tujuan ke pergiannya adalah Kolombia bagian timur." Ujar Marco tanpa jeda.
"Kamu hubungi orang kita di sana, jika benar Leyton bersamanya, jangan ragu ragu menembak kepalanya. Awas kalau Leyton sampai terluka." Marco menelan saliva, sudah terbiasa melihat kemaran Kendrick tapi kali ini benar benar menakutkan.
Elizabeth curiga dengan cara bicara Kendrick dan Marco. Dia tau kalau Kendrick menyembunyikan sebuah rahasia.
"Kalian bicara apa?"
"Ada." Ucap Marco.
Keduanya bicara secara bersamaan. Kecurigaan Elizabeth makin bertambah.
"Kenapa jawaban kalian tidak sama?" Ucap Elizabeth menatap Kendrick dan Marco secara bergantian.
"Kamu benar benar mengerjai Elizabeth, jika tidak ingin membantu keluar saja dari sini." Sela Julia membela sahabatnya.
Kendrick menatap mata Julia tak suka, pandangan itu membuat bergidik. Julia mundur ke belakang Matheo, meminta perlindungan.
"Eli, siapkan kamar. Aku butuh tempat untuk tidur."
Diego dan yang lain kesal. Apalagi Julia. Hanya Elizabeth yang mengerti. Yang di maksud kamar oleh Kendrick adalah sebuah ruangan untuk bekerja bersama Marco dan Matheo. Sepertinya Kendrick sudah mengetahui sebuah rahasia, hanya saja dia tidak mau gegabah.
"Baik akan aku siapkan." Ucap Elizabeth.
__ADS_1
"Elizabeth!" Teriak Diego dan Julia bersamaa.
Elizabeth tidak mendengar dia berlalu pergi. Menyiapkan kamar untuk Kendrick.
Tak beberapa lama kemudian dia kembali.
"Kendrick kamar sudah siap."
"Baik, aku ingin bicara denganmu, ini penting." Ucap Kendrick datar. Dia berjalan di bepakang Elizabeth menuju kamar.
"Kamu mengetahui sesuatu?"
"Ya, Jade menghilang sepertinya dia yang..."
"Kendrick tolong bantu aku menyelamatkan Leyton, setelah itu aku mohon kamu menjauh dariku. Karena aku merasa tidak aman jika di dekatmu."
"Eli, tentu aku akan menyelamatkan Leyton, dia anakku. Tapi untuk menjauhi kalian, aku tidak bisa."
"Maaf, tapi aku sudah tidak bisa menerimamu."
"Hsst jangan katakan apa apa lagi, kita fokus sama masalah Leyton."
"Kamu benar. Apa rencanamu?
"Belum. Aku juga harus memastikan, apa betul penculiknya adalah Leyton. Ke mana arah kepergian Jade aku juga masih menyelidiki. Matheo akan melihat CCTV di depan sekolah Leyton. Aku butuh ruangan ini."
"Baik. Kalian lakukan cepat. Aku takut dia menyakiti Leyton."
"Tidak akan, Jade hanya mengincar aku. Jadi kamu harus tenang."
Saat Elizabeth hendak pergi dia kembali membalikkan badannya dan bertanya pada Kendrick.
"Bagaimana kabar Juan? Apa kamu sudah melepaskannya?"
Kendrick tidak menjawab, dia mengepalkan tangannya.
__ADS_1
'Berani beraninya Elizabeth menanyakan keadaan laki laki lain?'