Cinta Wanita Kumal

Cinta Wanita Kumal
Tragedi Sama Persis


__ADS_3

Setelah kepergian Kendrick Noela berdiam diri di ruang tamu, sendirian di sofa sambil melihat indahnya malam. Dari awal kehamilannya Kendrick tidak mau menikahi dirinya, sekarang berubah pendirian dengan alasan memberikan hak perwalian dan melindungi bayi Noela.


Elizabeth sudah di depan matanya, tapi Kendrick tidak menyadarinya. Noela tidak mau menjadi penghalang di antara hubungan mereka. Hanya tinggal menunggu waktu bagi Kendrick untuk mengetahui siapa Noela sebenarnya.


Sementara itu Kendrick sudah berada di dalam mobil. Dia duduk di bagian belakang tatapannya menghadap pemandangan di jalanan yang di lewatinya.


"Kamu melihatnya tadi?" Tanya Kendrick kepada Marco.


Marco menganggukan kepala. Perselingkuhan nyonya Kendrick tidak terjadi kali ini saja, tapi Marco heran kenapa bos Kendrick membiarkan.


"Kamu mengenalinya?" Tanya Kendrick untuk kesekian kali.


"Tidak bos, kejadian hanya sekilas. Saya sudah menghapus rekaman di ponsel dokter Noela. Tapi sebelumnya sudah saya pindahkan di ponsel itu." jawab Marco.


"Bagus. Berikan ponselmu padaku." Perintah Kendrick.


Marco menyodorkan ponselnya kepada Kendrick. Membuka rekaman dan melihat dengan teliti."


"Hmmm, bisa kamu perbaiki rekamannya?" Tanya Kendrick, lokasi di luar kastil tidaklah terlalu gelap, tetapi karena posisi penyusup hanya terlihat dari bagian punggung maka ke duanya tidak dapat mengenalinya hanya terlihat dari warna rambut, hitam dan ikal. Marco menganggukkan kepalanya, dia masih konsentrasi dengan kemudi.


Ponsel Marco berdering tampak di layar nama petugas keamanan apartemen.


Tiba tiba perasaan Kendrick tidak nyaman, ponsel milik Marco yang masih berada di tangannya masih saja berbunyi. Kendrick tidak tahan untuk tidak menggeser tombol warna hijau.


"Ya hallo." Ucap Kendrick. Marco sangat kesal karena majikannya dengan lancang menjawab telepon yang masuk padahal itu adalah ponselnya, ataukah majikannya sekarang sudah beralih profesi menjadi seorang operator?


Kendrick tidak bicara apa apa dia hanya mendengarkan ucapan seseorang dari seberang telepon. Kemudian setelah selesai dia melemparkan ponsel begitu saja.

__ADS_1


"Marco, ke apartemen cepat!" Perintah Kendrick, dia mulai panik.


"Bos?" Tanya Marco tidak mengerti. Dia tidak berani bertanya lagi, kemudian mengemudikan mobilnya tanpa ragu, melesat dengan kekuatan penuh.


Mobil berhenti tepat di pelataran apartemen. Beberapa mobil polisi berbaris dengan lampu sirine masih menyala, di sampingnya ada dua kendaraan ambulan. Tubuh Kendrick lemas. Kejadian ini sama persis saat kematian Duarte hanya saja di lokasi apartemen yang berbeda.


Kendrick berlari ke atas tanpa menggunakan lift, dia tidak sabar dan takut. Tetapi di tengah perjalan dia bertemu Matheo, Matheo juga tak kalah paniknya.


Mereka memiliki ketakutan pada pasangannya masing masing masing.


Sampai di depan pintu apartemen keduanya kesulitan untuk masuk, karena di sana sudah ada beberapa polisi yang mengamankan.


Setelah mereka menyadari kalau yang datang adalah tuan Kendrick, salah satu polisi itu memberikan jalan bagi mereka untuk masuk.


Pintu apartemen Matheo tertutup rapat tapi pintu apartemen Kendrick terbuka lebar, nampak polisi tengah menutup dua kantong mayat yang berwarna hitam.


Kendrick berlari mendekati tumpukan dua kantong mayat yang tergeletak di samping polisi.


Saat kakinya melangkah seorang polisi bersama Vito menahannya.


"Bos." Panggil detektif Vito.


"Kenapa kalian menghalangi?" Bentak Kendrick begitu kencang, ruangan yang kacau dengan dekorasi yang sudah tak berbentuk lagi. Lantai penuh bercak darah. Lampu penerang juga sebagian terlempar dan pecah. Darah tercecer di mana mana. Bahkan beberapa benda yang berjatuhan itu terkena cipratan darah, lalu darah siapa itu? Bau besi berkarat dan amis memenuhi seluruh ruang apartemen.


"Nona Eliana berada di kamar utama." Kendrick masih dengan tatapan tak percaya, di tambah melihat kekacauan di apartemennya.


Kendrick berlari ke dalam kamar yang biasa di tempati Elena. Dia tidak mau terjadi sesuatu yang sama dengan nasib Elizabeth. Tragedi itu memicu kesalah pahaman. Dia harus memulai walaupun tidak bersama Elizabeth.

__ADS_1


"Eliana? Eliana masih hidup?" Tanya Kendrick tak percaya. Tiba tiba air matanya jatuh, untuk kali ini dia menangisi wanita selain Elizabeth. Ada apa dengan dirinya Hatinya masih terukir nama Elizabeth tapi mengapa kian lama kian memudar berganti perasaan cintanya kepada Eliana.


Pintu kamar utama terbuka lebar, ada beberapa polisi wanita berjaga di setiap sudut kamar. Tapi masih tidak menemukan Eliana, semua tatapan mata tertuju pada pintu kamar mandi, sesuatu terjadi sama persis tiga tragedi menyedihkan. Kendrick masih mengingat dengan jelas, apa yang menimpa Elizabeth. Berjalan tanpa memperdulikan pecahan kaca yang berserakan.


Ada noda memanjang bekas jari yang berlumuran darah. Pintu balkon yang di lewatinya juga pecah tak perbentuk. Pertarungan yang sengit.


Pertama kali yang di lihatnya adalah Eliana tengah meringkuk di bawah guyuran air shower, sebuah pisau belati berbentuk bulan sabit dan bergerigi tajam masih di genggamnya. Kali ini Eliana masih berpakaian lengkap, ada beberapa luka gores baik di tangan ataupun di wajahnya, bahkan telapak kakinya masih tertancap beberapa pecahan kaca.


Polisi wanita hanya berjaga dari depan pintu kamar mandi mereka tidak mungkin melukai atau memaksa Eliana agar menyerahkan pisau itu. Karena di ketahui pisau itu adalah pisau yang hanya di miliki oleh mafia selatan.


Kendrick hendak menolong Eliana agar keluar dari kucuran air shower, seperti kejadian yang menimpa Elizabeth, dia datang dan menolongnya. Bahkan luka gigitan juga masih membekas.


Tapi sekarang berbeda. Mengetahui Kendick datang dengan air mata yang menggenang di sudut mata, Eliana tiba tiba mencibir, Eliana mencabut beberapa pecahan kaca yang menancap di telapak kakinya sendiri tanpa pertolongan. Darah mengucur deras. Beberapa polisi wanita yang melihatnya merasa ngeri. Mereka tidak berani bertindak tanpa perintah Kendrick.


Eliana menatap wajah Kendrick tanpa belas kasih, tatapan tidak seperti biasanya. Sebelumnya Eliana akan selalu berlindung di bawah ketiak Kendrick, tapi sekarang mengapa berbeda?


Eliana berdiri, kemudian melangkahkan kakinya keluar kamar mandi. Kendrick mencoba menolongnya. Karena di ketahui sampai saat ini Eliana masih terpincang, di tambah luka lukanya.


"Lepaskan!" Ucap Eliana. Kendrick tak menyangka reaksi Eliana seperti ini.


Ada yang salah!


"Eliana?" Panggil Kendrick, beberapa polisi wanita sedikit menjauh, memberikan ruang bagi ke duanya. Cara berjalan Eliana masih terpincang. Tanpa alas kaki Eliana berjalan menuju ruang tamu. Eliana menemui polisi yang masih sibuk mencatat.


Eliana membungkukkan kepalanya, membuka pengait salah satu kantong mayat. Setelah terbuka sesaat Eliana menutupnya kembali.


Dan dia melakukan sekali lagi di kantong berikutnya. Kemudian dia menunjukkannya kepada Kendrick.

__ADS_1


"Lihat! Buka matamu lebar lebar!"


__ADS_2