
Kastil barat tak ubahnya sebuah kuburan kuno, sepi tanpa suara. Hanya terdengar desiran angin dan sebuah alat penunjang kehidupan.
Kamar mewah itu tak ubahnya ruangan di rumah sakit, Elizabeth sengaja menjadikan kamar itu demi bisa merawat Kendrick.
Dua bulan yang lalu tragedi itu terjadi, tragedi yang membuat Kendrick menjadi koma.
Demi menyelamatkan nyawa Elizabeth, Kendrick menjadikan dirinya sebagai tameng peluru nyasar. Peluru yang di muntahkan dari pistol Jade, awalnya hanya mengenai bagian pinggang dan tidak menembus organ dalam, tetapi tembakan ke dua tepat mengenai dada, dan parahnya hampir menembus jantung.
Walaupun peluru berhasil di keluarkan dari tubuhnya tetapi anehnya sampai sekarang Kendrick tidak terbangun.
Elizabeth menyalahkan dirinya sampai sekarang, menyalahkan karena sasaran Jade sebenarnya adalah dirinya.
Dokter sudah menyerah, mengatakan kalau Kendrick hanya mampu bertahan hidup karena alat kedokteran yang masih terpasang. Tapi Elizabeth tidak mau menyerah apalagi mempercayainya.
Kemdeick harus tetap hidup! Batin Elizabeth.
Badan Kendrick yang tinggi dan tegap kini terbaring lemah di atas brankar khusus yang di pesan dari luar negri. Brankar yang di lengkapi dengan beberapa tombol dan banyak kegunaan. Namun semua sia sia, tubuh lelaki tampan tetap tergolek lemah. Suara alat pemacu jantung terdengar mendominasi seluruh ruangan hingga ke bangunan paviliun.
Sementara itu Elizabeth di bantu Marco. Mengganti seprei dan selimut, hanya Marco yang di ijinkan untuk membatu merawat Kendrick. Elizabeth sangat telaten saat merawat Kendrick, menggantikan pakaian ataupun yang lainnya.
Pintu balkon di buka lebar, angin berhembus sepoi sepoi.
Dokter dan perawat yang merawat Kendrick akan datang di siang hari. Mereka di tempatkan di kastil timur bersama Marco dan yang lainnya.
Elizabeth tersenyum melihat wajah Kendrick, Kendrick seakan tertidur tetap tampan namun sedikit tirus.
"Tidurlah, badanmu sudah harum, sebentar lagi dokter akan datang menggantikan cairan infus. Aku akan pergi, ada masalah di Kend Grup." Ucap Elizabeth, sesekali membelai dahi Kendrick. Elizabeth nampak kelelahan. Yang di lakukan setiap hari adalah membacakan berita koran dan majalah, menjaga Kendrick siang dan malam.
Marco melihat itu merasa prihatin, tapi dia juga tidak bisa berbuat banyak karena keputusan hanya ada di tangan Elizabeth. Setiap hari Marco akan membantu Elizabeth mengganti pakaian Kendrick dan megganti seprei yang di pakai oleh majikannya. Walaupun terkadang ada kekakuan di hatinya. Tetapi Marco tau kalau Elizabeth mempercayakan pekerjaan itu terhadap dirinya semata mata karena Marco adalah asisten yang paling di percayanya.
__ADS_1
Dan pagi ini Marco membawa berkas untuk di tandatangani Elizabeth.
Perusahaan Kend Grup sementara di kuasakan oleh Elizabeth, awalnya banyak terjadi konflik yang terjadi antara pemegang saham, mereka beranggapan kalau sebenarnya Elizabeth tidak pantas menggantikan Kendrick. Tetapi beruntung Elizabeth ada Matheo juga Marco yang membantunya. Sehingga konflik dapat di atasi.
Elizabeth mendengar keributan di ruang makan, suara benda jatuh dan teriakan Nina. Beberapa hari ini Nina sering kali mengajukan protes. Nina merasa terkekang, kebebasannya seakan di rampas karena peraturan Elizabeth di luar batas. Baik Julia ataupun yang lain sudah mengingatkan Elizabeth, tetapi Elizabeth teguh akan pendiriannya.
Elizabeth berjalan cepat ke luar kamar di ikuti oleh Marco.
"Nina! Apa yang kamu lakukan!" Ucap Elizabeth dengan nada tinggi. Tapi Nina hanya berdiri di sudut ruangan sambil menangis. Dia tak menjawab pertanyaan Elizabeth.
Di waktu bersamaan Julia memasuki kastil barat, mendengar keributan di ruang makan Julia langsung mencari sumber suara, aneh bagi Julia yang terbiasa melihat perubahan Elizabeth lebih menyukai keheningan.
Menyadari kedatangan Julia, Nina langsung melarikan diri. Elizabeth hendak mengejarnya, namun tertahan oleh cekalan tangan Julia.
"Cukup! Hentikan sikapmu yang seperti ini! Sikapmu membuat anak anakmu tersiksa. Aku tau kamu mencintai Kendrick dan merasa bersalah. Tapi cinta kalian berdua membuat aku takut dan menyakiti anak anakmu. Hentikan semuanya! Secara tak langsung kamu juga menyiksa Kendrick. Iklaskan dia." Julia menasehati. Ke duanya masih berdiri berhadapan. Bahkan ke duanya saling berdebat.
"Baik, kalau memang itu maumu. Aku akan membawa Nina seperti dulu. Dan kalau perlu anakmu yang lain." Ucap Julia mulai menguwatirkan kondisi Julia. Kekuatiran Julia ada alasannya. Elizabeth pernah depresi dan Julia tidak mau ini terjadi lagi.
"Jangan coba coba lakukan itu!" Bentak Elizabeth. Ujung jarinya.
"Ok, kalau begitu kamu harus pilih. Anak anakmu atau Kendrick." Ancam Julia tidak mau kalah. Sejujurnya Julia sangat menyayangi anak anaknya.
"Diam! Keluar kamu dari rumahku!" Teriak Elizabeth. Walaupun suaranya agak tertahan tapi Elizabeth menunjukkan kemarahannya dan itu sangat di sadari Julia.
Tiba tiba ke duanya berhenti berdebat saat mendengar suara teriakan Nina dan asal suara itu adalah kamar Kendrick.
"Aaaaaa."
Elizabeth dan Julia terkejut, ke duanya mencari sumber suara.
__ADS_1
Elizabeth, Julia dan Marco mendatangi kamar utama Kendrick ke tiganya terkejut.
Nina berdiri di sudut ranjang dengan wajah ketakutan, tubuhnya gemetar dan wajahnya memucat. Elizabeth menyadari itu dan langsung memeluk putrinya.
Namun sejenak kemudian dia menyadari kalau mata Kendrick terbuka. Dia langsung mendekati Kendrick.
"Mama maafkan Nina, Nina tidak bermaksud jahat. Papa jangan marah. Nina janji tidak nakal lagi." Isak tangis Nina.
Awalnya Nina merasa kesal atas perubahan sikap mamanya, melarang membuka suara di dalam rumah. Nina merasa terkekang. Di ruang makan dia membanting piring hanya karena bibi Aise menasehatinya agar tidak berisik saat makan. Emosi Nina benar benar memuncak. Di tambah tiba tiba Elizabeth datang dan memarahinya.
Nina berlari menghindari Elizabeth, saat melihat pintu kamar Kendrick yang terbuka timbul niat untuk mengungkapkan kemarahannya pada papanya.
Dulu Elizabeth menyayanginya tapi sejak Kendrick mengalami kecelakaan sikap mamanya berubah, dan itu membuat Nina cemburu.
Nina menggoncang tubuh Kendrick beberapa kali, di barengi ungkapan rasa yang kesal.
"Papa bangun! Papa jahat, Nina capek!" Teriak Nina. Naik ke atas ranjang, tangan kecilnya memukul dada Kendrick. Pukulannya sama sekali tidak keras, tetapi goncangannya sangat mempengaruhi alam sadar Kendrick.
Tapi tanpa di sadari oleh Nina, ternyata Kendrick tersadar dari koma. Di bawah alam sadarnya Kendrick seperti bermimpi, masuk ke dalam pusaran air, tersedot dan berputar putar, dia tak bisa bernafas, hingga akhirnya tangan kecil menyelamatkannya.
Kendrick benar benar mencekal tangan itu dan Nina ketakutan juga kesakitan. Kemudian Kendrick tersadar karena teriakan Nina.
Elizabeth menurunkan tubuh Nina dan kemudian melihat kondisi Kendrick.
Sebelumnya Marco juga sudah memanggil tim dokter. Dokter memasuki kamar Kendrick kemudian memeriksa tubuh Kendrick dengan seksama.
Pandangan mata Kendrick hanya tertuju pada Elizabeth, istri yang paling di sayanginya. Pandangan sayu dan meneduhkan.
"Istriku." Ucap Kendrick lirih dan terbata.
__ADS_1