
Pria seperti Kendrick tidak perlu di pertanyakan, tidak memiliki perasaan keingintahuan apa lagi penasaran, jika Kendrick menginginkan sesuatu maka dia akan mendapatkan dengan cepat.
Dengan begitu Elizabethpun tidak ingin menggali rahasia pada diri prianya. Kendrick akan menceritakan sendiri cepat ataupun lambat.
Elizabeth melirik matanya ke samping, ada pria tampan yang akhir akhir ini memenuhi hari harinya, wajah yang sempurna untuk ukuran laki laki lokal, kulitnya putih kemerahan jarang di temukan pada penduduk asli Kolombia, tetapi membuat ketampanan Kendrick semakin berlipat.
"Ada apa? Apa kamu tidak bosan menatap seperti itu? Istri ke tiga, apa kamu ingin menelanku?" Pertanyaan Kendrick membuat jantung Elizabeth seakan melompat, bahkan dia ingin memuntahkan isi hatinya.
"Jangan besar kepala!"
"Kenapa wajahmu memerah? Apa kamu sakit?" Kendrick mengusap dahi Elizabeth.
"Tidak demam! Apa kamu menginginkan cemilan? Istri ke tiga, jangan tidak tau malu begitu! Aku masih harus kembali ke kantor."
"Oh." Jawab Elizabeth ringan. Kendrick kecewa, kenapa sesingkat itu, padahal saat ini Kendrick menginginkan Elizabeth merajuk dan menahannya agar tidak pergi. Tetapi sepertinya tidak ada lagi kalimat yang keluar dari mulut kecil itu.
"Baiklah karena istri ketigaku menahan agar tidak berangkat, aku mengalah saja. Untuk saat ini sebaiknya berdiam di sini saja."
"Kendrick kamu tidak tau malu!" Elizabeth kesal dan malu, perasaan itu datang bersamaan, jika di gabungkan menjadi sebuah debaran.
Kendrick dan Elizabeth masih bertahan di balkon, membicarakan kesalah pahaman sebelumnya, bahkan tidak segan Kendrick meminta maaf karena sebelumnya hanya perduli pada Leyton semata mata dia sudah mempercayakan keselamatan Nina pada Elizabeth.
"Pada saat itu aku yakin, berada di tanganmu Nina akan baik baik saja. Aku berjanji setelah ini selalu memperhatikan Nina dan bayi dalam perutmu. Percayalah aku tidak akan membedakan semua keberadaan putra putriku. Kecuali ke tiga istriku, kamu adalah satu satunya yang mengisi hatiku."
Ucap Kendrick, tangannya mengusap rambut panjang Elizabeth, kemudian mengecup dahinya.
"Ijinkan aku menjemput Leyton, aku akan mengajaknya makan siang di restoran cepat saji, untuk kali ini saja. Bolehkan?" Tanya Elizabeth, dia membutuhkan ijin dari Kendrick untuk makan di rumah makan cepat saji, karena Kendrick tidak membiasakan anak anaknya memakan makanan tidak sehat. Terutama Leyton, dia bahkan belum pernah memakan makanan seperti itu, tentunya sebagai anak anak akan senang.
"Untuk kali ini aku mengijinkan, aku akan pergi bersamamu."
Sebenarnya Elizabeth ingin pergi sendiri, jika pergi bersama Kendrick, akan sangat menyulitkan karena dengan begitu pengawal akan berderet di belakang.
"Lalu bagaimana masalah kebocoran saham? Apa semua sudah di tangani? Aku tidak mau anak anakku jatuh miskin. Kamu harus cepat melakukan sesuatu."
__ADS_1
"Jangan kuwatir, anak anakku tidak akan mendapatkan kesulitan. Akan segera ku tangani. Kamu tenang saja."
"Kendrick asal kamu selamat dan tidak mengabaikan aku lagi. Itu cukup menyenangkan"
"Aku janji tidak mengabaikan kamu lagi!" Ucap Kendrick berjanji, ke dua tangannya mencubit daun telinganya sendiri sebagai bentuk mengikat sumpah.
"Apa kamu puas?"
Elizabeth menganggukkan kepala malu malu. Menatap mata Kendrick dan tersenyum.
"Baiklah karena kamu puas nanti malam aku memberimu cemilan gratis."
"Kendrick!" Elizabeth kesal, bahkan sisa keganasan Kendrick semalam belum sembuh. Sekarang masih menagih janji. Apa apaan ini, jika tubuh ini buatan manusia, sudah rusak dari tahun kemarin.
Ke duanya berpindah ke dalam kamar, Kendrick menutup pintu penghubung Balkon.
"Kendrick untuk apa menutup pintu? Ini masih siang hari dan seharusnya kamu berangkat ke kantor!"
"Aku minta jatah cemilan sekarang, kali ini tidak ada yang mengganggu kita. Aku menagih sekarang saja. Lagi pula bayi kita perlu asupan...."
Kendrick menarik selimut ke atas, menutupi sebagian tubuhnya, Elizabeth hanya menggelengkan kepala saja, tanda menyerah.
"Untuk kali ini kamu diam. Biarkan aku yang bekerja."
Elizabeth hanya bisa menarik nafas panjang dan membiarkan Kendrick melucuti pakaiannya.
Hari berganti siang, dua hari ini adalah sejak kembalinya Nina ke sekolah, Kendrick dan Elizabeth bangun dari tempat tidurnya. Mereka pergi ke kamar mandi terburu buru, karena baru saja guru sekolah mengabarkan kalau pelajaran usai dan murid sudah di bubarkan. Lalu kemana penjemput Nina dan Leyton? Tidak seperti biasanya.
"Kendrick! Semua gara gara kamu! Memalukan!" Ucap Elizabeth, tetapi Kendrick hanya senyum menyeringai.
"Istri ketiga, kamu jangan marah. Salah sendiri kamu menggairahkan."
Elizabeth "....."
__ADS_1
Kendrick mengendarai kendaraannya sendiri tanpa sopir, di sampingnya adalah istri ketiganya. Mobil Maybach hitam milik Kendrick terlihat mencolok, terparkir tepat di halaman sekolah. Semua mata terfokus pada pria tampan berkacamata hitam, apalagi gerombolan ibu ibu, seketika mereka bergosip. Melihat laki laki tampan menjemput anak sendirian, tidak sedikit mereka berbisik bisik. Apa laki laki tampan itu hanya hidup sendiri? Tentu saja tidak sendiri, begitu Elizabeth turun dari mobil dengan perut membesar, seketika ibu ibu memundurkan langkahnya. Elizabeth tersenyum menang.
"Kenapa kalian lama sekali? Aku dan Nina sudah mengering terkena angin!" Ucap Leyton, panjang lebar. Tidak seperti biasanya, Leyton bicara panjang kali lebar.
"Mama, kenapa lama sekali? Aku dan leyton sudah kelaparan!"
"Kebetulan sekali, kita merencanakan makan siang di restoran cepat saji! Ayo kita berangkat."
Leyton tidak melangkah, tapi dia menatap mata ayahnya. Kendrick menganggukkan kepalanya dan seketika Leyton melompat kegirangan. Hari ini adalah pengalaman pertama pada Leyton, akhirnya Leyton mengkonsumsi makanan cepat saji, berbeda dengan Nina yang terbiasa di manjakan oleh Elizabeth dan Julia.
Di dalam mobil Nina dan Leyton terlihat sangat senang, mereka tidak berhenti bersendau gurau. Akhirnya pintu memasuki halaman rumah makan, Nina dan Leyton berlari memasuki rumah makan. Sayang sekali area parkir penuh, dan terpaksa Kendrick memakirkan kendaraannya di samping gedung.
Ke dua bocah itu sangat menikmati makanan terutama Leyton. Makan siang kali ini adalah yang teristimewa baginya. Yang membuat Elizabeth semakin jatuh cinta pada Kendrick, suaminya dengan besar hati rela mengantri, tidak seperti biasanya.
Leyton paling bersemangat, hingga akhirnya ke dua bocah itu kekeyangan. Dan tertidur di dalam mobil, Kendrick berada di posisi kemudi sementara Elizabeth berada di bagian belakang. Elizabeth duduk di tengah, di bagian kanan kiri dua mahluk kecil menyandarkan kepalanya di pangkuan Elizabeth.
Kendrick mengintip keberadaan mereka dari kaca sepion, ada rasa haru di sana. Ini bentuk kehidupan yang di inginkan Kendrick, sangat teduh.
Tapi perasaan teduh tak berlangsung lama, hingga saat tangan Elizabeth berhenti mengusap dahi Leyton.
"Kendrick!"
"Hmmm."
"Tepikan mobilnya, kamu lihat keadaan Leyton."
Kendrick menuruti permintaan istri ke tiganya. Menepikan Maybach hitam, dan kemudian tangannya meraih dahi Leyton sesuai permintaan Elizabeth.
"Kendrick maafkan aku, aku tidak bermaksud mencelakakan Leyton. Aku tidak tau kalau seperti ini jadinya."
Kendrick hanya mendengar ucapan Elizabeth tanpa menanggapi apa apa, kemudian dia memutar Maybach hitam yang di kendarainya untuk membawa Leyton ke rumah sakit.
Melihat air mata istri ketiganya, Kendrick sangat tidak tega. Antara panik dan kasihan. Tapi dia laki laki yang terbiasa menghadapi situasi gawat. Kendrick hanya memfokuskan diri pada kemacetan yang terjadi sore ini.
__ADS_1
Kondisi Leyton semakin lemah, suhu tubuhnya meningkat.
Kendrick tidak tau siapa yang harus di salahkan, apa karena makan makanan cepat saji? Elizabeth menangis dan menyesali kebodohannya. Dia takut di tuduh meracuni Leyton.