
Waktu berjalan cepat, pengukuhan Kendrick sebagai senator mulai memasuki persiapan. Minggu pertama di bulan juni adalah hari yang di tentukan.
Leyton masih berkutat dengan laptopnya, setelah pulang sekilah bocah pintar itu selalu mengunci dirinya di dalam kamar. Bahkan untuk makan, Elizabeth dan bibi Aise selalu memanggilnya.
Penjualan pernak pernik hasil kerajinan mamanya banyak memiliki orderan. Bahkan kini memasuki pasar luar negri.
Di luar terlihat kesibukan Elizabeth dan bibi Aise, mengemas barang pesanan.
Untuk hidup sederhana, sangatlah mencukupi, namun perasaan Elizabeth masih merasakan kesedihan, ke tiga anaknya harus masuk sekolah yang terbaik.
Leyton dan Nina sudah mendapatkan sekolah yang sama tak jauh dari tempat tinggalnya.
Beberapa kali Elizabeth secara tak sengaja memergoki Leyton melihat berita tentang Kendrick, awalnya dia mengira hal itu karena perasaan rindu kepada figur ayah, tetapi ternyata tidak. Leyton dengan berterus terang mengatakan kalau dia membenci ayahnya karena sudah menelantarkannya Elizabeth beberapa kali membujuk bahwa kepergiannya adalah kemauan Elizabeth.
Elizabeth tidak menyangka Leyton memiliki pemikiran seperti ini, apa karena Leyton tidak menjalani hidup dengan kemewahan lagi?
Namun Elizabeth tau kalau sikap Leyton seperti itu karena merasa kasian dengan dirinya. Kedepannya Elizabeth harus berusaha memiliki kehidupan yang lebih baik agar bisa membahagiakan ke tiga anaknya terutama Leyton, agar menghilangkan kebenciannya terhadap Kendrick.
"Apa yang kamu pikirkan? Kenapa melamun?" Tanya Diego kepada adiknya.
"Hanya memikirkan Leyton." Jawab Elizabeth tersadar dari keterkejutannya. Berusaha menyembunyikan perasaan.
"Memikirkan Leyton ataukah memikirkan pengukuhan Kendrick?" Goda Diego asal. Dia tau dengan pasti bagaimana cinta adiknya pada laki laki brengsek itu.
"Bicara apa!" Jelas Elizabeth mencoba menutupi perasaannya.
__ADS_1
Ucapan Diego tidaklah salah, pelantikan Kendrick sebagai senator merupakan ajang memperkenalkan istrinya sebagai seorang pendamping. Elizabeth menarik nafas panjang. Untuk apa memikirkan mantan suami? Mantan suaminya lebih percaya pada kotoran iblis dari pada dirinya. Elizabeth sudah memotong setengah hatinya dan tentu tidak akan kembali utuh lagi.
"Kamu sudah tidak memiliki kesempatan lagi kembali kepada Kendrick. Tidakkah kamu menyesal, kamu masih mencintainya bukan?" Diego mencoba mengingatkan.
"Jangan mengotori telingaku dengan mengucapkan nama itu. Aku sudah kenyang di siksa dan di anggap tidak penting. Sekarang saatnya aku hanya fokus memikirkan ke tiga anakku." Sanggah Elizabeth. Kekacauan hidupnya berawal saat dia menolong Kendrick dari seorang laki laki berambut aneh. Jika saja waktu itu membiarkan Kendrick mati kehabisan darah mungkin hidupnya tak serumit sekarang, tapi paling tidak Kendrick sudah membuat dia melahirkan ke tiga anaknya, itu tidak bisa di bantah.
"Bagus itu, laki laki seperti Kendrick tidak pantas mendapat kesempatan ke dua. Biarkan aku membantumu menjaga anak anak. Aku sekarang sudah sehat jangan kuwatir, aku tidak akan menyusahkanmu. Kakakmu ini sudah waktunya membalas kebaikanmu dulu."
"Diego, sudah waktunya kamu memikirkan untuk menikah. Tidak adakah di luar sana gadis yang menyukaimu?"
"Tidak! Aku tidak berpikir untuk menikah, sampai kamu mendapatkan laki laki yang baik pengganti Kendrick."
"Aku sudah tidak memikirkan hal itu. Cepat bawa perempuanmu ke mari, biar aku melamarnya untuk menjadi kakak ipar."
"Akan tiba saatnya. Sudahlah, aku akan menghubungi Juan, aku akan mengatakan untuk tidak kembali sementara waktu." Ucap Diego mengalihkan pembicaraan.
Sementara itu di Bogota tepatnya di kantor senator, Kendrick baru saja selesai menghadiri rapat menjelang pelantikan, rapat di hadiri oleh para petinggi pemerintahan. Hari yang begitu melelahkan bagi Kendrick.
"Sudah ada kabar?" Tanya Kendrick kepada Marco. Marco di tunjuk Kendrick sebagai ajudan resmi mendampingi tugas kenegaraan. Kendaraan yang di tumpangi melaju dengan kecepatan sedang, melonggarkan dasi yang bercokol di lehernya.
"Belum ada. Tapi menurut sumber berita, seminggu yang lalu Diego terlihat di bandara. Tapi sayangnya Diego menggunakan kendaraan umum dan bukan taxi. Hal itu menyulitkan pelacakan karena awak bus tidak tau pasti siapa saja yang turun di tiap halte." Jawab Marco, dia bahkan mengumpat dalam hati, bagaimana bosnya mengejar mantan istrinya yang di kabarkan mati. Toh kalaupun bertemu lagi dia tidak mungkin bisa bersama, sudah ada istri senator bernama Noela. Tapi Marco menangkap senyuman tipis di wajah Kendrick, untuk saat ini Marco merasa firasat baik akan terjadi.
Besok adalah hari di mana Kendrick harus mengenalkan istri resminya ke hadapan publik. Waktu yang di pilih adalah satu minggu sebelum acara pelantikan. Memikirkan itu Kendrick merasa kesal, tapi dia memiliki sedikit cara untuk tidak selalu menampilkan Noela.
Kendrick keluar dari mobilnya, di belakangnya Marco mengekori dengan membawa tas berisikan berkas berkas.
__ADS_1
Kendrick langsung menuju ruang kerjanya, Marco meletakkan tas berkas itu di atas meja, seorang pelayan membawa minuman teh hangat.
"Marco beristirahatlah, besok adalah hari yang berat buatku, kamu harus selalu di belakangku." Perintah Kendrick, Marco menganggukkan kepalanya. Yang di maksud hari berat karena mengenalkan Noela kehadapan publik bertentangan dengan hati nuraninya.
"Baik saya permisi." Ucap Marco membungkukkan sedikit punggungnya. Pelayan mengikutinya dari belakang.
Kendrick menyandarkan kepalanya di sandaran kursi hitam.
'Eli, aku tau kamu masih hidup. Kebakaran itu kamu sengaja agar kamu bisa menghilang dariku. Kamu sukses membuatku kesal! Lagi lagi kamu mempermainkan aku.'
Malam berlalu hari di mana Kendrick memperkenalkan seorang wanita yang di akuinya sebagai pendamping hidup dan sekaligus pendukung karir politiknya.
Media masa sudah menunggu untuk meliput, berbagai persiapan baik hidangan ataupun susunan acara.
Kendrick menemui para tamu ataupun kolega baik dari kalangan petinggi politik ataupun pebisnis. Tak sedikit yang bertanda tanya secantik apa istri Kendrick sebenarnya. Walaupun tersebar berita kalau sebenarnya senator Kendrick memiliki tiga istri sudah beredar luas, tapi sebagian besar masih penasaran siapa di antara ke tiga istri yang di tunjuk sebagai istri yang berpengaruh di karir politiknya.
Noela mengalami kecemasan, di dalam bilik kamar tepatnya di kastil timur, Noela beberapa kali mengganti gaun pestanya, ini adalah moment penting buat dirinya, akhirnya dia bisa mengukuhkan menjadi istri Kendrick satu satunya. Ada senyum kepuasan saat dia bercermin.
Seorang pelayang mengetuk pintu dan mengatakan pada Noela bahwa saatnya untuk tampil di tengah acara. Noela mengangkat gaunnya dan berdiri kemudian melangkah dengan kecongkakannya.
"Apa sudah waktunya?" Tanya Noela pada wanita berpakaian serba hitam, berperan sebagai protokoler. Wanita itu menganggukkan kepala.
Tanpa di sadari Noela seseeorang tengah duduk di atas kursi roda mengawasi suasana pesta dari balik pohon besar di pinggir taman. Seseorang itu datang dengan membawa dendam, di pangkuannya tergenggam sebuah pistol kaliber dengan dua peluru bercokol di dalamnya.
"Kamu harus menembak kepala Kendrick tepat di kepalanya."
__ADS_1
Siapa sebenarnya seseorang itu?