
Air hujan yang turun dari langit tak ubahnya ribuan serdadu yang siap menyerang, sangat lebat. Beberapa waktu yang lalu Eva masih menampakkan wajah penuh kepalsuan. Berpura pura terpukul atas hilangnya Elizabeth. Kini dia berada di dalam kamar, dinding kayu dan tempat tidur berkelambu putih menjadi saksi bagaimana kesedihan penuh kepalsuan itu hilang, Eva berguling guling ke kanan da ke kiri, tertawa lepas. Namun dia sadar jika terlalu bergembira beberapa pengawal yang berjaga akan mendengarnya. Membungkam mulutnya dengan bantal, dia melepaskan kebahagiaan dengan bantal itu hingga wajahnya memerah.
Suara ketukan di pintu mengagetkannya. Eva berjalan mendekati pintu dan membukanya.
"Ada apa?" Tanya Eva pada seorang pengawal.
"Tuan muda Leyton ingin menemui bos Kendrick, bahkan kami tidak bisa mencegahnya. Apa yang harus kami lakukan?"
"Menghadapi anak kecil saja tidak bisa, bodoh!" Bentak Eva. Pengawal merasa geram, tetapi dia tidak bisa berbuat banyak, bagaimanapun juga Eva adalah istri pertama dari bos Kendrick.
Eva berjalan menuju dapur, dia menyesal tidak mengajak Bertha, jika saja ada Bertha tentu bukan dirinya yang akan turun tangan menghadapi Leyton.
Susu hangat buatan Eva akan di berikan kepada Leyton, pengawal membawanya menuju kamar Leyton.
"Tuan muda Leyton, silahkan meminum susu hangat ini. Ini perintah dari mama anda. Setelah itu kami di ijinkan untuk mengantarkan anda ke rumah sakit."
"Benarkah?" Tanya Leyton antusias. Kemudian dia menghabiskan susu hangat buatan Eva. Pengawal membawa gelas kosong itu ke dapur, kemudian dia berniat menjemput Leyton ke kamarnya. Saat kembali dia malah melihat Leyton yang sudah tertidur dengan kaki yang menggantung. Pengawal sama sekali tidak menyangka, bagaimana sebelumnya Leyton bersemangat untuk menemui bos Kendrick, sekarang malah tertidur.
Pengawal itu memeriksa denyut nadi, dia curiga ada sesuatu yang menimpa majikan kecilnya, ternyata setelah di periksa Leyton hanyalah tertidur, pengawal membetulkan posisi tidur Leyton kemudian menyelimuti bocah kecil itu, lalu pengawal meninggalkan kamar, dia menarik napas berat sambil menggeleng gelengkan kepalanya.
Di rumah sakit daerah para dokter dan staf rumah sakit heboh, mereka baru mengetahui kalau Kendrick adalah bos mafia yang di segani.
Sementara itu Matheo dan Julia ke rumah sakit untuk menemui kendrick, mereka juga menguwatirkan keadaan Nina.
Matheo dan Julia tidak melihat keberadaan Kendrick, hanya ada Marco dan Maria yang tengah memangku Nina.
"Dimana Kendrick?" Tanya Matheo kepada Marco.
"Bos di dalam, dokter Noela ingin berbicara tentang sesuatu sebelum di operasi." Jawab Marco singkat. Dari awal ke duanya bermusuhan, tetapi saling melindungi, sebenarnya ini aneh. Namun dasarnya hanyalah prinsip yang membedakan, melindungi Kendrick dengan caranya masing masing.
Beberapa saat kemudian Julia dan Matheo duduk menunggu Kabar dari Kendrick, Nina tengah tertidur di pangkuan Julia. Maria menitipkan karena dia butuh untuk ke kamar Kecil.
__ADS_1
Suara pintu ruang darurat di buka. Matheo dan Marco segera berdiri. Kendrick mendatangi Matheo dengan wajahnya yang memerah, kemudian memukul wajah Matheo dengan tinjunya, tidak berhenti sampai disitu saja Kendrick menendang Matheo dengan sekuat tenaga, melihat itu Marco segera melerai dan menahan tubuh Kendrick agar menghentikan kemarahannya. Julia berteriak menghentikan Kendrick agar jangan Memukuli Matheo.
"Kendrick apa yang kamu lakukan, apa salah Matheo hingga kamu menghajarnya?" Tanya Julia, Nina menangis karena ketakutan, Kendrick hendak merebut Nina dari pangkuan Julia tetapi Nina meringkuk ketakutan.
"Jangan harap kalian bisa lepas begitu saja. Selama ini kalian bersengkokol dengan Eli untuk membohongiku!"
Matheo dan Julia terbungkam dia tau arah pembicaraan Kendrick, tapi mereka tidak percaya bisa secepat ini. Yang membuat mereka heran siapa yang membocorkan semua masalah ini.
Atas permintaan Noela kepada dokter, sebelum dirinya di operasi, Noela ingin bertemu dengan suaminya.
Keadaan tubuh Noela yang lemah akibat kesehatan dan kehamilan di tambah tragedi yang baru saja di laluinya, membuat dirinya semakin lemah.
Kendrick mendekati Noela, pakaian yang di kenakannya di tutupi pakaian kusus berwarna hijau.
"Kendrick, mendekatlah. Aku ingin melihat wajahmu." Ucap Noela lirih, ada genangan air di sudut matanya. Kendrick mendekati Noela, dia masih canggung jika mendekati istri ke duanya.
"Sebelumnya aku meminta maaf jika sudah membuat persahabatan kita menjadi kaku." Ucap Noela.
Noela mengerti kekecewaan Kendrick.
Noela menunjuk sebuah map amplop yang tergeletak di atas nakas.
"Tolong ambilkan amplop itu." Mohon Noela kepada Kendrick, Kendrick menarik amplop coklat itu dan di berikannya kepada Noela. Noela mendorong amplop itu dan menyerahkan kepada Kendrick.
"Bukalah, ada dua berkas, tolong kamu buka dan baca sekarang juga." Kendrick membuka segel amplop itu dan menarik kertas kemudian membacanya.
"Apa ini?" Tanya Kendrick, berkas pertama adalah surat permohonan perceraian.
"Aku mohon lepaskan aku, aku tau kamu tidak mencintaiku. Dari awal kamu sudah menegaskan padaku dan Matheo, kalau di antara kita bertiga tidak boleh ada perasaan cinta. Sayangnya aku sudah melanggarnya."
Kendrick masih mendengar ucapan Noela. Kemudian tangan kanannya menggenggam tangan Noela.
__ADS_1
"Maafkan aku, seharusnya aku berterima kasih padamu untuk semuanya. Tapi...."
"Tidak usah kamu teruskan cinta tidak bisa di paksakan." Noela menitikkan air mata.
"Aku akan memberimu kompensasi."
"Tidak usah, aku masih bisa menggunakan gelarku untuk mencari makan. Hanya saja..."
"Hanya saja apa? Apa kamu butuh bantuan? Tapi aku tidak mengijinkanmu membawa putraku jauh dariku, kamu harus tetap berada dalam pengawasanku." Ucap Kendrick, dia tau kalau Noela akan mengasingkan diri ke luar negri seperti sebelumnya jika ada masalah.
"Justru itu, mungkin sangat merepotkan jika harus membawa bayi, aku akan meninggalkannya untukmu. Tetapi ijinkan aku menemuinya jika aku merindukan anak kita."
"Tentu saja bisa." Kendrick semakin mengeratkan genggamannya, dia tidak mau berpisah dengan darah dagingnya. Cukup baginya mempunyai satu putra yaitu Leyton, jika mendapatkan putra lain bukankah lebih bagus. Tidak masalah jika nantinya dia hidup bersama Elizabeth tanpa mendapatkan keturunan, baginya sudah cukup ini saja.
Noela menagis saat Kendrick memeluknya.
"Lepaskan aku, takutnya aku semakin jatuh cinta dan membatalkan permohonan perceraian." Ucap Noela di iringi tawa ke duanya. Noela merintih halus, rintihan itu di dengar oleh Kendrick.
"Apa masih sakit?" Tanya Kendrick kemudian melepaskan pelukan, dan berganti mengusap perut noela kemudian mengecup perut itu. Ada rasa haru di wajah Noela.
"Trimakasih kamu sudah mengorbankan tubuhmu saat itu."
Noela diam dan tersenyum.
"Temukan Elizabeth untukku, aku yakin dia baik baik saja. Aku hanya mempercayakan putraku pada dia."
"Jika saja bisa."
"Pasti bisa, dan satu lagi berkas yang belum kamu baca. Sebelumnya aku mohon maaf dan berjanji kamu jangan mengusirku."
Kendrick membalik kertas itu dan mulai membacanya. Tiba tiba wajah tenangnya berubah kemarahan.
__ADS_1