Cinta Wanita Kumal

Cinta Wanita Kumal
Eva yang licik


__ADS_3

Satu hari menjelang kepergian Elizabeth bersama anak anaknya. Elizabeth sudah berjanji untuk tidak memisahkan ke tiga buah hatinya. Bahkan dalam keadaan belum pulih benar Leyton bersikeras lebih memilih untuk bersama Elizabeth.


"Bawa aku pergi!" Ucap Leyton kepada Elizabeth, temperamen yang kaku tanpa senyuman. Pandangan mengunci pada wanita yang sudah melahirkannya. Leyton bukan anak kecil lagi, dia tau apa yang terjadi pada hubungan Kendrick dan Elizabeth.


Elizabeth tidak menjawab ucapan itu, dia langsung memeluk Leyton dengan beruraian air mata.


"Aku akan membawamu kemanapun mama pergi, kamu anakku." Ucap Elizabeth, dia tau pengobatan Leyton membutuhkan waktu dua bulan untuk menuntaskan terapi pengobatan, jadi cukup untuk melakukan persiapan menghilang dari kehidupan Kendrick.


Dan sekarang Elizabeth beserta anak anaknya hidup bahagia di kota kecil Chia. Tanpa di ketahui oleh siapapun. Padahal di Bogota Kendrick tengah mengerahkan anak buahnya untuk mencari tapi tidak membuahkan hasil. Dan semua usaha Kendrick di patahkan oleh argumen polisi bahwa semua penghuni perumahan mewah itu mati tak tersisa.


Sudah satu minggu kedatangan Diego, Diego datang dari Jepang, negara asia di mana dia tinggal bersama Juan.


Diego kakak yang sangat menyayangi Elizabeth. Begitu mendapat kabar dari Julia bahwa Elizabeth meninggal dalam sebuah kebakaran, namun tidak di temukan mayatnya. Tentu sebagai kakak dia tau kemana Elizabeth akan pergi jika masih hidup. Saat Juan menyandera Nina, Elizabeth pernah tinggal di Chia dan memiliki satu rumah kecil dengan tanah yang cukup luas. Ternyata dugaan Diego benar, dia menemukan adiknya dalam keadaan hidup.


"Lalu apa yang kamu lakukan itu sangat menyakiti aku, kamu dan Eva bersengkongkol memisahkan Leyton dariku, kamu tidak pantas di sebut kakak." Bentak Elizabeth, dia sama sekali tidak mengijinkan Diego masuk ke dalam rumahnya, sakit hatinya karena persengkongkolan kakanya membuat dia menderita.


"Tapi dengar dulu alasanku! Setelah mendengarnya, kamu berhak marah dan mengusirku." Ucap Diego putus asa. Sudah beberapa hari sejak kedatangannya dari Jepang, tak sedikitpun Elizabeth mengijinkannya memasuki rumah. Bahkan dengan tegas Elizabeth mengusirnya, dia sama sekali tak percaya, Diego yang selama ini sangat menyayanginya ternyata beehianat, merampas Leyton dari Elizabeth.


Diego mulai bercerita, saat itu Elizabeth depresi berat, peristiwa tiga tragedi sekaligus membuat Elizabeth tidak mengenali dirinya sendiri.


Pada saat itu Eva membujuk Diego agar menyerahkan satu bayi kepada dirinya untuk dirawat semata mata demi membantu meringankan beban adiknya. Bahkan Luci juga mendukungnya. Di tambah saat itu Diego sakit parah, kalau saja tidak ada kebaikan Kendrick mengirimnya berobat ke luar negri, mungkin Diego sudah tidak bisa di selamatkan lagi.


Diego sama sekali tidak tau jika ternyata Eva menggunakan Leyton untuk menipu Kendrick. Bahkan saat itu Jade juga membantu untuk memanipulasi data bahwa Eva benar melahirkan Leyton di rumah sakit yang sama dengan Elizabeth.


Jika saja saat itu Diego sehat dan Elizabeth tidak mengalami depresi mungkin bisa membesarkan bayi kembar Leyton dan Nina tanpa kesulitan.

__ADS_1


"Bukankah kamu bisa mengatakan kepadaku tentang kebenaran setelah aku dinyatakan sembuh?" Elizabeth tetap dengan kemarahannya. Elizabeth memanjangkan kakinya, berusaha tegar dan menahan nafas.


"Itu tidak mungkin! Kendrick mengirimku ke luar negri, bisa saja aku mengatakan lewat telepon, tapi bukankah keadaanmu juga rumit? Jade menyandera Nina dan kamu berjuang untuk membebaskannya bukan? Kamu juga pernah di nyatakan meninggal saat itu? Katakan kapan kesempatan yang tepat untuk mengatakan kebenarannya padamu?" Bujuk Diego menenangkan adiknya. Diego merasa sangat bersalah. Tidak menjadi kakak yang melindungi untuk adiknya.


Elizabeth menangis, menekuk kakinya dan memasukkan kepalanya di antara ke dua lutut, dari jauh Leyton melihatnya, mengepalkan ke dua tangannya. Leyton marah kepada Eva yang sudah memperalat dirinya untuk mendapatkan cinta papanya.


Bahkan Leyton bersumpah akan mengembalikan posisi Elizabeth yang seharusnya.


Diego memeluk tubuh Elizabeth yang ramping, adiknya ini bahkan tidak tampak seperti seorang istri lelaki penguasa. Pakaiannya yang sederhana dan dandanan ala kadarnya.


"Lalu bagaimana kamu merelakan Kendrick ketangan dokter Noela? Aku sama sekali tidak percaya mengapa dokter yang baik itu berubah menjadi kotoran iblis." Tanya Diegi tak percaya.


"Keadaan, keadaan yang merubah sifat seseorang."


"Tidak! Aku di sini saja, resikonya akan lebih besar jika aku mengikutimu, Kendrick tidak akan menyangka aku tinggal di Chia. Juan? Apa kabarnya?" Elizabeth mengalihkan pembicaraan.


"Perusahaan yang ada di sini sudah di akusisi oleh Kend Grup, tapi dia mengembangkan uang hasil akusisi di Jepang. Di sana dia cukup berpengaruh."


"Saat itu ku kira Juan mati akibat penculikan, aku bahkan mencurigai Kendrick."


"Kalau begitu aku akan di sini menemanimu, aku akan menebus kesalahanku pada Leyton."


"Lalu bagaimana dengan pekerjaanmu?"


"Aku akan bicara dengan Juan, semoga dia memberikan proyeknya yang ada di sini. Walaupun proyek kecil." Yakin Diego.

__ADS_1


"Apa kamu tidak ingin melihat kondisi Eva?" Tanya Elizabeth. Dia mulai melunak dan merendah.


"Aku belum tau. Eli, walaupun antara aku dan kamu berbeda ayah, tapi aku lebih menyayangimu dari pada Eva."


"Hmm, tapi Eva tetap saudara kita."


"Maafkan aku tidak menjadi kakak yang melindungimu karena kondisiku. Tapi sekarang aku bersumpah untuk menjagamu dan juga keponakanku." Ucap Diego memelas. Mendengar itu Elizabeth menitikkan air matanya. Apa Elizabeth percaya? Tentu saja, karena dia sangat tau, kakanya sangat menyayanginya. Ke duanya berpelukan, saling mendukung.


"Ya! Kita mulai dari awal lagi, bekerjadan berusaha. Tidakkah kamu mengundangku ke dalam? Aku lapar, sudah beberapa hari aku tidak mandi."


"Masuklah, aku akan menyiapkan makan malam untukmu."


Ke duanya melangkah memasuki rumah, Elizabeth memasak masakan yang sederhana. Kemudian dia memanggil ke tiga putra putrinya dan juga bibi Aise untuk makan bersama.


Pada saat memanggil Leyton di dalam kamar, bocah laki laki itu duduk di atas kasur dengan memunggungi posisi pintu Kedatangan Elizabeth sama sekali tidak di sadari oleh Leyton.


Elizabeth melihat tampilan layar laptop, berita tentang rencana pelantikan Kendrick menjadi seorang senator. Leyton tampak mengepalkan tangannya, Elizabeth tau kemarahan putra pertamanya. Dengan perlahan Elizabeth mendekati tempat duduk putranya kemudian mengusap tangannya dan kemudian kepalan tangan Leyton lama kelamaan kepalan tangan itu rileks, kemarahan pada wajah Leyton tidak tampak lagi.


"Tidak usah di lihat, untuk apa kalau mbuat sedih." Bujuk Elizabeth tangannya beepindah mengusap bahu Leyton.


"Aku tidak sedih, hanya saja vidio brengsek ini tuba tiba lewat berandaku."


"Leyton, atur bicaramu! Kamu membicarakan ayahmu. Ayo turun, kita makan malam. Paman Diego sudah menunggu."


Leyton mematikan laptop dan berdiri mengikuti Elizabeth pergi.

__ADS_1


__ADS_2