
Elizabeth memasuki kamar Noela, dia harus memastikan sesuatu. Maria tengah mengajak David kecil bermain di taman. Sehingga kamar Noela benar benar kosong.
Noela memasuki kamar mandi yang ada di kamar Noela. Dia harus memastikan kebenaran sesuatu yang di katakan Maria, kran air panas di kamar itu bermasalah dan airnya tidak begitu panas.
Elizabeth memutar kran air yang bertanda merah, air mengucur keluar tak beberapa lama air itu berubah panas bahkan mengeluarkan kepulan asap. Elizabeth menarik jarinya dan mengibas ngibaskan tangannya.
'Sangat panas.'
Batin Elizabeth, kran ini tidak bermasalah bahkan sangat bagus. Kemudian Elizabeth mematikan kran itu. Mencari kejanggalan di seputar kamar. Dia melakukan semua itu demi mengungkapkan niat buruk Noela, semoga kecurigaannya tidak benar. Sayangnya tidak ada CCTV di dalam kamar. Elizabeth membuka pintu dan berjalan ke luar, baru saja dia menutup pintu, Elizabeth bertemu Maria.
"Nyonya Eli, apa yang anda lakukan di kamar nyonya Noela?" Tanya Maria, sikap pelayan itu sedikit ketus, bahkan intonasi suaranya naik beberapa oktaf.
"Aku hanya memeriksa kran air panas, bukankah kemarin malam kamu mengatakan kalau kran air panas itu bermasalah?" Tanya Elizabeth, tepat di telinga Maria.
"Mana mungkin saya berbohong?" Sanggah Maria, dia bahkan meninggalkan David kecil kepada Pelayan Xa, beraninya! Memangnya apa yang di lakukan hingga tega meninggalkan bayi kecil kepada pengasuh lain.
"Tapi sepertinya tidak ada masalah dengan kran airnya. Apa perlu bukti, atau kamu perlu mencobanya, meletakkan tanganmu di bawah kran air panas?" Sindir Elizabeth. Dia sudah menyadari perubahan sikap Maria.
"Bukankah junjunganmu lebih menyukai air dalam baskom rebusan? Kalau begitu besok pagi aku akan memerintahkan pelayan untuk mematikan kran air panas, tidak sia sia bukan?" Ucap Elizabeth tegas. Elizabeth mulai mengangkat bendera perang, dia merasa belakangan ini Noela selalu mencari kesalahan pada dirinya.
Ucapan Elizabeth tentu sebuah ancaman. Wajah Maria memerah, dia terlihat cemas. Kemudian berlalu meninggalkan Elizabeth, tapi baru beberapa langkah Elizabeth kembali memanggilnya. Maria membalikkan kepalanya, dia sangat enggan tetapi tidak cukup keberanian untuk membantah.
__ADS_1
"Siapa yang mengijinkanmu pergi?" Ucap Elizabeth mengintimidasi, Maria kembali mendekati Elizabeth Wajahnya menunduk menahan ketakutan.
"Sekali lagi kamu memperlakukan putriku seperti itu, kamu akan merasakan air panas yang sesungguhnya. Pergi! Jangan menampakkan diri lagi di hadapanku!" Usir Elizabeth, tanpa bukti Elizabeth yakin kalau Nina sengaja di kunci di kamar mandi oleh Maria.
Elizabeth paham kalau Maria berbohong, tetapi kenapa harus Maria, bukankah dia pelayan setianya dan jujur? Elizabeth mencari alasan mengapa Noela sekarang memusuhinya tapi sama sekali tidak menemukan apapun.
Di rumah sakit besar Kolombia, Noela duduk di atas kursi roda, di depan kaca jendela kamar VIP, dia menatap hamparan rumput di bagian belakang rumah sakit. Ada kebahagiaan saat semalam Kendrick mencemaskannya, getaran itu semakin bertumbuh. Bahkan sejak semalam Kendrick selalu menemaninya tanpa meninggalkan sedikitpun. Noela mengerjapkan matanya seakan tak percaya. Kendrick bahkan membantu dirinya mengenakan pakaian pasien, sedikit canggung bagi Kendrick, tapi tidak dengan Noela. Dia berharap mendapatkan tempat semestinya di sisi
Sekujur tubuh Noela penuh akan luka, luka itu tertutup kasa perban warna putih. Lukanya memang tidak terlalu dalam tetapi menyebar di sekujur badan sehingga dokter yang menanganinya menyarankan beristirahat di rumah sakit untuk beberapa hari.
Beberapa saat yang lalu Kendrick meninggalkannya, dia harus ke kantor. Sebelumnya Kendrick memakan bubur beras yang di belikan oleh Marco. Bubur beras itu bukanlah makanan mahal, tetapi karena Kendrick yang menemaninya saat sarapan di tambah beberapa kali Kendrick membantunya menyuapkan makanan ke dalam mulut kecilnya, sehingga hal itu menjadikan bubur beras itu menjadi makanan yang sangat enak dan spesial.
Kendrick meninggalkan Noela dengan seorang perawat yang di tunjuk, perawat itu hanya duduk di pojok ruangan tanpa bergerak, sesekali memeriksa kain kasa yang kadang terlepas karena gesekan atau gerakan Noela yang kasar.
"Ada kabar apa?" Tanya Noela datar, satu tangannya meremas ujung gaun tidurnya hingga kain itu terlihat kusut dan tidak rapi.
"Tadi secara tidak sengaja saya memergoki nyonya ke tiga keluar dari kamar anda." Ucap Maria lirih. Dulu dia mengenal nyonya Noela adalah seorang dokter yang baik dan sabar, tapi setelah dia mengikutinya ternyata dia tidak lebih baik dari nyonya Eva, bahkan lebih membahayakan.
"Bodoh! Aku sudah memerintahkanmu untuk mengawasi dia, lalu apa yang kamu kerjakan!" Bentak Noela dengan menjerit kencang, perawat yang berada tak jauh darinya berdiri dan menyodorkan gelas air putih kepadanya. Tapi dengan kasar Noela merebut gelas itu lalu melemparkannya ke lantai. Pecahan gelas itu terlempar ke mana mana.
"Saya berada di taman bersama nona kecil Eliana." Sanggah Maria ketakutan. Pelayan itu bahkan tertekan.
__ADS_1
"Bodoh! Apa yang Elizabeth dapatkan?" Tanya Noela dengan nada tinggi, ke dua sudut matanya naik ke atas, bahkan pantas di sebut seringaian.
"Tidak mendapatkan apa apa, hanya tadi nyonya Elizabeth mengatakan, akan mematikan kran air panas yang ada di dalam kamar mandi." Jawab Maria ragu, sesekali melirik ke kanan dan ke kiri memastikan tidak ada seseorang yang menguping pembicaraannya.
"Dia tidak akan berani! Hanya seekor kucing yang terinjak ekornya. Kalaupun menggigit tidaklah sakit." Jawab Noela tenang, hanya mematikan air panas, mana berani. Bukankah pemilik kastil adalah Kendrick? Elizabeth hanyalah sebuah keset kaki yang tergeletak di depan pintu, hanya pantas di injak.
Noela akan menutup sambungan teleponnya, tetapi dengan cepat Maria menyela pembicaraannya.
"Nyonya ke dua, bagaimana kabar adik dan ibuku? Apa mereka baik baik saja?"
"Itu tergantung kamu, bagaiman kamu meloloskan perintahku. Jika kamu bisa menangani yang aku perintahkan, tentu mereka akan selamat dan baik baik saja."
Noela tidak menunggu jawaban dari Maria, dia langsung mengakhiri panggilan teleponnya. Noela melemparkan ponsel di tangannya ke atas brankar, kemudian memerintahkan perawat itu untuk membantunya berpindah ke atas kasur.
Serpihan gelas minum sudah tidak ada, sepertinya perawat sudah membersihkannya.
"Kamu mendekatlah kemari!" Ucap Noela kepada perawat. Menarik krah baju dan mendekatkan wajahnya.
"Kamu tidak mendengarkan pembicaraanku di telepon tadi kan?" Ucap Noela, mengeluarkan lembaran uang kertas merah dari dalam tas, kemudian memberikannya kepada perawat yang di tunjuk Kendrick.
Tentu saja perawat itu menerima dengan senang, memasukkan lembaran uang kertas itu ke dalam saku celananya.
__ADS_1
"Mulai sekarang kamu yang jadi perawatku, perduli setan dengan namamu, aku hanya memanggilmu dengan nama perawat!"
Perawat itu sangat tersinggung, tapi karena uang yang di terimanya cukup besar, akhirnya dia menerima penghinaan itu dengan senang.