
Elizabeth bersimpuh di lantai dingin tepatnya di ruang keluarga, televisi masih menyiarkan pesta besar itu, pesta yang di adakan oleh Kendrick untuk petinggi dan para pendukungnya.
Siarang langsung awalnya berjalan sangat baik, semua tampak menikmati hidangan. Para tamu di perkenalkan dan di sebut nama dan jajarannya satu persatu saat melewati karpet merah. Tidak semua yang hadir adalah pendukung Kendrick, bahkan tampak penjilat dan birokrat mulai menunjukkan wajahnya, demi mendapatkan posisi terdekat Kendrick sekarang.
"Harusnya kamu berada di sana menemani Kendrick." Ucap Diego di tujukan Elizabeth.
"Tidak! Ini sudah pilihanku, menahannya tidak akan menjadikan dia bahagia. Hanya Noela yang di butuhkannya. Berapa kali saat Kendrick membutuhkan hanya Noela yang siap membantu. Aku tidak memiliki arti apa apa bagi Kendrick." Ucap Noela, pandangannya masih tertuju pada saluran televisi.
Hingga tiba saatnya puncak acara, Kendrick akan membawa Noela ke atas podium.
Noela terlihat cantik mengenakan gaun pesta putih menaiki ke atas panggung, Kendrick menyambut dengan menjulurkan telapak tangannya. Pipinya yang merah dengan rambut sebahu yang di gerai juga tas warna keperakan menambah kesan glamour.
Pembawa acara menyebutkan nama Noela dengan sangat jelas. Noela membalas dengan senyum ramahnya.
Tak sedikit yang memuji kecantikan Noela, bahkan karier kedokteran juga di perlihatkan. Dan tidak sedikit yang iri melihat ke dua manusia yang tampak serasi tersebut.
Noela melemparkan senyum ramahnya, tangannya melambai di setiap pengunjung yang hadir.
Tapi sikap Kendrick bertolak belakang, ada kabut di matanya, dia sama sekali tidak tersenyum wajahnya datar terkesan sadis.
"Hidup senator Kendrick!" Ucap salah satu pengunjung dari kalangan biasa. Mereka berharap dengan terpilihnya Kendrick menjadi senator memberikan dampak yang cukup bagus, karena bagaimanapun juga tingkat kemiskinan dan kejahatan di sana adalah yang tertinggi.
Noela sangat menikmati perannya, bahkan dia hampir lepas kontrol karena begitu senangnya, Noela ingin melompat dengan mengatakan.
'Akhirnya aku menjadi satu satunya istri Kendrick.'
Tiba sesi tanya jawab, waktu yang di berikan oleh para pendukung dan wartawan. Seperti biasa wartawan akan mengulik kehidupan pribadi sang senator.
Kendrick adalah orang penting, jawabannya adalah cerminan dirinya untuk menjadikan perubahan negri ini. Banyak sekali pertanyaan di seputar karir politik.
Seorang wartawan tiba tiba menanyakan rumor yang beredar tentang senator memiliki tiga istri.
Kendrick hanya menjawab dengan santai.
__ADS_1
"Kehidupan pribadi saya adalah bukan konsumsi publik, jadi saya menolak jika di antara kalian menggali tentang itu. Saya harap anda memilih saya karena kemampuan saya untuk membuat perubahan dan bukan masalah pribadi saya." Jawab Kendrick jelas sambil menunjukkan ketidak sediaannya membicarakan itu.
Lain dengan Noela, jawaban itu membuatnya kesal, secara tidak langsung Kendrick menolak keberadaannya. Noela mengepalkan tangannya tak puas, malu bercampur kesedihan. Kemudian menyembunyikan ekspresinya.
"Kendrick sampai kapan kamu menolakku?" Bisik Noela, suaranya sama sekali tak terdengar.
Kendrick menangkap kegelisahan Noela tapi sama sekali tak berpengaruh. Jawabannya selalu sama, tak ada perasaan sedikitpun buat Noela.
Suasana gembira bahkan mirip seperti pesta rakyat itu alhirnya berubah menjadi tragedi terbesar di kota itu.
Suara tembakan sebanyak dua kali menghilangkan kegembiraan, suara riuh tiba tiba menjadi bungkam. Tidak ada yang tau apa yang terjadi.
Pandangan semua mata jatuh pada tumbangnya dua sosok tubuh di atas panggung. Semua tercengang tak percaya, berpikir saingan kandidat senator membalas dendam.
Ke duanya tumbang, kemudian para pengawal menghambur melindungi ke duanya dari tembakan berikutnya, takut tembakan kembali terjadi. Para tamu undangan berhamburan. Polisi sibuk mengamankan juga mencari penyusup.
Elizabeth terduduk lemas, dia menangis dan menutup wajah dengan ke dua telapak tangannya. Ada perasaan kuwatir tentang kondisi Kendrick. Seseorang pasti menargetkan nyawa laki laki itu. Pikiran Elizabeth menerawang ke mana mana. Apakah Jade ataukah saingan politiknya. Ternyata Elizabeth masih menguwatirkan mantan suaminya.
Di belakang Elizabeth ada Diego dan Leyton juga Nina, yang paling merasa terpukul adalah Leyton, bocah laki laki itu seakan tak percaya. Kemudian dia mulai mengetik tulisan di laptopnya.
Elizabeth tak bisa tenang, bebarapa kali dia memindahkan saluran televisi. Sampai akhirnya pembaca berita mengatakan seorang wanita lumpuh duduk di atas kursi roda adalah penembak sebenarnya. Kamera di arahkan kepada wajah penembak, tapi dengan cepat tertutup oleh punggung para polisi, tanpa menunggu lama sosok lumpuh di atas kursi roda langsung di bawa ke kantor polisi. Sementara itu kerumunan sudah di singkirkan, belum ada keterangan selanjutnya karena tangkapan layar belum menunjukkan siapa korban yang tertembak.
"Kamu tenangkan dulu." Ucap Deigo, dia tau Elizabeth panik. Tapi bukankah adiknya sudah bercerai? Tapi kemudian dia menyingkirkan pikirannya, mengira kepanikan adiknya karena Kendrick adalah ayah dari ke tiga anaknya. Detik kemudian perasaan Diego menenjadi tenang.
"Ma, di internet banyak berita beredar kalau yang tertembak adalah direktur Kend Grup." Ucap Leyton, dia mulai tak tenang. Sosok Kendrick adalah ayah idamannya, lalu dia mendekati mamanya, Diego hanya berdiri sambil memandang wajah mamanya, Leyton memang susah berekspresi mirip seperti ayahnya.
"Ma ayo kita ke kota." Ucapan Leyton sangat singkat.
Elizabeth tidak mungkin membawa Leyton pergi, dia tidak mau anaknya terluka.
Belum sempat Elizabeth menjawab, sebuah ketukan mengalihkan perhatiannya sejenak. Ketukan pada pintu mengagetkan semuanya.
"Apa ini saatnya? Saat dimana dia harus kehilangan Kendrick untuk selamanya.
__ADS_1
"Ma, biar Leuton yang membuka pintu." Ucap Leyton dengan gelisah.
Elizabeth berpikir mungkin sesorang mengabarkan kalau telah terjadi sesuatu pada Kendrick.
Leyton berteriak dari ruang tamu.
"Ma, seseorang mencari paman Diego?" Teriak Leyton.
"Siapa? Tanya Elizabeth, bukankah selama di Kolombia, Diego adalah pemuda penyakitan dan jarang bergaul?
Elizabeth mengikuti Diego, dia berjalan di belakangnya.
"Siapa?" Tanya Diego lagi pada Leyton sambil mendekat.
"Entahlah dia juga bilang mengenal mama." Tambah Leyton, kemudian berlalu pergi.
"Apa?!" Tanya Elizabeth tak percaya.
Sosok pria tinggi membelakangi mereka, kemeja putih dengan jas yang sudah di lepas. Sepatu hitam juga parfum yang maskulin, tapi satu penampilan yang tidak bisa mereka lupakan, tanpa pria itu menolehpun mereka dapat mengenali dari warna rambutnya yang aneh.
"Juan!" Teriak ke duanya.
Laki laki itu adalah Juan, kemudian dia membalikkan tubuhnya. Lelaki tampan tapi aneh.
"Kamu bagaimana bisa disini?" Tanya Diego.
"Aku merindukan kota ini juga wanitanya." Ucapan itu di tujukan pada Elizabeth sambil mengedipkan sebelah matanya.
"Mimpi!" Ucap Elizabeth. Diego membalas dengan seringaian.
"Kamu berani kembali ke kota ini, bagaiman jika Kendrick mengetahui?"
"Dia sudah merampas milikku, apalagi yang dapat di gunakan sebagai ancaman, asetku di Jepang? Dia tidak ada kuasa untuk melakukan itu, kuasanya tidak mungkin sampai ke Jepang."
__ADS_1
Ketiganya masuk ke dalam rumah yang tak begitu besar, dan mulai bercerita ketegangan yang terjadi di Bogota.