
Kendrick tidak tahan lagi, wangi aroma tubuh Elizabeth yang membuatnya tertarik sekarang berubah bau anyir dan busuk.
Wajah yang cantik dengan rambutnya yang berkilau, membuat dirinya jatih cinta tidak ada lagi dan berubah mulai membusuk.
Kuku jari yang rapi juga dan kulit lembab yang dulu selalu di belainya kini menghitam dan keriput.
Kendrick duduk di kursi taman, penantiannya bertahun tahun untuk menjadikan Elizabeth menyandang status sebagai istri hanya di nikmati dalam waktu beberapa hari saja. Kendrick menekan dadanya, paru parunya terasa sesak, jantungnya seakan berhenti berdetak. Sinar matahari yang cerah tak menolong ke galauannya. Berkali kali Kendrick memukul dadanya, penyesalan yang pernah dia lakukan, perlakuannya terhadap Elizabeth sudah di tebusnya tetapi belum tuntas. Wanita itu memilih menceburkan dirinya ke jurang laut tanpa tau alasannya. Padahal jika mau bersabar beberapa detik saja dia yakin bisa menolong wanita itu. Elizabeth memilih mati tanpa tau alasan Kendrick kenapa menyelamatkan Eva dan Noela terlebih dulu. Masih teringat tatapan mata Elizabeth dengan jelas, pandangan kekecewaan dan penuh rasa sakit. Menusuk langsung ke jantungnya. Mengapa sesakit ini? Jika saja waktu dapat di ulang, kenapa harus ada kejadian ini? Jika saja boleh memilih Kendrick akan rela jika Elizabeth meninggalkannya dan memilih laki laki lain asalkan dia masih hidup dan Kendrick bisa melihatnya.
Kenapa harus ketiga istrinya secara bersamaan bergelantung di ujung jurang? Walaupun keterangan dari Eva dan Noela menceritakan kronologi yang sama persis, tetapi Kendrick masih belum percaya.
Sayangnya Noela yang mengatakannya, tentu wanita itu tidak bisa berbohong, kebenarannya dapat di pertanggung jawabkan.
Lagipula CCTV tidak menjangkau ujung tebing, Kendrick menengadahkan kepalanya, menarik udara sebanyak banyaknya kemudian menghembuskannya dengan kasar. Air matanya menggenang di sudut ke dua matanya. Marco hanya berdiri di belakang Kendrick, memandang punggung sang penguasa itu dengan perasaan prihatin. Marco tau perjuangan Kendrick mendapatkan kepercayaan Elizabeth.
"Bos, mengenai jasad itu, apa perlu di otopsi?" Tanya Marco hati hati. Tujuan menanyakan mengenai otopsi adalah memastikan apa jasad itu benar benar nona Elizabeth.
Kendrick menggelengkan kepalanya. Dia juga sangat yakin dengan penglihatannya, gaun Elizabeth yang di kenakan dengan corak bunga bunga adalah hadiah darinya, Kendrick memesan kusus untuk Elizabeth, yang membuatnya heran mengapa gaun pantai itu mirip sekali dengan yang di kenakan Eva? Cicin pernikahan juga masih melingkar di jari jasad wanita itu. Meragukan apa lagi?
__ADS_1
"Tidak, itu akan menyakitinya. Lakukan pemakaman besok, tapi biarkan aku yang mengatur semuanya. Persiapkan saja pemakaman di Bogota." Perintah Kendrick, suaranya terdengar lirih tapi tegas.
"Bos, satu lagi kabar dari Matheo. Berkas berkas mengenai nona kecil Nina sudah selesai. Tinggal penandatanganan dan cap resmi pemerintah."
Kendrick menganggukkan kepalanya. Kesedihannya begitu besar, mengetahui status Nina yang ternyata darah dagingnya di saat bersamaan tragedi kematian Elizabeth.
Sebelum Kendrick kembali ke penginapan pantai bersama Marco, Terlebih dahulu melihat kondisi Noela dan bayinya. Kondisi Noela masih tidak berubah, Noela menjalani tidur panjangnya. Sementara menurut dokter bayi Noela baru bisa di keluarkan dari inkubator besok pagi, besamaan waktu pemakaman Elizabeth.
Nina masih menutup diri jika bertemu dengan Kendrick, beberapa kali Leyton membujuk Nina agar memanggil Kendrick dengan sebutan papa, sayangnya Nina menolaknya.
Kendrick merapikan kamar Elizabeth, mengumpulkan semua barang yang mungkin saja menjadi kenangan terakhir buat Nina. Saat menarik laci nakas, Kendrick menemukan secarik kertas surat permohonan perceraian yang sudah di tanda tangani oleh Elizabeth. Kendrick meatap kertas itu, dan berpikir sejenak.
Kendrick meremas kertas itu, untuk apa menandatangani berkas perceraian? Toh pemohonnya sudah mati. Kendrick melemparkan kertas ke dalam tempat sampah.
Pemakaman pusat Bogota, nampak kesibukan di area pemakaman Bogota. Seluruh masyarakat tau jika hari ini adalah pemakaman istri ke tiga bos mafia Kolombia. Rumor yang beredar mengatakan kalau istri ke tiga Kendrick adalah cinta pertamanya dan sekaligus wanita yang pernah di jualnya. Marco harus membungkam mulut para pembenci itu. Karena Marco sendiri yang menjadi saksi utama tentang isyu tersebut. Kendrick tidak pernah benar benar menjual Elizabeth, dia hanya menakut nakuti Elizabeth. Bahkan orang yang terlibat masalah itu sudah di bereskan. Seperti gerombolan mahasiswa yang pernah mempermainkan Elizabeth, termasuk pegawai pemerintahan Roberto, bisnis Roberto pernah hancur karena perbuatan Kendrick, dia berhasil melepaskan diri setelah membayar kompensasi kepada bos mafia Kendrick.
Kendrick tidak tau bagaimana cara penyampaian perasaannya, Kendrick bukan lelaki romantis, dia hanyalah manusia biasa yang bisa marah dan kecewa.
__ADS_1
Para pelayat sudah berkumpul di pusat pemakaman Kolombia. Sebagian besar pelayat yang datang mengenakan pakaian serba hitam, Kendrick menolak tradisi membuka peti mati untuk penghormatan yang terakhir. Dia tidak mau melihat wajah Elizabeth yang hancur, Kendrick hanya mau mengenang wajah cantik Elizabeth hingga di akhir hayatnya.
Satu tangan Kendrick menggendong Nina yang tengah meringkuk di pundaknya, satu tangannya menggandeng tangan Leyton. Kaca mata hitam yang di kenakan menyamarkan kesedihannya. Pemakaman Elizabeth berlangsung khitmat dan lancar.
Sesaat setelah acara pemakaman semua berkumpul di ruang tamu kastil barat Julia dan Matheo juga hadir tak terkecuali Eva.
"Berikan berkasnya." Ucap Kendrick datar kepada Matheo. Matheo menyodorkan berkas kepada Kendrick kemudian menandatanganinya. Berkas tentang pengesahan Nina dan putri Noela yang di beri nama Eliana.
Dengan penandatanganan itu berarti status Nina dan Eliana sudah syah menyandang nama belakang Kendrick. Eva masih duduk tenang tak terpengaruh apapaun hingga akhirnya Kendrick mengatakan sesuatu yang membuat Eva tidak terima.
Marco menyodorkan berkas lain yang baru saja di periksanya.
"Bos, ini berkas pembagian saham buat nona kecil Nina dan nona kecil Eliana."
"Kendick, bukankah ini terlalu buru buru?" Tanya Eva.
Kendrick tidak memperdulikan perkataan Eva, kemudian dia mulai menandatangani berkas berkas. Tangan Eva mengepal hingga kuku jarinya menancap ke dalam kulit.
__ADS_1
Waktu berlalu satu bulan setelah kejadian. Trauma yang di alami Nina sudah mulai hilang, tertutup oleh kebaikan Kendrick dan Leyton. Kendrick menempatkan satu lagi pelayan yang bertugas mengawasi Nina, pelayan bernama Xa Hui kebangsaan asia. Pelayan Xa Hui begitu gesit dan teman baik dari Maria.
Kemarahan Kendrick pada Matheo dan Julia sudah mulai di lupakan. Kekecewaan Kendrick terhadap Matheo tentang status Nina sudah di jelaskan bahwa saat itu status Nina masih abu abu dengan kata lain Elizabethpun tidak yakin dengan kondisi putrinya.