
Angin malam dan berdebu, Elizabeth tidak mungkin membiarkan putri kecilnya kelelahan, gadis sekecil itu tidak akan tau permasalahan orang tuanya. Marco mengantarkan Elizabeth dan Nina ke hotel besar di Kolombia, hotel berbintang masih dalam naungan Kend Grup. Elizabeth menolak tawaran Marco untuk membayar kamar yang di pesan. Karena Elizabeth tau kalau hal itu adalah perintah Kendrick.
Nina sudah terbaring di tempat tidur, selimut putih membungkus tubuh Nina yang kecil itu bak sebuah kepompong. Elizabeth duduk di kasur dan bersandar, malam ini dia tidak bisa memejamkan matanya.
Elizabeth merasa bersalah terhadap Leyton, tapi perasaan cemburunya benar benar ada. Di tambah sesungguhnya Elizabeth merasa tidak nyaman jika berbagi suami dengan kakaknya. Jika harus berbagi suami dengan orang lain mungkin Elizabeth masih memiliki toleransi.
Elizabeth memikirkan kesehatan Noela, siapa yang akan merawatnya. Tetapi sebenarnya saat ini sudah ada pelayan dan team dokter yang menjaga Noela, lalu untuk apa dia bertahan di kastil. Tapi saat melihat kondisi Nina dan bayi dalam perutnya, mau tidak mau Elizabeth harus tetap berada di sisi Kendrick, Elizabeth menarik nafas berat dan menghembuskannya secara kasar.
Apalagi saat Marco mengantarkannya, laki laki kepercayaan Kendrick itu bercerita kalau saat ini Kend Grup tengah bermasalah. Goncangan di perusahaan datang dari pihak penanam modal, seseorang secara sembunyi sembunyi membeli saham kecil. Pemilik saham kecil memang bukanlah suatu ancaman, hanya saja bila di fokuskan atau di miliki satu orang, akan menjadikan sebuah masalah besar. Nilai saham kecil yang di jual saat ini sudah mencapai 15% dari saham perusahaan. Sedangkan saham Lendrick saat ini sebesar 40% sisanya 45% dimiliki Leyton, Matheo dan pemegang saham kecil lainnya.
Itu artinya ada penghianat di dalam perusahaan yang di miliki Kend Grup. Bagaiman tidak, di dalam penjualan saham di butuhkan orang dalam untuk melihat struktur dan kondisi perusahaan tertentu, membutuhkan tenaga ahli untuk mengambil langkah terakhir, karena menghindari kerugian.
Hari menjelang pagi, Kendrick tiba di kantornya. Sebelum berangkat dia harus melihat kondisi Noela, perkembangan kesehatan lumayan banyak kemajuan. Penanganan dokter Artur benar benar di acungi jempol, bahkan Kendrick memujinya di dalam hati, hanya saja seorang kepala mafia seperti Kendrick memiliki ego cukup besar untuk mengucapkannya.
Leyton juga sangat bersedih, beberapa kali dia menanyakan keberadaan Elizabeth dan Nina, entah mengapa Leyton dan Nina semakin memiliki ketergantungan seakan enggan di pisahkan. Apa hanya karena saudara seayah?
"Bagaimana, apa kamu memberinya kamar yang terbaik?" Tanya Kendrick pada Matheo di sela sela kesibukan kantornya.
"Nyonya tidak mau menerima, dia memilih kamar sendiri, bahkan saat aku menawarkan untuk melunasi, nyonya tetap menolak."
Jawaban Matheo mengecewakan Kendrick, keras kepala Elizabeth masih saja ada. Padahal saat ini hidup Kendrick hanyalah berkisar Elizabeth dan anak anaknya.
Kendrick mengibaskan tangannya, kemudian dia menekan ke dua pelipisnya, seakan masalah yang terberat tengah menghantamnya.
Bahkan Marco merasa bos Kendrick tidak biasa seperti ini, seakan beban pikiran yang sangat besar tengah mendera, seolah sebuah ember berisi kerikil tajam dan mortir dan meluber kemana mana.
Matheo memasuki ruangan dengan membawa amplop besar berisi beberapa berkas, kemudian dia melemparkan amplop ke meja Kendrick.
Tak beberapa lama sekretaris He juga memasuki ruangan yang sama.
Kendrick membuka amplop milik Matheo, membaca lembar demi lembar, tak ada keterkejutan di wajah Kendrick, ekspresinya tetap datar dan biasa saja, dingin dan kaku.
"Kamu tau masalah ini?"
__ADS_1
Kendrick tidak menjawab, tetap membaca berkas yang di bawa Matheo, sesekali menghisap cerutu Cuba.
"Kenapa kamu tidak mengambil tindakan? Ini pasti di bantu orang dalam."
"Ya aku tau, pelankan suaramu." Ucap Kendrick tidak perduli. Seorang pelayan membawa beberapa cangkir teh pegunungan Cina, aroma tehnya menyebar di seluruh ruangan. Sesekali Kendrick menyesap teh hangat itu.
"Kamu sudah tau siapa yang melakukan ini? Atau kamu mencurigai seseorang? Kamu tidak bisa membiarkannya, jika 25% lagi dia mendapat tambahan saham, kamu harus pengsiun dini."
"Dari gayanya aku tau siapa dia. Biarkan aku bermain main sebentar."
Matheo kesal dengan keacuhan Kendrick, saham 35% itu memang di miliki Leyton melalui perwalian istrinya, di tambah penanam modal, lalu 10% di miliki oleh Matheo. Milik Matheo masih di bagi dua bagian, 5% milik Matheo dan 5% lagi milik anggota firma yang di pimpinnya saat itu, sekarang Matheo adalah pimpinan jaksa wilayah, sehingga dia tidak dapat lagi mengontrol pergerakan saham 5% dari mantan anak buahnya. Dengan kata lain mereka berhak mengelola saham milik mereka sendiri.
"Hentikan permainanmu sekarang, kalau tidak bisa kacau. Aku ingin tau siapa orangnya!"
"Untuk apa? Lagi pula hari ini aku lelah, Marco antarkan aku ke hotel, cari kamar di samping Eli."
Marco segera menghubungi pihak hotel, sementara itu sekretaris He memberikan dokumen yang baru saja di terima, ada stempel kepolisian di sampul pojok amplop coklat itu.
"Apa sudah lengkap?"
"Tidak masalah, melihat gayanya saja aku sudah tau. Kita hanya menunggu pergerakan sepanjutnya." Ucap Kendrick, dia fokus mikirkan masalah Elizabeth.
"Hei tunggu! Apa Elizabeth kabur dari rumahmu? Pantas saja Julia meninggalkan aku pagi pagi sekali, kamu benar benar...." Belum selesai Matheo mengeluarkan umpatannya, Kendrick semakin jauh meninggalkan ruangannya.
Elizabeth sarapan di hotel, Nina begitu senang menikmati makan pagi kali ini, tapi setelahnya wajahnya berubah murung. Berkali kali dia bertanya kepada mamanya kapan dirinya kembali pulang ke kastil, Nina sangat merindukan Leyton.
"Tidak untuk saat ini, mama lelah dan sementara ini kita tinggal di hotel."
"Tapi aku lebih suka tinggal bersama paman Kendrick."
Elizabeth menarik nafas panjang, bahkan sampai saat ini putrinya dibiarkan saja oleh Kendrick memanggil dengan sebutan paman.
"Anak nakal! Bukankah sering kali sudah di ingatkan kalau harus memanggil dengan sebutan 'Papa'." Tiba tiba tubuh Nina melayang dalam gendongan seorang laki laki tampan.
__ADS_1
"Paman aku merindukanmu!" Teriak Nina kencang, dia mencium pipi kanan dan kiri Kendrick.
"Panggil papa." Perintah Kendrick.
Sialan bagaimana dia tau apa yang aku pikirkan!
Batin Elizabeth kesal, Kendrick benar benar menemuinya.
"Tapi tanpa seijin mama aku..."
Jawab Nina, gadis sekecil itu sangat patuh. Dia tidak mau melukai hati mamanya.
"Tidak perlu, karena kamu putriku."
"Benarkah? Lalu di mana Leyton?"
"Bukankah dia harus sekolah? Dan kamu sekarang tengah membolos, itu tidak baik."
Tiba tiba wajah Nina berubah masah, dia memandang mamanya dan merajuk. Nina tidak mau tertinggal oleh teman temannya.
"Setelah sarapan kita pulang." Ucapan Kendrick tidak hanya di tujukan Nina tapi kepada Elizabeth juga.
Nina memandang mata Elizabeth dan menghiba, Elizabeth merasa di intimidasi oleh dua mahluk beda generasi. Dia hanya bisa menganggukkan kepalanya.
"Tentu saja mama harus pulang, papa harus menyempurnakan bentuk adikmu." Sindir Kendrick kepada Elizabeth, wajah Elizabeth memerah.
"Kunci mulutmu di depan anak kecil!"
"Kalau begitu ayo pulang, kalau tidak aku tidak bisa mengunci mulutku, ada sesuatu yang harus aku jelaskan kepadamu."
"Aku sudah tau semua dari Marco."
"Dan sekarang sudah tenang?"
__ADS_1
Nina hanya menatap bingung ke duanya. Tapi gadis kecil itu cukup senang.