Cinta Wanita Kumal

Cinta Wanita Kumal
Kecelakaan Tragis


__ADS_3

Malam semakin larut, penduduk bumi tengah terlelap di peraduan, angin semilir berhembus, begitu dingin menusuk hingga ke dalam tulang. Semua terlena oleh mimpi yang indah.


Berbanding terbalik dengan isi hati nyonya Kendrick yang remuk redam, perkataan Embre membuat dirinya merasakan sesak napas. Jantungnya bergemuruh, darahnya mendidih. Membayangkan Kendrick atau suaminya memberikan perhatian lebih kepada dokter Noela.


Beberapa kali wanita itu meneguk minuman keras berwarna merah, wine mahal yang di sajikan oleh Berta membakar emosinya, dan semakin membesar.


Berta hanya berdiri di pojok tepatnya di dalam kamar majikannya, dia hanya melihat majikannya yang tengah berjalan mondar mandir sambil ke dua tangannya berkacak pinggang.


"Sialan!" Umpat nyonya Kendrick. Berta menggigil ketakutan.


Beberapa kali Berta menuangkan minuman keras berwarna merah itu ke dalam gelas kristal milik majikannya.


Berta tidak berani membantah ataupun bertanya, karena lutut dan telapak kakinya juga belum sembuh benar, akibat siksaan majikannya.


Berapa kali dia hendak mengundurkan diri, untuk tidak menjadi pelayan utama nyonya Kendrick, tetapi di urungkannya karena dia mendapatkan gaji yang sangat besar di tambah ancaman dari majikannya yang membuat dirinya ketakutan.


Maria beberapa kali mengingatkannya, tetapi karena kebutuhan keluarganya yang ada di kampung membutuhkan uang yang tidak sedikit.


"Berikan aku minuman lagi!" Perintah nyonya Kendrick.


"Tapi.." Ucap Berta mencoba mengingatkan kalau botol wine itu sudah kosong.


Gelas kosong itu mendarat di samping tubuh Berta, jika saja dia tidak bergerak cepat mungkin sekali lagi akan mendarat di keningnya. Gelas wine itu pecah berkeping keping, bahkan pecahannya mengenai punggung tangan Berta, untung tidak terlalu parah.


"Bodoh! Ambilkan lagi!"


"Tapi maaf, gudang wine sudah di kunci oleh pelayan utama." Ucap Berta dengan ketakutan.


"Cari cara!"


"Baik, saya akan ke kastil barat."


"Buat apa!"


"Karena pelayan utama tidur di kamar pelayan yang ada di kastil barat."


"Jangan!" Teriak wanita itu dengan keras. Jika Berta membangunkan pelayan utama, bagaimana kalau Kendrick mengetahuinya.


Sekali lagi Berta mengingatkan majikannya tidak secara langsung.


"Berta apa Marco menginap di kastil barat?"


"Tidak nyonya besar. Beberapa hari ini tidak kelihatan."


"Lalu apa dia pulang ke apartemennya?"

__ADS_1


"Sepertinya tidak, aku mendengar pembicaraan tuan Marco dan pelayan utama, kalau beberapa hari ini dia di perintahkan menginap di club malam milik tuan Kendrick." Jawab Berta dengan hati hati.


"Hmm, ada berita apa selain itu?"


"Saya juga mendengar pembicaraan mereka kalau sebenarnya tuan Marco menjaga dokter Noela, dan katanya dokter Noela setiap hari datang ke club untuk menemui tuan Kendrick."


"Pasti dia menemui Kendrick di D'Oreon. Dasar dokter murahan."


"Seperti benalu saja, kenapa nyonya tidak langsung menyingkirkan dokter Noela saja." Berta mulai memprofokasi majikannya.


"Tutup mulutmu, aku tidak meminta saran dari kamu. Lancang!"


Berta langsung menutup mulut dengan tangannya sendiri, dia terlalu cepat memberi saran nyonyanya. Beruntung majikan tidak terlalu emosi.


"Tapi benar juga ucapanmu, panggil Embre sekarang!"


"Baik." Ucap Berta merasa lega, karena wanita itu menerima bujukannya, dan sebentar lagi majikannya akan memberinya hadiah kepadanya.


Berta berlari guna memanggil Embre. Berta harus berhati hati karena takut ketahuan kepala pelayan, bagaimanapun juga kepala pelayan adalah tangan kanan Kendrick.


Beberapa saat kemudian, Berta sudah menemukan keberadaan Embre.


"Nyonya, Embre berada di depan pintu." Ucap Berta.


"Suruh masuk, aku akan ke ruang keluarga, temui aku di sana."


Embre memasuki kastil timur, dia harus bersembunyi dari pengawal Kendrick jika dia harus menemui nyonya besar Kendrick.


Embre dan Berta berjalan beriringan memasuki ruang makan, ke duanya adalah pasangan yang serasi, sama sama menjadi manusia penjilat.


Ke duanya berdiri di samping meja makan, bersebarangan dengan nyonya besar Kendrick yang tengah duduk sambil mengamati mereka.


"Duduk." Perintah nyonya Kendrick.


Ke duanya terheran, ada angin apa sehingga majikan menyuruh mereka duduk di meja makan yang sama?


Embre dan Berta ragu ragu menuruti majikannya, walaupun akhirnya mereka melaksanakan perintah itu.


"Aku membutuhkan kalian, kali ini hadiahnya lumayan besar."


Embre dan Berta saling memandang seolah mencari jawaban.


"Bagaimana?"


Ke duanya menganggukkan kepala, meyakinkan majikannya bahwa mereka benar benar pelayan setia.

__ADS_1


"Kalau begitu kalian harus membantuku."


Ke duanya masih menunggu kalimat apa selanjutnya yang ke luar dari mulut majikannya.


"Kenal dokter Noela?"


"Kenal nyonya." Ke duanya menjawab secara bersamaan."


"Ok. Bagus." Kemudian nyonya Kendrick mengintruksikan apa yang harus di lakukan Embre terhadap dokter Noela. Ketiganya tampak serius. Gaya bicara Wanita itu sedikit tenang tapi mengandung bisa ular yang mematikan.


"Paham?" Tanya wanita itu.


"Tapi nyonya, bagaiman kalau tuan mengetahuinya? Tanya Berta.


Tak ada jawaban dari mulut wanita itu, dari ekspresi wajahnya dapat di gambarkan kalau wanita itu sudah cukup menahan sabar. Satu tamparan mendarat di wajah ke dua anak buahnya.


Baik Berta ataupun Embre sangat terkejut, tidak ada keberanian mengusap wajah bekas tamparan.


"Jangan memikirkan yang tidak mungkin, selebihnya biar aku yang melakukannya. Paham!"


Embre dan Berta menganggukkan kepalanya.


"Lakukan sekarang! Aku tidak mau mendengar tentang kegagalan."


Ke dua manusia suruhan itu meninggalkan kastil timur menuju tempat eksekusi. Ke duanya tidak berani lagi membantah. Tamparan tangan majikannya itu membekas di pipi masing masing manusia itu. Ke dua manusia itu memiliki ambisi yang sama yaitu keserakahan.


Satu hari berlalu, memasuki malam hari, sebuah kendaraan sedan berwarna merah melewati jalan besar Bogota, suasana kala itu tidak seperti biasa, terlihat sepi. Awalnya sedan merah yang di kendarai oleh dokter Noela melaju dengan kecepatan sedang. Sebelum berangkat ke club D'Oreon di mana tempat Elena berada, dokter Noela terlebih dahulu dinas di rumah sakit besar Bogota milik Kend Grup. Rutinitas barunya yang selalu di lakukan sejak di temukannya Elena.


Saat lampu lalu lintas berwarna merah menyala, memaksa mobil untuk menghentikan laju kendaraan. Noela memeriksa notifikasi pada ponselnya sesaat sebelum lampu berubah hijau. Tanpa di sadari sebuah kendaraan besar melaju dari arah samping, menghantam bodi kendaraan dokter Noela dari sebelah kanan, benturan itu sangat keras. Ironis sekali, mobil sedan merah itu terdorong hingga beberapa meter. Menghempas dan mengeluarkan suara berderit. Beberapa orang penyeberang jalan menjerit ngeri.


Kecelakaan tak dapat di hindari. Dorongan truck besar itu tak berhenti sampai di situ saja


Truck sama sekali tidak mengurangi laju kecepatan. Teriakan penduduk sekitar bahkan tak di dengarkan. Dorongan truck pada sedan berwarna merah itu berhenti setelah menabrak sebuah tiang besar. Jejak berbentuk roda kendaraan berwarma hitam akibat beradu dengan permukaan aspal.


Ke dua kendaraan itu sama sama mengeluarkan asap berwarna putih yang membumbung ke atas.


Percikan api kecil sudah mulai timbul. Beberapa orang mencoba mendekati lokasi kejadian, demi melihat korban apakah masih bisa di selamatkan.


"Api api api!" Teriak salah satu pejalan kaki.


Walaupun Kolombia adalah negara yang individu, tetapi melihat kejadian tragis seperti itu, tentu hati mereka merasa tergerak untuk menolong.


Setiap dari mereka melakukan pertolongan sebiasanya.


"Ada korban, ada korban!"

__ADS_1


Keadaan makin ramai, entah untuk menolong ataupun hanya sekedar untuk melihat.


Trimakasih yang menyukai novelku. Selamat hari raya idul fitri 2022. Gracias🥰


__ADS_2