
Elizabeth terbangun di hari menjelang pagi. Tidak ada Kendrick lagi di sampingnya. Masih sangat jelas dalam ingatannya, Kendrick tidak melakukan hal itu dia tidak menuntaskan hasratnya. Perlakuan Kendrick sama seperti saat mereka pertama kali berpacaran, tidak langsung menyentuhnya.
Elizabeth tertidur dengan sendirinya. Sementara Kendrick tertidur di atas sofa bed warna merah. Elizabeth memuji ketampanan wajah lelaki yang berada satu kamar dengannya hingga tanpa terasa dia hanyut dalam pikirannya dan akhirnya tertidur.
Pengakuan yang tidak secara langsung di ucapkan, memberikan sinyal isyarat kepada Kendrick bahwa benar dirinya adalah Elizabeth. Walaupun hal itu di luar rencana tapi dia yakin bisa menahlukkan hati Kendrick untuk yang ke dua kalinya. Sepertinya ini rencana yang mudah. Walaupun tanpa di sadari ini adalah jebakan yang di rencanakan untuk Kendrick oleh lelaki misterius.
Elizabeth terbangun tanpa menggunakan sehelai benangpun, untung saja Kendrick meninggalkan paper bag berisi setelan kaos dan celana jins, yang sesuai dengan ukurannya.
Elizabeth bergegas meninggalkan kamar VIP, menuju ruangan yang di khususkan untuk karyawan. Pagi ini hanya terlihat beberapa petugas kebersihan yang tengah merapikan beberapa kekacauan yang di tinggalkan oleh penikmat club malam D'Oreon.
Saat Elizabeth menuju pintu keluar dan hendak meninggalkan club D'Oreon. Tanpa peringatan sebuah tangan menjambak rambutnya, Elizabeth begitu terkejut. Berusaha melepaskan remasan tangan dan berusaha menarik ujung rambutnya, bahkan seseorang di belakangnya berusaha melukai wajahnya. Elizabeth merasakan kesakitan dan berteriak. Dia tidak bisa melihat siapa yang tengah berusaha melukainya.
Elizabeth berhasil melepaskan diri dari cengkraman tangan pada rambutnya, saat dia membalikkan wajahnya ternyata di depannya adalah primadona D'Oreon yang baru saja naik ke pangkuan Kendrick dia tidak mungkin lupa karena kejadian itu baru saja di alaminya, walaupun sebenarnya dia enggan menatap adegan fulgar yang di lakukan wanita di depannya.
Belum juga hilang rasa terkejutnya sebuah tamparan mendarat di pipinya dengan keras hingga tubuh Elizabeth terpental ke belakang beberapa langkah.
"Apa yang kamu lakukan?" Ucap suara seseorang dari arah belakang. Ternyata pemilik suara itu adalah Santa. Biasanya Santa pulang menjelang pagi tetapi karena Marco memerintahkannya untuk mengawasi Elizabeth tentunya dia harus melaksanakan perintah itu dengan baik.
"Biarkan aku merusak wajah wanita brengsek ini."
"Kamu jangan macam macam." Ucap Santa tidak kalah galak.
"Dia sudah merusak suasana, beraninya masuk di saat aku sedang berduan dengan bos Kendrick."
"Marco yang membawanya."
"Apa maksud semua ini ha!"
"Karena perintah dari tuan Kendrick!"
"Apa?"
Elizabeth dan primadona club D'Oreon sama terkejutnya. Apa tujuan Kendrick memanggil dirinya saat melakukan hubungan intim dengan Wanita lain. Demikian juga sebaliknya.
__ADS_1
Primadona merasa terhina, dia berniat menyingkirkan Elizabeth, karena di anggapnya Elizabeth sudah merebut perhatian Kendrick.
"Jadi tolong kamu ingat, sedikit saja kamu melukai kulit Elizabeth, Marco akan menendangmu kembali ke jalanan. Kamu harus mengingat bahwa Elizabeth adalah wanita bos kita. Paham?"
Primadona itu membuang muka, wajahnya mencelos tidak senang, kemudian pergi dan meninggalkan ke dua orang yang kesal dengan kelakuannya.
"Kamu! Ikutlah aku." Ucap Santa tegas.
Elizabeth mengikuti langkah Santa kembali ke dalam. Mereka tiba di sebuah ruangan yang di khususkan untuk ruang ganti para pegawai.
"Pakai ini, pipimu membengkak."
Elizabeth menganggukkan kepala, mengusapkan salep pemberian Santa ke area pipi bekas tamparan primadona. Salep pemberian Santa memang terbukti mujarab, karena beberapa kali usapan saja pipinya berkurang rasa nyerinya.
"Bawa saja salebnya. Kamu kos di mana?"
"Tidak jauh dari sini."
"Baiklah, aku pulang duluan ya. Jangan terlambat hari ini ada bos besar yang memboking tempat ini."
"Dan satu lagi, jangan berharap banyak dengan laki laki. Kamu juga harus berhati hati."
"Maksudnya?"
"Kamu bisa berpikir sendiri ok?"
Santa meninggalkan Elizabeth sendirian, dia sama sekali tidak mengerti maksud ucapan Santa. Tetapi pastinya dia harus berhati hati dengan primadona club D' Oreon.
*****
Satu bulan sejak kejadian itu, Kendrick hampir tidak pernah menemuinya. Kalaupun datang di club malam D'Oreon, dia hanya bertemu dengan primadona club ini. Elizabeth sedikit kecewa, bagaimana dia bisa mendekati Kendrick kalau bertatap muka saja tidak pernah. Elizabeth sering mencuri pandang mencari keberadaan Kendrick, tetapi tetap saja tidak berhasil. Elizabet sedikit kecewa.
Malam ini sedikit ramai, banyak tamu besar yang mengajak dan memintanya menemani minum anggur bersama. Kepiawaian Elizabeth sangat di kagumi, Elizabeth bahkan pantas di sandingkan dengan primadona club D'Oreon. Elizabeth banyak mendatangkan keuntungan yang besar. Minuman banyak terjual.
__ADS_1
Beruntungnya Elizabeth dekat dengan Santa. Santa mengajarinya cara menyenangkan tamu tanpa harus di lecehkan. Bahkan Santa menganggap Elizabeth adalah adiknya, walaupun usia mereka hanya terpaut satu tahun.
Keberhasilan Elizabeth tentu saja membuat iri para seniornya terutama primadona club D'Oreon. Keberadaan Santa tidak selalu ada untuk Elizabeth. Hingga suatu hari primadona itu menyiapkan jebakan untuk Elizabeth.
Memberikan afrodisiak di dalam cangkir minumannya. Afrodisiak adalah zat yang mampu meningkatkan gairah s****al.
Awalnya Elizabeth berdua dengan Primadona menemani sekumpulan mahasiswa yang tengah mencari hiburan malam.
Sekumpulan mahasiswa itu adalah merupakan anak orang kaya yang tengah merayakan hari ulang tahun. Tentu saja mereka royal menghabiskan uang untuk membeli minuman.
Tanpa di sadari Elizabeth rekan kerja yang merupakan primadona club malam D'Oreon memasukkan serbuk afrodisiak ke dalam minumannya dan beberapa mahasiswa.
Bahkan perlakuan primadona pada dirinya juga tidak seperti biasa, terlihat baik dan akrab, selama ini primadona tidak akan bersedia jika di gabungkan dengan Elizabeth, tetapi bagaimana bisa malam ini dia meminta Elizabeth melayani tamu dalam satu ruangan dan bekerja bersamaan. Elizabeth yang naif menganggap ajakan primadona adalah sesuatu pertanda baik profesional. Elizabeth menerimanya ajakan itu dengan tangan terbuka. Bahkan mereka terlihat akrab.
Gelas minuman berisi afrodisiak di berikan kepada seluruh mahasiswa dan Elizabeth kecuali dirinya. Semua yang ada di ruangan itu tidak menyadarinya. Cara kerja obat jenis afrodisiak memang tidak lama dan reaksinya cukup kuat.
Sesaat setelah Elizabeth dan beberapa mahasiswa itu menenggak minuman anggur berkadar rendah namun berisi obat perangsang tubuh mereka mulai memanas, kulit muka memerah, gelisah dan mata terlihat liar.
Elizabeth menyadari ada sesuatu yang tidak beres pada dirinya, berusaha ke luar dari ruangan itu tetapi primadona menghalanginya. Tenggorokan terasa kering, semakin minum tenggorokannya semakin terbakar. Demikian juga mahasiswa itu, melihat Elizabeth dan primadona itu sebagai mangsa, mereka kehausan. Apalagi di antara mereka ada sebagian yang belum pernah merasakan hal ini.
Mahasiswa itu mulai bergerilya, baik kepada Elizabeth atau primadona itu, untung saja perlawanan dan akal sehat Elizabeth berusaha melawan.
Primadona berdiri dan bersiap meninggalkan ruangan itu. Tetapi saat membuka pintu seorang laki laki berperawakan kekar merengsak masuk dan membawa tubuh Elizabeth di dalam gendongannya. Primadona itu di paksa tinggal di dalam ruangan berisi mahasiswa yang tengah terpengaruh afrodisiak. Bisa di bayangkan seorang wanita di tinggal dalam satu ruangan bersama sekumpulan mahasiswa yang kelaparan. Primadona itu berteriak meminta tolong. Tetapi tidak satu orangpun memperdulikannya. Akhirnya dia memanen kekacauan yang dia buat sendiri.
Sementara itu Elizabeth di larikan ke kamar VIP pribadi milik Kendrick. Tubuhnya panas dan menggigil, mata merah mengkristal. Gelisah, berdebar, kepala seakan mau pecah. Antara sadar dan tidak, otak masih dapat berpikir waras tetapi keadaan tubuh yang tidak terkontrol.
Sentuhan tangan Marco yang menggendongnya atas perintah Kendrick, seolah olah sentuhan lembut seorang kesatria. Kendrick selalu memantau gerak gerik Elizabeth, dari CCTV yang berada di ponselnya. Sehingga dia tau keadaan yang menimpa Elizabeth. Menyadari itu dia langsung mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju club D'Oreon.
Tidak lama kemudian Kendrick tiba di club miliknya, melihat Marco berada di depan pintu hatinya merasa puas. Marco mengunci Elizabeth di dalam kamar seorang diri.
"Bagaimana keadaan dia sekarang?" Tanya Kendrick dengan panik.
"Terakhir saya meninggalkan nona di kamar mandi, bos."
__ADS_1
"Siapapun yang menyiksa Elizabeth, tidak akan kubiarkan hidup tenang! Hanya aku yang berhak menyiksanya sampai mati!" Ucapan Kendrick dengan lantang.
Bagaimana? Makin seru kan? Saya yakin para pembaca sangat gemes dengan si PRIMADONA. Jangan lupa Like Komen and Vote ya. Gracias๐๐