
Elizabeth menjerit histeris. Dia tidak percaya dengan apa yang di ucapkan oleh mereka. Otak bisa bermasalah, depresi bisa saja datang kembali. Tapi kali ini Elizabeth tidak bodoh. Dia merasa yakin kalau yang di ketahuinya bukanlah ilusi.
Elizabeth tetap tidak mempercayai ucapan Luci dan lelaki itu. Melempar barang apapun yang berada di dekatnya.
Menolak semua makanan dan minuman yang di sodorkan oleh Luci kepadanya. Sulit mempercayai siapapun. Dia memilih kelaparan dan mati.
Ini bukanlah kecelakaan palsu, mengapa mamanya dan semua penghuni kastil ini mengatakan sebaliknya.
Elizabeth mengalami kecelakaan saat akan menjemput lelaki pujaan hatinya, lelaki itu saat ini berdiri di depannya. Lelaki tampan dan mapan tapi Elizabeth tak mengenalnya apa lagi menyukainya.
Elizabeth meringkuk di sudut kamar. Menutup wajah dengan lengannya.
"Tapi memang benar aku tunangan kamu!" Ucap lelaki yang bernama Jade Eman. Putra penerus kerajaan bisnis Carlos Eman. Tapi tidak itu saja, Jade Eman adalah pemilik kerajaan bisnis JD Grup.
"Demi menjemput kepulanganku dari bandara kamu mengendarai kendaraan seorang diri tanpa di dampingi supir."
"Tidak mungkin, aku tidak mengenalmu."
Elizabeth masih meringkuk di sudut kamar dengan pakaian yang sedikit basah terkena air mata dan keringat.
"Kenapa kamu tidak mempercayai tunanganmu?" Ucap Luci kepada putrinya. Luci berusaha meyakinkan putrinya.
"Jelaskan padaku, kenapa kita tinggal di rumah lelaki ini ma, lalu di mana Diego dan Eva?" Teriak Elizabeth histeris.
Luci memeluknya, perasaan nyaman tiba tiba menguasai perasaannya.
"Lalu Juan?"
"Siapa Juan?"
"Lelaki yang bersamaku!"
Jade Eman merasa kesal, ternyata menaklukkan Elizabrth sangatlah sulit, tidak semudah yang di bayangkn.
__ADS_1
Lagi lagi seorang pembantu wanita membawa lilin aroma terapi yang sudah menyala. Meletakkannya di atas nakas. Asap tipis itu menari nari di atas api kecil dan mulai menyebar di seluruh ruangan.
Sekali lagi pikirannya kacau, antara kebenaran ingatannya dan kebohongan yang di buat Luci dan lelaki di depannya.
Ajaib sekali Elizabeth menuruti Jade saat lelaki itu mengulurkan tangannya dan kemudian memindahkan tubuh Elizabeth dan meletakkan di atas kasur.
"Lalu, bagaimana aku hidup selama ini?" Tanya Elizabeth goyah.
Pikiran dan hatinya mulai di pengaruhi ucapan Luci. Luci membelai kepalanya, wajah penuh kasih sayang selayaknya seorang ibu yang menyayangi anaknya.
"Kamu makan ya? Setelah kamu makan dan istirahat. Aku bisa menceritakan lagi semua yang kau alami." Ucap laki laki itu dengan suara baritonnya, layaknya suara laki laki yang benar benar menyayangi calon istrinya.
Elizabeth menganggukkan kepalanya, Jade mulai menyuapi bubur halus ke dalam mulut Elizabeth. Elizabeth terlihat patuh.
Elizabeth menatap wajah Jade dengan teliti, mencari kebenaran di sana. Tetapi dia tetap tidak menemukannya. Mata Elizabeth terasa berat. Dia sudah tidak kuat lagi, dan ingin segera tidur.
"Apa aku depresi lagi sekarang?"
"Tidak! Kamu hanya mengalami benturan. Kepalamu terluka, sedikit amnesia. Sebentar lagi kamu akan terbiasa dengan kehadiranku." Ucap Jade.
"Bukan, justru sebaliknya. Kamu akan senang jika berada di sampingku."
"Begitukah?" Elizabeth mulai terbuai dengan lilin aroma terapi.
Lilin aroma terapi itu begitu dahsyat pengaruhnya. Setelah Elizabeth tertidur, dan saatnya nanti dia terbangun dia bukan lagi Elizabeth yang seperti saat ini. Elizabeth tidak bisa membedakan lagi mana yang asli atau ilusi.
Luci menyelimuti tubuh Elizabeth, kemudian dia melangkah keluar, mengikuti Jade dan Carlos.
Elizabeth akan menjadi bahan permainan Jade dan Luci. Elizabeth akan menuruti keinginan mereka.
Kembali saat kejadian delapan tahun yang lalu, ketika peristiwa tiga tragedi berdarah.
Peristiwa itu juga menorehkan luka yang dalam bagi Luci. Bagaimana tidak tekatnya menikahkan Elizabeth dengan pria tua dan kaya raya ternyata berimbas penyesalan.
__ADS_1
Di kantor catatan sipil memang Luci sedikit terlambat kedatangannya, Sehingga dia belum mengenali wajah pengantin pria.
Saat pendeta menanyakan kesanggupan mempelai perempuan dan laki laki untuk menjalani hidup bersama, dan belum mengucapkan janji suci. Luci baru saja memasuki ruang utama catatan sipil. Dia melihat Elizabeth dengan tatapan mata kosongnya mengenakan gaun merah menyala, walaupun terlihat cantik tapi tidak ada kebahagiaan sama sekali.
Elizabeth berdiri di samping laki laki tua tapi tampan, tubuhnya atletis dan berisi untuk ukuran seusianya. Rambut putihnya di potong rapi dan tipis. Ada senyuman di wajah laki laki itu.
Saat mata Luci melihat siapa laki laki yang berdiri di samping Elizabeth tentu saja dia terkejut. Laki laki yang pernah mengisi hari harinya saat James dinas di luar negri selama bertahun tahun.
Laki laki yang akan menikahi putrinya adalah Carlos, ini tidak boleh terjadi karena Carlos adalah ayah dari Elizabeth.
Carlos juga tak kalah terkejutnya, melihat wanita yang pernah mengisi hari harinya yang selama ini di cari ternyata sudah ada di depannya. Carlos menyadari keterkejutan Luci saat melihat dirinya dan kemudian beralih menatap wanita yang akan di nikahinya tentu saja Carlos paham tentang hubungan mereka, hubungan antara ibu dan anak.
Untung saja di saat bersamaan Diego mematikan aliran listrik. Semua bersembunyi dari kemarahan Kendrick. Carlos melarikan diri bersama anak buahnya, dia tertembak di bagian lengannya.
Ceceran darah yang menggenang adalah darah milik Carlos.
Diego menyelamatkan Elizabeth dari pernikahan itu dan juga dari Kemarahan Kendrick. Untung saja Diego dari awal tidak mengikuti prosesi pernikahan Elizabeth, sehingga dia dapat merencanakan penculikan dengan mudah.
Semuanya tercerai berai. Bahkan beberapa hari sejak tragedi itu, Eva juga menghilang, hanya tersisa Luci sendiri. Setelah keadaan mereda, Carlos menemui Luci.
Tanpa penjelasan apapun Carlos sadar kalau Elizabeth adalah putrinya. Ke duanya berpelukan. Luci menangis di dada Carlos, awalnya sesaat setelah dirinya dinyatakan hamil hasil perselingkuhan dengan Carlos, Luci berniat bercerai dengan James, hanya saja James tidak bersedia untuk berpisah. Walaupun pengakuan Luci tentang perselingkuhannya dengan lelaki lain kemudian menghasilkan anak, Carlos tetap tidak mau menceraikannya.
Pada saat itu baik Eva maupun Diego masih kecil. Sehingga James meminta Luci tetap tinggal membesarkan anak mereka. Tentang kehamilan Luci, James tidak mempermasalahkannya. Bahkan kasih sayang James melibihi rasa sayangnya ke pada Eva dan Diego.
Di situlah awal kebencian Luci kepada Elizabeth. Hasrat begitu besar demi hidup bersama Carlos, tetapi permintaan James demi kebaikan anak anak menghalangi niatnya.
Di tambah Carlos tiba tiba menghilang. Menganggap Carlos pengecut dan tidak bertanggung jawab.
Kebencian Luci kepada Elizabeth, dendam dirinya terhadap Carlos di curahkannya kepada Elizabeth kecil, kebencian itu menumpuk hingga masuk ke dalam hatinya. James mengetahui kebencian Luci kepada Elizabeth, tetapi dia tidak bisa berbuat banyak.
James merasa bersalah, sumber masalah adalah berawal dari dirinya. Dinas keluar negri tanpa memperhatikan Luci.
Sebenarnya kalau saja Luci sedikit bersabar dan bersedia mengikuti James tentu tidak akan seperti ini. Luci terlalu egois.
__ADS_1
Elizabeth adalah korban, tetapi pertemuan antara Luci dan Carlos apakah bisa merubah nasibnya? Di tambah laki laki bernama Jade Eman adalah anak angkat Carlos Eman.
Sepertinya keberadaan Elizabeth hanya di manfaatkan orang dekat di sekitarnya. Termasuk saat ini.