
Elizabeth duduk dengan gelisah, untuk ke sekian kalinya Kendrick tidak mempercayainya. Dan untuk kesekian kalinya Elizabeth berhasil di bodohi oleh Noela.
Dulunya Noela adalah wanita yang baik, bahkan sangat mendukung hubungan Elizabeth dan Kendrick.
Tapi ternyata hati manusia tidak bisa di tebak. Keserakahan dan ambisi sudah menutup hati nurani Noela.
Seandainya Kendrick lebih memilih Noela untuk bertahan di sisinya, Elizabeth akan mengerti dan menerima. Dia akan mundur dengan hormat, tapi semua itu tidak mungkin terjadi. Kendrick tidak akan merelakan putra putrinya berkeliaran di luaran. Sebagai keluarga mafia, tentu Elizabeth dan anak anaknya akan menjadi sasaran empuk jika tidak dalam perlindungan Kendrick.
Air putih dalam botol kemasan di sodorkan oleh Marco, Elizabeth menerimanya. Tangannya sedikit gemetar. Berulang kali polisi menanyakan kronologi atas kesialan yang di alami oleh Noela, tapi jawaban Elizabeth sama.
"Noela memukul kepalanya dengan guci pajangan, dia menjatuhkannya di atas kepalanya. Bahkan dia berdiri tepat di depanku, awalnya aku terkejut tapi memang benar seperti itu."
Marco dan kepala kepolisian hanya mendengar, tatapan tak percaya di antara keduanya. Marco merasa menyesal, istri ke tiga tuannya yang sudah di anggap seperti adiknya sendiri sekarang berbohong, walaupun berkali kali dia menyelidik dan mencoba menyelami ucapan Elizabeth, apakah ada kejujuran di sana? Ya Marco porcaya, sayang sekali bukti memberatkan Elizabeth. Tidak ada CCTV karena di situ adalah ruang privasi.
"Baiklah Marco, aku tau kamu meragukan aku. Tapi bisakah kamu meminjamkan ponsel? Aku ingin menghubungi pelayan Xa, aku ingin memastikan kondisi Nina."
Marco menyerahkan benda pipih itu terlebih dahulu mengaktifkan sandinya.
Pelayan Xa memberi tau kalau kondisi Nina baik baik saja.
Sejatinya Nina adalah orang pertama selain dirinya menyaksikan kondisi Noela bersimbah darah, tentu gadis itu akan merasa ketakutan.
Setelah menelepon dan memastikan keadaan Nina sangat baik, Elizabeth mengembalikan ponsel Marco, dia sedikit lega pelayan Xa mampu menenangkan Nina.
Marco menyodorkan air putih, air kemasan itu terlihat jernih bahkan jari lentiknya terlihat dari bagian sisi botol lainnya. Jika saja Kendrick dapat melihat sisi buruk Noela, mungkin semuanya bisa di selesaikan dengan mudah. Tapi sayang Kendrick hanyalah manusia biasa kehebatannya memiliki keterbatasan. Elizabeth membuka titup botol itu dan menenggaknya, suara lilitan perut kelaparan begitu keras. Beruntung polisi itu menyodorkan sebungkus roti untuk sementara waktu bisa mengganjal lambungnya. Acara makan malam tadi sangat kacau bahkan lidahnya belum merasakan apa apa.
Ponsel marco berbunyi, sesaat Elizabeth melirik layar ponsel yang tergeletak di atas meja. Marco mengangkat panggilan itu dan berjalan keluar. Tak beberapa lama Marco kembali lagi, dan membisikkan sesuatu di telinga perwira polisi.
__ADS_1
Elizabeth tentu mengerti siapa yang menghubungi Marco, siapa lagi kalau bukan Kendrick.
"Anda di bebaskan." Ucap perwira polisi itu. Hebat sekali Kendrick, bahkan bisa mengendalikan kepolisian.
Elizabeth menarik nafas panjang, tadinya Kendrick menggebu gebu memenjarakannya sekarang melepaskan begitu saja.
Masih teringat ekspresi Kendrick saat melihat Noela meringkuk dengan kepala bersimbah darah. Kendrick berlari bahkan melompati Nina yang tengah diam mematung.
Mendorong tubuh Elizabeth hingga oleng ke samping. Tak henti hentinya Kendrick memanggil nama Noela. Laki laki sehebat Kendrick tidak mungkin menangis, tapi kesedihan tampak terlihat di wajahnya. Dia bahkan tak memperdulikan lagi siapa yang ada di depannya.
"Apa yang kamu lakukan! Tidak bisakah kamu bersikap baik!"
Sementara Kendrick meneriakinya, Marco dengan cepat menghubungi rumah sakit untuk mengirim ambulan.
"Bukan aku! Aku tidak melakukan apa apa." Elak Elizabeth.
"Omong kosong! Setelah di biarkan kamu semakin tidak tau diri. Demi apa kamu mencelakai Noelaku?"
Mata dan hati Elizabeth sakit, lagi dan lagi Kendrick menganggap remeh dirinya. Dulu rela menjual Elizabeth di Club malam miliknya hanya karena kesalah pahaman, sekarang bahkan dengan tegas memasukkan Elizabeth ke dalam penjara.
"Tidak mau! aku tidak mau bebas sebelum masalah ini di selesaikan." Ucap Elizabeth, dia tau sifat Kendrick, dia membebaskan Elizabeth saat ini tapi di rumah dia akan menyiksa dirinya.
Marco dan perwira polisi terkejut, baru sekarang seorang tahanan menolak di bebaskan. Jika itu terjadi pada tahanan yang lainnya tentu mereka akan bersuka cita.
"Tapi tuan Kendrick sudah membeaskan anda." Ucap polisi perwira. Dia sudah mengeluarkan lembaran putih dan menyodorkannya kepada Marco, Marco menandatangani surat itu.
"Kenapa secepat itu." Ucap Elizabeth lirih, menundukkan kepala dan berharap keadilan.
__ADS_1
"Karena media mulai memberitakan kejadian ini, ini akan berpengaruh pada masa depan bos Kendrick." Ucap Marco, jika saja wanita di depannya ini bukan istri bos mafia mungkin dia akan berbaik hati menolongnya. Tapi kenyataan berbeda, Marco menyayangi nyawanya.
Akhirnya Elizabeth mengerti kalau Kendrick membebaskannya karena desakan media. Elizabeth mengepalkan jarinya. Tebakannya benar, Kendrick tidak menganggap dirinya ada. Tidak ada yang lebih penting dari profesinya.
"Jadi seperti itu." ucap Elizabeth lirih.
"Kenapa anda masih berdiri di sana?" Tanya Marco, untuk kali ini dia menutupi jejak dari para wartawan. Melewati pintu samping demi menghindari kejaran, beruntung perwira polisi membantunya.
Mobil berjalan cepat, lalu lalang kendaraan di hari menjalang pagi sangat jarang. Elizabeth tidak mendekam lama di sana. Elizabeth membuang pandangan, dan akhirnya menyadari kalau jalan yang di lalui bukanlah arah menuju kastil.
"Ini kemana? Marco, kamu tidak berniat mencelakaiku bukan? Akan kulaporkan ini pada Kendrick." Elizabeth panik, seperti yang lalu lalu, Marco akan dengan rela mencelakainya jika di perintahkan oleh Kendrick.
"Ini atas perintah bos Kendrick, anda di tunggu di rumah sakit."
"Untuk apa?"
"Nyonya ke dua membutuhkan darah, bukankah jenis darah anda sama?"
"Tidak mau! Aku baru melahirkan bahkan masa nifas beberapa hari yang lalu usai. Aku juga menyusui. Ini penganiaayaan!"
Marco tak mendengar umpatan Elizabeth, bahkan dia menambah kecepatan laju kendaraan. Marco tau, jika di paksakan, kondisi nyonya ke tiga akan mengalami masalah.
"Tapi ini sudah di putuskan bos Kendrick."
"Aku menolak, lebih baik aku di penjara dari pada mati muda."
"Tapi sayangnya bos Kendrick yang memutuskan." Jawab Marco tegas, tanpa sadar mobil memasuki area parkir rumah sakit. Marco sama sekali tidak mengurangi laju kendaraan bahkan dia menukik tajam. Bekas ban tercetak horisontal.
__ADS_1
"Silahkan anda turun, semakin cepat selesai akan semakin baik." Ucapan Marco membuatnya sakit. Bahkan ajudan Kendrick mengucapkan kata kata pedas untuknya.
Keduanya berjalan berurutan, Elizabeth ingin berlari tapi bagaimana dengan Nina dan David? Tanpa di sadari mereka tiba di ruangan VIP yang pernah di tempati Noela beberapa minggu yang lalu.