
Chia kota bagian lain di Kolombia, kota di pinggiran pantai dengan pemandangan sangat indah. Kota kecil dengan daerah tujuan wisata, kota yang tidak terlalu besar, udara bersih dan rapi. Jauh dari polusi dan bising.
Kota ini menjadi destinasi wisata di Kolombia. Menjadikan Kolombia terkenal akan kecantikan kotanya dan keramahan penduduknya.
Rumah rumah banyak yang di sulap menjadi penginapan atau rumah makan dengan bentuk yang klasik.
Seorang wanita dewasa, dengan kulit putih bersinar, rambut ikal, hitam di biarkan tergerai menari nari tertiup angin. Wanita dewasa itu tengah duduk di tepi pantai seorang diri. Memandang laut biru dan indahnya langit di sore hari.
Wanita yang tak lain adalah Elizabeth, hidup sendiri di kota kecil, tanpa ada seorangpun yang menemani. Menggunakan dres biru selutut tanpa lengan. Saat ini Elizabeth terlihat dewasa. Bahkan kulitnyapun lebih bersih, dia sudah pandai merawat diri. Lebih dari tujuh tahun Elizabeth meninggalkan kota Bogota, kota yang sudah merengut segala cita citanya. Trauma peristiwa berdarah sama sekali belum hilang.
Ada yang hilang dengan memorinya, kilatan dan cuplikan sedikit terekam dalam otaknya. Peristiwa pembunuhan, dan kenapa dia bisa berakhir di kota Chia. Dalam memorinya Elizabeth mengingat kalau Diego membawanya pergi di hari penikahan.
Elizabeth berjalan menyusuri pantai, pasir putih yang terkena matahari sore mberikan kesan warna keperakan. Langkah kaki Elizabeth berhenti di sebuah kafe kecil, dia memasuki kafe dengan wajah setengah menunduk, ada guratan besar di hatinya. Kebahagiaannya di renggut secara paksa oleh seseorang yang tidak secara langsung membantunya.
Elizabeth memasuki kamar sebuah kafe kecil tidak jauh dari tempatnya berjalan, kafe dengan bangunan lama tapi terlihat klasik dan unik. Elizabeth tengah berjanji dengan seseorang untuk bertemu di sini.
"Elizabeth!" Seorang laki laki memanggilnya, suaranya terdengar serak dan pelan.
"Diego!"
Ke duanya berpelukan dengan erat, seolah ketakutan akan perpisahan.
"Maaf aku terlambat!" Ucap Diego, satu satunya saudara yang masih perduli dengan Elizabeth, lelaki berperawakan kurus dengan kulit pucat.
"Tidak, aku juga belum lama sampai." Jawab Eizabeth dengan wajah penuh rasa khawatir.
"Bagaimana keadaanmu?" Tanya Diego karena khawatir keselamatan adiknya.
"Baik, bagaimana dengan Nina?"
"Dia baik, sebenarnya dia sudah tidak sabar untuk bertemu denganmu."
Wajah Elizabeth seketika memucat, dia sangat merindukan putri kesayangannya. Hanya saja itu tidak mungkin. Karena saat ini Nina berada di tangan lelaki yang pernah menolong dirinya dan Diego dari kemarahan Kendrick.
__ADS_1
Andai saja waktu itu Elizabeth tidak depresi berat, mungkin saja Luci dan Eva tidak memanfaatkan keadaannya. Pernikahan sudah terjadi, bahkan Elizabeth tidak mengetahui siapa suaminya, siapa ayah dari anaknya. Diego juga begitu sedih. Saat itu yang menjadi pemikirannya adalah tidak bisa menerima jika Elizabeth menikah dengan lelaki tua apalagi di jadikan jaminan.
Untung saja secara kebetulan seorang laki laki bersedia membantunya melalui orang suruhannya, memutuskan aliran listrik dan menggagalkan kemurkaan Kendrick. Sehingga dengan mudah Diego membawa kabur Elizabeth.
Sayangnya lelaki yang menolongnya tidak sebaik perkiraan Diego. Memanipulasi kehidupan Elizabeth dan Diego. Menahan putri semata wayang Elizabeth.
"Apa nina baik baik saja?"
"......" Diego.
"Apa dia baik kepada Nina?"
"Sangat baik. Bahkan dia memanggil guru untuk belajar di rumah. Itu yang aku dengar darinya. Kamu sendiri tau kalau aku dan Nina juga di pisahkan."
Diego menarik nafas berat, semua ini sangat menyulitkan dirinya dan Elizabeth.
"Maafkan aku, dari dulu aku hanya bisa menyulitkanmu sama sekali tidak bisa membantumu." Ucapan Diego penuh sesal, penderitaan Elizabeth begitu banyak penyebabnya, termasuk penyakit Diego.
"Bukan begitu. Kenapa tidak di sekolahkan di sekolah luar saja? Kenapa harus mendatangkan guru?"
"Bagaimana perlakuannya padamu?"
"Aku tidak pernah bertemu langsung... Hanya saja dia memanggil terapis terbaik dari cina, untuk mengobatiku."
"Setidaknya ada sisi yang baik dari dirinya."
Keduanya terdiam, makanan yang di pesannya sudah datang, roti arepa dengan kuah gurih. Makanan khas Kolombia terbuat dari biji jagung kuning ataupun putih.
"Emmm. Sebenarnya aku ingin bertemu dengan dia. Dan....Aku ingin bertanya kenapa masih menahan kalian sampai sekarang?"
"Jangan!"
"Kenapa?"
__ADS_1
"Pikirkan Nina."
"Ini sudah enam tahun. Aku tidak perduli, kita akan pergi sejauh mungkin."
"Keselamatan Nina itu penting, kita belum tau tujuan dia sesungguhnya."
Elizabeth terdiam, ucapan Diego semuanya benar. Selama ini Elizabeth hanya diam dan bersembunyi.
Mereka menikmati makanan yang sudah di pesan, keduanya begitu menikmati.
Elizabeth berniat kabur dari belenggu yang di ciptakan oleh lelaki yang sama sekali tidak dia kenal, hanya saja dia masih memikirkan keselamatan Diego, dengan kondisi Diego seperti itu tidak memungkinkan dirinya untuk pergi ke tempat jauh. Kalaupun dia bisa melarikan diri, Kendrick terlebih dulu akan menangkapnya. Bukankah sama juga selamat dari mulut hariamau masuk ke mulut buaya?
Andai saja Elizabeth menemukan alasan kenapa laki laki itu menahan Nina dan Diego tentu Elizabeth akan mencari jalan keluarnya, lelaki itu hanya menyisahkan teka teki. Untuk saat ini Elizabeth bersembunyi di tempat terpencil. Jauh dari Bogota.
Jika saja dirinya mengetahui siapa ayah kandung dari Nina yang sesungguhnya. Bahkan dirinya sendiri tidak yakin, mungkinkah anak dari benih Kendrick, ataukah lelaki yang tiba tiba menerobos masuk dalam apartemen? Jika saja saat itu dia tidak depresi. Mungkin semua tidak sesulit ini. Ketakutan dan cemas berlebihan. Elizabeth hanya menghawatirkan nasib Nina, depresinya berlangsung cukup lama. Bahkan kehamilannyapun dia tidak mengingatnya. Hingga kesakitan pasca melahirkan dan saat dia menyusui balita cantik, kesadarannya tiba tiba kembali pulih. Elizabeth begitu senang, bahkan kegembiraannya tidak bisa di lukiskan. Hanya saja kebahagiaan itu tidak berlangsung lama, laki laki yang di anggap sebagai dewa penolongnya merenggut bayi yang masih dalam gendongannya. Lelaki itu menganggap Nina adalah jaminan buatnya. Alasan menjadikan Nina sebagai jaminan belum di juga katakannya.
Elizabeth memohon ampun dan bersimpuh untuk memepertahankan bayinya. Tapi semua percuma, lelaki itu tetap membawa bayi malang Nina. Elizabeth di ijinkan bertemu Nina hanya satu kali dalam satu bulan. Itupun di bawah pengawalan ketat.
Bahkan Elizabeth baru menyadari, kalau selama ini yang selalu menemuinya bukanlah pelaku utama, hanya suruhan saja. Lelaki penolongnya masih misterius.
Masa depannya sudah hilang, bahkan mimpinyapun sudah di renggut. Hanya memiliki Nina dan Diego.Tetapi itupun tidak bisa leluasa.
Mencoba mencari pertolongan dari Kendrick? Itu tidak mungkin, sama saja menyerahkan nyawanya. Apalagi jika Nina adalah bukan darah dagingnya, Kendrick akan semakin jijik padanya.
Elizabeth sudah mengalah sebelum perang, merasa miskin dan kumal tidak pantas mendapatkan keadilan.
Elizabeth hanya ingin merebut kembali hak asuh anaknya yang di rampas secara paksa. Dia sudah menundanya selama enam tahun.
Elizabeth dan Diego sudah berpisah, Diego berjanji akan mempertemukan Elizabeth dengan lelaki misterius itu.
Elizabeth bekerja serabutan, kesehariannya membuat pernak pernik dari payet yang di jual di pinggiran pantai. Tidak terlalu banyak hanya saja penghasilannya cukup untuk menghidupinya. Dalam sebulan hanya sekali dia bertemu dengan Nina, pertemuan yang tidak lebih dari dua jam saja. Malam ini Elizabeth tidur di kamar sempitnya, hanya beralaskan kasur busa sederhana, tidak ada satu perabotanpun yang mahal, pikirannya menerawang entah kemana, memikirkan berbahai cara untuk melarikan diri bersama Nina dan Diego. Hanya saja dia tetap tidak menemukannya jalan keluarnya, karena lelaki misterius itu lebih pintar dari dugaannya.
Lelaki misterius itu akan menahan Diego jika Elizabeth bertemu dengan Nina, dan itu berlaku sebaliknya.
__ADS_1
Elizabeth tidak pernah menemui ke duanya dalam waktu bersamaan. Hal ini sangat menyulitkan dirinya. Apalagi lokasi atau tempat di mana Nina di sandra, Elizabeth tidak mengetahuinya. Diego dan Nina di berikan tempat tinggal terpisah.
Jangan lupa tinggalkan jejak ya. Like Komen and Vote. Tetap sehat dan berolahraga. Trimakasih