
Rumah Kendrick begitu besar dan megah, bangunan bergaya arsitektur kuno dengan penguat tiang kayu jati yang di datangkan dari Asia.
Pintu dan kamar berukuran ganda, lukisan kuno asli yang di belinya dari kolektor benda seni. Siapapun akan betah tinggal di kastil sebesar dan semegah ini. Apalagi lokasi kastil terdapat di kawasan mewah yaitu Park House Bogota. Perabotan di pilihnya dari bahan mahal. Bahkan di pesannya langsung dari Eropa.
Awalnya Eliana berusaha menolak mati matian. Dia tidak ingin orang lain memandangnya hina karena sudah tinggal di tempat Kendrick, lelaki yang sudah memiliki dua wanita di rumahnya.
"Baiklah, aku mau tinggal di rumah milikmu. Tapi dengan satu syarat." Permintaan Eliana demi menghindari ajakan Kendrick.
"Apapun itu." Jawab Kendrick tegas. Dia sudah tidak tahan melihat Eliana berpura pura amnesia.
"Ijinkan Nina bersamaku." Memberikan permintaan yang mungkin saja di tolak oleh Kendrick. Apalagi setahu Kendrick Nina adalah anak kandung Julia.
"Kenapa? Biarkan dia bersama Matheo dan julia. Mereka orang tuanya." Mencoba membantah, di tambah penolakan Leyton waktu itu menyebabkan nyawa Nina hampir saja hilang.
"Aku tidak bisa sendirian. Di tempat asing." Eliana mencoba negoisasi, sejujurnya dia tidak bisa jauh dari putri tercintanya.
Sesuai kesepakatan akhirnya Nina mengikuti Eliana. Julia sudah berpesan padanya agar hati hati dengan putra Kendrick, Leyton. Karena Nina hampir saja tenggelam karena perbuatan Leyton.
Sampai detik ini Kendrick tidak menanyakan keberadaan di mana anak yang pernah di kandung oleh Eliana.
Sekarang di kastil barat dokter Noela memandang kehadiran Kendrick bersama Eliana, wanita utama Kendrick.
Ke duanya berjalan beriringan, di depannya terdapat gadis kecil yang tengah berlari kecil sambil menari. Gadis kecil itu begitu periang, percaya diri sama seperti Eliana.
Dokter Noela tersenyum masam, ada rasa cemburu di hatinya. Seandainya dia bisa sedekat itu dengan Kendrick. Tetapi Noela sangat sadar diri. Cinta seseorang tidak bisa di beli ataupun di tukar.
Noela berdiri dari tempat duduknya, angin dan matahari pagi sudah cukup menyegarkan tubuhnya. Dia kembali ke dalam kamar. Tidak masalah baginya ada Eliana di kastil barat. Cepat atau lambat dia akan tersingkir dari kastil ini.
Kendrick membawa Eliana memasuki kastil barat. Ada rasa senang yang entah datangnya dari mana. Kebaikan Eliana sudah di dengarnya dari cerita Diego dan Julia. Sekarang dia hanya perlu mengikat kaki Eliana agar tidak pergi dan meninggalkan dirinya lagi.
"Masuk." Ucap Kendrick dengan senyum manisnya, tidak masalah Eliana berpura pura amnesia. Dia akan mengungkapkannya pelan pelan.
Saat ini Eliana menempati kamar yang begitu besar, dia tidur terpisah dari putrinya. Sebenarnya dia tidak senang tetapi karena Kendrick yang memaksanya akhirnya dia mengikutinya.
__ADS_1
"Aku akan ke kantor, ada proyek yang mendesak. Kamu bisa berkeliling untuk melihat kastil ini. Tetapi jangan melewati danau. Aku tidak mengijinkan." Larangan Kendrick berarti peraturan yang harus di taati.
"Kenapa? Apa itu bukan propertimu? Bukankah masih di kawasan yang sama." Protes Eliana menarik tangan Kendrick seolah enggan di tinggalkan.
"Kastil timur adalah propertiku juga, hanya saja di tempati oleh orang lain. Aku tidak bisa memberitahumu sekarang. Nanti malam aku akan mengenalkanmu." Jawab Kendrick mulai terpancing rayuan Eliana. Kemudian mengusap pucuk rambut Eliana hingga terlihat acak acakan. Eliana merapikan kembali rambutnya.
"Aku tau siapa yang menempati kastil itu? Istrimu bukan?" Selidik Eliana.
"Kamu tau?" Tanya Kendrick, kemudian mencubit dagu Eliana.
"Tentu saja. Bagaimana bisa lelaki seumuran kamu tidak memiliki istri. Bukankah begitu?"
Kendrick merasa lega, Eliana tidak marah sama sekali jika dia sudah menikahi perempuan lain.
"Sudahlah kamu sebaiknya tidak keluar dulu. Jika kamu suntuk ada dokter Noela di kamar sebelah." Kendrick mencoba mengalihkan perhatian Eliana.
Kendrick meninggalkan kastil barat menuju ke kastil timur, ada sesuatu yang harus dia sampaikan kepada istrinya juga putra kesayangannya.
Kendrick melihat istrinya tengah duduk di sofa tunggal yang besar. Mendengar kedatangan Kendrick dia langsung mengusir dua pelayan yang tengah merapikan kuku tangan dan kakinya.
"Pergi, jangan berani kembali sebelum aku panggil. Cepat menyingkir!" Perintah nyonya Kendrick kepada pelayan.
Kendrick masuk dan berdiri di depan istrinya. Tiap bertemu wanita ini dia akan bersikap dingin dan kaku.
"Elizabeth sudah kembali, dia sekarang berada di kastil barat. Satu helai rambutnya rontok, kamu yang akan aku cari!" Ucap Kendrick, dia benci riasan tebal istrinya. Jika saja istrinya berlaku sebagai perempuan pada umumnya, kemungkinan akan banyak lelaki yang mengejarnya.
"Kendrick, bisakah kamu duduk sebentar. Aku akan menyuruh pelayan menyiapkan makanan." Ucapan lirih istrinya mencoba mencari perhatian suaminya. Sudah tujuh tahun menjadi nyonya Kendrick tetapi yang di dapatnya selain harta hanyalah nama belakangnya, tidak lebih.
"Untuk apa? Agar kamu bisa membiusku lagi seperti yang terjadi pada aku dan Noela? Jangan mimpi. Aku memilih kelaparan, dari pada memakan masakan wanita culas sepertimu." Ucap Kendrick tidak memperdulikan lagi istrinya. Kemudian dia berjalan menuju ruang makan. Ada Leyton di sana, putra kesayangannya itu tengah makan sendirian. Kendrick mencium dahi Leyton.
"Papa mau sarapan?" Tanya Leyton sambil mengunyah makanan, pipinya yang gembul bergerak gerak.
"Tidak, papa akan sarapan di kantor." Kendrick begitu sayang dengan Leyton putra semata wayangnya.
__ADS_1
"Oh. Ok."
"Emmm papa akan mengatakan sesuatu." Kendrick melunakkan nada bicaranya.
"Apa itu?"
"Tapi sebelumnya Leyton janji harus bersikap baik." Kendrick mencoba membujuk Leyton.
Leyton menganggukkan kepalanya tanda setuju.
"Ada Nina di kastil barat." Ucapan Kendrick di tata sehalus mungkin.
Leyton langsung meletakkan peralatan makannya." Kendrick sudah merusak sarapan paginya. Dia benci papanya. Kenapa mengajak Nina tinggal di kastil barat? Membenci Nina karena paman kesayangannya lebih perhatian kepada Nina dari pada dirinya.
"Dengarkan papa, Nina akan tinggal di sini tapi tidak dengan paman Matheo." Ucap Kendrick penuh penekanan.
"Bibi Julia?" Bagi Leyton sama saja. Dia membenci ke duanya yang sudah merebut perhatian paman Matheo
"Bukan, tetapi ini bibi Eliana. Kamu belum pernah menemuinya. Papa akan mengajakmu berkenalan dengannya malam ini. Untuk kali ini Leyton jangan pergi ke kastil barat."
Leyton menganggukkan kepalanya dia mengerti ucapan papanya. Kendrick mengusap pucuk kepala Leyton kemudian berangkat le kantor. Terlebih dahulu melewati istrinya yang tengah berdiri memandang danau.
"Kendrick, ini tidak adil bagiku." Ucap nyonya Kendrick menghiba.
"Tidak adil bagian mananya?" Ucap Kendrick dengan nada mencibir.
"Kenapa kamu membawa Elizabeth ke kastil barat? Bagaimana dengan aku?" Wanita itu mencoba memelas.
"Terserah, kamu yang meminta padaku untuk menikah. Jika kamu merasa tidak kuat, kamu bisa mencari sekretaris He, tandatangani surat cerai. Dan kamu bisa mendapatkan uang dan propertiku di wilayah timur." Kendrick berjalan pergi meninggalkan istrinya tanpa menoleh lagi..
Wanita itu diam seribu bahasa. Dia tidak berani lagi protes. Tapi kebenciannya kepada Elizabeth benar benar akan meledak saat ini. Dia akan membunuh Elizabeth dengan tangan sendiri atau tangan orang lain.
"Leyton, mama menagih janji kamu. Ok!"
__ADS_1