Cinta Wanita Kumal

Cinta Wanita Kumal
Berniat Menikahi Noela


__ADS_3

Lampu ruang keluarga menyala terang, padahal beberapa saat yang lalu lampu sengaja di matikan oleh Berta. Berta memang seperti bunglon bisa beradaptasi, yang penting mendapat hadiah uang dari majikannya.


Demi melindungi nyonya Kendrick dia mematikan semua lampu agar kepala pelayan mengira jika nyonya Kendrick sudah tertidur. Padahal nyonya Kendrick tengah berduaan dengan Embre di dalam kamar. Tapi Berta juga mengabadikan dengan ponselnya siapa tau suatu saat rekaman itu bisa di gunakan. Bukankah itu sama saja menusuk dari belakang?


Naas Berta tidak tau kalau ternyata Kendrick memasuki ruangan dari pintu samping. Pintu penghubung antara kastil berat dan timur, hanya di batasi sebuah kolam renang.


"Kendrick kau kah itu?" Tanya nyonya Kendrick sangat panik, tapi dia berusaha menutupi kepanikan itu dengan senyum kepalsuan. Gaun tidur tembus pandang di kenakannya, tapi kali ini berbeda dengan gaun yang di kenakan saat berduaan dengan Embre. Rambut blondenya di gulung ke atas, sedikit acak acakan karena tertiup angin. Jika saja dia wanita baik mungkin banyak lelaki yang menyukainya, tapi sayang sebelum di nikahi Kendrick, istrinya beberapa kali berganti pasangan, bahkan pernah menjadi pecandu obat terlarang. Bila kecantikannya di bandingkan dengan Elizabeth, seperti bumi dan langit. Tapi temperamennya sangat jauh berbeda, Elizabeth lebih penyayang dan pendiam juga sabar. Itu sebabnya Elizabeth gampang di tindas.


"Kamu datang ke kastil timur? Ada sesuatu yang kamu butuhkan? Atau...Kamu mencariku?" Lagi lagi suara nyonya Kendrick di buat manja, sangat menggelikan.


Kendrick sama sekali tidak mengindahkan istrinya, tapi dia langsung berjalan menuju kamar wanita yang tengah mengikuti di belakangnya, mengekori dan menempel seperti cicak.


"Kendrick, kamu berubah pikiran? Dan mau tinggal bersamaku? Emmm di kamarku?" Tanya wanita itu, dia berlari kecil mengekori Kendrick.


Kendrick membolak balikkan kepalanya, seperti mencari sesuatu.


"Kamu mencari sesuatu?"


Wanita itu mulai takut, bagaimana kalau Kendrick mengetahui perselingkuhan yang baru saja di lakukan.


Kemudian Kendrick membuka pintu kamar mandi, lagi lagi seolah dia mencari sesuatu.


"Aku mencium aroma asing di ruangan ini. Bukan karena mencemaskanmu tapi semua ini demi keselamatan Leyton." Ucap Kendrick sambil menatap jijik istrinya.


"Mana mungkin? Hanya ada aku, dan bukankah keamanan di sini bener bener bagus? Lalu bagaimana mungkin ada orang asing berani masuk?" Wanita itu berkilah dengan sempurna. Wajahnya sedikit memerah menahan ketakutan, beberapa kali mengatur emosi dan menyelipkan rambutnya ke belakang telinga.


Kendrick membanting tubuhnya di sofa mengangkat satu kakinya, meletakkan satu tangannya di sandaran kursi, mentertawakan keterangan istrinya dalam hati. Gelagat Kendrick sangat di sukai istrinya, kemudian wanita itu duduk di sampingnya. Mengira kalau suaminya sudah membuka diri.


"Noela berada di kastil barat, aku belum menikahinya dan mungkin dalam waktu dekat akan aku lakukan." Ucap Kendrick, tidak ada jawaban dari wanita itu. Dia tidak menyimak, hanya menatap wajah suaminya penuh nafsu.


"Anak dalam perutnya adalah benihku, jadi kamu jangan membuat masalah. Jika terjadi sesuatu pada kehamilannya pertama tama kamu yang akan aku cari."


"Mana mungkin aku begitu. Aku tau kalau di dalam perut Noela adalah benihmu tentu aku menyayanginya layaknya putra kita. Tapi..."


"Jangan berharap aku berbuat adil, bahkan aku tidak pernah memasuki pintu kastil barat sejak ada Noela di sana!" Ucap Kendrick, dia tau yang akan di katakan istrinya.


Sementara itu nyonya Kentrick mengepalkan tangannya. Dia benci sampai sekarang Kendrick belum juga menyentuhnya.

__ADS_1


Malah menghamili wanita lain, usahanya gagal tapi malah dapat bonus kehamilan Noela. "Kamu jaga Leyton, itu saja tugasmu, kamu sudah mendapat gelar nyonya Kendrick. Apa lagi? Dengan menyandang nama itu kamu bisa melakukan apa saja."


Ucapan Kendrick seolah mengatakan dia sudah tidak perduli lagi dengan istrinya. Membebaskan apa yang akan di lakukan, bebas untuk menghabiskan uang Kendrick, asalkan jangan mengganggu kehidupan Kendrick.


"Jauhkan tanganmu dari tubuhku!" Bentak Kendrick kepada istrinya, lelaki itu benar benar risih saat tangan istrinya bergerilnya.


Ekspresi kesal nampak dari wajah wanita itu tapi dia berpura pura sedih.


"Kendrick, sampai kapan?" Nada bicara yang manja dan seronok.


"Jangan mengharap sesuatu yang tidak mungkin!"


Kendrick berdiri dari sofa dan segera beranjak pergi. Meninggalkan istrinya yang masih kesal. Sesaat kepergian Kendrick, wanita itu melemparkan gelas wine yang ada di atas meja dan membentur tembok.


'Pyar'.


Berta berlari membawa peralatan kebersihan, sudah terbiasa baginya untuk mengerti kelakuan majikannya.


Berta membersihkan pecahan gelas itu, dia tidak berani menatap wajah majikannya lalu pergi.


Sementara itu Kendrick berjalan menuju kastil barat, dia mencari Noela untuk melihat kondisi kandungannya.


Kepala pelayan menyambutnya dari pintu samping, yaitu pintu penghubung antara kastil barat dan timur. Kepala pelayan membungkukkan badannya.


"Matikan semua lampu taman! Jangan bodoh! Dari luar bisa memantau keadaan di dalam. Cepat!" Bentak Kendrick, kali ini emosinya terpancing karena ulah istrinya.


Kepala pelayan berlari mematikan semua lampu tanpa terkecuali.


Kepala pelayan berlari kecil mengikuti langkah Kendrick, dia ingin menjelaskan bagaimana bisa lampu taman di nyalakan saat malam hari, biasanya di nyalakan pada titik titik tertentu.


Belum juga kepala pelayan menjelaskan, Noela terlebih dahulu memotong niat kepala pelayan.


"Aku yang meminta, dan Marco yang menyetujui." Ucap Noela membela kepala pelayan. Noela hendak mengatakan kejadian saat di taman, tapi di urungkannya karena bukti sudah di hapus Marco. Toh Kendrick tak akan percaya padanya.


Kendrick mendengarkan sekilas, kemudian dia berjalan menuju meja bartender yang di buat kusus untuk di tempatkan di satu ruangan kastil barat.


"Bagaimana juniorku di dalam sana? Apa dia nakal?" Tanya Kendrick kepada Noela, keduanya terbiasa akrab karena memang bersahabat sejak lama.

__ADS_1


"Dia sedikit aktif, kadang membuatku capek dan kegerahan." Setelah mengatakan itu Noela berjalan menuju kamar mandi untuk buang air kecil.


Sesaat setelah kembali, Noela duduk di kursi yang berada di samping Kendrick, Kendrick mengusap perut Noela dan merasakan gerakan di sana. Wajah Kendrick terlihat senang, seolah membayangkan sesuatu.


"Jangan nakal, jangan membuat mama kesakitan." Bisik Kendrick sambil mendekatkan kepalanya ke perut Noela.


"Ada kabar tentang Elizabeth?" Pancing Noela.


"Tidak ada, mungkin dia sengaja menghindar dariku." Jawab Kendrick kemudian mengangkat gelas berisi cairan wine dan meneguk isinya.


"Bagaimena kabar Eliana? Perlakukan dia dengan baik, suatu saat kamu tidak akan menyesal."


"Kenapa kamu berkata begitu? Ada sesuatu yang kamu rahasiakan dariku?"


"Tidak, hanya saja mungkin dia pantas menggantikan Elizabeth."


"Tidak ada yang bisa menggantikan posisi Elizabeth."


Noela tersenyum penuh arti.


"Mau ke mana?" Tanya Kendrick.


"Kamar mandi. Buang air kecil. Ikut?" ejek Noela sambil tangan kananya menahan perutnya yang membuncit.


"Bukankah baru saja...?" Tanya Kendrick tak percaya.


"Jika kamu menjadi wanita hamil mungkin kamu akan mengerti, wanita hamil buang air kecil bisa seratus kali. Bahkan saat tidur malam."


Kendrick merasa kasian, jika tidak karena ulahnya mungkin Noela tidak mengalami hal ini. Jika saja Elizabeth yang mengandung benihnya mungkin dia akan menggendongnya saat Elizabeth harus ke kamar kecil.


Noela sudah keluar dari kamar kecil kemudian dia kembali ke posisi duduknya.


"Minggu depan aku akan menikahimu." Ucap Kendrick sambil menatap wajah Noela.


"Tidak usah, jangan karena terpaksa kamu menikahiku. Toh aku bukan penganut faham itu, aku tidak butuh di kasihani." Bantah Noela karena dia terbiasa mandiri


"Tidak! Aku harus memberikan hak perwalian buat anak yang ada di dalam perutmu. Ijinkan aku bertanggung jawab."

__ADS_1


Noela seketika menangis, entah gembira ataukah sedih. Meremas ujung gaunnya hingga basah. Dia tidak ingin di nikahi Kendrick tanpa rasa cinta dari laki laki itu.


"Maaf." Ucap Kendrick lirih.


__ADS_2