Cinta Wanita Kumal

Cinta Wanita Kumal
Surat Nikah Tak Berlaku


__ADS_3

Bandara internasional Jepang di Tokyo, suasana tidak seperti biasanya, terlalu sepi jika di namakan bandara internasional. Terminal kedatangan ataupun keberangkatan yang begitu luas tiba tiba sepi seakan tak berpenghuni, penerbangan di alihkan tanpa pemberitahuan. Tempat duduk dari ujung lorong hingga lobby bandara, bahkan di tempat pemeriksaan tiket juga tak terlihat antrian, ada yang berbeda! Suasana ini tak seperti biasanya!


Seorang wanita dengan perut yang besar tengah duduk bersandar, di tengah tengah deretan kursi yang kosong, wanita itu menyandarkan punggungnya. Keringat dingin membasahi tubuh. Ada kekuwatiran pada dirinya, dia hanya menunggu suaminya yang entah membeli makanan di mana. Begitu lama kepergian suaminya hingga perasaan gelisah muncul. Wanita itu membolak balikkan kepalanya, kemudian berdiri melangkahkan kaki dan memutar tumit.


Seluruh barang bawaannya sudah di masukkan bagasi pesawat, hanya tas jinjing yang ada di genggamannya, beberapa kali melirik ponsel, tidak ada notifikasi masuk. Mengapa tidak ada panggilan sama sekali?


Suhu ruangan yang dingin tidak berpengaruh pada pori porinya, dia merasakan panas akibat kekuwatiran. Lebih memilih kembali duduk di kursi tunggu.


'Mengapa semua di pindahkan? Mengapa tanpa pemberitahuan? Dan kenapa pada saat kedatanganku semua tampak normal?' Dengus wanita itu. Sekali lagi dia melirik ponselnya, wanita itu tidak sanggup lagi menahan untuk buang air kecil, kantong kemihnya seakan penuh! Kehamilan ini sangat menyiksanya.


Wanita itu berjalan tertatih tatih menuju kamar kecil, beberapa petugas yang berjaga atau petugas kebersihan seakan tidak memperdulikan keadaannya.


"Mengapa jadwal dan tempat keberangkatan di pindahkan?" Tanya wanita itu kepada seorang petugas.


"Bukankah tadi sudah di umumkan? Kenapa anda masih di sini?" Jawab petugas laki laki yang berseragam, seakan ramah yang di buat buat dan terkesan ragu.


"Aku masih menunggu suamiku. Sampai sekarang belum kembali."


"Oh."


"Bisakah kamu menggantikan aku? Jika suamiku datang katakan aku masih di kamar kecil."


"Tentu saja, dengan senang hati." Jawab petugas berseragam, kemudian mempersilahkan wanita itu untuk berjalan menuju ke arah kamar kecil. Tidak lama wanita itu berada di dalam kamar kecil, tiba tiba saat dia keluar, ada bayangan Kendrick berdiri tepat di depan pintu toilet, menghadang langkahnya!


Ke dua pasang mata saling bertatapan, Kendrick seolah tak percaya, melihat wanita yang ada di depannya. Betul kalimat yang di tulis Noela pada tablet pintar itu.


Demikian juga dengan wanita hamil besar itu, sangat terkejut dan bercampur takut. Wanita itu hendak memutar tumit, untuk melarikan diri. Sayang sekali sebuah cekalan tangan menangkapnya, tangan yang begitu besar dan kokoh. Bagaimanapun wanita itu meronta tetap dia tidak bisa melepaskan pergelangan tangan.


"Eli!" Ucapan Kendrick yang seperti itu membuat wanita itu luluh, tangannya mulai melemas.

__ADS_1


"Kenapa kamu melakukan ini padaku? Apa kamu tau bagaimana menderitanya aku." Kalimat Kendrick memelas.


"Menderita? Kamu sudah memilih dua wanita yang ingin kamu selamatkan. Lagi pula sudah tepat pilihanmu. Dan itu tidak ada namaku di situ."


"Eli, tanganku cuma dua, dan jika saja kamu mau bersabar sebentar saja, mungkin..."


"Bersabar sebentar? Dan saat itu aku sudah jatuh."


"Kamu menjatuhkan diri!"


"Apa bedanya?" Cibir Elizabeth.


"Kenapa kamu melakukan ini semua? Dan kenapa kamu menciptakan kebohongan?" Kendrick mencercanya dengan pertanyaan. Dia ingin memeluk wanitanya dan memasukkannya dalam tubuhnya. Tubuhnya bergetar antara senang dan tidak percaya. Dia laki laki kuat tapi melihat kejutan ini kenapa Kendrick seperti lelaki lumpuh dan bodoh?


"Mari kita pulang, kita mulai lembaran baru. Dan dari ke tiga wanitaku hanya kamu yang mengisi hatiku."


"Kendrick untuk apa di perpanjang, lalu pulang denganmu? Semua hanya masa lalu."


"Janji? Janji apa? Kamu mengajakku pulang kemudian dengan mudahnya kamu bisa menyakiti aku lagi? Betapa naifnya aku!"


"Tidak! Aku berjanji membahagiakanmu, lagi pula ini juga permintaan Noela. Dia mengingikan kamu yang merawatnya!"


"Kendrick, betapa kamu tidak tau malu. Kamu mengajakku pulang hanya karena alasan itu? Lalu bagaimana dengan Eva? Dia juga bisa merawat Noela. Tidak pernah terbayangkan aku harus berbagi suami."


Kendrick diam tak menjawab, dia belum ada persiapan untuk itu. Apa salahnya membawa Elizabeth pulang karena dia juga istrinya, masa bodoh dengan Eva, jika tidak ada Leyton, sejak lama Kendrick ingin menceraikannya. Tentang Noela, wanita itu juga berniat pergi jauh. Lalu apa masalahnya? Kendrick terlihat egois tapi demi Elizabeth dia akan melakukan segalanya.


Pandangan Kendrick tidak lepas dari perut Noela yang membesar, Noela paham maksud pandangan kendrick. Elizabeth menarik nafas, sekedar ingin menahan agar perutnya tidak terlihat besar. Tapi apa bisa? Pikiran Elizabeth kacau, dia mulai mencemaskan kepergian Artur. Apa seseorang mencelakai Artur? Tiba tiba Elizabeth cemas, Elizabeth memang tidak mencintai Artur sama sekali, tetapi laki laki itu sangat baik bahkan merancang kematiannya.


Tiba tiba suara teriakan memanggil namanya, dari nada bicaranya seolah ada kekuwatiran.

__ADS_1


"Eli istriku!" Teriak Artur. Bahkan lelaki ceking itu berlari mendekati ke dua manusia yang bergerombol, pengawal Kendric menjauhkan dan menahan Artur agar tak mendekati Elizabeth.


"Kendrick, jangan begitu! Dia suamiku!" bentak Elizabeth.


"Suami? Jangan mimpi! Kamu masih sah istriku Eli!" Bentak Kendrick tak kalah kerasnya.


"Di Kolombia iya. Tapi kamu sekarang ada di mana? Kita ada di Jepang! Surat suratmu tidak berlaku di sini!" Bentak Elizabeth, kemudian dia mengeluarkan dua buku berwarna dan memberikan kepada Kendrick.


Buku merah itu benar tertulis nama Elizabeth dan Artur.


"Aku sudah menandatangani surat cerainya." Elizabeth berusaha mengingatkan.


"Aku membuangnya dan bahkan belum mendaftarkannya. Kita pulang sekarang!" Kendrick mulai menurunkan nada bicaranya, dia hendak merebut tangan Elizabeth tetapi dokter Artur menghalau tangan Kendrick. Merasa lawan bicaranya bertindak kasar, dokter Artur mendorong Kendrick dengan keras. Pengawal Kendrick kecolongan!


"Apa kamu tidak mendengar ucapan Eli, dia istriku dan tidak mau kembali!"


Menyaksikan bos Kendrick di dorong dokter Artur, darah Marco mendidih. Kemudian memukul tengkuk Artur hingga laki laki itu jatuh tetelungkup.


"Kalian jangan seperti ini! Kalian ini bukan manusia!" Elizabeth menubruk tubuh Artrur yang meringkuk kesakitan. Artur memang suaminya dan sama sekali belum menyentuhnya, tapi bagi Elizabeth hanya laki laki itu yang sudah menolongnya agar terlepas dari jeratan masalah Kendrick.


Marco terus menendang perut dan kaki Artur, dia terus menghajarnya. Artur nampak kesakitan. Tapi sebagai laki laki dia berusaha bangkit.


"stop, stop. Hentikan Marco! Kamu sama binatangnya dengan Kendrick!" Kendrick mengibaskan tangannya agar Marco menghentikannya.


Marco menghentikan pukulan dan tendangan, Elizabeth menangis sesunggukan. Kendrick masih menunggu reaksi Elizabeth.


"Kendrick aku ingin bicara dengan kamu." Ucap Elizabeth lirih, Artur berusaha menahan istrinya. Untuk kali ini dia tidak mau melepaskan Elizabeth. Cinta pertamanya saat mereka bertemu di Chia. Kendrick menyetujui permintaan Elizabeth. Kemudian ke duanya berjalan menjauh dari Artur yang tengah tersungkur. Tapi sebelum melangkah pergi, Kendrick membalikkan tumitnya dan memberikan pukulan tepat di wajah Marco.


"Sudah ku katakan kepadamu, jangan bertindak berlebih, lancang kamu menghukum Artur. Aku tidak mau terlihat buruk di mata istriku." Ucapan Kendrick tepat di telinga Marco, gaya bicaranya seolah berbisik dan mengancam. Kemudian Kendrick berbalik badan lagi dan langsung membuang senyuman kepada Elizabeth.

__ADS_1


Hai semua, level novelku menurun, sedih banget. Bantu aku like dan komen ya. Apa di tempat kalian lagi hujan ya? Di sini hujan deras. Buat kalian setuju Elizabeth sama Kendrick atau dokter Artur? Gracias.


__ADS_2