Cinta Wanita Kumal

Cinta Wanita Kumal
Makan Cemilan dan Makan Malam


__ADS_3

Kaca gelap pada mobil MPV bukan hanya sebagai pelindung dari sinar matahari, ternyata seperti ini fungsinya, menyamarkan isi di dalamnya. Gerakan Kendrick begitu teratur, nafasnya memburu. Elizabeth duduk di atas pangkuannya tanpa pelindung pakaian sama sekali, sementara Kendrick hanya membuka pengait celananya dan kancing kemejanya terlepas tak beraturan.


Sebelumnya Elizabeth menolak melakukan di dalam mobil. Dia masih memiliki urat malu, di tambah rasa kesal akibat masalah sebelumnya.


"Eli, sejak kapan kamu menolakku?" Tanya Kendrick sebelum memakan cemilan malam.


"Kendrick, kita bisa melakukannya di rumah." Jawab Elizabeth kesal.


Dia tau kebiasaan Kendrick, setelah meminta cemilan selanjutnya akan minta jatah makan malam dan di lanjutkan dengan pencuci mulut. Seperti biasa Elizabeth akan kesulitan berjalan. Dan itu mungkin saja berlanjut hingga matahari terbit. Elizabeth sangat tidak nyaman.


Sebelumnya beberapa kali Marco melirik kaca sepion di atas kepalanya, menyadari majikannya sangat agresif terhadap istri ke tiganya, Marco memerintahkan sang sopir untuk menepikan kendaraannya tepat di tepi jalan yang banyak di tumbuhi pepohonan. Ke duanya keluar dari mobil MPV itu masing masing membelakangi mobil. Kebetulan sekali tidak ada kendaraan lain yang melewati komplek Park House Bogota. Sekalipun ada kendaraan lain yang lewat, mereka tidak akan mungkin berani mendekati kendaraan Kendrick yang terparkir di situ.


"Kendrick sejak kapan kamu tidak tau malu? Bahkan melakukan cemilan di tepi jalan!"


"Apa kamu tidak suka? Bukankah kita harus menyempurnakan bentuk tubuh bayi kita? Rasanya tidak lengkap jika ayahnya tidak menjenguknya." Kendrick mengucapkannya dengan senyum jahil, dia tau istri ketiganya kesal. Masalah hari ini akan di sembuhkannya dengan adegan ini.


Kendrick tidak mau Elizabeth banyak bergerak karena semakin menyulitkan Kendrick.


"Kamu bisa diam? Menurutlah!" Kemudian Kendrick semakin menekan Elizabeth. Dan mengunci pergerakannya. Tidak lupa menyumpal mulut Elizabeth dengan ciuman panasnya.


Kegiatan itu berlaku hanya 30 menit, dan itupun sangat melelahkan bagi Elizabeth, berbanding terbalik dengan Kendrick, dia merasa adegan itu hanya sebuah makan cemilan, belum makan malam. Kendrick membantu Elizabeth mengenakan kembali pakaiannya bahkan bos mafia itu tanpa malu memebereskan sisa sisa dengan kertas tisyu. Setelahnya dia merapikan sendiri pakaiannya.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian Marco membuka pintu mobil sisi kanan, di susul sang sopir di bagian kiri. Elizabeth sempat terkejut. Bagaimana mereka bisa tau jika kegiatan makan cemilan telah selesai? Dan bergegas memasuki mobil? Atau jangan jangan karena mobil sudah tidak bergoyang lagi?


"Kalian keluarlah, pulanglah berjalan kaki, aku akan menyetir sendiri." Ucap Kendrick datar, Marco dan sopir belum sempat duduk baru membuka pintu sudah di usirnya. Mengapa tidak dari tadi saja? Sebenarnya Marco sangat kesal, tapi bagaimana lagi? Jika majikannya yang memerintah. Tentunya bagi Kendrick tidak mau hawa percintaannya di cium oleh orang lain.


Kendrick berpindah tempat duduk tepat di bagian kemudi, dia membiarkan Elizabeth yang tertidur di barisan kursi belakang, menggunakan bantal jaket Kendrick yang di lipat.


"Istri ke tiga, apa kamu sudah tertidur? Nanti malam jangan lupa kita...." Ucapan Kendrick belum juga selesai tetapi Elizabeth sudah memotongnya.


"Makan malam dan hidangan penutup. Aku sudah tau! Kendrick, tidakkah kamu takut terpotong jika sering terpakai?"


"Istri ke tiga, jika terpotong dan kamu simpan. Tidak masalah aku rela!" Kendrick mengucapkannya dengan tawa menggoda. Berbeda dengan Elizabeth, melemparkan jaket Kendrick yang di bawah kepalanya ke arah Kendrick dan jatuh tepat di pangkuannya, suaminya berubah genit.


"Kamu cabul!"


Kendrick melihat dari sepion di atas kepalanya, Marco dan sopir tengah berjalan, ke duanya nampak berkeringat. Kendrick tidak menghiraukan mereka.


Sementara Marco merasa kesal, tetapi dia tidak berani mengungkapkan kekesalannya. Di tambah jalanan ini adalah jalan satu satunya masuk ke kastil barat. Bisa saja Marco menelepon pengawal yang lain untuk mengirim mobil untuk menjemputnya. Tetapi dia tidak akan berani, karena jika majikannya menyuruh berjalan dia harus lakukan karena di lihat dari wajahnya kalau bos Kendrick kalau kesal terhadap dirinya.


Mobil tiba di kastil barat, Elizabeth masih tertidur pulas. Kendrick tidak tega membangunkan Elizabeth, dia membuka pintu bagian belakang dan mengangkat tubuhnya, badan Kendrick yang kekar tidak merasa kesulitan mengangkat tubuh istri ketiganya dan bayi dalam perutnya.


Elizabeth merasa tubuhnya melayang, matanya terbuka. Tatapannya jatuh pada senyum Kendrick. Elizabeth sangat tidak enak, apalagi ekor matanya menatap sosok dokter Arthur yang tengah duduk di sofa, Elizabeth tau perasaan dokter Arthur, dia tidak bisa menyangkal. Elizabeth tidak enak hati.

__ADS_1


Sementara itu dokter Artur menundukkan kepala, hanya mencintai tidak bisa memiliki. Perasaan cintanya sangat besar hingga dia merekayasa sebuah surat pernikahan untuknya dan Elizabeth. Jika saja dia tidak menunda apalagi memaksa segera berhubungan intim mungkin Elizabeth terikat dengannya. Sayangnya Elizabeth dalam keadaan hamil anak Kendrick dan dia harus menundanya, sayangnya keinginannya tidak tercapai keburu Elizabeth di temukan oleh Kendrick yang notabene adalah suami sahnya. Sekarang Artur hanya bisa menggigit jari.


"Istri ke tiga, kenapa kamu menutup wajahmu? Apa kamu malu? Kepada siapa?"


Elizabeth tidak menjawab, apalagi Kendrick mengucapkannya dengan suara cukup tinggi. Merasa Elizabeth memiliki perasaan terhadap Artur, Kendrick mencium bibir Elizabeth dan semakin dalam di depan Arthur, padahal di lakukan di ujung tangga tentunya Artur hanya seorang penonton opera, hanya bisa menangis halu. Kendrick cemburu!


"Kamu jangan menatap laki laki lain selain suamimu!" Elizabeth tidak menjawab, mengecilkan tubuhnya dan meringkuk seperti kelinci putih yang manja.


Kendrick mendorong pintu kamar dengan kakinya lalu meletakkan tubuh istrinya dengan lembut.


"Lanjutkan tidurmu, aku akan memerintahkan orang dapur masakkan bubur labu untukmu." Ucap Kendrick kemudian mengecup dahi istri ke tiganya. Kemudian keluar kamar dan menuruni tangga. Dia masih melihat Artur di ujung sofa.


"Kenapa kamu belum pergi?" Tanya Kendrick berupa sindiran.


"Tidak, aku hanya memberikan ini, resep obat Cina, obat yang seperti biasa yang aku gunakan kebetulan habis dan itu hanya di kirim satu bulan ke depan, bisakah kamu mencarinya sekarang? Mungkin orangmu bisa, obat ini sangat di butuhkan oleh Eliana, sayangnya hanya ada di pasar gelap.


"Baiklah, aku akan memerintahkan anak buahku membelinya. Apa sudah melakukann terapi?"


"Ya, setiap pagi. Dan sekarang Eliana banyak kemajuan, bahkan suaranya lumayan bisa di mengerti, tangannya juga bisa bergerak bebas. Hanya kaki dan daya ingatnya agak lemah."


"Lalu lakukan terapi lagi! Jangan di sini, jangan sampai istriku sering sering melihat kamu!"

__ADS_1


Artur merasa kesal, dia tau kalau tidak mungkin bisa bersaing dengan kepala mafia Kolombia. Lalu masih saja menyindirnya. Artur berdiri dan meninggalkan ruang tamu menuju kamar tidur tamu.


Sementara itu di kejauhan istri pertama Kendrick, Eva mengepalkan tangannya, ingin rasanya membanting adik atau madunya. Siasatnya memenjarakan Elizabeth ternyata gagal. Dia menunggu kepergian Kendrick dan berniat melabrak adiknya.


__ADS_2