Cinta Wanita Kumal

Cinta Wanita Kumal
Pengakuan Ranu


__ADS_3

Julia menatap sinis Elizabeth, marah sekaligus senang. Julia menabrak Elizabeth dan memeluknya dengan erat. Di sini yang paling emosional adalah Julia, kesedihannya selama ini ternyata adalah kejahatan yang di ciptakan oleh Noela.


Elizabeth bersama Julia duduk berdua di teras belakang, teh daun melati yang di seduh oleh Elizabeth menyebar aroma yang menenangkan. Julia menatap perubahan wajah sahabatnya saat dia menanyakan keadaan Eva. Bagaimanapun Eva tercatat dan terlahir sebagai saudara kandung. Elizabeth menarik nafas berat mencoba mengaburkan kenangan buruk tentang saudara yang telah membuat dirinya berakhir seperti ini. Julia mengalihkan pembicaraannya.


"Kenapa kamu masih percaya Kendrick brengsek! Kenapa kamu percaya dengan laki laki dengan gelar mantan suami! Dia sudah menghianatimu."


Julia bicara tanpa berhenti, bahkan umpatan keluar dari mulutnya, Jika saja Matheo mendengarnya mungkin Matheo sudah menyumpal mulutnya. Tentu suaminya lebih takut jika Kendrick yang mengambil tindakan. Tapi Julia tidak ambil perduli.


"Julia hentikan bicaramu, aku dan Kendrick masih terikat tali pernikahan." Ucap Elizabeth, dia harus mengatakan kebenarannya. Walaupun ada kebimbangan tentang hal itu.


"Apa!" Teriak Julia tak percaya, matanya terbelalak melihat sahabatnya.


"Ini gila! Lagi lagi Kendrick menekanmu!" Tambah Julia berapi api, sesekali Julia melihat sekitar, kalau kalau Kendrick mendengar pembicaraannya dengan Elizabeth. Julia memang terkesan berani jika seseorang menyakiti Elizabeth, tapi dengan Kendrick dia harus waspada.


"Dia tidak menekanku, aku melihat suratnya. Saham yang selama ini aku lepas, ternyata masih atas nama anak anak dan aku. Dia melakukan ini demi saham yang di miliki Noela." Elizabeth menundukkan kepalanya, ada rasa enggan mengetahui kenyataan seperti ini. Di akuinya hidup bersama Kendrick penuh ketegangan dan ancaman, tapi dia masih tetap mencintainya.


Mendengar keterangan Elizabeth, Julia merasa tak enak dan tidak percaya. Kemudian lagi lagi Julia mengalihkan pembicaraaan.


"Bagaimana bisa kamu mengelabuiku lagi dan lagi. Kamu memalsukan kematianmu"


"Kali ini aku terpaksa, rencana Noela akan menghabisiku dan anak anak di ketahui oleh pelayan Xa, dia mendengar secara tak langsung saat mengambil pakaian anak anak di kastil barat." Ucap Elizabeth, dia mulai menceritakan perubahan sikap Noela, memperlakukan Nina dengan kejam, dan bekerja sama dengan Eva untuk mencelakainya.


"Sudah aku duga, Noela tidak sebaik yang kamu katakan. Kamu tidak percaya ucapanku." Ejek Julia kepada sahabtnya, dia mencoba mengingatkan kepada Elizabeth tentang sikapnya terhadap Noela.


"Maafkan aku, saat itu aku terlalu naif. Bahkan dia memanipulasi saham pemberian Kendrick. Sifat manusia dapat berubah." Sesal Elizabeth, dia menyilangkan kakinya dan menarik gelas berisi air teh dan mulai meminumnya.


"Lalu bagaimana pendapatmu tentang Eva?" Tanya Julia, menyelidik sahabatnya, kelemahan Elizabeth hanyalah satu yaitu mudah percaya dengan orang lain.


"Bagaimanapun juga dia kakakku, aku memaafkan. Tapi proses hukum tetap berjalan." Ucap Elizabeth lirih.

__ADS_1


"Ya, kamu benar." Ucap Julia singkat. Kemudian dia menggenggam tangan sahabatnya.


"Julia." Kalimat yang keluar dari mulut Elizabeth semakin lirih.


"Hmmm." Jawab Julia singkat, dia melamunkan kematian Noela yang tragis sehingga tak cepat bereaksi dengan pertanyaan Elizabeth.


"Aku belum sepenuhnya memafkan Kendrick, aku juga belum yakin dengan sikap Leyton nantinya, dia terluka. Merasa terbuang."


"Setelah yang sudah kamu lakukan semalam dan kamu baru merasakan keraguan? Kamu gila?"


"Tapi aku tidak melakukan apa apa. Aku masih belum percaya dan belum bisa meneeima Kendrick sepenuhnya..."


"Sudahlah, jangan katakan kalau kamu menyesal, atau kamu jatuh cinta pada Juan?"


Elizabeth tidak menjawab ucapan Julia, tapi tak di pungkiri yang di katakannya benar.


Kendrick bersama Matheo berjalan menuju ruang kerja di ikuti Marco. Menjadi senator tidaklah cukup tenang. Keberhasilannya mencapai kedudukan tertinggi, tetapi wanitanya sepertinya tidak menerimanya dengan tulus.


Saat mereka sibuk dengan kebiasaan masing masing, terdengar keributan di luar kastil barat. Padahal hari belum memasuki sore, tetapi cuaca sedikit mendung dan gelap.


"Sepertinya ada kerusuhan di luar." Ucap Julia, mendengar ucapan sahabatnya, Elizabeth beranjak berdiri dan berjalan menuju pintu depan kastil barat."


"Ada apa?" Tanya Elizabeth pada salah satu pelayan, pelayan menundukkan kepala dan memberi hormat.


"Seseorang mengaku sebagai kakak nyonya, sepertinya sudah di usir oleh Marco."


"Apa!" Teriak Elizabeth, dia yakin kakaknya menjemputnya. Berani beraninya Marco mengusir Diego, ini sepertinya perintah dari Kendrick, mustahil Marco bertindak tanpa perintah dari tuannya. Elizabeth mencari di mana laki laki yang mengaku kakaknya di usir Marco.


"Di mana dia?!" Bentak Elizabeth saat bertemu Marco. Marco tak menyangka dapat pertanyaan seperti itu, dia terkejut dan bersikap tenang. Julia berdiri di belakang Elizabeth.

__ADS_1


"Kamu kaki tangan Kendrick, berani beraninya mengusir saudara dari Elizabeth." Bentak Julia pada Marco.


"Tapi.."


Ke dua pelayan di perintahkan Marco untuk membawa lagi laki laki yang mengaku sebagai Diego. Beberapa menit kemudian pelayan mengantar laki laki yang sama sekali tidak di kenali oleh Elizabeth.


"Kamu siapa?" Tanya Elizabeth menyelidik.


"Aku Ranu, orang orang memanggilku Ran, saya di perintahkan tuan Diego untuk datang kemari. Tuan Diego kesulitan menghubungi Nona, saya tau keberadaan nyonya dari televisi."


Kendrick bersama Matheo juga datang, mereka juga mendengar pembicaraan Elizabeth dan lelaki dusun itu.


"Katakan ada apa, cepat." Bentak Elizabeth tak sabar. Tiba tiba perasaannya menjadi tak enak.


"Tuan kecil Leyton di culik seseorang, saat pulang sekolah." Ucap laki laki itu, tiba tiba kebenciannya pada Kendrick muncul kembali. Kalau saja ponselnya tidak di rampas Kendrick, mungkin Elizabeth dengan cepat mendapatkan kabar itu.


Kendrick terkejut demikian juga yang lain. Elizabeth berlari tanpa memikirkan pakaian yang di kenakannya, dia mencari taxi, tapi jarak komplek dan jalan raya cukup jauh.


Dengan cepat Kendrick memerintahkan Marco mengambil kendaraan. Matheo mengikuti dengan mobil yang lain, laki laki yang mengaku sebagai Diego juga masuk ke dalam mobil Matheo.


"Tuan muda, saya mohon maaf. Terpaksa mengaku sebagai tuan Diego karena kesulitan memasuki bangunan itu." Yang di maksud bangunan itu adalah kastil barat.


Matheo tidak banyak bicara, dia menganggukkan kepalanya. Matheo membayangkan jika sesuatu terjadi pada Leyton, bagaimana perasaan Kendrick selanjutnya.


"Naik, kita beangkat dengan cepat. Jangan menunda waktu." Ucap Kendrick kepada Elizabeth. Elizabeth menuruti, ucapan Kendrick benar. Semakin keras kepala semakin lama dia sampai di kota Chia.


"Kendrick aku membencimu!" Bentak Elizabeth.


Kendrick mengulurkan tangannya, mengembalikan ponsel Elizabeth. Awalnya dia merampas ponsel Elizabeth karena demi menghalangi Elizabeth agar tidak berhubungan lagi dengan Juan. Tapi tidak tau jika akhirnya seperti ini.

__ADS_1


__ADS_2