Cinta Wanita Kumal

Cinta Wanita Kumal
Wanita Rubah dan Culas


__ADS_3

"Kau pergilah ke kamar aku akan menyusulmu."


Kalimat itu cuma pemanis saja, Kendrick tidak benar benar kembali, Elizabeth tertidur di atas sofa panjang yang ada di dalam kamar. Elizabeth terdiam saat mendapati dirinya terbangun, dia tertidur di atas sofa, kelelahan karena persiapan pesta menyambut kelahiran putranya benar benar menguras tenaga dan pikirannya, walaupun tak di pungkiri banyak sebagian besar persiapan itu di kerjakan oleh para pembantu, tapi Elizabeth tidak mau lepas begitu saja.


Elizabeth berjalan menuju kamar mandi, di jam ini dia harus mengantar Nina berangkat sekolah, walaupun hanya mengantar ke dalam mobil dan memastikan keselamatannya bersama sopir pengantar, tapi yang pasti Elizabeth tidak mau tertinggal sarapan pagi bersama Kendrick karena Kendrick tidak menyukai siapapun yang melewati sarapan pagi bersama meja makan.


Sura ketukan di pintu menyadarkan lamunannya, pelayan mengatakan kalau Elizabeth sudah di tunggu Kendrick dan lainnya di ruang makan. Elizabeth menggerai rambutnya yang sedikit basah, wajahnya terlihat segar dan mempesona.


"Maaf aku terlambat." Ucap Elizabeth lirih, sekilas dia menatap Kendrick dan Noela yang tengah duduk bersebelahan.


Elizabeth tidak langsung duduk dan bergabung, dia merasa bingung karena kursi yang biasa dia tempati tidak ada di posisinya, malah terisi oleh kursi roda yang di duduki oleh Noela. Noela mengetahui kesalahannya, memasang wajah sedih dan mengintruksikan pelayan untuk memindahkan kursi roda dan mengembalikan kursi Elizabeth ke tempat semula.


"Maafkan aku." Ucap Noela sedih, wajahnya menciut dan menunduk seakan tau kesalahannya.


Awalnya Kendrick tak menghiraukan posisi Elizabeth yang tidak langsung duduk, karena dia berkutat dengan laptop yang ada di tangannya. Tetapi menyadari kursi yang di tempatinya bergeser karena tanpa sengaja Noela berpegangan pada sandaran kursi Kendrick, Kendrick mengangkat kepalanya.


"Mau pindah ke mana?" Tanya Kendrick lirih, tangan kananya menahan kursi roda Noela. Ada tatapan kekuwatiran pada mata Kendrick saat melihat Noela.


"Pelayan memindahkan kursi Elizabeth dan meletakkan kursi rodaku di sini. Aku penyebab Elizabeth tidak memiliki kursi makan." Ucap Noela lirih, wajah polosnya pura pura sedih seakan tanpa dosa. Elizabeth baru mengenal dokter Noela yang jenius itu ternyata mirip seekor rubah. Dulu dokter Noela yang di kenalnya tidak seperti ini. Elizabeth belum mengucapkan bantahan, tapi Kendrick sudah memotong kalimatnya.

__ADS_1


"Tidak masalah, kamu tetap di sini. Masih banyak kursi yang kosong." Ucap Kendrick. Matanya melihat Elizabeth, pandangan matanya seakan mengintimidasi. Walaupun terlihat senyuman di bibirnya tapi Kendrick mengucapkannya tanpa perasaan bersalah. Lirikan mata Kendrick seolah menunjukkan menunjukkan letak kursi Elizabeth yang seharusnya.


Elizabeth menelan ludah tak percaya bahkan rahangnya menganga seolah terlepas dari engselnya. Gugup tentu saja, sedikit memalingkan wajah membuang keraguan, memberikan senyuman hambar kepada semua yang ada di ruangan. Tetapi tetap saja mulut dan lidahnya tak dapat menghambat kalimat yang terucap dengan tidak semestinya.


"Kendrick?" Ekspresi Elizabeth seolah olah mencari jawaban.


Sesaat Elizabeth tertegun, sikap Kendrick yang seperti ini yang paling dia benci, tidak memiliki prinsip. Elizabeth sangat malu, apalagi meja panjang ini juga ada Julia dan Matheo, malu? Tentu saja. Pada saat itu Julia akan mengeluarkan kalimat protes pada Kendrick, tapi dengan cepat Elizabeth memotong. Beruntung juga Nina memanggilnya.


"Mama, duduk di samping Nina, aku ingin suapan dari tanganmu." Ucap Nina manja. Gadis kecil ini memang tau dan bahkan terlihat sedikit dewasa dari usianya. Elizabeth mengangguk, dia tidak memikirkan lagi kekecewaanya. Elizabeth memutari meja makan, memilih kursi kosong di samping Nina, dan posisinya berlawanan jauh dari kursi Kendrick. Elizabeth menatap senyum dokter Artur seolah mengejek, Elizabeth tidak memperdulikan itu, toh antara dirinya dan dokter Artur sudah selesai, tidak ada lagi benang merah yang menghubungkan.


Elizabeth membolak balikkan kepalanya, mencari keberadaan Eva. Tapi dia tidak melihatnya. Menurutnya tidak mungkin selalu berada di rumah sakit, dia juga butuh mengambil kebutuhan sehari hari dan menjalani hidup.


Semuanya sarapan pagi dengan tertib tanpa suara, hingga akhirnya Kendrick meninggalkan kursi menuju tempat kerja, tak lupa mengecup dahi ke dua istrinya.


"Kendrick, siang ini aku mau ke rumah sakit." Ujar Elizabeth, entah apa ada perasaan yang mendorongnya agar melihat kondisi Leyton. Awalnya Elizabeth sering mengutarakan keinginannya untuk membantu Eva menjaga Leyton dan itu di utarakan sebelum melahirkan, Namun dengan tegas Kendrick melarang, tapi sekarang tetap tidak berubah. Tetapi Kendrick terkesan tidak perduli apa yang akan di lakukannya, untuk urusan Leyton dan Eva dia memilih keputusan tersendiri. Kendrick sangat perduli dengan anak anaknya.


"Untuk apa? Apa ada yang sakit?" Tanya Julia, memastikan keadaan sahabatnya, beberapa kali melirik Noela yang sesekali mencuri pandang keberadaan Elizabeth.


"Tidak hanya melihat kondisi Leyton." Jawab Elizabeth, sambil memandang Kendrick yang mulai melangkah pergi.

__ADS_1


"Tidak usah, kamu di rumah saja, persiapkan pesta kelahiran David, akan ada banyak tamu penting yang hadir. Kondisi Leyton berangsur membaik. Eva masih menjaganya. Tiap hari sepulang kantor aku juga memastikan kondisnya. Jadi jangan kuwatir. Kemungkinan lusa dia bisa pulang." Jawab Kendeick, berhenti sejenak untuk menjawab ucapan Elizabeth.


Elizabeth menganggukkan kepalanya dan kecewa. Kendrick selalu melarangnya datang ke rumah sakit untuk menjenguk Leyton dengan berbagai alasan.


Makanan yang ada di atas piringnya saja belum sempat di sentuh, tapi Kendrick sudah meninggalkan meja makan di ikuti Matheo, apa yang membuat Kendrick tidak bernafsu untuk menghabiskan sarapan pagi? Apa karena kehadirannya?


"Kasihan sekali Kendrick, bahkan roti tortila belum di sentuh, terlalu lama menunggu anggota keluarga yang hadir di meja makan, padahal aku sudah menyuruhnya untuk makan terlebih dahulu. Menurutku bisakah untuk selanjutnya kalian tidak terlambat saat waktunya makan? Karena itu menyulitkan Kendrick." Ucap Noela lirih. Dia memasang wajah bersalah.


"Maksud kamu apa? Yang kamu maksud menyulitkan Kendrick itu siapa? Langsung sebut nama! Jangan bilang sakitmu membuat batang otakmu lumer dan bercecer. Lagi pula untuk apa terburu buru, lihat di sana bahkan Kendrick masih merokok di luar. Kendrick saja yang aneh." Dengus Julia, tapi ucapannya di hentikan oleh Elizabeth, tangannya di genggam untuk meredakan emosi.


"Tapi memang begitu, aku tidak perlu menyebut nama. Toh yang terlambat di sini banyak termasuk kamu." Ucap Noala lirih, menunjuk jarinya ke arah Julia. Kemudian wajahnya menunduk ketakutan. Noala benar benar bagaikan putri yang tertindas.


Julia seakan terkunci mulutnya, memang benar dirinya dan Elizabeth datang hampir bersamaan dan itu sangat terlambat.


"Aku minta maaf, aku terlambat. Ke depannya akan aku usahakan datang lebih awal." Jawab Elizabeth, membalas dengan peristiwa semalam saat dia di tinggalkan begitu saja oleh Kendrick demi Noela, tentu Elizabeth terbanting harga dirinya, dia tidak mau membiarkan Julia berasumsi apapun.


"Aku kenyang! Kita pergi, masih banyak pekerjaan untuk kita lakukan." Ajak Julia kepada Elizabeth.


"Ehhmm kapan kalian pindah." Sela Noela, pertanyaan di tujukan kepada Julia. Julia membelalakkan matanya, wanita ini benar benar rubah.

__ADS_1


"Dokter Noela, aku yang meminta Kendrick untuk mengijinkan Julia dan Matheo tinggal di kastil jadi silahkan bertanya kepada Kendrick." Jawab Elizabeth, kemudian menarik tangan Julia untuk keluar dari ruang makan.


__ADS_2