
Elizabeth berdiri setelah beberapa meter jauhnya dari klub D'Oreon. Dia benar benar melakukan itu, hukuman bagi Elizabeth jika meninggalkan Kendrick begitu menyakitkan bahkan memalukan. Sebagian pejalan kaki melihat kejadian itu bahkan merekamnya kemudian mengunggahnya di media sosial. Kejadian itu begitu gempar. Banyak spekulisi bersliweran di media sosial, bahkan melebih lebihkan dari berita yang sesungguhnya. Diantaranya 'Seorang wanita penghibur mencoba kabur dan berhasil di tangkap'. Sungguh menyedihkan nasib Elizabeth, beberapa kali dia menundukkan wajahnya, menyembunyikan wajah itu dengan rambut hitamnya, tapi demi bisa meninggalkan D'Oreon dia rela melakukan ini. Elizabeth lelah dan menyerah, dia tak sanggup lagi berdiri, ingin sekali berhenti dan membaringkan tubuhnya di jalan beraspal itu, tapi dia takut Marco kembali menangkapnya.
Untungnya mobil sedan hitam berhenti tepat di hadapannya, seorang laki laki keluar dari mobil dan mengangkat tubuh Elizabeth, memasukkan ke dalam mobil hitam. Dengan kekuatan penuh dia menggendong Elizabeth.
Elizabeth bermandikan keringat dingin lututnya sangat sakit. Samar samar dia dapat melihat siapa lelaki penolongnya. Elizabeth tau siapa penolong itu, meskipun tak sadarkan diri beberapa saat setelah dia di selamatkan.
Juan lelaki yang di anggapnya sumber masalah dan manusia brengsek. Benci dan kecewa bercampur jadi satu, hingga akhirnya Elizabeth tidak sadarkan diri.
Elizabeth terbangun beberapa saat kemudian, bau disinfektan masuk menyeruak hidungnya. Matanya mengerjap ngerjap menyesuaikan keadaan tetapi Elizabeth masih belum tersadar sepenuhnya. Ruangan serba putih bahkan lantainya juga berwarna putih dan dia hanya sendiri, merasakan sakit di lutut dan telapak tangannya. Luka itu sudah tertutup perban dan plester.
Elizabeth baru menyadari jika dia berada di kamar rumah sakit. Mencari seseorang yang sudah menyelamatkannya dan dia tidak menemukan orang tersebut.
Pergelangan tangannya masih menancap jarum infus, yang terhubung selang berisi dua cairan merah dan putih.
Seseorang membuka pintu dan masuk ke dalam ruangannya, dia melihat sosok Juan datang sambil membawa sebungkus kantong kertas berisi beberapa obat.
"Trimakasih sudah menyelamatkanku." Ucap Elizabeth lirih, ucapan yang sangat pas bagi orang yang sudah menerima bantuan.
"Jangan buru buru trimakasih." Balas Juan.
Kalimat seperti itu juga pernah di ucapkan oleh Kendrick. Kenapa manusia psikopat seperti mereka mengucapkan kalimat yang sama?
"Lalu harus bagaimana?"
"Santai saja dulu. Kalau di hitung hitung kita impas. Aku sudah menolongmu dan tentunya kita tidak ada masalah lagi mulai sekarang."
"Lalu bagaimana mengenai kekacauan yang telah kamu ciptakan? melibatkan aku dalam masalahmu dan Kendrick. Impas dari mananya?"
Juan menghela napas panjang, dia tidak buru buru menjawab.
Dia hanya mendengarkan ucapan Elizabeth, dan lebih pantas di sebut sumpah serapah.
"Aku tidak bisa membantumu lagi dan tolong lepaskan Nina dan Julia. Satu lagi bebaskan juga Diego."
"Aku akan melepaskan Nina dan Julia, tapi aku bersumpah sudah kehilangan jejak Diego sejak lama. Bahkan aku memanggil terapis untuk menyembuhkan penyakitnya."
__ADS_1
"Omong kosong! Diego memang lelaki dewasa, bahkan dia lima tahun lebih tua dariku. Tetapi kondisi tubuhnya tidak memungkinkan, bagaimana bisa dia melarikan diri!"
"Aku berkata benar, Diego tiba tiba menghilang!"
Elizabeth tidak mempercayai ucapan lelaki yang bermasalah seperti Juan.
"Otakmu sudah tercemar warna rambutmu. Dengan mudahnya kamu mengarang cerita tentang hilangnya Diego." Elizabeth dengan wajah marahnya.
"Aku berjanji akan menemukannya. Sebaiknya sesuai kesepakatan awal kamu sudah berjanji padaku..." Ekspresi Juan dengan keseriusannya.
"Gila! Dalam keadaan tubuhku seperti ini kamu masih mengatakan itu? Batal! Kesepakatan batal!" Teriak Elizabeth histeris.
"Baik kalau begitu akan kukirim lagi kamu kepada Kendrick, atau kamu pilih Nina.." Juan mengangkat ponselnya dan berniat menghubungi seseorang. Tetapi melihat gelagat itu, Elizabeth menyadari akan niat busuk Juan. Menelepon orang kepercayaannya untuk mencelakai Nina. Elizabeth harus mencegah itu.
"Hentikan! Baik, setelah itu Nina dan Julia segera kamu bebaskan."
Juan tertawa penuh kemenangan, sementara itu bagi Elizabeth lepas dari mulut singa masuk ke mulut srigala, pepatah yang tepat. Elizabeth memejamkan matanya. Otaknya sudah mendidih dan buntu.
"Aku tidak mau menundanya lagi. Sebaiknya sekarang kita ke catatan sipil." Ucap Elizabeth.
"Kamu tidak berada di bagian yang baik, kategori apa yang membuatku tidak sabar untuk menikah denganmu? Aku terburu buru hanya bertujuan ingin hidup bersama anakku seperti di awal saat kamu belum menekanku. Paham!"
"Tapi nantinya kita hidup dalam satu ikatan. Dan kamu bertugas sebagai istri yang baik kamu tau itu."
"Jangan mengada ada. Tidak ada keharusan untuk melakukan itu. Kamu terlalu mengada ada. Kita hanya menikah demi menyakiti Kendrick! Aku tau tujuanmu itu!"
"Kita lihat nanti, dan kita akan hidup bersama. Aku, kamu dan Nina anak kita. Hahaha benar benar keluarga bahagia."
"Persetan dengan semuanya" Elizabeth menjadi lepas kendali, kesabarannya sudah menipis. Perseteruan antara ke duanya melibatkan wanita itu.
Elizabeth tidak mau menunda lagi, dia mau Nina di bebaskan dan pergi dari semuanya. Suster melepas jarum infus, sementara itu Juan menyelesaikan administrasinya.
Beberapa saat kemudian keduanya sudah menuju area parkir kendaraan. Keduanya berangkat menuju kantor catatan sipil. Saat di baru saja Elizabeth memasuki mobil milik Juan, tiba tiba dia mengeluarkan sepatah kata yang membuat Elizabeth tidak percaya.
"Oh satu lagi, ada yang perlu kamu ketahui. Tentang Diego kakakmu. Dia juga memegang kunci rahasiamu, dia ikut andil dalam kekacauan hidupmu."
__ADS_1
"Maksud kamu?"
"Cari dia, dan tanyakan langsung. Dan semoga dia masih hidup."
"Kamu jangan mengada ada."
"Siapa yang mengada ada. Diego tidak sesederhana penampilannya."
"Kenapa harus menunggu Diego sedangkan kamu ada di sini. Ceritakan saja sekarang!"
"Tidak seru! Aku akan menceritakan semuanya setelah surat nikah kita selesai." Ucap Juan dengan tawa menyeringai.
Elizabeth masih menahan emosi, bagaimanapun juga dia terjebak urusan konyol ini. Mau teriak juga percuma, Juan tidak akan perduli.
Mobil melaju kencang, saat sampai di pertengahan jalan tiba tiba mesin mobil itu mati secara tiba tiba.
Elizabeth bersyukur, sepertinya yang maha kuasa mendengar doanya. Juan mencoba menghubungi orang kepercayaannya melalui ponsel miliknya. Berada satu mobil dengan Juan membuat perasaan Elizabeth tidak tenang. Elizabeth membuka pintu dan berjalan ke luar untuk mencari udara segar.
"Mau ke mana?" Tanya Juan, Juan mengetahui sesuatu yang tidak beres dengan mobilnya. Mobil Eropa keluaran terbaru, mustahil tiba tiba rusak.
Juan kembali menyalakan mobil sedan hitam miliknya. Menekan tombol bertuliskan 'Start' berkali kali.
Bahkan Juan sempat curiga ataukah mungkin bahan bakarnya belum terisi? Tetapi pada layar dashboard beberapa indikator sudah terlihat benar. Tidak ada kesalahan.
Elizabeth berdiri di samping mobil, menyisir rambutnya dengan lima jari, tiba tiba dari arah belakang terlihat kendaraan pengangkut barang meluncur ke arahnya, kendaraan itu semakin mendekat, awalnya Elizabeth mengira mungkin saja pengemudi itu akan membelokkan kemudinya. Ternyata tidak sama sekali.
Mobil pengangkut barang itu menambah kecepatan, kemudian mengarahkan bagian depan dan sengaja menabrak bagian belakang mobil Juan.
Juan tidak menyadari itu, dia masih berkonsentrasi pada kendaraannya.
Pandangan Elizabeth tertuju pada mobil juan kemudian beralih ke mobil pengangkut barang, Elizabeth tidak tau apa yang harus di lakukan. Bahkan kakinya seperti terpasak.
Hingga akhirnya mobil pengangkut barang itu benar benar menabrak mobil Juan. Benturan itu begitu keras. Bahkan getarannya membuat Elizabeth terpelanting.
"Juan!" Teriakannya terlambat, kalaupun teriakannya lebih awal toh Juan tidak akan sempat melarikan diri. Pecahan kaca terlempar hingga ke wajah Elizabeth.
__ADS_1
Ada satu komentar yang mengatakan Novelku susah di mengerti dan ruwet. Sebelumnya trimakasih dengan komentarnya, aku akan perbaiki. Tapi aku berusaha membuat Novel yang berbeda dengan penulis novel lainnya. Jadi mohon maaf jika kurang berkenan. Jangan lupa Like Komen and Vote sebagai dukungan dan penyemangat. Gracias.