Cinta Wanita Kumal

Cinta Wanita Kumal
Kemarahan Yang Salah


__ADS_3

Menjelang peresmian pertokoan Cahaya timur, Kendrick menerima sebuah kiriman surat tanpa nama. Saat membuka amplop berwarna coklat itu, Kendrick merasa heran. Hidup di tahun berapa masih ada surat menyurat?


Di dalamnya berisi selembar foto dan sepucuk surat tulisan tangan, juga sebuah dokumen. Surat dengan tulisan tangan yang tampak rapi.


Foto seorang bayi dan mamanya saat masih muda. Tentunya bayi dalam gendongan itu adalah dirinya.


Kalimat dalam kertas itu hanya tertulis deretan angka. Nomor telepon yang tidak di kenalnya. Karena penasaran, Kendrick mengambil ponsel yang tergeletak di atas nakas dan mencoba menghubungi nomor tersebut.


Terdengar nada panggil, telepon terhubung. Seseorang di tempat lain mengangkatnya.


"Kendrick. Trima kasih kamu menghubungiku."


"Kamu? Bajingan tengik!" Teriak Kendrick. Kemudian dia menutup sambungan telepon itu.


Bagaimana tidak murka jika yang dia hubungi ternyata adalah orang yang menyebabkan mamanya bunuh diri. Apalagi dengan beraninya Carlos menyimpan foto mamanya.


Beberapa menit kemudian poselnya berbunyi kembali. Kendrick tau kalau semau ini adalah ulah Carlos.


Membiarkan panggilan pada ponselnya hingga berkali kali. Kendrick berusaha mengabaikannya. Akhirnya dia benar benar tidak tahan.


"Tua bangka! Apa kamu pingin mati!" Teriak Kendrick. Saat Kendrick akan menggeser tombol merah terdengar teriakan di sebrang sana.


"Jangan tutup. Berikan aku waktu bicara lima menit."


"Jangan mimipi! Aku tidak punya waktu buatmu."


"Tiga menit!"


"Waktuku terbuang hanya untuk mendengar ocehanmu."


"Dua menit!" Tak ada suara antara keduanya.


"Baik, mulai sekarang."


Lelaki di seberang sana merasa lega. Berapa tahun dia ingin mengungkapkan perasaan ini.


"Mamamu yang memaksaku. Hingga aku harus kehilangan wanita yang paling aku sayangi. Bahkan anakku."


"Bukan urusanku."


"Itu..ada sangkut pautnya denganmu." Sela Carlos.


"Bahkan Mamamu bersedia membuangmu agar bisa menikah denganku." Ucap Carlos.


Laki laki yang tak lain adalah Carlos menarik napas panjang.


"Mengenai aku berbuat kasar kepadamu, semata mata agar dia menjauh dariku." Ucap Carlos, yang di maksud dia adalah Sara.

__ADS_1


"Jangan membungkus perbuatan bejatmu dengan sebuah kalimat terpaksa. Kamu tidak terpaksa, bahkan menikmatinya bukan."


"Karena mamamu aku kehilangan semuanya."


"Mamaku sudah mati, tidak ada bedanya buatku."


"Ya, tapi wanita seperti mamamu tidak layak di sebut ibu."


"Jaga mulutmu."


"Aku tidak bohong, bahkan dia sudah menjualmu, ke makelar perdagangan anak. Aku yang menebusmu. Sayang sekali Sara malah membuangmu kembali."


"Watunya habis!"


"Baik! Lihat dokumen yang aku kirim, aku yang membebaskanmu dari perbudakan."


Suasana kembali hening, Kendrick sudah menutup sambungan teleponnya. Kepalanya seakan pecah, berpegang teguh pada keyakinan bahwa Carlos tidak lebih dari lelaki sampah yang memperdaya mamanya.


Kertas dokumen kiriman Carlos ada di tangannya. Membuka lipatan dan membaca dengan teliti. Benar tertulis Kendrick tanpa nama keluarga lahir di Bogota, telah di bebaskan dari perbudakan oleh pengusaha Carlos Eman.


Kendrick belum percaya benar, memerintahkan detektif Vito untuk menggali informasi dan mencari data keabsahan.


Tiga jam kemudian Kendrick bersama rombongan sudah tiba di aula utama gedung Cahaya Timur, dekorasi sangat meriah. Undangan di penuhi para pengusaha baik yang berkecimpung di bidang niaga ataupun perhotelan. Tidak ketinggalan Jade Eman dan Carlos Eman, mereka membawa pasangan masing masing.


Acara peresmian tidak terlalu jauh jarak waktunya dengan pesta pertunangan Jade, tentu saja peristiwa yang terjadi masih hangat bahkan memanas.


Jejak pencarian di internet pertunangan Jade adalah di urutan pertama. Bagaimana saat Kendrick memukul wajah Jade terekam bahkan sudah viral.


Para pengusaha banyak yang menjilat kepada Kendrick, mengharap di lirik ataupun di jadikan mitra usaha baik dalam bentuk bisnis ataupun dunia bawah tanah.


Jade Eman memasuki pintu utama, di bagian kirinya nampak wanita yang tengah di dorong menggunakan kursi roda.


Di bagian samping Kendrick ada Carlos dan istrinya. Carlos terlihat lebih sopan hanya saja sikapnya yang seperti itu membuat Kendrick makin muak. Padahal mata Carlos menggambarkan harapan besar terhadap Kendrick.


Acara peresmian berlangsung sore hingga malam hari. Sebagai mitra dengan JE tentu Kendrick tetap menunjukkan keramahannya kepada para tamu undangan. Berita naik turunnya saham atas kedekatan dua mafia mulai berdampak besar. Para petinggi sudah saling sikut dan menjilat.


Ada mimik congkak di raut wajah Jade. Tanpa di sadari dia mulai melupakan wanitanya yang sudah setia menemaninya. Saat ini di lengan Jade sudah ada jari tangan manis milik wanita lain. Nampaknya salah satu tamu model undangan.


Berbanding terbalik dengan tunangannya, yang hanya duduk di atas kursi roda di pojokan ruangan.


Vito mendatangi Kendrick yang tengah berbincang dengan salah satu petinggi di wilayah timur. Karena demi privasi, Vito membisikkan suatu kalimat langsung di telinga Kendrick.


"Bos, ada berita penting."


Setelah berpamitan dengan petinggi Kendrick bergeser dari tempat duduknya dan mencari tempat yang aman.


Marco tetap mengikuti dari belakang.

__ADS_1


"Sudah kamu dapatkan sesuatu?"


"Belum bos."


"Lalu maksud kamu mengajakku ke mari?"


"Ini perintah bos yang baru saja saya terima."


"Mengenai surat dari Carlos?"


"Betul bos."


"Bagaimana bisa malah tugas yang ini."


"Sabar bos. Sepertinya ada yang menutup nutupi tentang siapa sebenarnya tunangan Jade."


"Kalau begitu kabar apa yang kamu bawa?"


Vito mengeluarkan selembar kertas yang bercap pemerintahan Kolombia.


"Apa ini?"


"Ini surat perintah di tutupnya bisnis perbudakan saat itu. Tepatnya dua puluh lima tahun yang lalu, dan tahunnya juga tertulis jelas."


"Lalu apa hubungannya denganku?"


"Ini bos, siapa saja yang mendukung penutupan perbudakan itu. Diantaranya ada nama Carlos di sana. Dan setelah saya telusuri, benar waktu itu Carlos mengeluarkan uang yang besar untuk undang undang ini."


Kendrick seakan di pukul oleh ribuan palu. Ternyata yang di katakan Carlos benar.


Carlos melakukan ini karena kebencian pada Sara. Tapi tetap saja Kendrick tidak menerima ini, apapun alasannya Carlos sudah bersikap bar bar padanya.


Yang menjadi pertanyaan mengapa mamanya tega melakukan semua ini? Demi cintanya pada Carlos? Atau ada alasan lain? Yang pasti mamanya tidak pernah menyayangi Kendrick.


"Bos aku juga mendapatkan kalau pernikahan Carlos dan nona Eli saat itu batal."


"Aku tau itu."


"Oh."


"Kalau menurut versi aku bos....Bisa jadi Carlos menyukai wanita lain bahkan kemungkinan sudah hamil, tapi nyonya Sara berbuat curang demi mendapatkan Cinta Carlos."


Tanpa di sadari dugaan Vito ternyata benar adanya.


"Kemungkinan Carlos memandang sebelah mata terhadap nyonya Sara, dan sebagai gantinya nyonya Sara membuang anak satu satunya yaitu anda."


Kendrick tersenyum masam. Jika ucapan Vito benar, di tambah bukti yang di dapat dari Carlos, lalu untuk apa kemarahannya kali ini? Dan hukuman untuk Elizabeth? Menyedihkan. Kemarahan yang salah.

__ADS_1


Kepergian Vito menyisahkan kesedihan, berita yang di dapat adalah pukulan baginya. Pandangannya tak bisa teralihkan dari sosok wanita duduk di atas kursi roda yang tengah menyendiri di bibir kolam ikan berbentuk air mancur. Wanita yang sudah mengganggu pikirannya.


Trimakasih untuk yang sudah menunggu Novelku. Jangan lupa Like komen and Vote.


__ADS_2