Cinta Wanita Kumal

Cinta Wanita Kumal
Ternyata Noela!


__ADS_3

Hari pembalasan selalu ada, penyesalan selalu di akhir, kekecewaan akan ambisi yang tak tercapai. Putusnya semua harapan dan semua hilang terbang bagaikan kapas tertiup angin.


Elizabeth tak percaya, kabar yang di dapat benar benar menusuk kesadarannya.


"Mengapa jadi seperti ini? Ini bukan ending yang manis!" Dengusnya, kalimatnya di dengar oleh Juan. Juan melirik wanita yang ada di sampingnya. Ke duanya menggunakan masker menutupi sebagian besar wajahnya. Tanpa sadar Elizabeth mengepalkan tangannya.


"Kendalikan dirimu!" Ucap Juan.


Masih teringat dalam benaknya, saat Elizabeth mengatakan kepada Diego untuk kembali ke Bogota, peristiwa penembakan itu benar di lakukan oleh Eva. Perasaan benci terhadap kakak perempuannya tak menimbulkan dendam.


Kenapa Eva menembak Noela? Sebelumnya Elizabeth datang ke rumah sakit besar Bogota secara diam diam. Awalnya menolak saat Juan menawarkan diri akan mengantarnya, tapi Diego bersikeras.


"Biar juan menemanimu, anak anak titipkan pada bibi Aise, aku juga akan menjaga mereka. Setelah urusanmu selesai, segera kembali ke Chia." Ucap Juan, Elizabeth menyetujuinya. Sebenarnya keengganannya memiliki alasan karena setiap kali bersama Juan pasti masalah menimpa ke duanya. Elizabeth merasa antara dirinya dan Juan memiliki kesialan jika di pertemukan.


Pertama kali tiba di Bogota, Elizabeth langsung menuju rumah sakit besar.


Elizabeth menghindari pertemuannya dengan Kendrick, dia tau sampai sekarang anak buahnya selalu mencarinya terutama Matheo. Elizabeth dan Juan bersembunyi dari anak buah Kendrick, banyak polisi yang berjaga, bagaimanapun juga Kendrick adalah senator, dia memiliki kuasa untuk menerima pengawalan. Apalagi saat ini Kendrick tertembak pada saat jumpa pendukung, tentu saja rumor yang beredar berkembang tanpa bisa di kendalikan. Media bahkan menyiarkan kalau Kendrick tertembak oleh lawan politiknya.


Pada saat Elizabeth dan Jade berjalan menyusuri lorong, wajahnya tertutup masker, di ujung koridor dia melihat Kendrick tengah berdiri di ruang gawat darurat, lengan kirinya di tutup dengan perban, ada noda darah di kasa itu.


"Bukankah dia Kendrick? Apa dia tidak mati?" Tanya Juan berbisik di telinga Elizabeth, ke duanya nampak gugup. Tersiar kabar kalau yang mengalami kritis adalah Kendrick dan bukan Noela. Tapi kenyataannya berbeda.


"Kenapa dia tidak mati?" Bisik Juan di telinga Elizabeth, Elizabeth merasa kesal dengan ulah Juan yang selalu menempel dengannya. Elizabeth menyingkirkan tangan Juan dengan kasar.


"Bisa diam atau tidak!"


Juan membuat kode jari mengunci di bibirnya. Kemudian mengacungkan dua jari sebagai tanda damai.


Elizabeth dan Juan bersembunyi di balik dinding, mereka melihat Kendrick yang tengah berbincang dengan dua orang polisi, sepertinya polosi itu tengah mengintrograsinya. Kendrick nampak kooperatif.


Elizabeth mendengar dengan jelas perkataan Kendrick kalau penembak adalah benar Eva mantan istrinya.

__ADS_1


Tapi yang mengejutkan Elizabeth, Kendrick mengatakan kalau sebenarnya peristiwa ini bukanlah murni urusan rumah tangga tetapi ada campur tangan saingan bisnisnya. Dengan kata lain, Eva melakukan penembakan itu atas dasar perintah seseorang.


Malangnya nasib Eva.


Saat Elizabeth memutuskan untuk pergi menuju rumah tahanan di mana Eva di penjara. Elizabeth membalikkan badan hendak meninggalkan tempat, tak lupa Elizabeth menarik tangan Juan, ketika dia berbalik dan mengajak Juan dengan cara menyentuh lengannya, agar segera pergi meninggalkan tempat itu, tanpa sengaja dia menabrak tubuh sesorang yang tak lain adalah Marco. Marco baru saja melangkah dan menatap ponselnya yang tengah berdering, pada saat ke tiganya bertabrakan Marco meminta maaf dan sama sekali tidak mengenali ke duanya. Tapi sebaliknya, Elizabeth terperanjat, dia tidak mendengar perminta maaf Marco dan langsung lari menghindar, sikapnya itu di nilai Marco sebagai orang yang aneh. Marco berbalik dan melihat ke duanya pergi.


"Manusia aneh!" Dengus Marco.


Tapi dia terus melihat ke duanya semakin menjauh.


'Sepertinya aku mengenal ke dua manusia itu, postur tubuhnya seperti....'


"Nyonya Eli!" Teriak Marco, Kendrick yang tengah berbincang dengan dua orang polisi langsung menoleh, teriakan Marco sukses mengalihkan ke duanya.


"Marco!" Bentak Kendrick dengan gerakan ke dua tangannya yang terbuka seolah bertanya ada apa gerangan.


"Bos! Aku menabrak Nona Eli."


"Dia pergi bersama seorang yang kuyakini adalah laki laki."


Kendrick memerintahkan anak buahnya mencari dua orang dengan ciri ciri pakaian yang di jelaskan Marco. Tapi hingga beberapa lama mereka tetap tidak menemukan jejaknya.


Marco menerima kemarahan Kendrick, bahkan dia mendapat hadiah pukulan di wajahnya, sudut bibirnya berdarah. Marco merasa bersalah, apalagi melihat ekspresi Kendrick seperti itu dia semakin ketakutan.


"Kirim orang ke rumah tahanan, jangan terlalu mencolok!" Perintah Kendrick kepada Marco, Marco meninggalkan rumah sakit menuju rumah tahanan dengan membawa sebagian anak buahnya.


"Eli! Aku sudah menduga kamu masih hidup! Jangan kamu kira dengan mudah meninggalkan aku dengan membawa anak anak, aku akan mematahkan kakimu!"


Batin Kendrick, dia bahkan mengusir dua polisi yang mengintograsinya dengan mengatakan bisa menghubungi pengacaranya yaitu Matheo and rekan.


Dua orang dokter mendekati Kendrick, masih menggunakan masker operasi berwarna hijau.

__ADS_1


Dokter mengatakan kalau kondisi Noela tidak akan bisa membaik, satu peluru bersarang tepat di bagian paru parunya. Noela betahan hidup karena posisi peluru itu tertancap di bagian dinding paru paru, namun jika di operasi dan di ambil malah akan berakibat fatal.


"Kita tidak bisa mencabut peluru yang bersarang di paru parunya, karena jika itu di lakukan malah mempercepat kematiannya." Ucap dokter menyesal.


Dokter menyarankan agar Kendrick menemui Noela di saat terakhirnya. Kendrick memasuki ruang darurat, dinding serba putih, suhu ruangan yang dingin. Di tengah ruangan terdapat brankar di atasnya Noela seolah tertidur. Napasnya teratur tapi setiap tarikan napas mengeluarkan suara seperti peluit panjang.


Berbagai alat kesehatan menpel di tubuhnya. Kendrick sudah mengganti pakaiannya dengan pakaian yang di sediakan pihak rumah sakit.


Masih terngiang di pikirannya, betapa semangatnya Noela menghadiri acara Kendrick. Walaupun Noela tau di hati Kendrick sangat menginginkan Elizabeth yang akan menjadi istri kesayangannya. Tapi Noela menggunakan ancaman agar Kendrick tetap di sampingnya.


Kendrick baru menyadari kalau ternyata Noela tidak benar benar tertidur, matanya nyalang ke mana mana. Saat mata Noela menangkap bayangan Kendrick seketika air matanya keluar.


Noela menggapai tangannya hendak meraih tangan Kendrick, dia ingin mengatakan sesuatu. Tapi Kendrick menahannya.


Tiba tiba nafas Noela kembali tersengal, Noela memuntahkan darah segar.


"Aku tau semua yang kamu lakukan, tapi aku memaafkanmu. Trimakasih sudah memberikan satu ginjalmu kepadaku. Eliana kecil akan ku besarkan dengan baik." Ucap Kendrick tepat di telinga Noela.


Noela menitikkan air mata, pandangan semakin kabur. Dokter merasa tidak enak, dan meninggalkan mereka berdua.


"Kamu tau? Penembakan ini sudah bocor ke telingaku, bahkan siapa dalangnya akupun tau, trimakasih sudah menjadi tamengku, tapi sebenarnya itu tidak perlu kamu lakukan, aku menggunakan rompi anti peluru." Kendrick membuka sedikit kemejanya, dia benar menggunakan rompi anti peluru.


"Agar kamu tak penasaran, awalnya Jade memerintahkan Eva menembakku, ternyata Eva lebih pintar, pistol yang di berikan Jade di gunakan untuk membunuhmu. Menyingkirkan kalian berdua ternyata mudah!"


Noela menagis darah, laki laki yang di cintainya dengan sepenuh hati tega melakukan itu. Tapi Noela juga menyesal, andaikan tidak memaksa Kendrick agar tetap bertahan di sisinya, mungkin dia tidak menjadi korban. Semua terlambat, kejahatan yang di lakukan kepada Elizabeth dan Nina ternyata di ketahui Kendrick. Kendrick benar benar licik.


Kendrick pura pura mencium dahi Noela ke dua tangannya memeluk dengan lembut, tapi tiba tiba satu tangannya berpindah ke bagian dada Noela, menekan dan memijat. Peluru pada paru paru melesak ke dalam.


"Matilah dengan tenang, di kehidupan selanjutnya aku tidak akan berhutang kepadamu, kamu iblis bertopeng manusia, ledakan di rumah Elizabeth kamu yang melakukan, dan kamu tau baru saja Marco bertemu Elizabeth, dia masih hidup aku akan menjemputnya."


Tiba tiba bunyi mesin semakin cepat dan perlahan lahan suara itu menghilang. Noela mati dengan ke dua mata melotot.

__ADS_1


__ADS_2