Cinta Wanita Kumal

Cinta Wanita Kumal
Membayar Mahal


__ADS_3

Tiga orang laki laki berada di ruangan yang sama. Ketiganya memang tidak terlihat ramah. Hanya saja satu orang yang sanggup membuat Elizabeth ketakutan, dia duduk di depannya. Menatap Elizabeth dengan pandangan meremehkan, menjijikkan bahkan terkesan ingin meludah.


Lelaki tampan, mata coklat rambut hitam, hidung mancung alis sedikit terangkat, bibir sedikit tebal di atasnya di tumbuhi kumis tertata tipis dan berbaris hingga menampilkan kejantanannya. Dagunya sedikit di tumbuhi rambut halus. Pakaian yang di kenakannya menggunakan setelan jas hitam.


Tangannya di letakkannya di sandaran tangan kursi. Matanya terus tertuju pada wanita yang tengah berdiri di depannya. Elizabeth sedikit menundukkan kepalanya. Tekatnya dari awal adalah berpura pura amnesia tetapi itu tidak mudah, bahkan kekagetannya saat melihat lelaki di depannya bukanlah Kendrick yang dulu. Kendrick sekarang penampilannya sangat berubah. Bahkan semua yang menempel di badannya adalah barang mahal. Elizabeth berpikir keras apa yang harus di lakukannya.


Mundur satu langkah untuk meninggalkan ruangan itu. Dia tau baik Kendrick ataupun Matheo pasti akan marah.


Langkahnya terhenti saat punggungnya merasakan seorang laki laki menahan pintu bahkan menguncinya.


"Apa yang kalian inginkan? Aku benar benar bukan Elizabeth."


Mendengar kalimat itu Kendrick semakin muak dan jijik. Tak tik apa yang di lakukan wanita ini.


"Baik aku percaya padamu."


"Kendrick!" Ucap Matheo, dia merasa kebohongan Elizabeth sudah keterlaluan, Matheo dan Marco sama sekali tidak percaya bahkan jelas jelas di depannya adalah Elizabeth. Kendrick mengibaskan tangannya memberi kode agar semua diam.


Awalnya saat Kendrick memasuki ruang VIP yang di rombak menjadi sebuah kantor dan nyaman sangatlah terkejut, wanita yang berdiri di depannya memanglah benar benar Elizabeth, yang membedakan hanyalah rambut lurus dan kulit putihnya.


"Kalian berdua berbaliklah aku butuh pembuktian." Perintah Kendrick kepada Matheo dan Marco. Keduanya merasa heran apa yang akan di lakukan Kendrick, tetapi tetap saja mereka menurutinya.


Kendrick beranjak dari kursi kebesarannya, mendekati Elizabeth yang berada di depannya. Matanya tak lepas memandang Elizabeth. Pendingin ruangan terasa di bawah nol derajat, hingga tubuh Elizabeth menggigil ketakutan, sebenarnya pengaruh itu di sebabkan intimidasi yang di lakukan oleh kemarahan Kendrick, Elizabeth memundurkan kakinya satu langkah ke belakang. Dia sangat ingin menjauhi Kendrick bahkan ingin berlari dan pergi dari ruangan yang mengerikan ini.


"Apa yang anda lakukan?"


Kendrick mendekatkan jari telunjuk ke arah bibirnya, memberikan kode kepada Elizabeth agar tidak mengeluarkan suara sedikitpun. Wajah Elizabeth sedikit memucat dan tegang, aroma maskulin pada laki laki di depannya sama sekali tidak berubah, hanya saja penampilannya bukan seperti Kendrick yang dulu.


Kendrick yang ada di depannya adalah Kendrick pemilik club malam D'Oreon, wajah tampannya tidak bisa menutupi kebengisan dan arogan. Matanya terlihat semburat kemarahan dan kekecewaan, Elizabeth paham hal itu, hanya saja dia tidak tau penyebab perubahan Kendrick yang menjadi seperti ini.


"Tuan, anda menakutiku."


Kaki Elizabeth kembali mundur ke belakang dan membuang wajahnya ke samping. Tanpa sengaja punggungnya menempel pada punggung Matheo, dengan cepat tangan besar kendrick menarik lengan Elizabeth agar mendekatinya, tindakan seperti itu sangat mengejutkan Elizabeth, tubuh Elizabeth masuk ke dalam dekapan Kendrick.


"Eliz atau Eli?" Ucap Kendrick tepat di telinga Elizabeth, hembusan nafasnya tidak seperti Kendrick yang dulu.

__ADS_1


"Eliz." Jawab Elizabeth lirih.


"Katakan lagi." Kalimat itu semakin pelan dan lirih tepat di telinga Elizabeth, rambut bagian belakang di remasnya dengan kencang, hingga kepala Elizabeth menengadah ke belakang. Air mata mulai mengalir deras, sialnya Kendrick membenci air mata kepalsuan.


"Tuan tolong jangan begini."


"Katakan siapa nama kamu!"


"Eliz!" Jawab Elizabet dengan berteriak.


Cengkraman tangan Kendrick pada rambut Elizabeth semakin keras, bahkan beberapa rambut terlepas dari kulit kepalanya. Dia harus tetap menutupi identitasnya, kalau tidak nyawa Nina sebagai taruhannya.


"Kamu bisa merubah warna rambutmu, merubah penampilanmu tapi kamu tidak bisa menipuku."


'Srak srak.'


Kerah kemeja yang di kenakan Elizabeth robek hingga ke bagian dada, terlihat kulit bagian atasnya yang bersih dan putih.


Matheo dan Marco mendengarkan suara itu keduanya mengepalkan tangannya entah mengapa sebagai lelaki yang baik mereka tidak tega jika wanita di perlakukan begitu.


Sebuah noda kecil di pundak Elizabeth berwarna hitam layaknya sebua tai lalat. Kendrick menjilat noda kecil hitam itu dengan lidahnya, Elizabeth merinding ketakutan.


"Masih belum mengakui?" Tanya Kendrick lirih, hembusan nafasnya menyapu leher Elizabeth hingga urat lehernya terasa menegang.


Kendrick merasa gila melihat kecantikan dan keluguan wanita di depannya, tetapi setelah di sadari kalau wanita itu kerja di club malam, Kendrick merasa kesal. Wanita ini bukanlah wanita baik baik! Bahkan dengan berani menikahi bandot tua.


"Sayaaa...tidak mengerti maksud tuan..."


Satu tangan Kendrik yang lain menekan leher Elizabeth, Elizabeth bergidik ngeri.


"Dengar! Asal kamu mengakui kalau kamu Elizabeth maka aku akan membebaskanmu!"


Elizabeth menjawab dengan terbata bata, tidak mungkin dirinya mengakui kalau sebenarnya dia Elizabeth. Kalau tidak nyawa ke tiga orang tersayangnya menjadi taruhan. Elizabeth tetap menolak, sementara Kendrick menganggap ini adalah sebuah tipuan dalam serial tv, pura pura lupa dan amnesia. Kendrick semakin benci hal itu. Elizabeth merasa malu saat bagian atasnya terekpos, apalagi di situ ada Matheo dan Marco walaupun mereka membalikkan badan dan menatap tembok.


Kendrick membuka kemejanya, satu persatu kancing giok itu terlepas dari cangkangnya. Elizabeth semakin takut, bagaiman jika Kendrick melakukan hal itu di sini di depan dua orang laki laki lain.

__ADS_1


"Apa yang anda lakukan?"


"Jangan berani berpikir kotor tentang itu, aku tidak sudi menyentuh sampah bekas bandot tua. Dan satu lagi berapa laki laki yang sudah menindihmu selain bandot tua dan Duarte?"


Elizabeth terkesiap. Dugaannya benar, berarti saat itu dia sudah di perkosa oleh bajingan Duarte, Elizabeth sama sekali sulit mengingatnya akibat depresi yang berkepanjangan.


Jadi Nina adalah anak pemerkosa itu?


Elizabeth tertunduk lemas, jawaban yang mudah. Apalagi menurut cerita Diego, setelah pernikahannya dengan lelaki tua renternir itu, Elizabeth belum pernah bertemu dengan Carlos Eman.


Kendrick menunjukkan sebuah bekas gigitan di lengan bagian atas, bekas itu sudah menghitam bahkan sedikit memudar. Kendrick mengusap sedikit bekas luka itu dengan jari telunjuknya.


"Kamu lihat bekas gigitan ini, bukankah bentuknya sama dengan gigi milikmu? Mau menghindar apa lagi?"


Elizabeth merasa kesulitan bernafas, rahangnya di remas Kendrick, memaksa untuk membuka mulutnya.


"Kamu bisa menipu orang di luaran sana, tapi bukan aku. Sampah!"


Kendrick menganggap kembalinya Elizabeth adalah demi mendekati dirinya lagi, bukankah dulu Elizabeth seringkali mengatakan ingin menjadi orang kaya? Bahkan meremehkan Kendrick. Dan sekarang, demi ingin menjadi wanitanya kembali Elizabeth mengemis bekerja sebagai petugas kebersihan di club miliknya.


"Kamu ingin mendekatiku lagi? Hanya karena aku sudah menjadi pemilik club malam ini bukan?"


"Bukan bukan begitu, bahkan aku tidak tau kamu pemilik club D'Oreon."


"Banyak omong, kamu seperti duri dalam daging!"


"Kendrick, kamu boleh mengatakan apapun, bahkan boleh memperlakukan aku seperti apapun maumu. Asalkan biarkan aku tetap di sini! Bekerja di club malam milikmu!"


Elizabeth menjatuhkan dirinya ke lantai, memohon bahkan membenturkan kepalanya ke marmer hitam tepat di depan kaki Kendrick.


Hingga terdengar suara 'Dung dung dung.'


"Aku mohon..."


"Memohon? Kamu sudah menghianatiku, aku akan membuat hidupmu lebih buruk bahkan lebih baik memilih mati. Kamu harus membayar mahal akibat dari penghianatanmu, bahkan sampai keturunanmupun harus membayar mahal. Paham!"

__ADS_1


Hai pembaca setiaku, cuaca kali ini kurang bagus hujan di sertai angin. Jadi hati hati ya jika bepergian. Jangan lupa Like Vote and Komen


__ADS_2