Cinta Wanita Kumal

Cinta Wanita Kumal
Pameran adu Banteng


__ADS_3

Langit tampak cerah di pagi hari ini. Hari ini adalah benar benar long weekend yang menyenangkan bagi penduduk asli Kolombia, libur di musim kali ini sangat di tunggu, apalagi para siswa sekolah dasar mereka menunggu festival tahunan pameran bunga. Disamping festival bunga di hari berikutnya akan di adakan festival adu banteng dan kopi internasional, festival ini banyak mendatangkan wisatawan baik domestik ataupun asing.


Tidak terkecuali Leyton, dia juga mengunggu festival adu banteng, dia ingin menghadiri festival bersama papa dan mamanya, remaja kecil satu ini berpura pura menjadi dewasa demi menyenangkan hati mamanya, mamanya tidak pernah meliriknya sama sekali. Tapi dengan tekat dan semangat Leyton berusaha menarik hati mamanya.


Bangun dari tidur malamnya dengan wajah yang sedikit kusut, membuka selimut tebal berbulu yang menutupi tubuhnya. Mengusap ke dua matanya dengan pergelangan tangan.


Hari ini adalah hari yang di tunggu, selama ini papanya selalu beralasan memiliki kesibukan pekerjaaan yang sangat menumpuk. Jika ada paman Matheo mungkin sedikit menghiburnya, tetapi sejak paman Matheo naik jabatan, sekarang dia semakin jarang mengunjunginya.


Leyton turun dari tempat tidurnya yang besar, tempat tidur yang banyak di miliki oleh kebanyakan orang kaya, di buat dari kayu agarwood. Agarwood atau lazim disebut gaharu, adalah salah satu kayu paling mahal di dunia. Kayu yang berasal dari pohon aquilaria ini memiliki aroma yang harum dan bentuk yang kokoh sehingga banyak perusahaan mebel yang memanfaatkannya untuk furniture.


Tempat tidur itu begitu kokoh dan tinggi, sehingga untuk menuruni tempat tidur itu Leyton membutuhkan kehati hatian.


Entahlah mengapa Kendrick memilihkan tempat tidur seperti itu untuk Leyton, padahal itu cukup membayakan. Tetapi bagi Kendrick anak lelaki harus bisa bertanggung jawab dan berhati hati apalagi usia Leyton sudah tujuh tahun.


Leyton tidak mempermasalahkan hal itu, baginya yang di katakan Kendrick adalah sama dengan perintah.


Setelah itu Leyton memasuki kamar mandi, dia tidak membutuhkan bantuan lagi, tidak seperti anak orang kaya kebanyakan.


Maria sudah mempersiapkan pakaian untuk baju ganti Leyton dan di letakkannya di ruangan ganti. Saat ini Maria berdiri di depan pintu kamar, Maria sudah menunggu panggilan Leyton.


"Maria." Suara Leyton terdengar pelan dan sopan.


Maria mendorong pintu kamar Leyton dan memasuki kamarnya.


Leyton masih berselimut handuk putih, rambutnya juga masih basah. Seperti biasa Maria akan membantu memakaikan pakaian untuk Leyton, walaupun Leyton berusaha mandiri tetap saja dia anak kecil, Leyton tetap membutuhkan bantuan dan itu cukup merepotkan. Berulang kali Maria mengingatkan agar membiarkan dia membantunya tetapi Leyton tetap pada pendiriannya.


Leyton sedikit berbicara, dia sangat patuh kepada papanya. Namun didikan mamanya yang sangat kasar sangat mempengaruhi perangainya.


Setelah memakai pakaian dan menyisir rambutnya, Leyton berjalan ke luar kamar. Menuju ruang makan, Kendrick sudah menunggunya.


Suara langkah kecil menuruni tangga, Kendrick menatap bocah kecil tampan yang berjalan ke arahnya.


"Papa."


"Duduklah di samping papa."

__ADS_1


"Di mana mama? Apa pagi ini dia tidak bergabung bersama kita?"


Belum selesai pertanyaan Leyton, aroma parfum yang menusuk hidung tercium oleh hidung ke duanya. Kendrick sangat mengenali parfum siapa itu yang dapat membunuh siapa saja yang menciumnya.


"Leyton anak mama, apa kamu merindukan mama?" Sebuah suara di buat manja, namun menggelikan.


Leyton tidak menjawab dan hanya tersenyum, walaupun dia tau di depan papanya, mamanya akan berpura pura mencintainya, tapi setidaknya dia menikmatinya.


Sunyum wanita itu selalu menghiasi bibirnya ditujukan kepada Kendrick, sayangnya Kendrick tidak menghiraukannya. Mereka makan tanpa bersuara.


"Papa aku ingin melihat festival di Kartagena."


"Ok, kamu bisa pergi bersama Maria dan pengawal."


"Tidak! Aku ingin seperti teman temanku, pergi ke festival bersama orang tuanya. Apa kita bisa melakukan itu?" Ucap Leyton sambil memasang wajah memelas.


"Kendrick tolonglah, demi anak kita.


Ucapan wanita itu membuat Kendick semakin kesal, tidak ada yang istimewa pada wanita itu selain Melahirkan Leyton.


"Aku tidak mau papa beralasan tentang pekerjaan. Ini long weekend, ingat kan?"


Kendrick tidak bisa berkelit lagi, mencoba menetralkan suasana.


Tidak demikian dengan wanita di depannya, nyonya Kendrick terlihat sangat puas, menatap senang kepada anaknya. Untuk kali ini dia sangat puas dengan Leyton.


Tidak mau melewatkan kesempatan ini, wanita langsung meneriakkan nama Maria. "Ayo kita bersiap siap mulai sekarang, Maria!..."


"Tidak bisakah kamu menyiapkan keperluar Leyton sendiri tanpa melibatkan Maria? Kamu ibunya."


"Tentu saja aku ibunya, Leyton ayo kita bersiap. Mama akan membantumu."


Wanita itu sangat bersemangat, menggandeng tangan Leyton untuk mempersiapkan keperluan Leyton.


"Ley. Kali ini mama senang dengan kamu. Setidaknya kamu bermanfaat. Tidak sia sia aku membawamu."

__ADS_1


Leyton memeluk mamanya, tapi wanita itu dengan cepat mendorongnya.


"Hust..! Ingat, jika kamu tidak menguntungkan buat mama, kamu akan mama geletakkan di tepi jalan. Biar menjadi gelandangan."


"Baik ma. Leyton tidak mau jadi gelandangan."


"Setidaknya kamu bermanfaat buat mama. Besok cari alasan seperti itu lagi, paham?" Ucap wanita itu, tangannya sedikit mencubit dagu Leyton, untuk kali ini Leyton merasa senang karena sudah memenuhi keinginan mamanya.


Dengan terpaksa Kendrick memenuhi keinginan Leyton, dia sudah menunggu ke duanya di ruang tamu.


Tapi sebenarnya di balik itu, Kendrick menyuruh seseorang memasuki kastil bagian timur untuk memeriksa, apakah istrinya terlibat tentang hilangnya Elizabeth.


Istrinya bukanlah orang sembarangan, dia pantas di sebut ular berbisa di bandingkan wanita yang sudah mendapat gelar seorang ibu.


Kendrick memberikan tempat yang mewah, menyandang nama sebagai nyonya Kendrick, hari hari hidup dengan kemewahan, kebebasan untuk melakukan apapun. Tapi wanita itu tidak pernah bahagia, semua yang di dapatnya belum lengkap jika Kendrick belum menyerahkan hati dan tubuhnya dengan rela.


Kebutuhan biologis di dapat dari gigolo yang di sewanya, tanpa sepengetahuan Kendrick. Kendrick bukanlah suami bodoh, dia tau yang di lakukan istrinya, membiarkan demi keutuhan rumah tangganya. Kendrick tidak bisa melihat tangisan Leyton.


Wanita itu tiba di kastil barat, bersamaan dengan Leyton yang tengah menuruni tangga.


"Apa kamu menungguku?" Tanya wanita itu kepada Kendrick.


"Menurutmu!" Ucap Kendrick sambil melirik ke arah Leyton. Putra semata wayangnya tidak suka jika Kendrick bersikap kasar kepada mamanya. Kesempatan itu di gunakan wanita itu untuk selalu memperalat Leyton.


Kendrick berjalan sambil menggandeng tangan Leyton. Memaduki mobil SUV keluaran terbaru. Nampak kebahagiaan di wajah Leyton, hari yang di tunggu akhirnya tiba.


"Apa kita bisa melihat adu banteng secara langsung?"


"Mana bisa, adu banteng di kususkan untuk orang dewasa. Kamu bisa melihatnya dari atas balkon hotel."


"Oh ya?"


"Ya, kamu akan melihat dari balkon hotel." Ucap Kendrick mengulang demi menyenangkan anaknya. Hotel terbesar di Kartagena adalah masih di bawah kepemilikan Kend Grup.


Wajah Leyton terlihat senang, dia duduk bersama mama dan papanya. Sebaliknya dengan Kendrick dia memasang wajah masam.

__ADS_1


Trimakasih yang sudah menyukai novelku. Jangan lupa Like kome and Vote Gracias.


__ADS_2