Cinta Wanita Kumal

Cinta Wanita Kumal
Extra part


__ADS_3

Pagi hari di kastil barat, matahari bersinar dengan suryanya, kicauan burung dan angin yang menyejukkan. Suasana kastil barat yang biasanya sepi tanpa suara dan menyeramkan, kini kembali ramai.


Kolam renang yang awalnya di kosongkan airnya sudah terisi penuh. Jam dinding juga terpasang kembali. Semua kembali pada tempat dan fungsinya. Pelayan juga di perbolehkan mondar mandir di wilayah kastil barat. Mobilpun di tempatkan di tempat semula, suara tawa terdengar hingga memenuhi semua penjuru ruangan. Elizabeth mencabut semua larangan yang sebelumnya di tetapkan.


Yang paling senang akan perubahan ini adalah Nina, setiap hari dia akan melompat lompat kegirangan.


Elizabeth mendorong kursi roda Kendrick, ke duanya menikmati kopi pagi di temani kudapan yang di suguhkan oleh Aise.


"Maafkan aku." Ucap Elizabeth, ke dua tangannya di genggam erat oleh Kendrick. Pandangan Kendrick tak lepas dari wajah istrinya. Dia tak menjawab kalimat Elizabeth, tetapi hanya isyarat dan reaksi dari genggaman tangan sudah bisa membuktikan bahwa Kendrick baik baik saja. Kendrick menghafiahkan senyuman kemudian mengecup bibir indah Elizabeth.


Musibah yang menimpa Kendrick menyebabkan posisi senator di gantikan oleh orang lain, tapi bagi Kendrick itu bukanlah masalah yang besar. Sebelumnya dia juga berencana melepaskan semua itu, hidup damai dengan Elizabeth adalah yang terpenting.


Keributan di Kend Grup juga dapat teratasi. Awalnya semua memperebutkan posisi Kendrick sebagai pimpinan tertinggi dan melemparkan kesalahan pada Elizabeth, Elizabeth menggantikan Kendrick karena saham tertinggi di bawah Kendrick adalah milik Elizabeth. Beruntung di sebelah Elizabeth ada Marco dan Matheo ke duanya mati matian mempertahankan posisi Elizabeth. Dengan keahlian mereka maka Kend Grup dapat di pertahankan.


"Kenapa kalian saling memandang? Seperti orang yang sedang jatuh cinta, menjijikkan!" Ucap Nina, mendekati Kendrick dan duduk di pangkuannya. Kendrick membelai rambut Nina dan menyelipkan di belakang telinganya.


"Mama, biasanya kamu akan madah marah setiap hari. Kenapa sekarang tidak? Apa karena papa sudah bangun?" Tanya Nina kepada Elizabeth.


Elizabeth menundukkan kepala karena malu. Dia sudah menceritakan semua penyesalah dan masalah yang di hadapi. Kendrick dapat memaklumi.


"Saat aku tak sadar aku juga mendengar kalau kamu mencintai aku dan tidak mau terpisah." Ucap Kendrick, melihat pipi Elizabeth yang memerah dan terkesan malu.


"Mana bisa?" Ucap Elizabeth.


"Mama memalukan, aku sering melihat mama menangisi papa dan juga frustasi." Sela Nina. Elizabeth mendengus kesal.


'Bocah tengik ini! Aku sudah mengandungnya selama sepuluh bulan, kenapa malah berkhianat. Awas kamu!'


Batin Elizabeth. Tetapi ekspresi Elizabeth dapat di rasakan oleh Nina.


"Papa sepertinya penyakit mama kambuh lagi."

__ADS_1


Elizabeth merasa di khianati oleh putri kecilnya, dia hendak menakuti Nina tapi Nina sudah berlari menjauh dan kembali bergabung bersama Leyton masuk ke dalam kolam renang.


"Lihat pakaianmu basah, aku akan mengambilkan baju ganti dan handuk untukmu. Bocah itu memang keterlaluan." Ucap Elizabeth. Saat dia hendak beranjak pergi, tangannya di cekal oleh Kendrick.


"Tak masalah, sebentar lagi juga kering. Kamu di sini saja bersamaku. Seperti ini yang aku inginkan. Hanya ada kita berdua dan anak anak. Aku berterima kasih kamu sudah menyayangi Eliana kecil dan menganggapnya seperti anakmu sendiri. Kedepannya biarkan aku yang memanjakanmu." Ucap Kendrick, Kendrick mengencangkan tarikannya pada tangan Elizabeth, Elizabeth terduduk di pangkuan Kendrick. Ke duanya saling berpelukan. Tidak ada lagi penghalang pada mereka.


"Trimakasih atas yang kamu lakukan pada Diego, Dia menitip salam buatmu. Yang kamu lakukan sangat berarti."


"Sudah seharusnya, aku melakukannya karena dia kakak dari wanita yang aku cintai." Balas Kendrick. Elizabeth mengingat cerita Diego padanya kalau selama ini Kendrick banyak membantunya dalam pengobatan dan pemberian modal usaha.


Diego sudah kembali ke Jepang bersama Juan. Kendrick tidak mengijinkan Juan menetap di Kolombia karena perasaan cemburunya. Perasaan seperti itu lumrah bagi laki laki yang mencintai istrinya. Apalagi Kendrick berkuasa.


Kendrick dan Elizabeth melihat ke empat anaknya masih bermain di kolam renang bersama pelayan yang menjaga mereka. Kendrick sangat senang melihat itu. Leyton semakin sehat, tetapi dia sangat mirip dengan Kendeick pendiam dan keras kepala. Berbeda dengan Nina, ceria dan banyak bicara.


"Sebaiknya kita menambah anak lagi, masih kurang tujuh."


"Apa?!" Tanya Elizabeth seperti pendengarannya kurang jelas. Menambah tujuh anak? Apa tidak keterlaluan?


"Maksud kamu kesebelasan? Kenapa tidak sekalian wasit dan penjaga garis? Kendrick kamu keterlaluan! Aku bukan ayam yang mudah bertelur." Elak Elizabeth dengan bersemu merah. Mencubit lengan Kendrick dan setengah merajuk.


"Kalau begitu tambah sepuluh sudah pas bukan?"


"Kendrick!" Bentak Elizabeth, Kendrick tertawa terbahak bahak hingga kursi rodanya bergoyang. Bibi Aise dan Marco memandang dari kejauhan mereka ikut merasakan kebahagiaan.


"Kalian seperti sepasang kekasih, aku melihat dari kejauhan merasakan malu." Ucap Julia dan Kendrick yang tiba tiba datang dan ikut bergabung, Elizabeth turun dari kursi roda, Kendrick melarangnya tapi Elizabeth menepis tangan Kendrick dan kemudian duduk di samping Julia.


"Kalian masuk tanpa permisi." Ucap Elizabeth menutupi rasa malu.


"Kamu saja yang tidak menyadari kedatangan kami." Jawab Julia menggoda.


"Bagaimana masalah di kantor?" Tanya Kendrick kepada Matheo. Bibi Aisa membawa minuman dan kudapan yang di suguhkan untuk mereka.

__ADS_1


"Investor sudah tenang, kabar tentang kesadaranmu membuat mereka tidak berani berulah. Aku juga menyingkirkan direksi yang kemarin berulah. Lalu kapan kamu kembali bekerja? Pekerjaanku menumpuk."


"Kembalilah bekerja padaku, aku bisa menggajimu lebih besar."


"Menjadi jaksa wilayah adalah impianku. Setidaknya aku masih bisa membantumu. Aku juga harus lebih giat bekerja, akan ada dua nyawa yang akan aku hidupi." Jawab Matheo.


"Maksudmu?" Tanya Elizabeth.


"Julia hamil."


"Apa?" Teriak Elizabeth kemudian memeluk sahabatnya. Sebelumnya Julia sudah pernah hamil tetapi sayangnya bayi yang di kandung terlahir lebih cepat dan akhirnya meninggal dunia. Tentu kali ini Julia akan berhati hati.


Mereka berbahagia, kastil barat terlihat hidup kembali, dan karena kebaikan Matheo dan Julia, Kendrick meminta mereka untuk tinggal di kastil timur karena seperti di ketahui mereka tinggal di apartemen, jika memiliki anak akan lebih nyaman jika tinggal di rumah yang lebih besar.


Sementara itu di rumah tahanan yang berbeda, dua manusia tersiksa.


Eva meringkuk karena penyakit yang di deritanya. Walaupun tahanan yang lain bersikap baik padanya karena Elizabeth memberikan perlindungan di dalam dengan kekuasaan Kendrick. Tetapi Eva tetap saja tersiksa batin.


Semakin hari tubuhnya mengurus dan kotor. Dia hanya menunggu ajal menjemputnya.


Sementara itu di rumah tahanan lain Jade menjadi bulan bulanan tahanan lain karena kesombongannya. Jade tidak terbiasa hidup seperti itu tentu jiwanya meronta akibatnya memancing kemarahan tahanan lain. Dan akibat pukulan itu Jade muntah darah.


Di lain pihak berkumpul merayakan kebahagiaan, namun di tempat lain ke dua manusia ini merasakan sakitnya sebuah karma.


Siapapun yang menabur pasti akan menuai.


GRACIAS


Next Novel: TAKDIR YANG TERTUKAR.


Tapi sabar ya, aku pingin buat yang lebih banyak bab novelnya. Tapi masih proses. Sabar, makasih yang masih setia. Semoga kalian di rahmati Allah.

__ADS_1


__ADS_2