Cinta Wanita Kumal

Cinta Wanita Kumal
Artur Suamiku


__ADS_3

Bandar udara internasional Tokyo tiba tiba sepi, hanya terlihat beberapa petugas berjaga dengan mengenakan seragam serba hitam, wajah mereka garang dan tidak bersahabat. Tangan mereka penuh tato bergambar menyeramkan. Elizabeth melirik para petugas itu dengan tatapan curiga dan takut, tangan Kendrick tidak lepas sama sekali menggenggam tangan Elizabeth, sesekali matanya melirik wanita di sampingnya, perut yang membesar membuat wanita mungil ini kesulitan untuk berjalan.


Kendrick menyukai pipi tembem Elizabeth, kehamilan ini membuat tubuh Elizabeth sedikit membengkak, bahkan sama sekali tidak terlihat cantik. Tapi Kendrick menyukainya.


'Eli, kamu cantik saat hamil. Apa mungkin saat kamu mengandung Nina bentuk tubuhmu seperti ini? Ingin rasanya aku memelukmu. Bagaimana jika kamu tidak mengenakan kain sama sekali? Ahhh mengapa aku berpikiran rusuh saat seperti ini?'


Batin Kendrick melayang kemana mana. Telapak tangan Elizabeth begitu dingin, bahkan wajahnya memucat. Elizabeth tidak sakit, tetapi ketakutan akan keselamatan Artur dan perlakuan Kendrick padanya.


Seseorang berseragam serba hitam mengarahkan mereka ke suatu ruang VIP. Ruang VIP hanya di pergunakan para penumpang dengan kelas exekutif. Ruang yang luas dan dingin. Terdapat sofa bed dan meja berwarna hitam, dekorasi minimalis dengan kaca menghadap ke arah taman bandara. Di sampingnya terdapat beberapa makanan dan minuman mahal.


Kendrick menarik Elizabeth untuk duduk di sampingnya, Elizabeth terlihat dingin, tidak tersenyum sama sekali.


Melihat Kendrick hanya memandang wajahnya bahkan tanpa berkedip, kemudian sesekali tersenyum membuat Elizabeth sedikit goyah. Tapi Elizabeth berusaha mengembalikan pikirannya.


"Kendrick ada yang perlu kukatakan padamu."


Kendrick hanya diam tidak merespon apa apa. Kemudian tangannya meraih makanan kecil yang ada di atas meja dan menyuapkannya ke mulut Elizabeth, naifnya Elizabeth membuka mulutnya. Kemudian dia mengunyahnya.


'Bodoh!' Umpat Elizabeth.


"Jangan katakan kamu yang melakukan ini semua, memindahkan penerbangan, kenapa kamu melakukan ini? Kamu benar bemar arogan."


Kendrick masih diam, bahkan dia asyik memakan makanan yang sudah tersajibdi depannya. Seorang pelayan bertubuh gempal dan bertato, mengenakan pakaian serba hitam dan bersarung tangan putih menyodorkan segelas wine pada Kebnrick, Kendrick menyesapnya pelan pelan.


"Jangan katakan kamu benar benar melakukan ini, kamu tidak sehebat itu bukan?" Kalimat Elizabeth seolah menyepelekan Kendrick. Kendrick hanyalah seorang mafia yang berkuasa di Kolombia, dan di Jepang dia bukan siapa siapa.


"Kamu meragukan kemampuanku? Bahkan aku sanggup memiliki separoh bisnis di sini. Dengan menjentikkan tangan mereka akan menuruti kemauanku. Bahkan aku berteman dengan ketua yakuza Jepang."


Elizabeth menelan ludah kasar, tidak menyangka Kendrick memiliki pengaruh yang besar. Apalah artinya Artur di sini.


"Ok, mari bicara tentang masalah kita." Ucap Elizabeth mengubah topik demi menutupi ketakutan.

__ADS_1


Kendrick tau ketakutan Elizabeth, dia akan memanfaatkan itu.


"Katakan padaku kenapa kamu memalsukan kematianmu? Dan bagaimana caranya?" Kendrick mulai membuka obrolan, kemudian dia mulai menarik Elizabeth untuk duduk di pangkuannya. Elizabeth meronta melepaskan diri. Tetapi cekalan tangan Kendrick di punggang Elizabeth begitu kuat.


"Saat itu aku sengaja menjatuhkan diri, aku merasa menjadi perempuan yang paling hina, suamiku tidak menginginkanku."


"Hmmm." Ucapan Kendrick singkat seolah dia mencerna kalimat Elizabeth. Kemudian dia mengecup bibir Elizabeth.


'Cup.' Elizabeth sangat terkejut, menjauhkan kepalanya. Bagaimanapun juga dia wanita bersuami, merasa seperti berkhianat.


"Saat aku jatuh ke laut dan masuk ke air, aku benar benar putus harapan. Untung saja ombaknya tidak terlalu besar sehingga aku hanya terbawa air. Padahal saat itu aku berharap mati, aku benar benar kecewa."


"Lalu bagaimana kamu bisa hidup kembali?"


"Saat itu Artur tengah menikmati liburan, dia hanya sendiri datang ke pulau, bahkan dia menyewa salah satu villa, tidak jauh dari penginapan pantai milik keluarga tuan Kendrick."


"Milikmu!" Ucapan Kendrick seolah menegaskan bahwa villa itu adalah milik Elizabeth. Lagi lagi tangan Elizabeth berusaha menyingkirkan tangan Kendrick yang merayap di seluruh tubuhnya, bahkan sedikit remasan.


"Lalu mayat yang di temukan dengan memakai pakaian kamu itu, jangan katakan ini hanya skenario Artur?" Ucapan Kendrick menyelidik.


"Itu...."


"Itu mayat yang di beli di rumah sakit besar Bogota, bukankah begitu?" Tanya Kendrick kesal, Artur berani kurang ajar di rumah sakit besar miliknya. Dia harus mencari siapa yang meloloskan perbuatan Artur.


"Kendrick kamu jangan menyalahkan Artur, dia sudah menolongku. Dan lagi dia sekarang adalah suamiku!" Elizabeth membela Artur.


Mendengar kalimat Elizabeth yang terakhir, tubuh Kendrick meremang, kepalanya seakan mau pecah, kemudian dia menggigit bibir bawah Elizabeth. Dia kesal istrinya di nikahi orang lain.


"Anak siapa?" Tanya Kendrick sambil mengusap dan mengecup perut Elizabeth. Kendrick berusaha tenang, bagaimanapun juga dia menang karena Elizabeth masih tercatat istrinya.


"Bukan milikmu, di sini anak Artur." Ucap Elizabeth sambil mengusap perutnya. Sialnya bayi yang ada di perutnya tiba tiba menendang sangat keras. Sepertinya janin itu protes dan marah. Biasanya jika Elizabeth lapar, bayi dalam perutnya juga menendang, tapi tidak sekencang ini. Bahkan kini perut Elizabeth kram.

__ADS_1


"Betulkah?" Tanya Kendrick mengejek, dia tidak mau kecolongan lagi seperti Nina. Jika bayi dalam perut Elizabeth adalah anaknya maka dia harus membawa Elizabeth pulang.


"Tidak masalah anak siapa di dalam perutmu, kamu juga memiliki dua anak tiri dariku." Ucapan Kendrick benar bemar menjijikkan di telinga Elizabeth. Kendrick menggigit ujung daun telinga Elizabeth kemudian meniup belakang telinganya. Elizabeth gelagapan, perbuatan ini benar benar membuat Elizabeth gelisah.


"Berapa usia kandunganmu?"


"Lima bulan." Jawab Elizabeth gelagapan. Tiba tiba Kendrick menjetikkan jari, kemudian pelayan berbaju hitam membuka pintu lebar lebar. Beberapa orang laki laki dan perempuan dengan memakai seragam serba putih bahkan mereka mengenakan masker tengah mendorong sebuah alat kesehatan dan beberapa alat kedokteran lainnya.


"Kendrick apa yang kamu lakukan? Untuk apa semua ini?" Protes Elizabeth, dia tau maksud Kendrick dengan semua ini. Elizabeth berusaha melepaskan diri, kakinya yang menggantung di gerak gerakkanya seperti anak lecil. Tubuhnya semakin melorot, tapi dengan cepat Kendrick menaikkan Elizabeth ke pangkuannya lagi.


Bebarapa orang berseragam putih mendekati Elizabeth membimbing agar Elizabeth tidur di atas sofa bed. Meronta juga percuma.


"Buka!" Perintah Kendrick.


"Apanya? Kamu mau apa?" Pikiran Elizabeth ke mana mana bahkan menutup dadanya yang juga ikut membesar. Kendrick menunjuk dahi Elizabeth dengan jari telunjuk.


"Singkirkan dulu pikiran kotormu, sisakan nanti saat kepulanganmu."


"Siapa yang berpikiran kotor, hanya saja untuk apa kalian melakukan ini?"


"Jangan belagak bodoh! Eli cepat buka pakaianmu!"


Seorang perawat wanita membawa selimut kecil dan di tutupkan di bagian bawah tubuh Elizabeth, kemudian dia membantu mengangkat pakaian Elizabeth.


Seorang lelaki berseragam putih yang ternyata seorang dokter kandungan mulai memasang stetoskop dan memegang alat transducer, sebelumnya perawat sudah mengolesi jeli bening ke atas kulit perut Elizabeth.


'Benar benar gila bahkan mereka membawa peralatan USG lengkap dan monitor!'


Batin Elizabeth.


'Sial!'

__ADS_1


Hay hiii, kenapa aku lebih sreg Elizabeth dengan Kendrick ya. Maafin ya. Aku butuh support kalian.


__ADS_2