
Musim dingin di negri tirai bambu, musim yang paling di benci oleh Kendrick karena di negara tempat kelahirannya tidak pernah ada musim dingin. Salju bagaikan serpihan kapas, pakaian hangat yang di kenakan hingga berlipat lipat. Coklat panas yang baru saja di suguhkan di atas meja oleh seorang pelayan begitu menggoda selera. Beberapa orang menghangatkan tubuh mereka dengan minuman panas sejenis. Kendrick memakai kupluk berbahan bulu binatang.
Tak berbeda dengan Matheo, merasa kedinginan bahkan seakan membeku.
Mereka datang ke negri tirai bambu hanya berdua tanpa pengawalan. Sementara itu Marco di perintahkan menjaga Eliana dan Julia.
Tujuan mereka datang ke China adalah untuk menjemput Diego, Diego adalah saudara seibu dari Elizabeth. Keduanya saling menyayangi tetapi Diego tidak bisa melindungi Elizabeth karena kondisi badannya yang sakit sakitan. Dan setelah beberapa kali pindah negara demi pengobatan yang di biayayai oleh Kendrick sekarang tubuh Diego berangsur membaik.
Cukup lama keduanya menunggu kedatangan Diego, menghabiskan waktu di kedai minuman teh yang eklusif. Pengunjung hanya orang orang berduit. Kedai yang berada di lokasi hotel yang sama.
Wajah Kendrick dan Matheo terlihat mencolok, ketampanan mereka benar benar menghipnotis para pengunjung. Hal itu menarik perhatian para wanita asia.
Laki laki yang tak kalah tampannya masuk dari pintu utama hotel, berbalut baju hangat yang tebal dan memakai sepatu boot kulit keluaran terbaru. Laki laki itu adalah Diego, tidak terlihat sakit sakitan dan lebih tampan. Di samping Diego terdapat seorang laki laki yang mengikutinya.
Diego mendekati meja yang di tempati Kendrick dan Matheo. Diego menyapa terlebih dulu. Sementara itu laki laki yang berada di sampingnya menganggukkan kepala kepada Kendrick, ternyata seorang pengawal suruhan Kendrick.
Kendrick menerima uluran tangan Diego.
"Apa kabar, kamu terlihat lebih baik." Ucap Kendrick.
Kali ini dia berganti berjabat tangan dengan Matheo.
"Baik, kamu dapat melihatnya." Ucap Diego sambil mengangkat ke dua bahunya.
"Ada perlu apa hingga sang penguasa Kolombia datang menemuiku?" Sindir Diego, dia sebenarnya malas bertemu Kendrick setelah yang perlakuan Kendrick padanya dan Elizabeth. Walaupun tak di pungkiri campur tangan Kendrick menjadikan kesehatannya sedikit membaik.
"Tidak, hanya ingin melihat ke adaanmu." Jawab Kendrick mencoba ramah, bagaimanapun juga dia membutuhkan informasi dari Diego.
__ADS_1
"Seperti yang kamu lihat, aku dalam keadaan baik dan sebaiknya utarakan saja apa tujuanmu datang ke mari, tentunya tidak mungkin orang sehebat kamu jauh jauh datang hanya untuk menemuiku dan melihat keadaanku." Lagi lagi jawaban yang sama keluar dari mulut Diego.
Matheo merasa tersinggung mendengar sikap Diego, padahal Kendrick sudah mengeluarkan uang yang banyak demi mengobatinya, Matheo hendak menghajar laki laki di depannya, tapi Kendrick menghalangi dan memerintahkan Matheo duduk kembali.
"Baik, kamu benar. Aku memang membutuhkan informasi tentang Elizabeth." Ucap Kendrick berterus terang.
"Kalaupun aku bercerita tentang Elizabeth, tetap tidak akan merubah nasibnya." Jawabannya sedikit mengesalkan tetapi ada kebenaran di baliknya.
"Ya tentu saja. Tapi menurut Julia ada sesuatu yang perlu aku ketahui, tapi aku tidak tau memulai dari mana." Ucap Kendrick membawa nama Julia. Karena menurut Julia, hanya Diegolah kunci rahasia peristiwa yang menimpa hubungan Elizabeth dan Kendrick.
"Julia! Sahabat Elizabeth yang cantik, bagaimana kabarnya? Dulu aku sempat tertarik, sayang waktu itu aku sakit sakitan. Bolehkah aku meminta nomor ponselnya mungkin aku bisa mendekatinya sekarang." Ucap Diego tanpa merasa bersalah. Dia sengaja bersikap mengesalkan demi membalaskan sakit hatinya kepada Kendrick, hanya itu yang bisa di lakukannya karena memang dia tidak memiliki apa apa. Pengawal yang ada di sampingnya bukan pengawalnya tapi pengawal yang di tugaskan Kendrick untuk mematainya.
Matheo benar benar marah dan hendak menghajar Diego, lagi lagi di tahan oleh Kendrick.
"Diego, dia pacar Julia." Ucap kendrick sambil menunjuk Matheo. Ucapan Kendrick dengan Sopan.
"Benarkah? Sepertinya bukan selera Julia sama sekali. Aku tau seperti apa seleranya." Ucap Diego menyindir. Matheo kesal ingin sekali mencekik leher Diego.
"Apa? Mana mungkin!" Diego tertawa terbahak bahak. Bagaimana mungkin Julia memiliki anak berusia delapan tahun, sedangkan baru satu tahun yang lalu dirinya di kirim ke China, Diego mengenal Julia sejak lama dan sama sekali belum pernah melihat Julia hamil.
Matheo menelan saliva kasar, takut kalau Kendrick mengetahui kebenaran yang di tutupinya.
"Ah sudahlah, bisakah kalian jangan membahas Julia. Kendrick, kamu menemui si brengsek ini untuk membicarakan Elizabeth bukan?" Ucap Matheo mencoba mengalihkan pembicaraan. Kendrick membenarkan letak duduknya, menatap wajah Diego dengan serius.
"Kamu benar, Diego ceritakan padaku tentang pernikahan Elizabeth dengan Carlos Eman."
"Carlos Eman? Bos renternir yang menjebak adikku! Apa dia masih hidup?" Ucapan Diego dengan wajah kesal.
__ADS_1
"Bos renternir? Dia pemilik Carlos store, delapan tahun yang lalu Carlos adalah satu satunya orang terkaya di Bogota, bahkan sejak aku kecil. Untuk apa dia menjadi renternir. Dia pemilik beberapa proyek besar." Ucapan Kendrick seakan meremehkan keterangan Diego.
"Mana aku tau, saat itu kehidupanku hanya seputar rumah sakit. Jadi siapa itu Carlos aku tidak tau, yang aku tau dia yang menjebak Elizabeth." Ucap Diego, kemudian dia mulai meminum teh hangat yang di suguhkan oleh salah seorang pelayan.
"Menjebak bagaimana?!" Sela Matheo, dia mulai tidak sabar.
"Mamaku memiliki hutang besar ke salah satu renternir, uangnya di pakai pengobatan papa dan aku. Renternir itu adalah anak buah Carlos." Diego mulai melunak.
"Elizabeth di jadikan jaminan hutang, itu di lakukan demi kamu, kakak model apa!" Sindir Matheo. Sebelum Diego terpancing, Kendrick sudah mengajukan pertanyaan lagi.
"Kapan itu terjadi? Kenapa Elizabeth tidak menolak?"
"Bagaimana Elizabeth menolak? Saat itu dia baru saja mengalami depresi. Entah apa yang menimpa dirinya bahkan aku menemukannya di rumah sakit tanpa satu orangpun yang mengenalnya. Setelah itu dia depresi berat. Dan kebetulan sekali mamaku memohon padaku untuk mengijinkan Elizabeth menjadi penjamin hutang."
"Brengsek, kenapa kamu mengijinkan? Kamu kakaknya!" Hardik Matheo, Kendrick mendengar sambil menghubungkan peristiwa kematian Duarte delapan tahun yang lalu. Pantas saja saat itu Dia tidak bisa menemukan Elizabeth.
"Kenapa tidak Eva saja yang menjadi penjamin hutang?" Tanya Matheo ketus, dia lebih banyak bertanya dari pada Kendrick. Padahal seharusnya Kendricklah yang lebih aktif menggali informasi.
Diego tidak bisa menjawab, dia menundukkan kepalanya dan menarik nafas berat.
Lagi lagi dia merasa menjadi kakak yang gagal melindungi adiknya.
"Jadi pernikahan Elizabeth dengan Carlos karena paksaan! Dan Elizabeth depresi karena Duarte, musuh yang menargetkan nyawa kamu. Elizabeth berada di lokasi dan waktu yang salah."
"Elizabeth tidak jadi menikah, karena aku yang menggagalkannya dengan cara mematikan lampu." Ucap Diego. Untuk kali ini Matheo mendukung ucapan Diego.
"Untuk kali ini kamu mengambil keputusan yang benar." Sela Matheo. Sambil mengacungkan ke dua ibu jarinya.
__ADS_1
"Tapi semua yang kulakukan tidak menolong adikku. Dia hamil akibat perkosaan itu." Diego mengucapkan dengan ekspresi sedih seakan hal ini adalah pukulan telak baginya.
"Apa!"