Cinta Wanita Kumal

Cinta Wanita Kumal
Siasat Eva Mulai di Terima Kendrick


__ADS_3

Setelah menunggu beberapa saat akhirnya Kendrick mengeluarkan anggota keluarganya dari dalam ruang bawah tanah, dia menggendong Nina yang meringkuk ketakutan. Mata biru gadis kecil ini berbeda dengan ibunya, tetapi menyerupai mata Leyton. Kini ke dua manik matanya tak henti berderai air mata karena ketakutan.


Kendrick menenangkan putri kecilnya, setelah beberapa saat kemudian dia menyerahkan Nina dan Leyton pada pelayan Maria. Tak lupa dia memeriksa kondisi Eliana yang masih tertidur nyenyak di gendongan pelayan Xa Hui.


Matheo juga menenangkan Julia, ketakutannya belum juga reda, ada gurat kekecewaan di mata Julia. Pantas saja sahabatnya enggan berdampingan dengan Kendrick karena Kendrick manusia penuh bahaya dan beresiko.


Kendrick di ikuti Marco bergi ke kastil timur, masih ada beberapa penjaga, sebagian merapikan dan membereskan kekacuan. Mayat yang berserakan telah di angkut menggunakan kendaraan kusus, para pengacau yang masih hidup telah di bawa ke kantor polisi.


"Bos. Bagaimana?"


"Jangan malam ini, aku masih menghawatirkan mereka."


Yang dimaksud mereka adalah keluarganya.


Mendengar info yang di dapat dari para prngacau yang di tahan di kepolisian, merka adalah orang bayaran dari selatan, sudah jelas asal muasalnya. Penyerangan ini adalah balasan.


Kendrick membicarakan kelanjutan kekacauan ini, dia tidak mungkin diam saja. Dia akan mengejar Jade. Kendrick adalah seorang pemburu, tidak mau di sepelekan lawan dan harus bertindak. Kendrick akan mengejar musuhnya sampai dapat. Mengoyaknya dan menembak batang otaknya. Ini penghinaan.


Sebagai suami Kendrik juga masih memikirkan keberadaan Eva. Apalagi sesaat setelah mendengar cerita Julia bahwa penyelamatnya adalah Eva. Kendrick mulai memikirkan itu, suara teriakan menyebut namanya. Suara itu datang dari sisi luar pagar.


"Tuan Kendrick, nyonya besar di temukan di bagian sisi barat kastil."


Baik Kendrick Marco dan yang lain menuju tempat yang di tunjukkan oleh pengawal itu. Tubuh penuh luka tergolek di rimbunnya tanaman pohon persik, pohon yang sengaja di tanam untuk menutupi segala aktivitas di dalam kastil.


Eva tergeletak penuh luka memar di wajahnya bahkan luka sobek di kulitnya. Pakainnya tak berbentuk lagi. Dengan cepat Kendrick melepaskan jaket hitam yang di pakainya untuk menutupi tubuh Eva istrinya! Bagaimanapun juga Eva adalah nyonya besar Kendrick, dia tidak mau mempertontonkan kekacauan ini, apalagi martabat keluarganya. Menyadari tangan kekar Kendrick menyentuh kulitnya, Eva tiba tiba tersadar, dia langsung memeluk Kendrick, menangis sejadi jadinya. Moment jarang terjadi, Kendrick menghawatirkan istrinya.

__ADS_1


"Bawa ambulan ke mari, antar istriku ke rumah sakit!"


Kalimat 'Istriku' Seperti tarian burung gelatik yang tengah kasmaran, memekarkan sayapnya dan berputar putar di atas kepalanya. Apa ini? Inikah rasanya di perlakukan Kendrick sebagai istri? Bahkan di akui.


Eva semakin menjadi, menangis sesunggukan. Mendengar perintah Kendrick, Marco langsung menekan anak buahnya agar cepat mendatangkan ambulan yang terparkir di luar kastil. Tubuh Eva seakan melayang saat Kendrick mengangkat dan kemudian meletakkan di brankar ambulan.


"Aku tidak mau pergi sendiri. Aku masih trauma." Rengek Eva. Mengapa dia harus melewatkan kesempatan langka ini, dia harus menikmatinya.


Trauma? Apa seseorang trauma bisa dengan jelas dia mengucapkannya? Apa ini sandiwara?


Karena jasa istrinya akhirnya Kendrick benar benar menemaninya. Dia singkirkan kekacauan pikirannya, masalah perasaan tidak tepat rasanya menomor satukan dan akhirnya benar benar menemani istrinya. Tangan Eva tak pernah melepaskan genggaman Kendrick.


Setelah di beri obat penenang akhirnya Eva bisa tertidur pulas. Kendrick mengumpulkan semua anak buahnya, besok akan melakukan penyerangan ke tempat Jade.


Tak lupa dia menghubungi dokter pribadi yang menemani Noela di Jepang, Noela sudah di tempatkan di ruangan khusus, karena rekomendasi pemerintahan Jepang akhirnya urusan perawatan Noela mendapatkan kemudahan.


Waktu cepat berlalu, pasukan hitamnya sanggup melumpuhkan musuh, wilayah kekuasaan Jade sudah di kuasai. Mendengar laporan itu hatinya sangat puas. Tetapi sayangnya mereka hanya menemukan Moro sebagai pimpinan, dan sama sekali tidak menemukan keberadaan Jade. Wilayah selatan akan segera di sahkan menjadi kekuasaan Kendrick. Seperti biasanya penjualan narkotika juga persenjataan ilegal akan di serahkan penanganannya kepada pemerintahan. Kendrick hanya menguasai fasilitas umum dan gedung gedung.


Pasukan hitam membawa Moro ke kastil barat tepatnya di bagian bawah bangunan, ruangan gelap dan kosong juga pengap di tambah lantai sedikit basah. Moro yang tangguh tak berkutik saat Kendrick memasuki ruang bawah tanah, Kendrick menarik kursi yang telah di sediakan. Lampu berpijar setinggi orang dewasa tergantung tepat di tengah, bergantung dan bergoyang ke sana ke mari, memusingkan kepalanya. Sehari tidak makan tentu tidak bermasah tapi jika nanti siksaan itu akan berlanjut Moro akan mengalami delusi.


Kendrick hanya ingin mencari keberadaan Jade, jika Jade belum tertangkap keluarganya akan terancam, mengingat persaingan ke duanya di tambah keberadaan Carlos yang menjadi ancaman.


Sudah tiga hari setelah di tangkapnya Moro, CCTV sudah di lihatnya, rekaman itu menunjukkan bagaimana penyelamatan yang di lakukan Eva terhadap seluruh keluarganya dan para pembantu.


Kemudian rekaman menunjukkan Eva berlari ke kamar dan di ruang tamu, terlihat Eva mengunci beberapa anak pintu hingga saat dia berlari ke belakang, seseorang bertopi hitam menariknya ke samping kastil, sisi kastil adalah area titik hitam, karena di bagian itu kamera CCTV tidak aktif dengan kata lain kamera rusak.

__ADS_1


Kendrick merasa geram, ada apa seperti ini. Mengapa kamera di bagian sisi kastil tidak bisa merekam? Dan selanjutnya Eva di temukan tergeletak di sisi luar pagar dengan keadaan tubuh penuh luka!


Kendrick merasakan kejanggalan tragedi yang menimpa Eva, sama seperti kedekatannya dengan Embre, istrinya jelas jelas memiliki hubungan. Hanya saja Kendrick tidak bisa memiliki bukti kuat tentang kedekatan mereka. Demi Leyton pernikahan ini harus tetap ada. Kendrick tidak mau Leyton memiliki nasib yang sama seperti dirinya, di telantarkan oleh orang tuanya.


Kendrick duduk di samping brankar di mana Eva tengah berbaring, luka lebam dan beberapa cakaran mulai mengering, tiga hari Eva memulihkan diri dan beristirahat di ruang VIP rumah sakit besar. Luka luka itu tidak seberapa jika di bandingkan cerita Eva tentang penganiayaan. Hanya saja Kendrick tidak cukup bukti untuk membuktikannya.


"Kendrick untuk apa Marco dan Matheo, juga pengawal mengikutimu? Aku hanya membutuhkanmu di sini." Ucap Eva merintih, dia hanya membutuhkan satu ruangan bersama Kendrick. Hanya ingin membangun kedeketan.


"Eva, ada yang perlu aku sampaikan padamu."


Eva mulai merasakan sesuatu yang tidak beres. Sikap Kendrick kembali seperti dulu.


"Aku mengucapkan terima kasih kamu sudah menyembunyikan anak anakku juga Julia, hanya saja tentang luka luka pada tubuhmu aku hanya belum bisa memastikan asalnya!"


"Memastikan asalnya apa? Jelas aku di pukul anak buah Jade. Apa kamu tidak percaya?"


"Eva! Aku belum mengatakan yang melakukan penyerangan adalah Jade bagaimana kamu bisa mengatakan itu!"


Eva menelan ludah kasar, mulutnya tidak bisa di kontrol!


"Tapi memang Jade kan yang menyerang kastil timur?"


Kendrick tidak menjawab, kemudian berjalan pergi di ikuti oleh Matheo dan Marco. Masih ada dua orang pengawal yang tinggal, merapikan pakaian milik Eva yang tertata di dalam lemari rumah sakit.


"Mari nyonya, kami antar nyonya ke rumah baru."

__ADS_1


Seperti biasa umpatan keluar dari mulut Eva. Tentu saja tidak di hiraukan oleh para pengawal.


__ADS_2