Cinta Wanita Kumal

Cinta Wanita Kumal
Noela sakit sakitan


__ADS_3

Pawai banteng dan bunga sudah selesai, para wisatawan meninggalkan kota Kartagena. Begitu pula keluarga Kendrick dan Matheo.


Kebencian Leyton pada Nina jelas terlihat, rasa cemburu Leyton benar benar tidak bisa di tahan, beberapa kali tangannya mengepal saat melihat Matheo lebih menyayangi Nina.


Saat ini Leyton tengah duduk di sofa kantor Kend Grup. Membuka berkas mediasi yang akan di layangkan kepada perusahaan JE, menurut Kendrick kerjasama ini lebih baik karena akan saling menguntungkan. Jika saja proyek yang saat ini di kerjakan tidak mendekati selesai, mungkin lebih baik Kendrick bisa bertindak lebih agresip. Tapi proyek ini sudah hampir rampung seratus persen, tentu saja sebagai bisnis man dia sudah mengitung untung ruginya.


"Aku akan mengirim utusan ke JE besok pagi."


"Ya, seharusnya lebih cepat, karena pekan depan aku akan ke sana."


"Untuk apa? Kamu tidak percaya pekerjaanku? Kamu meragukan kredibilitasku?"


"Tutup mulutmu." Ucap Kendrick, duduk di depan Matheo dengan salah satu kakinya menyilang di kaki yang lain.


"Kamu sudah memintaku menyusun mediasi kerjasama, dan sudah mengerjakannya. Lalu untuk apa kamu datang sendiri? Resikonya perang dingin ini akan benar benar pecah."


"Aku merasa semua kejadian ini ada hubungannya denga JE."


"Lalu kenapa kamu mengajak mediasi?"


"Sudah! Lakukan saja. Dan carikan aku undangan agar bisa masuk di acara pertunangannya."


"Gila! Kamu mau setor nyawa?"


"Aku tidak sebodoh itu, belum saatnya untuk membantai mereka. Aku tidak tertarik wilayah selatan, di sana daerah gersang. Lebih bagus mereka yang tinggal di sana. Tetapi kenapa mereka berani memasuki wilayah timur. Bahkan pimpinan wilayah timur membiarkan mereka untuk mengganggu proyekku.


"Oh, aku kira kamu akan menggagalkan acara pertunangan mereka."


"Aku tidak tertarik dengan wanita bekas, apalagi bos JE."


"Jika bos JE ada sangkut pautnya dengan hilangnya Elizabeth bagaimana?"


'Deg'


Kendrick tidak menjawab, dia tidak pernah berpikir hingga sejauh itu. Dia ingin pergi ke wilayah timur hanya karena mencurigai masalah yang ada di proyeknya. Tapi kenapa dia mulai tertarik dengan ucapan Matheo? Bahkan mulai berharap wanita yang akan menjadi tunangan bos JE adalah Elizabeth, dia akan merebut dan kembali mengikat kakinya.


"Kenapa? Kamu berharap wanita tunangan JE adalah Elizabeth?"


Matheo tau apa yang ada di otak sahabatnya.


"Jangan mengada ada, kamu sudah membuangnya, dia sudah memenuhi janjinya. Merangkak menggunakan lututnya."


Mendengar ucapan Matheo, wajah Kendrick berubah sedih.


"Kamu memang pantas di pukul, Elizabeth jelas jelas mencintaimu tapi kamu malah menyiksanya."


"Kamu tau apa?"


"Andai saja aku bisa meminta maaf sudah mencurigainya. Ternyata Elizabeth wanita yang tepat untukmu."


"Kamu bicara apa? Kamu mengetahui sesuatu?" Teriak Kendrick mulai tidak sabar.


"Tidak! Anggap saja aku asal bicara."


Merahasiakan keberadaan Nina adalah pilihan yang tepat, Julia beranggapan keinginan Elizabeth memiliki maksud yang baik. Di tambah setelah mengetahui kalau Kendrick juga sudah menikahi dan memiliki anak dari wanita lain, Julia semakin paham dengan maksud dan tujuan sahabatnya.

__ADS_1


"Kenapa diam? Apa sudah tidak ada lagi yang ingin kamu bicarakan? Atau perlu aku mengusirmu?" Ucap Kendrick di tujukan pada Matheo.


Matheo tidak menjawab, dari awal memang dia bertujuan meninggalkan kantor Kendrick.


Matheo merapikan berkas, kemudian berdiri dan meninggalkan ruangan Kendrick.


"Jangan lupa nanti malam, ajak Nina untuk bermain ke kastil barat, Leyton juga menunggumu."


"Dengan senang hati."


Ketika Matheo baru saja hendak meninggalkan ruangan itu, lagi lagi Kendrick mencegahnya.


"Tunggu, aku sudah melakukan tes darah."


"Bagaimana dengan hasilnya?"


"Siang ini, Noela berjanji akan mengirimkan sendiri kepadaku."


Sekretaris He memasuki ruangan, menunjukkan email kiriman dari dokter Noela.


"Hasil sudah keluar." Ucap sekretaris He kepada Kendrick. Kemudian sekretaris He memberikan hasil analisa di tablet miliknya.


Kendrick menerima tablet milik sekretaris He, membaca dengan seksama.


"Apa hasilnya? Cepat katakan padaku. Jangan sampai sesuai dengan yang aku pikirkan?"


"Apa yang kamu pikirkan?"


"Melakukan hubungan intim dengan kakak ipar!"


Kendrick memberikan tablet itu kepada Matheo. Wajah Kendrick terlihat tenang.


"Jadi intinya waktu itu kamu tidak melakukan apa apa, tanda kepemilikan di lehermu berarti ulah dia, lalu tanda merah di lehernya."


"Entahlah."


"Bagaimana caranya kakak ipar mendapatkan itu? Lalu apa yang akan kamu lakukan?"


Kendrick tidak menjawab pertanyaan Matheo, bagaimanapun juga Kendrick merasa kesal tetapi saat memikirkan Leyton, dia kembali tidak tega. Untuk sementara ini Kendrick hanya menunggu sampai di mana istrinya berulah.


Pikiran Kendrick berkecamuk tentang pertemuannya dengan Noela, wanita sekaligus sahabatnya dan Matheo itu terlihat lebih kurus dan sakit sakitan.


Padahal Noela adalah seorang dokter, mengapa merawat tubuhnya sendiri malah tidak bisa.


Kendrick mendatangi ruang praktek dokter Noela di rumah sakit besar, cukup lama Kendrick menunggu jadwal praktek Noela hingga di urutan pasien terakhir.


Akhirnya tiba giliran Kendrick, Kendrick yang tampan tentu saja menjadi pusat perhatian. Bahkan terlihat beberapa perawat wanita membicarakannya, tetapi setelah mengetahui kalau lelaki tampan itu adalah pasien kusus dokter Noela, para perawat itu langsung kecewa.


Kendrick duduk di sofa besar yang di sediakan, sofa berbentuk kursi tidur memang di rancang kusus untuk membuat rileks para pasien.


"Ada apa? Ada angin apa kamu datang ke tempat praktekku?"


"Hanya meminta tolong, periksa darahku."


"Memangnya sudah terjadi sesuatu?"

__ADS_1


Kendrick menceritakan semua kejadian, dari awal hingga akhir. Noela mendengarnya dengan seksama, kemudian Noela memerintahkan seorang perawat untuk mengambil darah Kendrick. Menusukkan ujung jarum ke nadi tangan kanan kendrick. Kemudian menampung darah ke botol tabung darah.


"Langsung kirimkan sampel darah ke laboratorium." Ucap Noela kepada perawat tersebut.


Noela terkesan pasif, tidak seperti sebelumnya Noela akan benyak memberikan pendapat. Kendrick mengamati keadaan tubuh Noela semakin kurus, di tambah wajah Noela terlihat pucat.


Sebagai sahabat baik Kendrick menguwatirkan keadaan Noela.


"Kamu sakit?" Tanya Kendrick tiba tiba.


"Tidak. Hanya sedikit kecapean.


"Tapi wajah kamu sangat pucat. Dan kamu terlihat semakin kurus."


Noela merasa gugup, membenahi pakaian yang di kenakannya dan kemudian cepat cepat duduk di kursi kebesarannya.


"Kamu sudah makan?"


"Belum."


"Baik, Marco akan mengantarkan makanan ke mari, kita makan siang bersama."


"Tapi..."


Kendrick mengibaskan tangannya membuang angin. Dia tau sejak dulu Noela selalu susah makan.


"Aku akan menemanimu makan. Tubuhmu semakin kurus."


Tidak lama kemudian Marco membawa beberapa kantong makanan, makanan yang di bawa dari rumah makan Kendrick.


"Aku tau kamu selalu menyukai masakan chef The Arturo."


Noela tersenyum simpul, Kendrick selalu paham dengan apa yang Noela suka, perhatian Kendrick mengakibatkan Noela mencintai dalam diam.


Noela tau kalau Kendrick menganggapnya sahabat dan tidak lebih.


Noela juga paham kalau Kendrick lebih memilih wanita berperawakan kecil dan lemah lembut, tidak seperti Noela berperawakan kekar dan tomboy.


Makanan sudah di sajikan Marco, di atas meja kecil yang sudah di persipkan. Makanan masakan chef The Arturo terlihat menggoda.


Baik Kendrick dan Noela duduk berhadapan.


"Buka mulutmu." Ucap Kendrick mulai menyuapi Noela.


"Maafkan aku, waktu itu aku benar benar di bawah pengaruh obat afrodisiak."


Noela mematung, mengapa Kendrick membahas itu lagi, Noela tidak sanggup menelan makanan, tiba tiba perutnya mual. Noela berlari ke kamar mandi, perutnya seakan bergejolak. Memuntahkan seluruh isi di dalam perutnya. Keringat dingin membasahi dahinya, bahkan dia terduduk di samping closet.


Menyadari hal itu, Kendrick berlari ingin membantunya, namun pintu kamar mandi terkunci dari dalam.


"Noela, apa kamu membutuhkan bantuanku, apa kamu baik baik saja?"


"Tidak trimakasih. Aku baik baik saja."


Noela menggigit bagian bawah bibirnya. Air matanya mulai menggenang.

__ADS_1


Meremas ujung gaunnya dan berkumur. Dia merasa harus terlihat baik baik saja di mata Kendrick. Dia tidak mau menjadi beban pikiran Kendrick. Bagaimanapun juga persahabatan ini adalah penting.


Trimakasih yang sudah bersabar dengan novelku, jangan lupa Like Komen and Like. Gracias.


__ADS_2