Cinta Wanita Kumal

Cinta Wanita Kumal
Sikap yang Berubah ubah


__ADS_3

Kertas warna warni terikat dengan tali kain, terhubung di antara tiang tiang yang tertancap pada gundukan tanah dengan kedalaman yang cukup, kertas warna warni dengan ornamen ornamen yang berlubang berbentuk guntingan rapi sehingga tercipta pola yang sangat indah, kini kertas itu tertiup angin dan menimbulkan suasana yang meriah. Di setiap sudut taman terdapat untaian dan rangkaian bunga, kursi dan meja panjang telah di tata rapi, layar proyektor besar berada di sudut ruangan yang nantinya akan di gunakan sebagai penayangan foto spesial kelahiran putra Kendrick yaitu David, konsep ini yang di usulkan oleh Elizabeth, tetapi Julia menambahkan agar tidak hanya foto David saja yang di tayangkan tetapi bisa di tambahkan foto Leyton, Nina juga Eliana. Tentu saja ada Elizabeth di antaranya.


Makanan mewah yang nantinya akan di sajikan di sisi kolam renang sudah di pesan, minuman yang beralkohol maupun yang tidak, sudah di persiapkan dan masih tertata rapi di gudang bawah tanah. Malam nanti adalah puncak acara. Di tengah kolam didirikan panggung untuk perhelatan acara.


Sejatinya acara ini tidak hanya menyambut kelahiran David, tetapi juga ucapan syukur atas kesembuhan Leyton.


Kendrick berjalan mendekati Elizabeth yang tengah berbincang dengan beberapa pelayan, keseriusan Elizabeth membuat dirinya tidak menyadari sosok tampan yang tengah berdiri di belakangnya. Kendrick mendekat dan memeluk pinggang ramping istri ke tiganya, Elizabeth membalikkan badannya dan ke duanya bertemu pandang, senyum tipis terlihat di sudut bibir Elizabeth. Ke duanya sangat intim. Rambut Elizabeth yang sebahu tertiup angin, aroma sampo lavender terhirup oleh indra penciuman Kendrick.


"Kamu sangat wangi." Ucap Kendrick, kemudian dia mengibaskan tangannya, para pelayan mengerti akan gerakan Kendrick. Mereka dengan tertib meninggalkan tempat.


"kenapa kamu menggangguku, masih banyak yang harus aku lakukan. Kamu membuat mereka pergi!" Ucap Elizabeth, yang di maksud mereka adalah para pelayan.


"Hmm, tubuhmu wangi." Rayu Kendrick, mendekatkan hidung mancungya ke leher tepat di bawah telinga.


"Kendrick, ini masih siang." Balas Elizabeth, menyadari di tempat terbuka tentu tidak mau memamerkan ke intimannya. Apa lagi tidak jauh dari mereka ada Marco dan Matheo yang tengah berdiri menunggu Kendrick untuk bersama pergi ke kantor pusat Kend Group.


"Apa malam ini sudah bisa?" Tanya Kendrick mengulang.


Elizabeth menganggukkan kepala, ada senyum puas di wajah Kendrick. Ke duanya terlihat sangat intim dan mesra. Sayangnya ada perasaan getir di hati Elizabeth. Sikap Kendrick yang berubah ubah. Terkadang mengaku cinta dan bersikap romantis, namun beberapa saat kemudian bersikap sinis dan egois. Elizabeth menarik nafas panjang, dan reaksi itu tertangkap oleh Kendrick.


"Terjadi sesuatu?" Tanya Kendrick, jari tangannya menyelipkan anak rambut Elizabeth yang terbang tertiup angin.

__ADS_1


Elizabeth menggelengkan kepalanya.


"Jangan mengelabuiku, wajahmu tidak bisa berbohong." Ucap Kendrick lirih.


"Terkadang aku tidak mengenali kamu, sikapmu kadang berubah ubah. Aku sama sekali tidak mengerti. Bisakah kamu tidak seperti itu?" Protes Elizabeth, sedikit banyak dia harus mengutarakan isi hatinya. Untuk apa memendam perasaannya. Elizabeth adalah cinta pertama Kendrick, tapi dulu Kendrick pernah memperlakukannya seperti seekor an***g buduk, dan sekarang Elizabeth harus menerima kenyataan kalau Kendrick adalah ayah anak anaknya. Lalu bagaimana dengan perasaannya? Terkadang jika mengingat masa masa itu hati Elizabeth seakan tercubit, kekerasan fisik yang di terimanya masih teringat dan membekas. Pada saat itu Elizabeth hanya bisa memejamkan mata dan menekan dadanya, bukan luka fisik tapi batinnya yang tersiksa. Dan kali ini luka itu makin kerap di rasakannya. Apa karena sikap Kendrick yang berubah ubah ataukah karena kondisi kesehatan pasca melahirkan?


"Berubah apanya? Aku tidak merasa seperti itu. Mungkin hanya perasaanmu saja!"


Kendrick mencubit hidung Elizabeth, mencium ke dua pipi yang bersemu merah bak buah tomat matang itu. Tatapan mata Elizabeth jatuh dan tertunduk.


"Begitu ya?" Jawab Elizabeth ragu.


"Jangan berpikir macam macam, aku berangkat ke kantor, setelah itu pergi ke rumah sakit menjemput Leyton. Sebelum acara di mulai aku sudah tiba di rumah." Ucap Kendrick. Tangannya melepaskan pelukan yang ada di pinggang ramping Elizabeth.


Tanpa di sadari keduanya, keintiman mereka di lihat oleh seseorang yang tengah duduk di atas kursi roda. Dia mengepalkan tangannya. Wanita itu bahkan bersumpah akan mencelakai Elizabeth. Di belakang wanita itu terdapat sosok lelaki tampan, gerakan tangannya yang membelai rambut wanita yang ada di depannya, sesekali mencium tengkuk wanita itu.


Suasana kamar yang gelap tanpa penerangan lampu sedikitpun, karena sinar yang masuk dari celah tirai sudah cukup untuk menerangi ruangan itu. Kelambu hitam dan dekorasi monocrom, juga lantai marmer warna abu abu membuat kesan angker.


Wanita itu adalah Noela, kesehariannya selalu bersama dokter Artur, alih alih mengobati dan terapi pada Noela, tetapi ternyata Artur membawa sebuah misi. Misi yang hanya di ketahui oleh dirinya sendiri.


Artur mendorong kursi roda itu ke aras sofa besar. Kemudian memindahkan Noela ke atas sofa dan menidurkannya. Sekali lagi Artur membelai rambut sebahu Noela. Usapan itu sedikit membuat Noela tenang, tatapan matanya jatuh pada sosok dokter ahli saraf yang ada di depannya.

__ADS_1


"Jangan bersedih, aku akan membantumu memdapatkan cinta Kendrick." Bujuk Artur liri, usapan di bawah mata demi menghapus air mata Noela.


"Aku sudah tidak memiliki tempat lagi di hati Kemdeick, aku tidak bisa mendapatkan cinta Kendrick bahkan seujung kukupun." Ucap Noela, emosinya benar benar meledak saat mengingat keintiman mereka.


"Tapi kamu masih bisa merebut cintanya, bahkan nantinya perhatian Kendrick hanya tertuju padamu." Bujuk Artur seolah menghipnotis. Wajah Noela berbinar dan bersemu merah.


"Betulkah?" Rengel Noela.


"Percaya padaku. Artur menggenggam kepalan tangan Noela yang memvucat


"Benarkah? Aku tidak mau Kendrick di miliki oleh siapapun kecuali aku mati!"


"Iya aku tau, dan aku akan selalu membantumu."


Artur membelai pipi ranum Noela. Perlakuan Artur pada Noela terkadang mirip sepasang kekasih, tetapi terkadang mirip hubungan antara adik dan kakak.


"Dokter Artur, aku percaya padamu, trimakasih sudah membantuku. Kedepannya aku akan berbalas budi."


"Anak pintar." Artur membelai rambut Norla, kemudian menidurkannya.


"Tidurlah biar aku yang memikirkan sisanya." Bisik Artur dengan senyum menyeringai, wajah bengisnya berbeda sekali jika dia sedang bekerja.

__ADS_1


"Ayo aku bantu kamu terapi. Kita mulai sekarang."


__ADS_2