
Kebisingan suasana kota di wilayah selatan benar benar tak tertolong, banyaknya mafia dan birokrasi membuat perekonomian tidak baik baik saja. Berbanding terbalik dengan keadaan di wilayah barat dan utara.
Di bawah kepemimpinan Kendrick tidak ada yang berani berbuat kecurangan ataupun manipulasi kekuasaan.
Kendrick mengadakan pertemuan dengan penguasa wilayah timur mengenai kehancuran proyek, di sepakati ke duanya ganti rugi yang di tawarkan oleh Kendrick yaitu kompensasi pengembalian dana dan denda. Juga di ikut sertakannya dalam beberapa proyek yang akan datang. Dengan catatan tidak akan melibatkan pihak lain. Keadaan menjadi normal dan damai.
"Apa semua baik baik saja?" Tanya Elizabeth, dia bersandar di besi balkon, rambutnya yang sebahu tertiup angin. Gaun putihnya yang lebar terbuat dari sutra india menari nari saat dia bergerak.
"Kemarilah." Ucap Kendrick sambil menepuk satu pahanya. Elizabeth menuruti dan duduk di atas paha Kendrick, satu tangannya melingkar di leher lelaki itu.
"Selama ada kamu di sisiku semua akan baik baik saja."
"Hmmm." Elizabeth bergelayut manja, entah hanya Kendrick yang merasa aneh karena sikap Elizabeth tidak seperti ini biasanya tapi Kendrick suka.
"Eli..." Bisik Kendrick di telinga Elizabeth.
"Ya." Jawab Eli kemudian memasukkan buah cerry ke dalam mulut Kendrick. Kendrick membuka mulutnya dan menghisap jari Elizabeth. Elizabeth tersenyum.
"Maafkan aku yang dulu. Ijinkan aku memperbaikinya. Karena jika tidak ada kamu mungkin aku tidak bisa hidup sampai sekarang. Aku tidak perduli kamu anak Carlos si brengsek itu." Kemudian Kendrick menekan rangkulan tangannya di pinggul Elizabeth.
Elizabeth tidak langsung menjawab, seolah memikirkan sesuatu. Pikirannya berkecamuk antara ingin meninggalkan Kendrick atau tetap tinggal. Teringat Ucapan Eva kalau diantara ke tiganya siapa yang akan di pilih Kendrick. Terbersit keinginan untuk memeriksa DNA Nina dengan Kendrick bahkan di dukung Julia dan Matheo tetapi Elizabeth takut hasil akhirny tidak memuaskan.
"Ada apa? Apa yang ada dalam pikiranmu? Kamu meragukan aku?" Kendrick memandang wajah Elizabeth, tapi Elizabeth menundukkan wajahnya.
"Tidakkah kamu bertanya kemana aku pergi? Saat melarikan diri darimu? Atau apa yang terjadi saat pelarianku? Atau...."
"Atau apa?"
Kendrick semakin menatap wajah perempuan yang begitu di idamkan, menyelipkan anak rambut di telinga Elizabeth. Mengusap air matanya yang tiba tiba menetes.
"Berikan cerry itu padaku." Elizabeth kembali memberikan buah itu kepada Kendrick, kemudian Kendrick menggigitnya lalu di berikannya ke mulut Elizabeth. Elizabeth menerimanya. Seolah keduanya saling berciuman.
"Aku tidak perduli kemana kamu pergi saat itu, yang aku mau kita memulai dari awal."
Dari awal? Umpat Elizabeth, bagaimana bisa kalau ada Eva dan Leyton di tengahnya?
Elizabeth tidak yakin sama sekali.
__ADS_1
"Ada lagi yang ingin aku katakan padamu." Sela Elizabeth.
"Hmmmm."
Elizabeth terbata dan ragu seperti seekor tikus yang kehilangan ekornya Elizabeth menantang keberanian.
"Aku sudah pernah memiliki anak."
"Lalu? Aku sudah tau, Diego yang menceritakannya padaku."
"Tidakkah kamu bertanya kemana anakku sekarang?"
Kendrick mengalihkan pembicaraan seolah tidak mendengar. Bahkan terkesan tidak perduli. Elizabeth menyadari itu dan menganggap Kendrick belum menerima dia apa adanya, juga secara tidak langsung tidak menerima keberadaan Nina.
"Aku akan mengikatmu, kita menikah. Ok!"
Ganti Elizabeth yang tidak merespon, dia berkutat dengan pikirannya. Bahkan kecewa dengan sikap Kendrick.
Kendrick menarik ponselnya yang ada di atas meja kecil di samping secangkir kopi manis.
"Kamu mau menghubungi siapa?"
"Jangan dulu, aku akan menemui mamaku dan Carlos. Ada yang perlu aku tanyakan kebenarannya."
"Untuk apa? Aku bisa membawanya kemari."
"Tidak tidak. Biar aku yang mencarinya sendiri." Elizabeth tidak mungkin mengatakan kalau Jade sudah mengancamnya. Bisa bisa perang dunia akan pecah kembali. Tampak kekesalan di wajah Kendrick, tidak menyukai alasan penolakan Elizabeth.
Tanpa di sadari baik Noela ataupun Eva melihat keintiman mereka dari sisi lain.
Noela tampak sedih, dia sadar bukanlah wanita yang di cintai Kendrick.
Tapi berbeda dengan Eva dia sudah mencari cara akan memisahkan ke duanya.
Bohong jika Eva tidak mengenal Jade karena peristiwa tertabraknya Juan dan Elizabeth, dia dan Jade yang mengaturnya.
Eva mengepalkan tangannya usahanya menjauhkan Adiknya dari Kendrick sia sia belaka. Tapi peluang yang di miliki saat ini hanyalah memprovokasi Kendrick.
__ADS_1
******
Sorot mata tajam tapi penuh ambisi dan kelicikan juga keserakahan, berdiri di atas bangunan terbuat dari besi , dengan ketinggian, satu tangannya berkacak pinggang dan dua jari tangannya mencapit sebatang lintingan cerutu Kuba, lelaki itu tengah mengawasi ratusan bahkan ribuan peti kemas yang tersusun acak, corak warna yang tidak beraturan.
Galangan yang di buat hanya untuk keperluan darurat, demi untuk menyimpan peti kemas rampasan.
Laki laki yang berdiri dengan kesombongannya tengah menikmati hasil kejahatannya itu adalah Jade. Jade ternyata bukan hanya kepala mafia tetapi dia ternyata berprofesi sebagai bandit kelas kakap.
Bukan hanya peti kemas milik Kendrick saja yang di rampasnya bahkan milik pengusaha dari Asia atau dari manapun yang melewati batas perairan negaranya maka akan di rampok. Tak ubahnya perompak bajak laut tapi dengan menggunakan tehnologi canggih.
Jade berjalan memasuki ruangan semi permanen tetapi terkesan mewah dan luas. Menuju satu ruangan sempit dan terasing.
"Buka!" Perintah Jade kepada pengawalnya. Sudah dua bulan Jade tidak mendatangi tempat ini. Karena kondisi dan jarak yang jauh dari pusat kota, bahkan lebih tepatnya di tengah hutan.
Pengawal itu membuka pintu besi, lampu menyala terang. Bahkan terlalu terang jika harus di nyalakan di siang hari.
Pengawal itu tidak langsung pergi, dia berdiri di belakang Jade. Tanpa menutup pintu kembali.
"Kalian merindukanku?" Tanya Jade, kemudian berjalan mendekati jendala terbuka yang cukup lebar.
Dia melanjutkan menghisap cerutu yang masih menyala di jarinya.
"Kamu kira? Aku akan bertahan hidup demi melihat kehancuranmu!" Ucap wanita yang ternyata adalah Luci. Dia duduk di atas kasur kecil, pahanya di gunakan untuk sandaran kepala seseorang yang tak lain adalah Carlos Eman.
"Lepaskan kami, apa salahku padamu? Menyesal Carlos sudah membesarkan anak ular!" Luci mewakili Carlos mengungkapkan kekesalannya. Carlos yang renta sudah tak bisa lagi bangun dari tidurnya di karenakan sakit yang di deritanya.
Jade marah kepada Luci, karena sudah membantu Carlos melepaskan Elizabeth atau mengantar Elizabeth ke tempat Kendrick. Saat mengetahui Luci dan Carlos melakukan itu, Jade sangat marah dan menendang ke duanya hingga Carlos muntah darah.
"Aku akan melepaskan kalian setelah Elizabeth kembali kepadaku.
"Menyesal aku mempercayaimu. Kamu dan Eva sama!"
"Hahaha, lucu dulu apa yang anda lakukan, bahkan kamu membantuku merubah wajah Elizabeth lalu memberinya obat depresan. Ibu macam apa kamu? Dan sekarang berubah malaikat, aku tanya kepadamu. Jika nantinya kamu harus memilih siapa di antara ke dua anakmu yang pantas menjadi wanita Kendrick. Kamu akan memilih siapa?"
Luci tak menjawab, dulu memang dia membenci Elizabeth. Tetapi setelah pernikahannya dengan Carlos, kini sedikit mulai berubah dan mulai berpikir jernih."
"Tidak bisa memilih kan. Biar aku bantu. Biarkan Eva bersama Kendrick dan Elizabeth menjadi wanitaku. Bukankah harta Carlos harus ada yang mengurusnya?"
__ADS_1
"Bajingan!" Teriak Luci.