Cinta Wanita Kumal

Cinta Wanita Kumal
Tetnyata Eliana benar anak kandung Carlos.


__ADS_3

Hasil tes DNA antara Carlos dan Eliana sudah keluar, yang mengejutkan Kendrick adalah tingkat kecocokannya adalah sembilan puluh sembilan persen.


Hasil itu sangat mengganggu pikiran Kendrick, bagaimana tidak Eliana ternyata putri kandung dari Carlos, bagaimana dengan Jade Eman?


Mengapa Carlos menikahkan dua anaknya dengan pertalian darah yang sama.


Saat ini di kantor pusat Kend Grup, empat laki laki itu bertemu untuk merundingkan masalah yang di hadapi Kendrick. Masalah yang akan memancing peperangan antar kartel.


"Bos ada laporan dari Santa kalau ternyata Jade adalah anak angkat Carlos." Ucap Marco. Ada kelegaan di hati Kendrick. Dia bahkan heran dengan perasaannya.


"Lalu hubungan Eliana dengan Luci?" Potong Matheo.


"Ibu kandung atau bukan?" Ucap Marco. Pertanyaannya di tujukan pada detektif Vito. Tapi tidak di jawab karena menunggu tanggapan Kendrick.


"Sepertinya tidak mungkin Eliana anak kandung Luci. Tapi kalau benar, bagaimana bisa?" Aku sangat mengenal keluarga James Chloe


"Wah ternyata mertuamu hebat, kehidupannya yang cukup rumit." Ejek Matheo.


"Tutup mulutmu!" Bentak Kendrick. Matheo menghentikan tawanya.


"Bagaimana dengan Elizabeth? Jangan jangan dia bukan putri kandung Luci. Di lihat dari perlakuannya terhadap Elizabeth yang begitu kejam." Ucap Kendrick.


"Bisa jadi." Jawab Matheo.


"Benar benar keluarga yang rumit." Sela Marco.


Marco memberikan satu amplop lagi pemberian dari dokter Noela.


"Apa itu, cepat buka." Tanya Matheo di tujukan pada Marco. Tapi Marco tidak menjawab, hanya memelototkan matanya. Seolah menyiratkan 'Kamu bukan bosku, jadi stop menyuruhku.'


Amplop coklat di buka oleh Kendrick, ternyata tes yang di lakukan dokter Noela untuk Eliana. Hasil tes psikotropika tersebut ternyata negatif, baik Kendrick ataupun yang lainnya merasa senang, entah mengapa mereka merasa lega, seolah ada sesuatu yang ada di dalam diri Eliana.


Kertas berpindah tangan ke detektif Vito, dia membaca lembar ke dua.


"Bos ada lembar ke dua." Ucap detektif Vito.


"Ternyata Eliana mengkonsumsi obat Atidepresan secara berlebihan. Bahkan di atas batas normal." Ucap Matheo, sambil membaca kertas laporan tes lap yang ada di tangan kanannya.


"Siapa yang melakulan perbuatan seperti itu? Apa Luci? Atau Carlos?" Tanya Matheo, kebiasaan rasa ingin taunya kambuh.


"Sambungkan aku dengan Noela." ucap Kendrick memerintah Marco.

__ADS_1


"Baik." Jawab Marco, Marco menghungi dokter Noela lewat ponselnya. Telepon terhubung, kemudian Noela menerangkan tentang kondisi Eliana yang sebenarnya. Kendrick berbicara dengan Noela cukup lama. Setelah menutup sambungan telepon, terlihat Matheo sudah tidak sabar untuk bertanya.


"Apa katanya?"


"Kondisi Eliana tidak baik, sepertinya dia mengkonsumsi obat anti depresan dengan dosis tinggi."


"Apa wanita itu benar depresi, tapi saat pertunangannya dengan Jade waktu itu, terlihat normal, hanya kakinya saja yang terlihat sakit." Ucap Matheo.


"Kata Noela, kita bisa melihatnya nanti setelah beberapa hari ke depan. Jadi tidak bisa menyimpulkan sekarang." Jawab Kendrick


Menghentikan obat anti depresi memang tidak bisa terlihat cepat, butuh proses beberapa waktu.


"Apa Noela juga menerangkan gejala lainnya?" Tanya Matheo.


"Tentu, prilaku Eliana yang agresip dan ingin melukai orang lain di tambah kulit Eliana yang keriput. Sebagai dokter tentu saja Noela berpikir tepat." Jawab Kendrick.


"Vito. Apa ada kabar tentang Elizabeth?"


"Tidak ada bos. Hanya saja setelah saya cermati, sepertinya seseorang sengaja menyabotase kecelakaan saat itu."


"Bukankah itu berita basi, aku hanya memerintahkan kamu siapa dalang di balik hilangnya Elizabeth. Aku merasa penyelidikanmu kali ini sedikit tumpul." Ucap Kendrick sedikit marah.


Vito hanya diam, tidak biasanya kasus yang di tanganinya sesulit ini, seolah ada campur tangan dari orang dari yang lebih ahli.


"Keadaan cukup membaik tapi, tinggal menunggu kesadarannya bos."


Kendrick menghela napas panjang, kehilangan Elizabeth membuat pikirannya kacau, di tambah kemunculan Eliana yang ternyata putra dari Carlos. Kendrick sebenarnya enggan membantu Eliana setelah mengetahui kalau Eliana putri dari Musuhnya.


Tetapi dia harus memulainya dari Eliana demi mendapatkan Elizabeth.


"Coba lihat berita ini. Harga saham JE Grup melesat, tapi masih di bawah level milik anak perusahan gabungan milik kita."


"Bukan sesuatu yang patut di banggakan."


"Dia mendapat panggung saat peresmian proyek Cahaya Timur. Itu artinya kamu seharusnya menahan diri, apalagi mengenai wanitanya. Kamu harus berhati hati. Dan jika di biarkan JE akan melampaui Kend Grup."


"Ok, tutup akses kerjasama dengan manapun. Jangan kasih peluang. Beritakan kepada staf pemerintahan agar mempersulit perijinan. Mengenai wanitanya, itu urusanku. Dan sebarkan berita jika wanitanya kabur menemuiku."


"Baik." Jawab Marco.


Matheo tidak berani berkata apa apa lagi, Kendrick sudah mulai menabuh genderang perang.

__ADS_1


Sementara itu di kediaman Kendrick, tepatnya di Park House Bogota, kastil bagian timur. Seorang wanita super cantik, tengang duduk di atas kursi taman yang terbuat dari bahan besi tempa berwarna emas.


Taman di bagian tengah pembatas antara kastil timur dan barat itu adalah berbentuk rumah kaca. Tanaman yang tumbuh di dalamnya juga merupakan tanaman pilihan dan mahal. Taman yang di desain kusus oleh Kendrick dan akan di persembahkan untuk wanitanya. Sayangnya yang lebih banyak menikmati bangunan taman kaca itu malah bukan wanita yang di cintainya.


Wanita yang tak lain adalah istri bos Kendrick itu berjalan mondar mandir di dalam taman kaca, beberapa kali tampak dia memijat tengkuknya. Wanita itu tengah menunggu seseorang demi mendengar sebuah kabar berita.


Mendengus kesal, dan mengepalkan tangannya. Beberapa kali melihat keadaan sekeliling hanya demi memastikan.


Suara berat langkah kaki mendekati area taman kaca, seorang berperawakan persis keturunan Amerika Latin tengah memasuki pintu taman kaca, dari cara dia berjalan dapat di pastikan bukanlah bertujuan baik.


"Nyonya." Bisik lelaki itu. Matanya nyalang mencari sosok yang di panggilnya Nyonya.


"Embre! Lama sekali!" Teriak wanita itu, dan lelaki yang datang ternyata Embre.


"Nyonya, aku mencarimu. Aku kira tadi nyonya di dalam kastil." Ucap Embre. Kemudian dia maju dua langkah demi mendekati wanita itu.


"Hmm." Wanita itu menahan Embre agar tidak terlalu mendekatinya.


"Dari situ saja. Aku cukup mendengar." Tambah wanita itu.


"Baik."


"Ada berita apa? Kali ini harus memuaskanku. Jika kamu mendapatkan kabar penting, aku pasti akan memberimu hadiah."


Tentu saja kalimat wanita itu di sambut Embre dengan senang.


"Baik, saat saya sampai di D'Oreon, club malam itu tutup lebih awal dari biasanya. Bahkan banyak penjaga yang bersiaga. Juga lampu yang biasanya menyala di biarkan gelap, dan saya tidak di perbolehkan masuk ke dalamnya." Terang Embre.


Wanita itu terlihat kecewa, tampak dari mimik wajahnya.


"Itu bukan berita menyenangkan, bahkan kamu tidak bisa masuk ke dalamnya. Lalu untuk apa!" Ucap wanita itu sedikit membentak, kemudian menampar pipi kanan Embre, Embre mengusap pipinya yang tampak memerah.


"Tapi, aku melihat siapa yang datang."


"Siapa?"


"Dokter Noela!" Ucap Embre singkat tetapi sangat menyinggung perasaan nyonyanya.


"Hanya karena kedatangan Noela si dokter kecentilan, Kendrick menutup club D'Oreon!" Ucap wanita itu geram.


Bagaimana tidak geram kalau wanita itu tau bahwa pemasukan dari club malam itu bisa menghasilkan pundi pundi yang menguntungkan. Di tambah suaminya lebih perhatian kepada wanita lain, dari pada memperhatikan ditinya.

__ADS_1


Trimakasih pembaca novel setiaku.🥰


__ADS_2