
Eva tertawa lepas, demikian juga dengan Luci. Bahkan mereka lupa di mana saat ini mereka berada.
"Mama, akhirnya semua beres. Bos penagih utang itu sangat menyukai Elizabeth, bahkan dia sama sekali tidak menoleh untuk melihatku."
"Oh ya? Bagaimana bisa?"
Luci merasa heran dengan keterangan Eva, karena bagaimanapun juga Eva lebih cantik dari Elizabeth.
Hanya seorang yang buta mata yang tidak bisa melihat kecantikan Eva.
"Bahkan besok pagi bos itu akan menikahi Elizabeth."
"Secepat itu?"
Tiba tiba perasaan Luci merasa tidak enak, ada perasaan janggal, seakan ada sesuatu yang akan menimpa keluarganya. Luci memang jahat bahkan sadis, dia tidak pantas di sebut seorang ibu. Hanya saja, hatinya tidak bisa berbohong. Perasaan itu tiba tiba hadir, masuk dan meresap melalui pori pori kulitnya. Ada sesuatu yang aneh tetapi dia tidak bisa mengungkapkan.
Eva juga merasakan sikap ibunya yang tiba tiba berubah, melihat mimik wajah Luci yang tidak seperti biasanya Eva tergelitik untuk menyelidiki.
"Mama, apa ada sesuatu yang mama sembunyikan?"
"Tidak! Tidak ada sama sekali."
"Lantas, mengapa sikap mama berubah?"
"Siapa bilang. Hmmm kapan bos renternir itu menikahi Eli?"
"Besok ma. Tidak butuh persiapan banyak. Tetapi mama wajib hadir."
Karena setiap negara di dunia umumnya memiliki ragam tradisi pernikahan yang variatif. Mulai dari tradisi yang lazim hingga yang tak masuk akal sekalipun. Demikian juga di negara Kolombia. Kolombia mewajibkan seorang ibu menghadiri pernikahan anaknya secara langsung. Di hati kecil yang terdalam Luci merasakan keberatan, dan enggan mendatangi pernikahan Elizabeth.
Setelah kepergian Eva, Luci tidak bisa berpikir tenang. Ada sesuatu yang mengganggu hatinya, menjalar hingga meninggalkan aroma malapetaka. Berkali kali Luci mencoba mencari apa yang salah dengan perasaannya, hanya saja sama sekali tidak menemukannya. Hingga hari berganti malam Luci masih setia berada di sisi suaminya yang terbaring lemah.
__ADS_1
Di waktu yang sama di tempat yang berbeda. Kendrick mendapatkan penangguhan hukuman, berkat kegigihan Matheo di bantu seorang pengacara yang handal, hanya saja itu hanya berlaku sementara.
"Apa kepalamu hanya berisi wanita itu? Sebaiknya kamu lakukan saja pekerjaan yang tertunda. Mengenai wanitamu, aku sudah memerintahkan Marco untuk mencarinya. Sesuai alamat yang kamu berikan. Tetapi seperti di telan bumi. Bahkan rumahnya kosong. " Ucap Matheo kepada Kendrick.
Kendrick mendengus kesal. Bahkan sudah dua hari setelah penangguhan hukuman itu berjalan Elizabeth tidak di temukan.
Seorang detektif sewaan yang di tugaskan mencari keberadaan Sara, datang membawa kabar.
"Berikan fotonya." Ucap Matheo kepada detektif yang duduk di dalah satu ruangan VIP di klub malam D' Oreon. Foto nampak baru, seorang wanita tua dengan berdandan menor tengah duduk di teras rumah sebenarnya bukanlah rumah, bahkan lebih pantas di katakan rumah sakit jiwa. Matheo memberikan foto itu kepada Kendrick.
Foto nampak baru. Tiba tiba Kendrick merasakan perasaan rindu yang semakin meluas seperti padang bunga.
Apa ini benar mama?
Dalam foto itu tampak Sara duduk di teras seorang diri, penampilannya sudah tidak muda lagi, rambut hitam yang ikal sudah berganti berwarna putih, tidak ada lagi sinar mata yang bercahaya, tatapannya kosong dan tidak berdaya. Guratan kecantikannya masih membekas. Pakaian yang di gunakannya tidak semenantang dulu, kini lebih rapi bahkan menutupi sebagian tubuhnya. Kendrick mendekatkan foto itu dari penglihatannya. Dia melihat foto Sara yang tengah duduk sambil memangku sebuah kain berwarna orange yang sudah lapuk bahkan memudar warnanya. Kendrick mengenali apa yang di pegang oleh Sara, kaos milik Kendrick yang sudah usang.
Apakah Mama merindukanku? Ataukah mama menyesal sudah membuangku? Atau jangan jangan mama hanya menggunakan kaos bekas milikku itu hanya di gunakan sebagai penyeka ingus saja?
"Kamu mengangambil foto ini di mana?" Tanya Kendrick kepada lelaki berjaket hitam.
"Kota Chia Bos, tepatnya rumah sakit jiwa terbesar di sana."
Kendrick mendengus membuang nafas, mencoba membuang perasaan kesalnya. Mama yang dulu membuangnya kini berakhir hidup di rumah sakit jiwa. Lampu ruangan VIP yang di sulap menjadi kantor untuk tempat bekerja Kendrick itu memiliki beberapa lampu, baik lampu yang menyala terang ataupun temaram.
Saat ini hanya lampu temaram yang menyala di ruang milik Kendrick. Matheo sekilas melihat wajah Kendrick yang memerah menahan kesedihan.
" Apa ini hasil yang mama dapatkan setelah membuangku? Bahkan rumah yang dulu kamu impikan hanyalah sebuah rumah sakit jiwa? Setidaknya jika dulu sedikit bersabar. Jangankan rumah sakit jiwa. Bahkan duniapun akan kupersembahkan untukmu, mamaaa."
Kendrick mendapatkan informasi lengkap dari detektif sewaannya yang bernama Vito.
Vito mengatakan kalau sebenarnya Sara baru saja di masukkan ke rumah sakit jiwa dua hari yang lalu. Menurut keterangan yang di dapat oleh Vito kalau sebelumnya Sara hidup bersama Carlos Eman di rumah mewah sekitar Filandia.
__ADS_1
Pantas saja selama ini Kendrick tidak pernah menemukannya, ternyata Sara tinggal jauh dari Bogota.
"Lantas berita apa lagi?" Tanya Kendrick dengan suara dinginnya.
"Ini bos."
Vito menyodorkan dua gambar foto laki laki yang tengah duduk di dalam mobil dengan kaca terbuka, tangan kirinya mencapit cerutu menyala yang tinggal separo termakan api. Satu lagi foto seorang laki laki berdiri berkacak pinggang, rabut putih, berhidung mancung, dagu lancip di tumbuhi jenggot tipis berwarna putih. Tubuhnya atletis, dada bidang. Menggunakan kaca mata hitam dan setelan kasual.
"Siapa dia bukankah mereka orang yang sama?"
"Orang yang sama bos, Carlos Eman."
Carlos memang terlihat berubah, penampilannya makin gagah. Hanya saja tubuhnya Lebih terlihat atletis. Perut buncitnya tidak ada lagi. Andai kata Kendrick menemuinya di mana saja tentunya Kendrick tidak akan mengenalinya.
"Kalau melihat usianya hampir menginjak lima puluh tahun, tapi bagaimana bisa tubuhnya bagus begini. Gila benar lelaki tua pacar mamamu pantas menjadi seorang Don juan." Ucap Matheo dengan tatapan takjupnya. Kendrick yang mendengar pujian ke pada laki laki yang pernah menendangnya tentunya tiba tiba merasakan kekesalan.
"Pantas saja mama kamu di buat gila, ternyata lelaki itu seorang Don Juan. Hahaha."
Ucapan Matheo yang ke dua sukses membakar perasaan Kendrick menjadi murka. Merobek ke dua foto itu dan meremas, mengepalkan tangannya di atas meja kemudian melemparkan kepalan foto itu ke dada Matheo. Matanya menatap Matheo dengan tatapan marah.
Seketika Matheo menelan ludahnya dengan kasar, hatinya tiba tiba menciut. Menyadari Kendrick sudah tidak dapat di ajak bercanda, Matheo merubah wajahnya menjadi tatapan datar.
"Satu lagi bos, menurut informasi besok pagi Carlos Eman akan menikah dengan seorang gadis incarannya. Bahkan bekerja di gerai tokonya di Bogota Carlos Store."
"Bajingan."
"Kamu tau di mana lokasi pernikahannya."
"Itu...belum saya dapatkan informasinya."
Vito menunduk menyembunyikan wajahnya dari tatapan dingin Kenrick. Suasana menjadi hening tanpa ada satupun suara yang terdengar. Matheo mengerti itu, memberikan kode kepada Vito agar segera meninggalkan ruangan.
__ADS_1
Hmmm kejutan kan? Siapa yang akan menikahi siapa. Jangan lupa Like Vite dan Comen. Trimakasih.