
Gelas kristal berkaki berisi cairan merah, Eva menyesapnya pelan pelan. Ada kegembiraan di sana.
Dalang di balik semuanya adalah Eva. Bahkan dia bekerja sama dengan Jade Eman untuk memenjarakan Carlos dan Luci . Demikian juga tentang kematian Juan, Juan di temukan terkapar di bawah brankar, alat bantu pernafasan dan jarum infus berserakan, darah keluar dari selang yang menjuntai, jarum masih menancap di nadi Juan. Tidak ada kehidupan, wajah memucat seakan tanpa darah.
'Juan telah mati'
Mati tanpa satu orangpun yang mengetahuinya. Bahkan penjaga rumah sakit seolah di alihkan perhatiannya.
Eva bekerja sama dengan Jade untuk menjalankan aksinya. Kematian Juan bertujuan memfitnah Kendrick, agar kebencian Elizabeth kian menjadi. Ada kepuasan di mata Eva.
Jade menghubunginya melalui telepon, mengatakan kalau Juan suadah di eksekusi.
"Apa kamu sudah memastikan kalau Juan benar benar sudah mati? Aku tidak mau kesempatan ini menjadi sia sia." Ucap Eva kepada Jade. Jade meyakinkan Eva, kalau orangnya meninggalkan Juan dalam keadaan tidak bernafas lagi. Mendengar pertanyaan Eva yang meragukan aksinya, tentu Jade sangat marah, tetapi Eva mendinginkan suasana, mengatakan kalau dia percaya sepenuhnya pada Jade.
"Baiklah, aku akan membantumu mendekati Elizabeth, jangan sia siakan kesempatan ini. Dari wajahnya dapat aku lihat kalau dia menahan marah kepada Kendrick. Hanya menunggu hasilnya."
Eva memutus sambungan teleponnya, menghabiskan cairan berwarna merah itu, kemudian menyibak gaun yang di kenakannya, terlihat lebih menantang. Dia melakukan itu karena melihat Kendrick berjalan bersama Leyton. Eva berdiri mendekati keduanya.
"Leyton sayang, apa kamu mencari mama?" Tanya Eva kemudian tangannya mengusap lembut kepala Leyton, Leyton menghindari itu. Dia semakin menjauh bersembunyi di belakang Kendrick.
"Leyton, kenapa?" Tanya Eva memasang wajah sedih bahkan seolah tertindas.
"minggir." Ucap Kendrick tanpa mengacuhkannya, keduanya memasuki kamar Leyton, tak lama kemudian mereka keluar dengan beberapa alat tulis dan juga mainan.
"Kendrick apa ini?" Tanya Eva, dia merasakan gelagat yang tidak enak.
"Enyah! Leyton mengambil barang yang ada di kamar, mulai malam ini dia tidur di kastil barat bersama Elizabeth!"
"Kendrck jangan seperti ini. Aku ibunya!"
"Bukan kuasamu untuk mengambil keputusan." Keduanya berlalu tanpa melihat wajah Eva lagi. Tapi ada kemarahan, dadanya seakan meledak.
"Kendrick sebentar lagi kamu akan menyesal!" Umpat Eva lirih. Kebencian pada adiknya semakin menumpuk, bahkan alasan kebencian bukan di dasari kepemilikan Kendrick saja. Tetapi di mulai sejak remaja, tanpa alasan jelas Eva iri dengan keterbatasan Elizabeth, padahal Eva lebih dominan kecantikannya.
Kendrick dan Leyton berjalan beriringan, matahari sore menyinari punggung ke duanya hingga menampilkan aura ketampanan untuk Kendrick. Elizabeth sudah menunggu di bibir pintu. Menahan kemarahan dan penuh tanda tanya. Leyton menunjukkan senyumannya kepada Elizabeth, wajah Elizabeth sudah merubah hati laki laki kecil itu untuk berpaling dari ibunya. Ada perasaan tenang jika Leyton menatap wajah Elizabeth. Dia pernah menyakiti Nina semata mata karena iri jika Nina mendapat limpahan kasih sayang, tetapi sekarang tidak perlu lagi, karena Elizabeth sudah memberikan untuk dirinya.
Leyton memberikan tangannya kepada Elizabeth, berharap sambutan pelukan atau kecupan di dahi. Tetapi di luar dari perkiraan. Elizabeth menepis tangan Leyton dengan keras. Leyton dan Kendrick terkesiap. Tidak seperti biasanya perlakuan Elizabeth seperti ini.
__ADS_1
Leyton menangis ketakutan, mengapa bibi Elizabeth berubah? Kendrick menahan Leyton dengan telapak tangannya yang besar, tubuh anaknya yang masih kecil menggigil ketakutan. Dengan cepat Kendrick meraih dan memasukkan ke dalam dekapannya.
"Apa yang kamu lakukan!" Tanya Kendrick sedikit keras, dia bahkan melihat kebencian di mata Elizabeth.
Elizabeth tidak menjawab pertanyaan Kendrick, kemudian dia berlalu begitu saja, meninggalkan Kendrick dan Leyton. Keduanya tidak menyangka, Elizabeth yang lemah lembut berubah menjadi kasar.
"Apa bibi Eli tidak menyukaiku lagi?" Tanya Leyton, tangisannya cukup keras. Bahkan Nina dan Maria berjalan cepat mendekati dan ikut menenangkan Leyton.
"Tidak, tentu saja tidak begitu. Bibi Eli hanya capek." Kendrick berusaha menengahi, dari kejauhan Eva melihat peristiwa itu dengan senyum mencibir ' Adegan di mulai!'
Eva sangat senang saat Elizabeth menyakiti Leyton.
"Aku memang anak nakal." Leyton terus menangis, merasa di campakkan. Harapannya memiliki ibu layaknya Nina terhempas begitu saja. Nina putri Julia tetapi di manjakan oleh Elizabeth.
'Jangan salahkan aku jika dendam pada Nina'. Batin Leyton.
"Tidak, tentu saja tidak begitu. Kamu anak papa yang paling baik." Kendrick masih menenangkan Leyton.
Kendrick memberikan Leyton kepada Maria, melepaskannya dari gendongan.
"Bawa dia ke kamarnya, Noe tolong bantu Maria menenangkan Leyton." Ucap Kendrick kepada istri ke duanya, dia harus menanyakan perubahan pada Elizabeth, apa karena berita kematian Juan? Untuk apa semarah ini? Sedekat apa hubungan mereka? Kendrick cemburu!
"Lepaskan!" Ucap Eva dengan memberontak. Berusaha melepaskan cekalan Kendrick.
"Masuk!" Kendrick melemparkan Elizabeth ke dalam kamar kemudian menguncinya.
"Maksud kamu apa berbuat kasar kepada Leyton hah!"
"Aku tidak suka, itu saja!"
"Bagian mananya? Karena memanggilmu bibi atau apa?"
"Benci, tidak butuh alasan bukan?"
"Dia masih kecil dan kamu memperlakukan seperti itu!"
"Lalu kenapa kalau aku membencinya."
__ADS_1
"Eli!"
Ke duanya berhenti bicara, Elizabeth menarik napas berat, dadanya begitu sesak, benar benar akan meledak. Bahkan dia tidak bebas memeluk putrinya, ketakutannya pada Eva dan Kendrick membuat dia terbelenggu.
"Apa karena Juan?"
"Lalu apa lagi?"
"Kamu mencintai Juan?"
"Kalau iya kenapa? Dia yang menyelamatkanku!"
"Dari apa? Dari aku?" Kendrick mencoba mencari jawaban.
"Eli, aku minta maaf sudah salah dan menyakitimu. Tapi itu dulu, tidak bisakah kamu melihat niat baikku. Juan bahkan sudah mati."
"Kematian Juan karena perbuatanmu." Tuduh Elizabeth, dia menatap tajam lelaki di depannya. Elizabeth tidak memiliki perasaan apapun pada Juan tetapi tindakan Kendrick yang seperti itu, membunuh orang lain dengan mudah. Tentu tidak bisa di terima Elizabeth.
"Kendrick kamu menakutkan!"
Kendrick masih terbungkam, kenapa harus begini, menyingkirkan Juan adalah demi kebaikan hubungannya dengan Elizabeth.
"Biarkan aku pergi, aku tidak mungkin menerima menjadi istrimu."
"Karena apa? Karena perasaanmu pada Juan?"
"Tidak itu saja, kamu sudah memiliki dua wanita di sampingmu, bukankah itu cukup?"
"Bukan jumlah wanita menjadi tolak ukur seseorng merasa di cintai. Tapi wanita yang tepat dan itu kamu. Aku mencintaimu."
"Tapi aku tidak, biarkan aku pergi!"
Darah Kendrick mendidih, merasa ungkapan cintanya tidak di anggap oleh Elizabeth, kemudian mendorong wanita itu ke atas tempat tidur dan membantingnya. Amarahnya sudah menguasai otaknya.
"Kamu yang memaksaku berbuat begini, jangan salahkan aku!"
Elizabeth berusaha melepaskan diri, meronta dan memukul dada Kendrick.
__ADS_1
"Kendrick kamu bajingan!"