Cinta Wanita Kumal

Cinta Wanita Kumal
Kecurigaan


__ADS_3

Kendrick menempatkan hatinya pada satu cinta pertamanya, memilih untuk menyakiti demi tidak kehilangan wanita itu. Tapi sekarang bahkan jejak Elizabethpun tak ada. CCTV di jalan tepatnya di lokasi kejadian hanya memperlihatkan bagaimana kronologi tragedi kecelakaan itu.


Menyisahkan sakit yang berkepanjangan. Tapi mengapa hari ini hatinya bisa bergetar saat bertemu Eliana? Apa mungkin Kendrick sudah melupakan cinta pertamanya?


Kendrick menekan tengkuk di bagian belakang kepalanya, sungguh ironis, bahkan wanita tunangan Jade sanggup mengalihkan pikirannya.


Menarik satu batang rokok dalam kotak berwarna hitam, biasanya dia tidak menyukai kegiatan ini, karena menuruti Elizabeth, wanita yang sangat di cintainya.


Masih sangat pagi jika harus beraktifitas, bahkan perutnyapun belum terisi apa apa walau hanya segelas air putih, Kendrick masih menunggu Leyton terbangun. Keadaan Leyton sudah berubah baik.


Kendrick memutuskan untuk mandi, tidak membutuhkan waktu yang lama untuk menyelesaikan ritual itu.


Leyton masih tertidur, pengaruh obat yang di berikan dokter cukup membuat putra kesayangan Kendrick itu beristirahat. Akhirnya Kendrick memutuskan pergi ke kantor. Marco menunggu di depan dengan mobil yang sudah di persiapkan.


Kendrick berjalan menuju kendaraan yang sudah di persiapkan oleh Marco, kemudian Marco berjalan memutari mobil, membuka pintu belakang, demi mempersilahkan Kendrick masuk.


Marco mengendarai mobil dengan kecepatan sedang, ke duanya tidak banyak bicara. Marco sangat mengenal tuannya, tuannya dalam kondisi sedang tidak baik baik saja. Sehingga Marco menahan diri agar dirinya tidak banyak bertanya.


Tidak beberapa lama mobil memasuki pusat bisnis dan perkantoran Kend Grup, Kendrick dan Marco ke luar dari mobil, saat memasuki lift kusus petinggi, banyak mata wanita yang melihat, bos tampan dengan ajudan berseragam serba hitam dan berbaris di belakangnya. Tiba di ruangan ternyata sudah ada detektif Vito.


"Bos."


"Hmm. Jika tidak ada kabar baik sebaiknya tidak usah datang."


"Ada bos."


"Katakan."


"Nona Eliana di temukan oleh Carlos rentang waktu satu bulan setelah kecelakaan nona Elizabeth."


"Lalu ada bukti di mana lokasi terjadinya kecelakaan. Tapi belum membuktikan apa apa kan?" Tanya Kendrick. Menganggap penyelidikan Vito belum memuaskan.


"Di lokasi yang sama di mana nona Elizabeth juga mengalami kecelakaan."


Ke duanya terdiam, Kendrick mulai mendapatkan titik terang. Walaupun waktu yang berbeda namun lokasi kecelakaan yang sama, paling tidak lima puluh persen peluang untuk kebenarannya. Bisa di katakan Eliana adalah Elizabeth bisa betul dan mungkin juga salah.


"Lalu bagaimana mengenai tes DNA. Apa bisa di lakukan?"


"Bisa bos."


"Ini rambut Eliana, dan untuk DNA Carlos kamu yang mengusahakannya." Ucap Kendrick sambil menyodorkan sehelai rambut terbungkus plastik bening, dan di serahkan pada detektif Vito.


"Bos?" Protes Voto. Kenapa harus dia yang mencari DNA Carlos, seharusnya jika Kendrick meminta, syaratnya Kendrick sudah mempersiapkan itu. Kenapa malah dirinya yang mencari? Walaupun sebenarnya sangat mudah baginya mendapatkan DNA carlos.


"Ada masalah?"


"Tidak bos." Jawab Vito sambil menundukkan wajahnya. Kesal tapi tidak berani mengatakannya.


"Dan satu lagi bos."


"Hmmm."


"Mengenai Santa."

__ADS_1


"Mungkin dia bisa membantu kita."


"Maksud kamu."


"Bekerja di rumah Carlos, agar lebih mudah menggali informasi."


Kendrick menjentikkan jarinya.


"Kenapa tidak terpikirkan olehku?"


Santa ternyata masih hidup, dia hanya di pindahkan di lokasi yang berbeda, karena sudah membantu Elizabeth melarikan diri.


Vito meninggalkan ruangan Kendrick, memeriksa berkas yang harus di tandatangani, selama beberapa hari meninggalkan kantor pusat demi proyek Cahaya Timur.


Pintu terbuka tanpa di ketuk, Kendrick sudah paham, siapa yang memasuki ruangannya. Hanya satu orang yang berani melakukan itu yaitu Matheo.


Matheo terlihat kelelahan dan berantakan.


Membanting tubuhnya ke atas sofa hitam di ruangan Kendrick.


"Ada apa? Bukannya tidak ada hal penting?"


"Sialan kamu. Masih capek saat kembali dari proyek Cahaya Timur. Dan sekaran kamu menyuruhku datang ke kantormu, tak bisakah kamu membiarkan aku libur satu hari lagi."


"Cih enak saja."


"Kendrick, aku manusia normal. Dan aku bukan kamu. Apalagi di apartemenku ada Nina dan calon istriku."


"Oh iya, bagaimana kabar Nina?"


"Ajaklah main ke kastil."


"Tidak! Aku tidak mau mencelakakan Nina, apalagi setelah yang di lakukan Leyton waktu itu benar benar menakutkan. Bahkan Nina masih trauma."


"Kalau begitu aku yang akan pergi ke apartemenmu."


"Apa apaan, apartemenku sempit. Tidak cukup menampung orang lain."


"Tidak masalah, aku tidak akan datang bersama Leyton."


"Kendrick! Tidak taukah kamu kalau aku menolak secara halus?"


"Tidak! Bagaimana kalau nanti malam?"


Matheo hanya menarik napas dalam, dia tau kalau Kendrick ingin mendekati Nina hanya karena kemiripan gadis kecil itu dengan Elizabeth.


"bagai mana kabar Leyton ?"


"Sudah cukup baik, dia sudah mulai bisa tidur."


"Jika saja dia tidak di lahirkan dari istrimu akan lebih baik, mungkin saja sikapnya tercemari tabiat mamanya."


"Hati hati kalau kamu berbicara."

__ADS_1


"Aku tidak bohong, lihat saja Nina, gadis kecil yang baik. Sama seperti mamanya."


"Kalau Nina ya, dia gadis kecil yang baik. Tapi mamanya? Julia bertingkah aneh jika melihatku. Padahal aku tidak mengenalinya sama sekali."


Matheo menelan ludahnya kasar, bagaimana jika nanti Kendrick tau kalau yang di maksud perkataan Matheo adalah Elizabeth.


Sekretaris memasuki ruangan dengan dua buah cangkir kopi panas.


"Tapi ucapanku benar." Sela Matheo.


Kendrick mencibir, Nina sama sekali tidak mirip Julia, baik sikap ataupun sifat. Tetapi lebih mirip dengan Elizabeth.


Kendrick tidak membantahnya. Tetapi dia juga tidak mengiyakan.


"Apa kamu tidak tau, kalau keributan di pertunangan Jade menjadi trending utama di jejaring sosial?"


Kendrick tidak menjawab, dia mengambil gelas kopi panas itu dan mulai menyruputnya.


"Lihat ini, bahkan saham miliknya yang berada di wilayah selatan naik pesat. Walaupun dia tidak akan bisa menyaingi kamu, tapi tetap saja kamu harus waspada."


Kendrick melihat layar tablet yang di sodorkan oleh Matheo. Di situ terpampang jelas wajah Jade yang mengenakan stelan tuxedo dan kemeja putih, di ujung lengann gulung sebatas lengan, Jade tengah duduk di atas meja kerja dengan salah satu kaki menjuntai. Kalimat yang tertulus di layar membuat Kendrick merasa marah. 'Saatnya dunia pasar Kolombia di kuasai pria dari wilayah selatan.'


"Biarkan saja dia menikmati kejayaannya. Biarkan dia terbuai. Sementara aku fokus dengan urusan yang lain."


"Yang lain?"


Kendrick tidak menjawab, membiarkan percakapan ini menggantung.


Kendrick tidak mau rencanya berantakan gara gara Matheo yang suka ikut campur masalahnya.


"Kendrick apa kamu masih mendengarkan ucapanku?"


"Lalu apa yang harus aku jawab?"


Matheo kesal, tujuannya datang ke kantor Kendrick hanya untuk mendengarkan ocehan Kendrick yang tidak jelas.


"Vito sudah mendapatkan titik terang." Ucap Kendrick berusaha mengalahkan topik pembicaraan.


"Maksudnya?" Tanya Matheo.


"Mengenai kecelakaan Elizabeth saat bersama Juan. Adalah di lokasi yang sama tepatnya di lokasi kecelakaan Eliana. Tapi rentang waktu yang berbeda."


"Jadi apa mungkin..."


"Belum pasti. Tapi Vito sudah bergerak. Kamu selidiki celah bisnis Jade. Jika memang Elana dan Elizabeth adalah orang yang sama, aku akan menyerang pelan pelan."


"Jangan terlalu lama bermainnya."


"Tidak, hanya membuat Jade sedikit sibuk."


"Ok, aku akan mencari kelemahannya."


Ucap Matheo yakin, kali ini dia mendukung sahabatnya untuk mencari keberadaan Elizabeth.

__ADS_1


Jangan lupa Like Komen and Vote. gracias. Selamat menunaikan ibadah puasa.😘


__ADS_2