
Takdir jodoh, rezeki dan kematian bukan di tangan kita, hanya yang maha kuasa yang berhak menentukan. Takdir kematian itu selalu mengintai dan siap menghancurkan setiap manusia yang mencoba melawannya. Sekaya dan sebanyak ambisi bertahan untuk berada di dunia ini, semua tetaplah di perlakukan sama! Kematian akan menjemputnya.
Kematian Luci adalah bukti kebesaran kuasa tuhan, wanita tua itu meregang nyawa akibat menghirup gas karbon di oksida. Tidak ada yang tau ke dua manusia itu ternyata benar benar setia hingga akhir bahkan kepergian Carlos dan Luci hanya berjarak beberapa jam saja. Saat ini jasadnya di semayamkan di rumah duka, peristirahatan terakhir 'Santorini.'
Luci tercatat sebagai mertua bos mafia barat yaitu Kendrick, tidak sedikit pelayan yang datang. Semua pelayat mengenakan atasan putih dan bawahan hitam, cara berduka di Kolombia memang terkesan unik. Kerabat jauh ataupun dekat kebanyakan meratap dan menangis histeris, Itu adalah bentuk kecintaan mereka.
Demikian juga dengan Eva, dia menangis meraung. Kesedihannya terlihat dari gerakan tubuhnya yang kelelahan.
Eva histeris karena semua tau kalau dia adalah anak kesayangan Luci.
Hingga akhirnya jasad Luci benar benar di makamkan di samping kuburan Carlos sesuai permintaan Luci. Para pelayat angkat kaki meninggalkan aula peristirahatan yang berada di tepian makam Santorini. Tapi beberapa polisi masih bersama Eva. Sepertinya Eva melaporkan kejanggalan kematian Luci karena sebelumnya dia juga tau kalau keadaan Luci mulai membaik. Rekaman CCTV telah di selidiki.
Polisi datang langsung menjemput tersangka utama, yaitu Elizabeth.
Awalnya kedatangan polisi adalah terkait kejadian kebocoran gas di rumah sakit. Kejadian kebocoran pipa gas itu berawal dari kecerobahan salah satu tehnisi yang di pekerjakan oleh pihak luar dan di sewa oleh rumah sakit besar Bogota. Polisi mengatakan kalau hal itu murni karena kelalaian dan kecelakaan.
Pelaporan yang di lakukan Eva bukanlah masalah itu saja, tetapi kecurigaan akan kematian Luci.
Polisi sudah memeriksa semua peristiwa yang terekam CCTV. Tentang kecurigaan pembunuhan terhadap Luci, padahal kondisi sebelumnya sudah membaik.
Rekaman CCTV memperlihatkan jika Elizabeth mempunyai motiv tersendiri ketika berada di rumah sakit.
Rekaman memperlihatkan bagaimana dia mencabut selang oksigen dan berusaha menutupi kamera, masih banyak gerakan Elizabeth yang mencurigakan. Di tambah tidak ada kesedihan saat pemakaman, ekspresinya datar, berbeda dengan Eva. Bagaimana mau bersedih, kenangan tentang ibunya adalah bentuk penyiksaan terhadap dirinya?
Elizabeth di bawa ke kantor polisi, dengan perutnya yang membesar padahal dia adalah anak dari Luci, berita ini juga tersebar luas di media. Istri ke tiga Kendrick membunuh ibu kandungnya.
Tentu saja berita ini mempermalukan Kendrick, dengan kuasanya dia menyelidiki kasus ini, detektif Vito mulai bergerak cepat.
Di kastil timur Eva menangis meraung raung, dia menyumpahi Elizabeth dengan kata kata kasar.
__ADS_1
Ironisnya hanya Bertha yang mendengar keluh kesahnya.
"Nyonya kenapa tidak langsung menemui tuan Kendrick?"
"Apa kamu buta? Tuanmu masih di kantor polisi menemani wanita bodoh itu, bahkan dia membayar seseorang untuk membebaskannya."
"Kalau gitu kenapa tidak sekalian saja menyusul."
"Buat apa? Bodoh! Dengan begitu polisi akan mencurigai aku."
"Nyonya?"
Elizabeth tidak menjawab sama sekali, dia membalas dengan tatapan wajah sinis. Bertha tidak berani melanjutkan, menutup mulutnya, dan menyumpahi kelancangannya. Bertha menyadari sesuatu bahwa majikannya terlibat peristiwa ini.
Bertha di perintahkan Eva untuk menjemput Leyton di kastil barat, sesuatu yang di rencanakan masuk ke dalam pikirannya.
"Leyton sayang putraku. Apa Leyton tidak merindukan papa?"
Elizabeth kesal saat melirik ekspresi Leyton yang datar, tampangnya seperti Kendrick.
"Leyton, kamu menyayangi Nina dan bibi Noela bukan?"
Tentu saja Leyton menganggukkan kepalanya, jangankan di tanya tentang ke dua orang itu. Bahkan kepada Maria yang tercatat hanya pengasuhnya, Leyton juga menyayangi.
"Kalau begitu cepat hubungi papa, katakan kamu membutuhkannya, jika ingin ke duanya baik baik saja!"
Leyton takut ancaman mamanya, Eva bukanlah orang yang bisa di ajak kompromi, jika dia mengancam seseorang, keselamatan orang itu tak dapat terjamin.
"Di kantor polisi ternyata tidak memakan waktu lama, Elizabeth di lepaskan dengan jaminan. Siapa yang tidak mengetahui bos mafia Kendrick, pengaruh dan sumbangsih cukup besar. Titahnya adalah peraturan.
__ADS_1
Detektif Vito memberikan uang jaminan yang tak sedikit jumlahnya. Bahkan lebih tepatnya Kendrick membakar uang, demi kebebasan istri ke tiga.
Elizabeth masuk ke dalam mobil MPV hitam itu, kendaraan super besar apalagi hanya di isi tiga orang saja.
Elizabeth memperhatikan pemandangan di luar kaca mobil, pepohonan seolah berjalan mundur di atas seakan berkejaran, ini sudah menjelang pagi. Tiga jam sebelumnya Leyton menghubunginya melalui sekretaris He, mengatakan kalau Leyton merindukan dirinya. Tentu saja sebagai orang tua mempercayainya dan bergegas pulang, akhirnya Kendrick berkordinasi dengan polisi itu agar segera menyelesaikan dengan cepat.
Elizabeth duduk di kursi barisan belakang, di sampingnya Kendrick duduk dengan wajah yang angkuh, Elizabeth membuang pandangan. Banyak sekali kejadian yang terjadi hari ini, selain kematian ke dua orang tuanya, masalah terberatnya adalah kondisi Nina.
Elizabeth mendengus dan membuang napas, nampak sekali dia sakit hati atas ke tidak acuhan Kendrick pada Nina. Apa karena pengaruh hormon kehamilannya ya? Dia benar benar cemburu!
Melihat istri ke tiganya yang biasanya manja seperti kelinci penurut dan tiba tiba sekarang merajuk, Kendrick merasa heran. Menarik tubuh kecil yang ramping dengan perut yang membesar untuk duduk di atas pangkuannya. Elizabeth tidak ada persiapan sama sekali, menabrakkan kepalanya tepat di atas dada bidang itu. Begitu hangat namun keras.
Elizabeth sangat malu apalagi ekor mata Marco melirik dari kaca sepion.
"Ahhh." Suara erangan tiba tiba keluar dari mulut Elizabeth.
"Kenapa wajahmu terlihat kesal?" Tanya Kendrick, hari ini benar benar melelahkan, di tambah urusan kantor. Kendrick meluruskan kakinya, lebih condong menghadap ke arah Elizabeth, Elizabeth tidak menjawab, hanya memajukan bibirnya. Kendrick tidak tahan menggigit bibir wanita itu.
"Katakan padaku kenapa kamu kesal? Bukankah aku sudah menebusmu dari kantor polisi?" Kendrick mencubit dagu istri ke tiganya dan menciumnya dengan kasar. Bahkan Elizabeth kesulitan untuk bernafas.
"Aku tau kamu tidak bersalah."
Elizabeth masih diam hingga satu tangan Kendeick turun ke bawah mengusap paha Elizabeth. Kendrick memainkan tangannya di sana. Sedangkan pikiran Elizabeth masih berputar dan berpikir, jika Kendrick tau siapa yang salah memgapa tidak langsung menangkapnya?
"Jangan." Bisik Elizabeth lirih tepat di belakang telinga Kendrick.
"Kenapa? Aku ingin menjenguk putraku, kenapa kamu melarangku?" Tangan Kendrick masih tidak bisa diam, saat ini jari tangannya berpindah ke atas bahkan melepas pelindung dua buah berharga milik Elizabeth.
"Kenapa malu? Aku sudah hapal seluruh bentuk tubuhmu, bahkan setiap jengkalnya! Eli, aku minta sekarang!" Napas Kendrick semakin memburu, dia tau kelemahan Elizabeth, sentuhan di leher benar benar menghianati keteguhannya.
__ADS_1
"Tapi ..." Elizabeth tidak meneruskan ucapannya, bukankah ada Marco dan seorang sopir di barisan depan? Tapi jika di ingat dulu juga pernah Kendrick memasukinya di hadapan Marco dan Matheo sekalipun mereka memalingkan muka. Tapi ini berbeda, Elizabeth jelas jelas seorang ibu, tentu dia malu di perlakukan begini.
"Keluar!"