
Operasi kecil di lakukan Kendrick untuk melihat sumsum tulang belakang, operasi itu adalah sebuah prosedur untuk memeriksa kondisi isi sumsum tulang. Cara ini juga digunakan untuk mendeteksi penyakit atau kecocokan darah pada pendonor, memantau efektivitas sel darah putih.
Waktu yang di butuhkan untuk mengambil sel pada sumsum tulang belakang tidaklah lama, namun hasil tes bisa selesai hingga mencapai dua hari.
Kendrick duduk di sandaran brankar beralaskan bantal, bagian tulang belakangnya masih terasa nyeri. Sekalipun begitu Kendrick masih berkesempatan memindahkan semua pekerjaannya di kamar itu. Dia masih berkutat dengan laporan yang di tinggalkan oleh sekretaris He.
Laporan akusisi perusahaan kecil di wilayah selatan sudah di tandatangani, perusahaan Jade sudah resmi berpindah ke tangannya.
"Marco, apa ada laporan tentang keberadaan Jade?"
"Belum ada bos, orang kita sudah mencari ke seluruh Kolombia, dan hasilnya nihil. Bahkan dana yang berada di bank sudah di bekukan." Marco sangat kuwatir jawabannya akan membuat bosnya marah, tapi ternyata tidak, bahkan Kendrick terlihat santai.
"Bagaimana dengan Moro?" Tanya Kendrick lagi.
"Masih di tempat yang sama, orang kita juga sudah memata matai, tidak ada pergerakan yang mencurigakan."
"Hmmm."
Kendrick menerima susu hangat yang di sodorkan oleh Marco. Kemudian dia menghabiskannya.
"Apa Eva masih berada di kamar Leyton?"
"Benar bos, nyonya Eva tidak berhenti menangis, bahkan saya melihat dia tertidur di samping ranjang tuan muda Leyton, sepertinya dia menyesal."
"Menyesal karena selama ini dia menyia nyikan Leyton!" Ucap Kendrick mencibir. Kendrick menyodorkan gelas kosong, bekas susu hangat itu ke tangan Marco.
"Bagaimana laporan pengeluaran Eva?" Tanya Kendrick, dia tau kalau Eva bukanlah wanita bersih.
"Tidak ada tagihan pembelian barang, tidak seperti biasanya. Hanya penarikan dana cash sangat besar, dan itu berjenjang."
"Uang cash? Jenjang berapa minggu?"
"Bukan bos."
"Oh berapa bulan?"
"Bos maksud saya tiap hari berturut turut. Tapi masalahnya bos...
__ADS_1
"Biarkan saja."
Potong Kendrick, dia tau kalau Eva bukanlah wanita bersih, akan menggunakan uang cash itu untuk membayar berandal yang menemaninya bersenang senang, lalu bagaimana mungkin membiarkan dia hamil anaknya.
Marco melihat ekspresi bos Kendrick, pengawal serba bisa itu tau kalau sang majikan tengah mengalami dilema, terlihat dari ketenangan yang tidak setabil dan kemudian berubah ubah.
"Antar aku ke ruangan Leyton setelah itu ikut bersamaku ke kastil barat." Perintah Kendrick, kemudian melepas pakaian rumah sakit warna biru muda dan berganti memakai setelan kemeja Armani yang di sodorkan oleh Marco. Kendrick tidak menyidir rambutnya, hanya merapikan dengan lima jari tapi malah kelihatan tampan kemudian berjalan ke luar di ikuti oleh Marco, pekerjaan yang di tinggalkan sekretaris He juga sudah di bawa oleh Marco.
Mereka menuju kamar yang di tempati Leyton, kamar VIP dengan dekorasi mewah yang sengaja di rubah oleh Kendrick demi membuat putra mahkotanya tidak bersedih.
Kendrick mendorong pintu, nampak Eva tengah menangis di tepi ranjang, seorang perawat tengah membantu menyuapi Leyton makan bubur beras.
Melihat kehadiran Kendrick, suara tangis Eva semakin menjadi, Eva terisak. Kendrick melihat dengan wajah datarnya. Meminta semangkuk bubur yang berada di tangan pelayan dan menggantinya menyuapi Leyton, Leyton tampak lemah, rambutnya semakin menipis, dan mata yang cekung.
"Papa, Leyton ingin pulang." Rengek Leyton.
"Untuk sementara kamu harus tinggal di rumah sakit." Jawab Kendrick dengan sabar, sesekali tangannya membelai pipi halus Leyton, jika Kendrick bukan seorang laki laki pasti dia akan menangis, tetapi di depan Leyton dia harus menjadi sosok yang tegar.
"Sampai kapan, Leyton juga butuh sekolah." Mendengar putra kesayangannya memohon, hati Kendrick seakan tertancap sebuah belati bermata tajam, sungguh sakit! Kendrick menarik kursi tunggal yang tak jauh darinya, meletakkan tubuhnya di atas kursi. Mendekati wajah Leyton dan menciumnya.
"Nanti kalau Leyton sudah sembuh. Papa yang akan mengantarkan kamu ke sekolah." Bujuk Kendrick.
"Tidak! Jangan sebut lagi nama mereka!" Tiba tiba Eva berteriak keras, Leyton panik dan ketakutan. Memeluk pinggang Kendrick.
"Eva!" Bentak Kendrick, Kendrick tau kesedihan Eva, tetapi jangan berteriak di depan putranya. Bukankah hal itu menjadi beban psikologis untuk Leyton, dan tentunya menghambat untuk penyembuhan.
Kendrick memerintahkan Eva keluar dari ruangan, dia akan mengajaknya bicara.
Eva menurutinya, mata sembam dan rambut tidak rapi, bahkan pakaian juga belum sempat di gantinya. Eva benar benar tengah mendapat pukulan yang berat.
Untuk saat ini Kendrick memahami kesedihan Eva, hatinya sedikit tergerak. Tetapi untuk menghamilinya atas anjuran dokter dan Matheo, nanti dulu.
Kendrick hanya memahami Eva sebatas Eva adalah seorang ibu.
Leyton di tinggalkan bersama perawat pendamping.
"Kendrick benar kan ucapanku? Aku tidak mau Leyton berdekatan dengan mereka, mereka penyebab Leyton seperti ini!" Eva memohon bahkan menjatuhkan tubuhnya di kursi besi di taman rumah sakit.
__ADS_1
"Eva jangan bertingkah, aku hanya tidak mau kamu membicarakan hal ini di depan Leyton, apa kamu tidak punya hati hingga telinga Leyton harus mendengarkan ucapan profokasi kamu?"
"Kendrick! Dimana pembelaanmu sebagai seorang ayah! Kamu malah menyalahkan aku!" Eva menangis terisak, permohonanya hanya satu, menghukum Elizabeth dan putrinya setidaknya mengusirnya.
Kendrick menarik nafas panjang.
Dan dengan berat hati dia menceritakan anjuran dokter untuk memiliki anak dengan Eva, agar bisa menggunakan tali pusar pada bayinya kelak.
Tetapi reaksi Eva ternyata di luar dugaan. Awalnya Eva tertawa penuh kemenangan, sesaat setelah mengatakan bahwa tali pusar hanya akan cocok jika di lahirkan dari ayah dan ibu yang sama, dan kemungkinan kecocokan adalah 99%, seketika senyum memudar.
"Kendrick ini terlalu lama, apa tidak sebaiknya mengambil tali pusar milik Elizabeth, bukankah anak yang di kandungnya adalah darah dagingmu juga?"
"Ya tapi kemungkinan kecocokan hanya 50%, kita tidak bisa membuang waktu."
"Pasti cocok, Kendrick jika menunggu bayi yang aku kandung itu terlalu lama."
Ucapan Eva yang seperti ini di anggap oleh Kendrick adalah penolakan, dan kekuatiran pada Leyton.
"Eva mari kita bicara dengan baik, kita bisa melakukan inseminasi buatan, dan kita tidak harus berhubungan intim." Jawab Kendrick ringan. Tapi secepatnya melakukan tes kesehatan untukmu, itu harus!" Maksud ucapan Kendrick seperti itu karena dia tidak mau Eva memiliki penyakit kotor.
Sementara batin Eva bergejolak, siapa yang tidak suka mengandung benih Kendrick? Apalagi melakukan hubungan intim, tetapi ada sesuatu yang di takutkan, dan tidak bisa di ungkapkan dengan lisan.
"Kendrick aku tidak bisa, lebih baik kita mencoba tali pusar bayi Elizabeth, kamu tidak tau betapa traumanya aku saat melahirkan Leyton, bahkan sempat mengalami depresi."
"Kamu tidak menginginkan kesembuhan Leyton?"
Eva tidak menjawab tetapi dia hanya meratap dan menangis.
"Ini semua gara gara Elizabeth dan Nina. Jika dia tidak kembali di kehidupanmu mungkin tidak akan seperti ini keadaan Leyton! Kendrick, baik aku bersedia, tapi sebelumnya kamu juga harus mengambil tali pusar milik bayi Elizabeth walaupun aku sudah terlanjur hamil. Sebelumnya kamu harus berjanji putuskan hubunganmu dengan Elizabeth, bagaimanapun juga dia adikku."
"Bisakah kamu menutup mulutmu! Yang aku lakukan demi Leyton, jadi tidak usah besar kepala!"
Eva menarik ucapannya, dia takut lemarahan Kendrick.
Kendrick tiba tiba merasa curiga, penolakan Eva benar benar membuatnya memikirkan sesuatu yang buruk.
Dalam perkawinan Kendrick dan Eva, hanya saat ini saja mereka terlibat komunikasi terpanjang, tentu saja Eva senang, tapi sedih jika memikirkan syarat kesembuhan Leyton.
__ADS_1
'Brengsek! Ini gara gara Elizabeth!'