
Sesaat setelah kepergian Juan dan Elizabeth, Matheo tidak sabar untuk menemui Kendrick. Dia harus menyampaikan apa yang baru saja dia lihat dan alami. Elizabeth wanita kesayangan Kendrick tidak sepolos yang dia kira. Tetapi di hati kecilnya Matheo juga tertarik dengan penawaran Juan, sebagai dewan asosiasi hukum tentu sesuatu yang di inginkannya.
Dengan membongkar tabiat Elizabeth bersama Juan tentu Kendrick akan marah, dan dampaknya Kendrick tidak akan bersedia berbisnis dengan Juan. Tentunya penawaran Juan tentang dewan asosiasi hukum akan menguap begitu saja. Jalan satu satunya bagi Matheo adalah menemui Elizabeth, dia harus mengambil jalan pintas.
Matheo mengambil keputusan yang salah, karena tujuan Juan menginginkan Kendrick mengetahui keberadaannya.
Sementara itu di waktu yang sama di tempat yang berbeda, Kendrick begitu murka, malam ini Elizabeth tidak datang di D'Oreon. Sudah hampir jam dua belas malam, kehadirannya tak nampak sekalipun.
Marco bersama Santa juga sudah mencarinya, bahkan di tempat tinggal sementara milik Elizabethpun ternyata kosong.
Kendrick merasa tegang, takut kehilangan untuk kesekian kalinya. Cukup lama dia tidak tenang apalagi untuk mejamkan mata, karena kepergian Elizabeth menorehkan luka yang begitu mendalam.
Matheo datang menemui Kendrick, dia masih dilema sikap apa yang di ambil mengenai penawaran Juan.
Saat membuka pintu betapa terkejutnya dia, melihat ruangan VIP yang di tempati Kendrick mirip kapal pecah, tak berbentuk lagi. Semua perabotan tidak dapat di selamatkan, hancur tak tersisa.
"Kendrick! Hanya karena seorang wanita kamu berlaku seperti ini?"
"Aku sudah bilang, jangan ikut campur."
"Dan kamu marah tanpa alasan? Kalau memang kamu berniat menghukum, dari kemarin sudah kamu lakukan."
Kendrick tidak menjawab, kekalutan mebuat dirinya gelap mata.
"Toh dia bukan wanita baik baik. Siapa tau dia saat ini berkencan dengan pria lain. Atau sebenarnya saat ini Eli berstatus tunangan seseorang?"
"Maksud kamu apa? Jangan sok tau!"
"Sebenarnya...."
Suara pintu di buka. Elizabeth memasuki ruangan VIP yang di tempati oleh Kendrick.
"Maaf saya terlambat, tadi agak sedikit macet."
"Macet empat jam? Kamu bodoh, bahkan tempat tinggal kamu hanya di ujung mata."
"Kendrick sebaiknya..." Ucap Matheo.
"Kamu keluar, status kamu hanyalah orang luar." Ucapan Kendrick sarkas, ketakutan akan kembali kehilangan Elizabeth sangatlah besar. Tapi dia enggan mengakuinya.
"Baiklah aku keluar, tapi sedikit yang ingin aku sampaikan, seseorang ingin berkenalan denganmu. Aku akan mengatur waktunya untukmu."
Ucapan Matheo sama sekali tidak di dengar oleh Kendrick, sesaat kepergian Matheo, Elizabeth hanya berdiri mematung, sementara itu Kendrick duduk di atas sofa, mengangkat satu kakinya dan di letakkan di atas satu kaki lainnya.
"Dari mana?"
__ADS_1
"Aku...aku tidak enak badan."
"Tidak enak badan? Bagian mana?"
Tanya Kendrick mengintimidasi, dia paham betul wanita di depannya sedang berbohong, bukankah Marco dan Santa sudah mencarinya?
"Bagian manamu yang sakit? Katakan!"
"Kenapa seolah olah kamu ada hak atas diriku?"
"Tentu saja, karena kamu.."
"Apa? Katakan!"
"Karena kamu bekerja di klub malam milikku. Paham!"
"Kalau cuma perkara itu, biarkan aku bekerja. Kenapa setiap malam aku hanya menemani kamu di kamar ini? Apa kamu tidak ada pekerjaan lain? Bukankah lebih baik kamu bermalam di apartemen sialan itu."
Yang di maksud Elizabeth apartemen sialan, adalah apartemen dimana dirinya di lecehkan oleh Duarte. Kendrick menggeram kesal, wanita ini benar benar kurang ajar, berani beraninya memarahinya. Tidak ada satu orangpun yang berani menyinggung perasaan Kendrick tetapi Elizabeth benar benar keterlaluan.
Kendrick mencekal dagu Elizabeth, meremas dan menahan wajahnya bahkan bibir Elizabeth membentuk angka nol.
"Apa yang membuatmu percaya diri hingga berani melawanku? Berani berulah? Akan ku buat kamu menyesal, atau kamu lebih memilih lelakimu mati menggenaskan?"
"Apa maksudmu lelakiku?" Tanya Elizabeth panik, di dalam benaknya adalah keselamatan Juan. Bagaimana kalau Kendrick sudah menemukan Juan? Apa memang Kendrick sehebat itu? Bagaimana nasib Nina dan Julia? Tentu Elizabeth semakin sulit menemukan mereka.
Elizabeth tersadar, seketika bangun dan berdiri menantang Kendrick. Matanya memancarkan kamarahan.
"Apa yang kamu lakukan padanya?" Ucapan Elizabeth dengan kemarahan.
"Kenapa? Dia benar Lelakimu? Aku tidak melakukan apa apa padanya. Hanya saja anak buahku sedikit kelewatan. Hanya mencabut kuku jari tangannya, sayangnya mungkin anak buahku saat ini sudah tidak sabar ingin menghabisinya. Jadi jangan salahkan aku."
Kendrick sangat cemburu, namun dia tidak berani mengatakannya, karena jika dia mengatakannya tentu bertolak belakang dengan niat awal, membalas kematian ibunya dan menghukum Elizabeth karena sudah berkhianat.
"Aku sangat membencimu. Bebaskan dia sialan!"
"Kamu memang pantas menjadi pengganti primadona, bukankah kamu menyukai itu."
Elizabeth seketika terkesiap, masuk ke dalam jurang untuk ke sekian kalinya.
"Kendrick jangan lakukan itu kalau tidak aku semakin membencimu." Ucap Elizabeth panik. Gambaran pelecan dari mulai sekumpulan mahasiswa, ataupun Roberto, masih lekat dalam ingatannya.
Kendrick membuka pintu kamar dan manggil Marco. Dari awal memang Marco berjaga jaga di depan pintu sesuai arahan Kendrick.
"Bos."
__ADS_1
"Bawa wanita ini pergi menggantikan primadona. Berikan pada Santa."
"Siap bos."
Marco mempersilahkan Elizabeth agar segera berjalan menuju lantai bawah.
Tetapi Elizabeth sengaja mengulur waktu, dia bahkan memohon Kepada Kendrick agar membatalkan perintah yang di berikan kepada Marco, baru saja Marco hendak menarik tangan Elizabeth, ponsel milik Kendrick berbunyi.
Ternyata detektif Vito meneleponnya dan mengabarkan lalau dia sudah mendapatkan data lengkap nama pria yang di tahan Kendrick di dalam gudang kosong.
"Apa? Nama belakang lelaki itu Chloe? Berarti?..."
Kendrick menutup panggilan di ponsel miliknya.
"Marco apa yang kamu lakukan? Lepaskan tanganmu dari wanitaku!"
Marco melepaskan cekalan tangannya di lengan Elizabeth.
"Bos tadi.."
"Pergi! Berani beraninya menyiksa wanitaku! Apa kamu menginginkan tanganmu lepas dari badan?"
Marco merasa bingung, bosnya sama sekali tidak konsisten dan tak berpendirian, ataukah bosnya sekarang menjadi pelupa? Baru saja dia memerintahkan membawa Elizabeth dan di pindahkan sebagai pendamping tamu, kenapa berubah bahkan menyebut Elizabeth 'Wanitaku'.
Perubahan Kendrick secara tiba tiba tentu mengagetkan Elizabeth, lelaki di depannya awalnya bersikap arogan tapi sekarang mirip seekor anak kucing yang manis.
Santa bersama seorang pelayan wanita memasuki kamar VIP yang di tempati Kendrick, sambil membawa makanan yang di letakkan di atas troli makanan yang terbuat dari bahan besi ringan.
"Kamu makan, dan jangan berani berani keluar kamar. Aku pergi sebentar." Bentak Kendrick.
"Apa maksud kamu? Bukankah sebelumnya kamu berniat membuangku ke tempat kotor itu lagi!"
Ucapan Elizabeth dengan meledak ledak.
"Eli! Sebaiknya kamu makan! Dan tunggu aku, hukuman keterlambatanmu belum ku hadiahkan bukan? Jadi kamu bersiap siap saja."
Kendrick mengusap pipi Elizabeth dengan lembut. Tetapi Elizabeth membuang telapak tangan Kendrick dengan kasar. Kendrik sama sekali tidak kesakitan, sudut bibirnya naik sedikit ke atas. Dan dia melangkahkan kakinya meninggalkan Elizabeth sendiri.
Kaget dan tak menyangka, ternyata lelaki yang di tahannya adalah kakak dari Elizabeth, kenapa dari awal Elizabeth tidak mengatakannya?
Padahal anak buahnya sudah kenyang menyiksanya. Bagaimana kalau lelaki itu mati? Kendrick merutuki kebodohannya. Sifat Kendrick yang dapat dengan mudah terprofokasi tentu di manfaatkan oleh pihak lain untuk menyakitinya.
Untuk kali ini detektif Vito juga tak luput dari amukan, di nilai lamban dan di tuduh penyebab kesalah pahaman ini.
PTM sudah mulai, tetap waspada dan jaga kesehatan. Patuhi aturan prokes. Indonesia sehat! Jangan lupa Like Komen and Vote. Gracias
__ADS_1