Cinta Wanita Kumal

Cinta Wanita Kumal
Pindah Ke Kastil Barat


__ADS_3

Suasana club malam D'Oreon begitu ramai, banyak pecinta dunia malam bersenang senang, menghambur hamburkan uang dan memanjakan birahi. Musik yang memekakkan telinga tak menjadikan halangan bagi semua pengunjung, apalagi liak liuk wanita gemulai yang menggoda kaum lelaki semakin menggoda. Hingar bingar dunia malam yang menyesatkan, namun menjadi surga dunia bagi para penikmat.


Di salah satu sudut kamar VIP seorang wanita tengah meringkuk di atas kasur busa berwarna merah, tubuhnya yang kecil tertutup selimut beludru berwarna hitam, Eliana menangis tanpa sebab. Kedua tangannya menggenggam boneka berbentuk malaikat kecil pemberian dokter Noela. Kendrick berada di sampingnya, mengusap rambut Eliana dan beberapa kali mengecup dahinya. Ada sedikit ketenangan di antara ke duanya.


Bukankah gelagat Eliana sama persis dengan Elizabeth sesaat setelah di siksa Kendrick? Kendrick menyadari hal itu, tetapi sekarang dengan kondisi wajah yang berbeda.


Kendrick mulai menyayangi Eliana, perasaan kasihan berubah menjadi sayang. Hal ini di luar kebiasaan Kendrick, beberapa kali berganti pasangan tetapi mengapa baru kali ini dia merasakan getaran yang sama saat pertama kali memeluk Elizabeth?


Eliana yang malang sangat tenang jika di dalam pelukan Kendrick, dan boneka malaikat kecil sebagai pembunuh rasa takutnya masih setia menemani.


Kondisi Eliana jauh lebih baik, ketergantungan obat sedikit berkurang, tetapi sikap agresip dan depresi terkadang muncul.


Tetapi tanpa di sadari Kendrick, sebenarnya daya ingat Eliana juga berangsur kembali, sayangnya Eliana tidak yakin dengan dirinya karena bentuk wajahnya.


"Ada apa? Apa kamu lapar?" Tanya Kendrick kepada Eliana, Eliana menggelengkan kepalanya.


"Atau kamu menginginkan ketenangan? Kalau begitu biarkan aku pergi."


Lagi lagi Eliana menggelengkan kepala, Kendrick memberikan satu lengannya agar Eliana meletakkan kepala di sana.


Eliana menuruti perintah Kendrick kemudian Eliana semakin mendekatkan wajahnya.


Ke duanya merasakan perasaan yang sama, berdebar dan darah keduanya mendesir. Kendrick tidak mau melakukan hal yang lebih, bagaimana mungkin melakukan itu padahal Eliana dalam keadaan sakit.


Akhirnya Eliana tertidur dengan tenang. Suara notifikasi di ponsel Kendrick masuk, setelah di buka dan di baca ternyata dari nomor telepon tak di kenal.


Notifikasi itu mengirimkan sebuah gambar atau foto. Foto wajah laki laki yang berlumuran darah. Kendrick sedikit menjauh dari tubuh Eliana, begitu hati hati agar tidak terbangun.


Kendrick sangat mengenali pemilik wajah itu, wajah seseorang yang dulu sangat di bencinya, ada rasa kepuasan di hatinya. Tetapi mengapa seseorang mengirimkan foto itu pada dirinya? Toh semua Bogota sudah tau kalau Kendrick sangat membenci papa tirinya. Wajah penuh bilur bilur berwarna biru, bahkan luka lebam di sekujur tubuh lelaki itu sangat terlihat bahkan kehitaman, darah mengalir dari pelipis dan sudut bibirnya.


Siapa yang telah mengirimkan foto Carlos Eman pada Kendrick? Dan apa tujuannya?


Kendrick melangkahkan kakinya pelan pelan, pergi ke luar kamar dengan hati hati. Dia langsung menuju ke ruang monitoring CCTV, di mana tempat Marco tengah berada. Kemudian menghubungi Matheo agar berkumpul di D'Oreon.


"Bos."


"Lihat ini!"


Matheo menerima ponsel Kendrick dan melihat foto yang mengerikan.


"Bukankah ini Carlos Eman?"


"Betul."

__ADS_1


"Lalu siapa yang yang melakukannya bos?"


"Dia belum mengatakan apa tujuannya. Dan pengirimnya tanpa nama."


"Bukankah semua Bogota tau kalau bos dan Carlos tidak pernah akur?"


"Sepertinya bukan dari wilayah Bogota."


Suara pintu di buka, Matheo datang dengan menggunakan pakaian seadanya. Marco melihat itu merasa kesal.


"Tidak bisakah kamu menyuruhku datang pagi?"


Tanya Matheo sambil membanting tubuhnya ke atas sofa merah.


Kendrick menyodorkan ponsel miliknya dan dengan cepat Matheo mengerti tujuan Kendrick.


"Siapa yang melakukan ini? Biadab sekali."


Belum juga Matheo mengembalikan ponsel milik Kendrick, sebuah foto lain di terima.


"Mertuamu, Luci! Kondisinya sama menyedihkan." Ucap Matheo, Kendrick merebut kembali ponselnya. Kondisi Luci tidak jauh berbeda dengan Carlos Eman.


"Pasti pelakunya mafia, dasar mafia tidak punya hati!" Ucap Matheo tanpa sadar. Ucapannya menyinggung Kendric, dia baru tersadar sesaat setelah Marco menendang kakinya.


"Aduh! Apaan sih."


"Bagaimana? Bagus karya seniku?" Ucap suara seseorang dari seberang telepon.


"Cukup Bagus, hanya saja aku sama sekali tidak tertarik."


"Benarkah?" Tanya lelaki itu setengah mengejek.


"Ya, toh dia bukan siapa siapaku. Yang seharusnya sedih itu kamu, karena bagaimanapun juga dia papamu, walaupun ternyata kamu hanyalah anak pungut."


"Apa benar kamu tidak perduli? Bagaimana jika aku menguliti mereka?"


"Lakukan saja, tidak ada hubungannya denganku."


"Ada, dan akan ku buat menjadi ada."


"Ternyata bos dari wilayah selatan hanyalah seekor kerdil, hanya berani melakukan ancaman."


"Bagaimana kalau aku bilang kalau Eliana adalah putri semata wayangnya Carlos Eman."

__ADS_1


"Aku sudah tau bahkan Carlos sudah mengatakan padaku." Ucap Kendrick sombong.


"Aku tidak mau tau, kembalikan Eliana padaku!" Jade Eman berteriak dari seberang telepon.


"Mimpi, ancaman ataukah gertak sambal?" Jawab Kendrick seadanya.


"Kamu kira semua anak buahmu loyal kepadamu? Mimpi! Bahkan mereka beberapa kali meminta bergabung ke selatan."


"Aku tidak perduli, begini saja kalau kamu berniat membunuh Carlos dan Luci, lakukan saja. Berani kamu datang ke wilayahku? Kebetulan sekali, aku butuh perluasan kekuasaan."


"Bajingan! Mafia kotor!"


"Sesama bajingan tidak usah berteriak. Kita mulai saja dari sekarang kalau bukan kamu aku yang akan mati. Paham!"


Kendrick menutup teleponya. Satu tangannya mengepal dan menghantam meja kayu yang ada di depannya.


'Brak'


"Pilih anak buahmu yang paling kamu percaya, pastikan dia setia padaku." Ucap Kendrick kepada Marco.


"Untuk apa, fokus menyelamatkan Eliana. Dan untuk apa kamu menguji anak buah dan mencari yang setia?" Sela Matheo, dia yakin kalau Eliana adalah Elizabeth, karena hasil tes DNA yang sudah keluar.


"Apa perdulimu? Bukankah selama ini kamu ragu dengan Eliana? Bahkan beberapa kali kamu mengingatkan padaku agar tidak terlibat cinta dengannya?"


"Bukan begitu." Jawab Matheo terbata bata.


"Marco, kamu cari siapa diantara anak buahmu yang menjadi mata mata Jade. Tembak langsung kepalanya, jangan kasih ampun." Kendrick menahan marah, andai saja Jade menculik Eliana, dia bisa saja menggila.


"Baik bos."


"Lalu untuk apa aku di sini? Hanya mendengar ocehanmu?"


"Aku akan memindahkan Eliana ke kastil barat, bantu aku membawanya sekarang. Bisa saja Jade dan anak buahnya menyelinap masuk ke club ini."


"Kenapa harus ke kastil, bukankah di apartemenku lebih aman?"


"Tidak! Di kastil barat keamanan lebih terjamin, bahkan pengawalku bersiap dua puluh empat jam penuh." Ucap Kendrick sombong.


"Ya di sana lebih aman. Tetapi bagaimana dengan kakak ipar, si iblis betina itu! Bahkan sampai sekarang aku tidak bisa tidur nyenyak mengingat Noela berada satu atap dengan istrimu."


Kendrick nampak berpikir keras, padahal dia juga merasa ragu dengan perubahan sikap Matheo terhadap Eliana.


"Baiklah, tapi jika satu helai saja rambutnya terlepas, kepalamu akan menjadi taruhan."

__ADS_1


"Ya sudah! Terserah! Lebih aman jika di apartemenku. sebaiknya kita lakukan malam ini."


Keputusan yang di anggap tepat. Apa keamanan benar benar tepat? Ataukah hayalan Matheo saja? Tidak ada yang bisa menjamin.


__ADS_2