
Eliana yang malang, wanita kumal yang selalu jadi sasaran. Ingatannya telah kembali, kejahatan dan kemarahan Kendrick padanya tiba tiba berputar dan memenuhi kepalanya, bagai rekaman pita kaset, bergulung dan menjadi kusut.
Saat ini Embre berada di depannya, laki laki yang dulu pernah menyakiti Julia, bahkan dengan siapa Embre selingkuh dan menduakan cinta Julia.
Dulu Julia cinta mati pada Embre. Tidak ada lelaki tampan kecuali Embre, berapa kali Eliana mengingatkan tapi sekalipun Julia tidak pernah mendengarkan.
Hingga akhirnya Eliana memergoki Embre keluar dari kamar hotel bersama seorang wanita cantik. Dan yang tidak di bayangkan wanita itu ternyata kakaknya sendiri, Eva!
Bagaimana dia harus mengatakan kepada sahabatnya kalau ternyata uang hasil kerja Julia, yang di titipkan kepada Embre, di habiskan bersama Kakaknya.
Mau di taruh mana wajahnya? Jika Julia tau mungkin dia akan membenci Elizabeth, karena bagaimanapun Juga antara Elizabeth dan Eva adalah saudara kandung.
sekarang Embre di hadapannya hendak membunuh Eliana, dan saat ini juga Embre kehabisan tenaga, wajah dan seluruh pakaiannya berlumuran darah, Embre berdiri sempoyongan hendak menghabisi Elizabeth dengan wajah asing. Pistol tanpa peluru yang ada di tangan Eliana di lemparkan ke arah Embre, tapi Embre masih bisa menghindar.
"Wanita Kendrick brengsek, aku akan membunuhmu."
Kalau saja Embre tidak dalam keadaan babak belur, mungkin Eliana akan ketakutan.
Eliana atau Elizabeth masih berdiri tegak, ketenangannya memancing kemarahan Embre.
Pisau bulan sabit yang bergerigi berada di bagian belakang pinggangnya. Sementara di samping kakinya terdapat bola besi penahan kertas, dengan cepat Eliana memungut benda itu.
Dan ketika Embre maju hendak memukulnya, gerakan itu dapat terbaca Eliana, Eliana menghantam kepala Embre dengan bola besi. Embre terjatuh terjerembab.
Seketika Eliana menaiki tubuh Embre dan menghajar wajahnya, kemarahannya tidak terkontrol lagi.
"Lihat baik baik, aku adalah Elizabeth, aku adalah wanitanya kendrick dari dulu hingga sekarang!"
Ucapan Eliana begitu kencang, dia tidak bisa mengontrol emosi, memukul dan terus memukul.
"Lihat baik baik diriku, katakan padaku siapa istri Kendrick, yang memerintahkan kamu untuk membunuhku! Katakan!"
Eliana berhenti sebentar dan mengambil nafas dalam dalam.
"Dan terima ini balasanku, atas penghianatanmu terhadap Julia. Perselingkuhanmu dengan Eva aku melihatnya! Lunas! Semua lunas!"
Eliana masih memukul wajah Embre dengan bola besi berkali kali hingga akhirnya tak bergerak lagi.
Embre akhirnya mati, mati dalam keadaan penasaran. Bagaimana wanita di depannya bisa mengetahui penghianatan dirinya terhadap Julia, siapa wanita ini? Siapa wanita yang mengaku ngaku menjadi Elizabeth? Padahal semua tau Elizabeth sudah menghilang dan di duga sudah mati.
Eliana bersimpuh, tubuhnya lemas tanpa daya. Embre mati penasaran, tapi dari perkataan Embre, yang menjadi pertanyaan Eliana, seseorang menginginkan kematiannya. Siapa orang itu? Istri Kendrick! Mengapa istri Kendrick menginginkan kematiannya? Apa hanya karena dirinya wanita Kendrick?
Eliana berdiri menuju kamar utama, meninggalkan dua jasad penuh darah.
__ADS_1
******
Satu hari setelah kejadian, Eliana di pindahkan ke apartemen milik Matheo, demi keamanan Kendrick, Matheo dan Marco berada di lokasi yang sama, bahkan sejak kemaren mereka belum meninggalkan lokasi.
Rekaman CCTV sudah di dapat, penyidik memperlihatkan kepada Kendrick kejadian tragis di apartemen miliknya.
Eliana menembak lelaki misterius kemudian memukul Embre dengan membabi buta.
"Selain Berta, Embre adalah pelayan terdekat istrimu. Akui bahwa lagi lagi istrimu yang berusaha membunuh Eliana." Ucap Matheo. Sebaliknya dengan Kendrick, merasa masalah ini tidaklah penting. Baginya Leyton adalah yang utama, jika dia menyingkirkan istrinya tindakan itu akan sangat menyakiti Putra kesayangannya.
"Bukan wewenangmu." Ucap Kendrick, dia tidak suka jika Matheo mencampuri masalah rumah tangganya.
"Kakak ipar benar benar beruntung, memiliki suami yang pengertian." Sindir Matheo. Kemudian Kendrick menendang kursi ke arah Matheo, dan tepat mengenai tulang kering.
"Aduh!"
Ucap Matheo kesakitan. Matheo akhirnya benar benar tutup mulut.
"Besok aku akan memindahkan Eliana ke kastil barat." Ucap Kendrick.
"Kastil barat?" Tanya Matheo, dia masih tidak percara dengan pendengarannya.
"Ada masalah dengan keputusanku?" Tanya Kendrick , dia tidak suka jika ada yang mempercayakan keputusannya.
"Saat ini Noela tengah hamil, dia cukup tersiksa karena kakak ipar dan sekarang kamu meletakkan Eliana di sana bahkan satu atap."
"Mulutmu cerewet, seperti mulut wanita saja. Ini demi kebaikan mereka! Kamu lihat saja nanti! Dan jika kamu masih ikut campur, jangan salahkan jika Marco menembak mulutmu." Ucap Kendrick mulai tidak suka pada Matheo. Bagi Kendrick, dengan menempatkan Eliana di rumah keselamatannya lebih terjamin, dan istrinya tidak akan berani berulah.
"Marco!" Panggil Kendrick.
"Ya bos." Jawab Marco.
"Jika sekali lagi dia mengeluarkan suara, tembak langsung mulutnya, tapi jangan di sini. Bawa keluar! Mengotori ruanganku saja." Kalimat Kendrick dengan nada marah.
"Siap bos!" Ucap Marco senang.
"Sepertinya kalian tega sekali, kepada sahabat saja kalian tega menembak, bahkan matipun harus berpindah tempat, sial." Ucap Matheo, dia menghentikan bicaranya saat terlihat Marco sudah mulai menarik senjata api yang terselip di bagian belakang pinggangnya.
Saat ini Kendrick bersama yang lain berada di kantor utama Kend Grup nampak dua orang detektif bersama Vito tengah membuka beberapa rekaman CCTV.
kendrick masih duduk di atas kursi kebesaran, dia mengangkat kakinya dan di letakkan di atas kaki yang lain.
Kemarahan Eliana dapat di lihat dari rekaman televisi, bahkan dia lebih tangguh dari pada ke dua orang itu. Seorang wanita sanggup membunuh dua pria penyusup.
__ADS_1
"Siapa laki laki itu?" Tanya Kendrick.
"Tidak di temukan identitas, itu pasti sudah di sengaja. Tetapi ciri ciri senjata dapat di lihat kalau benda itu berasal dari wilayah selatan." Jawab Vito. Tapi Kendrick sudah tau dan yakin kalau laki laki misterius adalah suruhan Jade Eman.
Saat mereka masih menyelidiki kasus Eliana, julia berjalan keluar dari kamar. Semua mata tertuju padanya, hal itu di anggap tak lajim, karena dalam ruangan itu para lelaki tengah membicarakan kasus penting.
"Julia?" Ucap Matheo, dia merasa tidak enak.
"Aku ingin mengatakan sesuatu pada kalian, entah ini membantu atau tidak, entah ini penting atau tidak.
"Julia ada apa? Katakan cepat." Perintah Matheo kesal, kekasihnya benar benar lamban.
"Tapi aku ingin berbicara dengan Kendrick." Ucap Julia. Dia tidak mau berita yang di bawanya akan membuat Matheo marah.
Matheo memasang wajah tidak suka, dia merasa cemburu. Saat Matheo hendak mendekati Julia, lengannya di tarik secara kasar oleh Marco dan Vito untuk meninggalkan ruangan. Matheo sangat kesal tetapi tidak bisa berbuat banyak selain mengeluarkan umpatan.
"Ada apa?" Tanya Kendrick.
"Aku harap pengakuanku tidak berdampak buruk." Ucap Julia.
"Katakanlah."
"Sebelumnya kamu sudah mengenal Embre." Ucap Julia ragu.
"Tentu saja, dia bekerja di kastil tempat istriku tinggal." Jawab Kendrick tenang.
"Bukan! Tapi jauh sebelum itu." Sanggah Julia.
"Maksud kamu?"
"Aku....Aku adalah Julia." Pengakuan Julia.
"Ya aku tau, lalu?" Tanya Kendrick heran.
"Julia sahabat baik Elizabeth di Carlos store, dan Embre pernah menjadi teman dekatku. Kita pernah berkenalan sebelumnya."
'Deg'.
Kendrick berdiri dari kursinya. Dia merasa di bohongi oleh Julia. Kendrick tidak tenang.
"Tapi jangan salah sangka, aku tidak ada hubungannya dengan semua ini. Bahkan Embre terkejut saat bertemu denganku." Tambah Julia.
Kendrick kecewa dengan Julia.
__ADS_1
"Tapi jika Embre tidak datang, mungkin kamu tidak bisa bertemu Eliana saat ini. Mereka datang di saat tepat. Walaupun ke duanya punya niat busuk yang sama. Satu lagi, kamu bisa menemui Diego. Dia kunci utama masalah ini." Tambah Julia lagi.