
Kesal? Marah! Tidak bisa diam, Elizabeth harus membongkar topeng Noela dan Maria.
Hanya perkara waktu, Kendrick berpihak pada ke dua istrinya. Memperlakukan dengan sama.
Wanita yang paling dia cintai adalah Elizabeth, tetapi wanita yang telah banyak berkorban untuknya adalah Noela, kecurangan Noela sudah dapat di lihat dengan kasat mata, tapi apa yang di putuskan oleh Kendrick ternyata di luar batas kesabaran Elizabeth.
Julia naik pitam, menganggap Elizabeth bodoh dan tak memiliki sikap. Matheo beberapa kali mengingatkan wanitanya, agar tidak terlalu memasuki urusan ke dalam rumah tangga Elizabeth, akibatnya akan fatal.
Puncaknya adalah hari ini, ketika Kendrick mengajak ke dua istri dan anak anaknya untuk makan malam di rumah makan. Tempat sudah di boking, kendaraan yang di bawa cukup besar, dan memungkinkan untuk semua anggota keluarga menaiki kendaraan yang sama. Beberapa kali Noela berusaha mengesampingkan Elizabeth dan Nina.
Noela sengaja memanas manasi kedekatannya dengan Kendrick. Bahkan posisi duduk mereka sangat berdekatan. Ke dua tangan Noela bergelayut manja, lengan kekar Kendeick di peluknya erat, tatapannya tak beralih dari wajah tampan bak dewa perang. Tapi tidak dengan Kendeick, lelaki itu tidak merasa risih hanya mendiamkan saja perlakuan Noela. Kendrick menganggap sikap Noela seperti itu adalah hal yang biasa, hubungan persahabatan. Noela akan memperlakukan gerakan yang sama termasuk terhadap Matheo.
Noela kesal merasa tidak di perhatikan oleh Elizabeth, sementara pikiran Elizabeth melayang jauh. Mengingat perlakuan Leyton padanya.
Leyton menolak saat Elizabeth mendekati, bahkan menendang kaki Elizabeth dengan keras, anak sekecil Leyton bagaimana bisa berlaku kasar? Apa sebesar itu dendam Leyton padanya? Atau seseorang mengajarinya berprilaku kasar? Padahal Elizabeth sudah membujuk dan menjelaskan kalau dia tidak bersalah sama sekali. Kenekatan Eva saat melompat dari balkon dan di lihat secara langsung oleh Leyton bukanlah pengaruh darinya, sikap Leyton melukai hati Elizabeth.
Elizabeth tidak merasakan sakit karena tendangan itu.
"Pergi! Aku benci bibi Eli. Jika saja bibi Eli tidak masuk di kehidupan papa, mamaku tidak akan melompat dan putus asa. Ini semua gara gara bibi." Teriak Leyton, Elizabeth mencemaskan keadaan Leyton yang baru saja pulih dari sakit. Tapi hatinya sangat sedih. Bebarapa kali tangannya hendak mengusap pucuk kepala Leyton tapi beberapa kali di hempaskannya hingga menghantam sudut meja nakas.
Bahkan panggilan Leyton kepadanya berubah, biasanya memanggil dengan sebutan mama Eli kini kembali dengan sebutan bibi.
"Bibi Eli, aku mohon. Bibi Eli pergi saja dari sini. Aku membenci bibi Eli." Leyton menangis, bahkan tanpa sadar Elizabeth menyanggupi permintaan Leyton.
"Baik jika itu yang Leyton inginkan." Ucap Elizabeth, padahal kemarin Elizabeth berniat berperang melawan Noela, tapi karena permintaan Leyton, Elizabeth siap mundur dan menjauh pergi.
"Eli, ayo turun." Ucap Kendrick menyadarkan lamunannya. Elizabeth tersadar, dia turun dengan menggandeng pergelangan Nina. Sementara pelayan Xa dan Maria tengah menggendong bayi David dan bayi Eliana.
__ADS_1
Meja besar dengan beberapa menu makanan terhidang. Ikan lobster dan belut bungkus adalah menu faforit Leyton dan Elizabeth, ke duanya memiliki kesenangan makanan yang sama, tapi sayang Leyton menolak ajakan Elizabeth.
Marco juga duduk di meja yang sama.
Mereka makan tanpa bersuara. Pada saat Noela mengambil minumannya tanpa sengaja dia menumpahkannya. Tumpahan itu mengenai gaun princes yang di kenakan oleh Nina.
Nina terkesiap, gadis itu tidak menghindar. Tatapan mata Noela yang tajam memancing reaksi Noela. Dia mengintimidasi gadis kecil itu hingga ketakutan.
"Maaf aku tak sengaja. Nina apa kamu tidak masalah?" Tanya Noela berlagak manis di hadapan Kendrick.
"Masalah!" Ucap Elizabeth, kemudian menarik tangan kecil Nina untuk di ajaknya berjalan ke toilet.
Noela melihat kepergian mereka. Elizabeth tau yang di lakukan Noela adalah sengaja.
"Kendrick aku ingin mencuci tangan." Pinta Noela kepada Kendrick, dia harus mencuci tangan di bilik kamar kecil. Sebagai wanita berkursi roda tentu Noela membutuhkan seseorang untuk mengantarnya.
Bahkan Noela memdongakkan wajahnya demi mendekati wajah Kendrick.
"Tidak, aku bisa sendiri." Ucap Noela lirih, suaranya cukup menggoda. Tentu Kendrick lelaki waras dan pasti menguwatirkannya.
"Kalau begitu biarkan Maria bersamamu." Ucap Kendrick memberikan sinyal pada Maria agar memberikan bayi Eliana padanya.
"Tidak! Kamu bisa memerintahkan pelayan lain untuk mengantarku." Noela tentu menolak, dia memiliki rencana jahat yang tersusun rapi. Dalam hati bersorak senang jika diantar oleh Kendrick ke kamar kecil, tapi bukan itu tujuannya. Noela tidak mau mempertaruhkan Maria, saat ini dia masih membutuhkannya.
Marco memanggil pelayan wanita, Kendrick memerintahkan pelayan itu untuk menemani Noela.
Begitu pelayan wanita datang dan melihat Kendrick yang begitu tampan. Wajah pelayan itu langsung memerah dan jantungnya berdebar. Noela melihat gelagat pelayan wanita yang genit, seketika merasa kesal.
__ADS_1
"Antarkan dia ke kamar kecil." Perintah Kendrick memecah suasana. Pelayan wanita mendorong kursi roda. Tiba di belokan, Noela menghentikan pelayan, dia meminta pelayan itu untuk menunggu.
"Tapi nyonya." Ucap pelayan, Noela membuang tatapan intimidasi. Noela menggunakan ke dua tangannya agar kursi roda yang di dudukinya bisa berjalan maju. Akhirnya dia menghilang di ujung koridor.
Elizabeth melihat Noela mendekat tanpa seorangpun yang membantu, awalnya sedikit terheran bagaimana bisa Noela yang terbiasa lemah bisa membawa kursi rodanya ke mari?
Elizabeth berusaha menghindari tatapan Noela, bahkan dia memalingkan kepalanya. Tapi sebuah tepukan di pundak mengejutkannya. Bukankah Noela masih lumpuh, lalu siapa yang menepuknya. Bukankah wanita yang duduk di kursi roda akan kesulitan meraih pundak seseorang.
Kalau saja Nina hanya mencuci tangan dan membersihkan noda pakaian, tentu ke duanya sudah kembali ke ruang VIP, sayangnya Nina sakit perut, makanan di restoran ini cukup pedas, benar benar putri Kendrick, tidak tahan akan rasa cabai.
Elizabeth membalikkan kepala, betapa terkejutnya ternyata wanita culas yang tadinya duduk di atas kursi roda tengah berdiri di depannya dengan berkacak pinggang. Elizabeth bahkan melamun sesaat, kesadarannya benar benar hilang.
"Noela, kamu benar benar penipu handal."
"Ya tentu saja. Apapun akan ku lakukan demi mendapatkan cinta Kendrick."
"Kamu gila!" Elizabeth bahkan merinding, seringaian Noela menyerupai iblis yang baru saja terlahir.
Tanpa peringatan yang jelas, Noela menarik guci pajangan yang bertengger di atas westafel, mengangkatnya kemudian menjatuhkan di atas kepalanya. Darah mengucur deras di dahi Noela.
Ucapan Noela benar benar di buktikan. 'Apapun akan di lakukan demi mendapat cinta Kendrick.' Gerakan Noela berlangsung cepat bahkan Elizabeth tidak bisa menghentikannya.
'Akhhhhhh' Lengking Noela. Teriakan itu begitu nyata bahkan memekakkan telinga, Kemudian dia terjatuh dan meringkuk pura pura pingsan.
Pelayan wanita berlari mendekat. Di ikuti beberapa pengunjung. Sebelum banyak yang datang, Noela sempat membisikkan sesuatu di telinga Elizabeth.
"Kamu tidak akan pernah mendapatkan hati Kendrick bahkan rahasia besar yang seharusnya kamu ketahui malah di tutup oleh Kendrick rapat rapat darimu." Elizabeth merinding, dia belum sepenuhnya percaya ucapan Noela tapi tidak ada salahnya menyelidiki.
__ADS_1