
Keadaan tubuhnya yang masih terbilang lemas dan tak bertenaga, bahkan kepala masih terasa sakit. Darah yang merembes ke luar baru saja mendapat pergantian donor darah, tiba tiba ketenangannya menguap begitu saja karena kedatangan istrinya, untung saja istrinya datang bersama Leyton.
Kendrick masih bisa memaksakan senyumnya yang di tujukan oleh putra kesayangannya. Mengayunkan telapak tangannya agar putranya lebih mendekat. Leyton mendekat, matanya melirik selang infus yang berisi cairan warna merah, kemudian bocah kecil itu mendekati brankar Kendrick.
Leyton bukan anak kecil yang manja, dia hanya berdiri di samping brankar papanya. Namun walaupun begitu sebagai anak Leyton dia juga menginginkan perhatian lebih.
Sementara wanita yang tak lain mama kandung dari Leyton duduk di kursi yang di sediakan oleh pihak rumah sakit. Suasana tiba tiba tidak nyaman, Kendrick hanya sibuk menggoda Leyton. Noela melihat kedekatan ayah dan anak sungguh menarik perhatiannya apalagi lelaki itu adalah Kendrick, sahabatnya.
"Dokter Noela, apa masih ada yang perlu di periksa?"
Pertanyaan wanita itu terdengar seolah menyindir. Walaupun pertanyaan di sampaikan dengan halus tetap saja tidak enak di dengarkan, seolah olah memerintahkan Noela agar pergi meninggalkan ruangan perawatan Kendrick.
Noela tidak menjawab, dia hanya diam, baru saja langkah kakinya hendak membawa dirinya pergi, sebuah panggilan halus memanggilnya.
"Noe...Tetaplah di sini. Kamu dokterku ok!" Ucapan Kendrick di tujukan kepada Noela.
"Bukankah begitu Noe?"
Noela menghentikan langkah kakinya mengurungkan niatnya, sebenarnya dia sedikit tidak nyaman melihat lirikan istri sahabatnya yang mengintimidasi dirinya. Dari awal istri sahabatnya memang tidak menyukainya.
"Kend. Kamu kenapa bisa seperti ini?" Tanya wanita itu mencoba memberikan perhatian untuk menarik simpati Kendrick.
"Hmm tidak apa apa. Lebih baik kamu ajak Leyton pulang, tidak baik anak kecil berada di rumah sakit." Ucapan Kendrick dengan halus. Sebenarnya ucapannya mirip sebuah penolakan, Kendrick tidak mau di depan Leyton sebagai orang tua, mereka berseteru, itu bukanlah contoh yang baik buat anaknya, apalagi Kendrick dulunya mengalami kekerasan fisik ataupun pelecehan sexual, itu membuat trauma membekas hingga sekarang. Kendrick tidak mau Leyton mengalami trauma yang sama seperti dirinya. Tidak apa apa menutupi ke tidak harmonisan ini asalkan Leyton tidak bersedih.
"Tapi Kendrick, aku begitu cemas dengan keadaanmu." Wanita itu mencoba berbuat baik, tetapi malah terdengar kaku.
"Tidak usah berlebihan aku tidak apa apa." Ucap Kendrick datar, pandangannya tidak berpindah, senyumnya hanya untuk Leyton.
"Kendrick, setidaknya biarkan aku di sini menjagamu. Dan biarkan Leyton pulang bersama Berta." Ucapan istrinya sama sekali tidak menggetarkan hati Kendrick. Tapi Kendrick masih bisa tersenyum di depan Leyton.
Tiba tiba mata Kendrick yang awalnya teduh dan tenang kini berubah merah dan pupilnya sedikit di tekan ke luar. Istrinya mundur satu langkah ke belakang. Wanita itu baru menyadari kalau Kendrick sangat marah. Apalagi beberapa kali terdengar bantahan dari wanita itu. Wanita itu menundukkan kepalanya, ke dua tangannya di letakkan di atas ke dua pundak Leyton. Harga dirinya semakin terinjak karena di depannya ada wanita lain yaitu Noela.
Sebenarnya wanita itu sedikit lega melihat kedekatan mereka dan bukan wanita lain yang menjadi sahabat suaminya, walaupun persahabatan lelaki dan perempuan sebenarnya bohong semata, tidak dengan suaminya. Wanita itu merasa tenang saat menyadari bentuk tubuh dokter Noela yang gagah dan tinggi, perawakan seperti itu tidaklah mungkin menarik perhatian suaminya. Dengan kata lain dokter Noela jauh dari kata cantik! Bukankah suaminya banyak bergaul dengan artis atau model cantik? Itu yang harus di waspadai!
"Baiklah Kend, aku pulang bersama Leyton, jaga dirimu baik baik. Jika ada sesuatu hubungi aku." Ucapan itu terdengar manis, tapi tidak dengan Pasangan ini. Kendrick merasa masam mendengar ucapan istrinya. Hanya saja wanita di depannya adalah ibu dari anaknya. Kendrick tidak mau melukai perasaan Leyton. Baginya Leyton lebih berharga dari apapun.
Noela terpaku melihat gelagat mereka, Dia merasa tidak enak hati. Seperti duri di antara ke duanya. Padahal hubungan dirinya dan Kendrick hanya persahabatan. Noela berdiri mematung, wanita itu pergi dengan wajah tidak puas, menarik tangan Leyton dengan di tambahi sedikit cubitan hingga Leyton terlihat kesakitan. Wajah Leyton memerah, dia tidak mau menyaksikan ke dua orang tuanya berseteru gara gara dirinya. Noela melihat gerakan kecil itu sedikit terhenyak hanya saja tidak lama kemudian Noela mencoba memperbaiki suasana.
__ADS_1
"Mama, sebentar Leyton ingin membicarakan sesuatu dengan papa."
"Cepatlah sayang... jangan mengganggu papa. Papa harus banyak istirahat." Ucap wanita itu dengan senyum yang di paksakan. Dia tau suaminya tidak menyukainya, tetapi dia tetap berusaha mendekati dengan segala cara. Bahkan memanipulasi anaknya.
Leyton tetap berdiri mematung, menunggu jawaban Kendrick.
"Keluar." Lagi lagi kalimat itu di tujukan pada wanita itu, walaupun di barengi senyuman untuk menutupi kecanggungan di depan anaknya.
Wanita itu melangkahkan kakinya keluar, dan tidak terlihat lagi batang hidungnya. Tangannya mengepal keras, selama tujuh tahun dia mendekati Kendrick. Tidak sedikit usahanya yang di lakukannya, bersyukur dia bisa memiliki Leyton yang benar benar anak kandung dari Kendrick. Hingga akhirnya dia di nikahi oleh Kendrick dan menjadi nyonya Kendrick.
"Ada apa?" Tanya Kendrick kepada Leyton. Jari tangannya mencubit sedikit dagu Leyton hingga menarik sedikit wajah Leyton ke atas.
"Emmm. Tidak ada!"
"Apa maksudmu 'Tidak ada'?"
"Karena benar benar tidak ada."
Kendrick menunjukkan segaris senyuman, membuat hati Leyton teduh.
Kendrick dan Noela menunjukkan wajah terkejut, untuk apa Leyton mengatakan kebohongan ingin berbicara dan ternyata anak kecil itu hanya memeluk Kendrick, meletakkan ke dua lengannya di leher Kendrick. Tangan kanan Kendrick mengusap punggung Kecil Leyton.
"Aku merindukan papa."
"Bocah kecil! Papa tidak menemuimu hanya satu hari saja dan kamu mengatakan kangen. Apa ada sesuatu yang kau inginkan?"
"Tidak ada. Hanya itu."
Kemudian Leyton turun dari brankar papanya di bantu oleh Noela.
"Trimakasih bibi Noe, aku akan mengingat kebaikanmu."
Leyton meninggalkan ruangan itu. Sama sekali tidak menoleh ke belakang, gelagatnya sedikit tenang. Mirip seperti Kendrick di masa masih kecil.
Saat ini ruangan Kendrick kembali sepi hanya tinggal mereka berdua.
"Perlakuanmu terhadap istrimu..."
__ADS_1
"Hmm." Kendrick mendengus kesal.
"Tidak usah kamu ingatkan. Aku bosan mendengar ceramahmu."
"Kasian Leyton memiliki orang tua seperti kalian."
"Ya, aku menikahinya karena dia ibu dari anakku. Hanya itu, sayangnya aku tidak menyukai sikapnya."
"Apa dengan kata lain jika istrimu berubah, kamu akan mencintainya?"
"Berubah yang bagaimana? Aku mengenal dia sebelum peristiwa itu. Jadi aku sangat memahami ambisinya."
"Maksud kamu?... Kamu merasa di jebak?"
"Ya."
"Tapi dia istrimu, ibu dari anakmu."
"Kadang aku juga merasa lelah, lalu belajar mulai menerima dia, tapi aku gak bisa. Apalagi..."
"Sudahlah, itu urusanmu." Ucapan Noela mencoba menghentikan keluh kesah tentang istrinya.
"Bagaimana kabar Black." Tanya Kendrick
"Sangat lucu, dia menemaniku saat kesepian."
"Jangan kamu gunakan kucingku sebagai pejantanmu."
"Aku manusia normal, dasar!"
"Setidaknya aku menitipkan Black pada orang yang tepat. Jangan lupa bawa dia ke dokter hewan untuk suntik ."
"Dasar, aku akan menjual Black dengan harga mahal."
Black adalah kucing hitam kumal yang di temukan di jalanan dengan kondisi menyedihkan pada saat tragedi mengerikan. Kendrick merawat kucing kecil itu dengan baik bahkan sangat menyayangi.
Jangan lupa Like Komen And Vote. Ada yang penasaran siapa yang menjadi nyonya Kendrick atau istri Kendrick kah? Sabar ya. Dia yang akan menjadi pemeran antagonis sebenarnya. Trimakasih😘😘
__ADS_1